NovelToon NovelToon
FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

FROM FAT WIFE TO APOCALYPSE QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: blumoon

Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12 : DARAH YANG BERHENTI MENETES

Keesokan hari nya

•Pukul 02:00 siang

namun cakrawala masih terperangkap dalam kegelapan yang pekat. Hujan darah memang telah reda, menyisakan genangan merah kental yang mengeluarkan bau anyir tembaga di sepanjang aspal komplek elit. Elara berdiri di depan pintu garasi utama, menatap langit yang tertutup awan hitam berminyak. Matahari seolah enggan menampakkan diri, memberikan panggung bagi para mayat hidup untuk tetap berkuasa meski hari sudah siang.

"Zombi tidak suka cahaya matahari karena sinar UV merusak sel mutasi mereka yang sensitif. Tapi tanpa matahari... jalanan adalah taman bermain mereka," ujar Elara dengan suara rendah. Ia mengenakan baju taktis nanofiber yang ringan namun tahan robek, dengan busur panah mekanik tersampir di punggungnya.

Di belakangnya, Leonard berdiri seperti gunung yang kokoh. Ia memegang pedang hitam raksasa buatan Bara yang kini berpendar aura kebiruan manifestasi dari kekuatan Supreme Warrior -nya. Tobi sudah melakukan pemanasan dengan gerakan cepat yang hampir tak kasat mata, sementara Herra memeriksa magasin senapan serbu modifikasinya. Arkan berdiri di tengah, siap memberikan analisis instan.

"Target kita adalah gudang pusat logistik di sektor timur. Hanya berjarak lima kilometer, tapi di kondisi seperti ini, itu bisa jadi perjalanan satu arah," Leonard memperingatkan.

"Buka gerbangnya," perintah Elara.

Begitu gerbang baja mansion terbuka, pemandangan di depan mereka sungguh mengerikan. Lingkungan asri yang dulunya tenang kini dipenuhi oleh jasad-jasad yang berjalan limbung dengan kulit merah legam. Saat mendengar deru mesin mobil taktis yang dikendarai Bara, ratusan kepala dengan mata kuning menyala serentak menoleh.

"Mereka datang!" teriak Arkan. Tangannya menyentuh dinding mobil, menyebarkan aura deteksi. "Zombi tipe pengejar di arah jam satu! Jumlahnya lebih dari lima puluh!"

"Tobi, bersihkan jalan!" perintah Elara.

Zuuut!

Tobi melesat keluar dari lubang palka mobil. Kecepatannya melampaui batas penglihatan manusia. Yang terlihat hanyalah bayangan hitam yang meliuk-liuk di antara kerumunan zombi. Dengan belati kembar yang dibuat Bara, Tobi menebas urat nadi di kaki para zombi, membuat mereka tumbang seketika sebelum sempat bereaksi.

"Herra, tutup sayap kiri!"

Herra berdiri di atap mobil, kakinya kokoh meski mobil berguncang. Ia tidak menggunakan mode otomatis, melainkan tembakan tunggal yang presisi.

DOR! DOR! DOR!

Setiap letusan senjatanya berarti satu kepala mutan meledak. Dengan kemampuan Weapon Master, Herra bisa memperkirakan arah angin dan kecepatan gerak zombi dengan akurasi 100%. "Zombi tipe pelompat di atap gedung sebelah kiri! Leonard, itu bagianmu!"

Leonard tidak menunggu instruksi kedua. Ia melompat keluar dari mobil yang sedang melaju. Dengan kekuatan Supreme Warrior, ia terbang setinggi lima meter, mendarat tepat di atas balkon di mana tiga zombi mutan bersiap menerjang.

CRAAAAKKK!

Satu ayunan horizontal dari pedang hitamnya membelah ketiga zombi itu sekaligus, dari pinggang hingga ke bahu. Cairan hitam kental menyembur, namun Leonard tidak berhenti. Ia berputar, menghantamkan tinjunya ke kepala zombi keempat hingga tengkorak makhluk itu remuk rata dengan aspal.

Saat mendekati persimpangan utama jalan raya, sebuah raungan yang lebih berat dan dalam menggetarkan udara. Sebuah bus besar yang terbalik tiba-tiba terlempar ke samping oleh sosok makhluk raksasa.

"Mutan tipe Tank!" teriak Arkan panik. Ia menyentuh teropongnya untuk menganalisis dari jauh. "Tinggi tiga meter, kulitnya mengeras seperti beton karena menyerap mineral dari hujan darah! Titik lemahnya... ada di bawah ketiak kanan, di sela-sela lipatan kulit yang belum mengeras!"

"Aku butuh umpan!" seru Leonard.

"Aku akan melakukannya!" Tobi melesat, berlari lurus ke arah si raksasa. Mutan Tank itu mengayunkan lengannya yang sebesar batang pohon, namun Tobi melakukan salto di udara, mengejek makhluk itu dengan kecepatannya.

Saat si mutan mengangkat tangan kanannya untuk menghantam Tobi, celah kecil di ketiaknya terbuka.

Elara, yang sejak tadi berdiri diam di kap mobil, menarik busur panahnya. Ia tidak menggunakan anak panah biasa, melainkan panah dengan ujung berbahan peledak kecil yang dirakit Herra.

Syuuuut—BOOM!

Anak panah itu tertancap tepat di titik lemah sang raksasa dan meledak di dalam dagingnya. Makhluk itu melolong kesakitan, limbung ke arah kanan.

"Sekarang, Leonard!" teriak Elara.

Leonard berlari di atas puing-puing mobil, menggunakan momentum untuk melompat tinggi. Ia menggenggam pedangnya dengan kedua tangan, auranya meledak menjadi cahaya biru yang menyilaukan.

"HANCURAAKK!!"

Pedang raksasa itu menghujam tepat di leher sang mutan Tank. Dengan kekuatan fisik maksimal, Leonard memenggal kepala sekeras beton itu dalam satu tebasan brutal. Kepala raksasa itu menggelinding di jalan raya, sementara tubuh besarnya ambruk, menciptakan getaran kecil di tanah.

Mereka tiba di depan gudang logistik, namun tempat itu sudah dikepung oleh ribuan zombi yang tertarik oleh aroma sisa-sisa makanan di dalam.

"Kita tidak punya banyak waktu. Bara, amankan pintu masuk! Herra, buat perimeter pertahanan!" perintah Elara.

Bara turun dari mobil, tangannya menyentuh gerbang besi gudang yang sudah rusak. Dengan kemampuan Molecular Reformer, besi-besi tua di sekitar jalan merangkak seperti ular, menyatu dan membentuk pagar duri yang kokoh untuk menahan gelombang zombi agar tidak mendekat.

"Hanya bertahan sepuluh menit, Nyonya! Ini menguras energi saya!" seru Bara dengan wajah berkeringat.

Elara masuk ke dalam gudang bersama Leonard dan Arkan. Di dalam, kondisinya gelap gulita dan penuh dengan zombi yang bersembunyi di balik rak-rak raksasa.

"Ada sesuatu yang besar di dalam sini," Arkan berbisik, tubuhnya gemetar. "Aku merasakan aura yang lebih kuat dari mutan Tank tadi."

Tiba-tiba, dari kegelapan atap gudang, sesosok makhluk dengan tubuh kurus dan jari-jari panjang seperti pisau meluncur turun. Zombi tipe *Stalker*. Kecepatannya hampir menyamai Tobi.

Sring!

Cakar makhluk itu hampir mengenai leher Elara, namun Leonard dengan sigap menangkisnya dengan lengan bajunya yang berlapis pelindung logam. Leonard membalas dengan tendangan yang membuat mutan itu terpental menabrak rak besi.

"Arkan, info!"

Arkan berlari, dengan berani ia melompat dan menyentuh ujung ekor mutan itu saat ia sedang merayap kembali di dinding. "Target: Blood Stalker! Dia buta, tapi pendengarannya sangat tajam! Jantungnya ada di perut bagian bawah, dilindungi oleh tulang rusuk yang menonjol!"

Elara segera mengambil dua granat cahaya dari sabuk taktisnya. "Semuanya, tutup mata!"

BLAAASST!

Cahaya putih menyilaukan memenuhi gudang. Mutan Stalker itu berteriak nyaring, sistem sensoriknya hancur seketika. Dalam kondisi lumpuh itu, Elara melesat maju. Meski berat badannya hanya 40kg, gerakannya sangat efisien. Ia meluncur di bawah kaki makhluk itu, mencabut belati militer, dan menikam jantung di perut bawah sang mutan berkali-kali dengan kecepatan luar biasa.

Mutan itu kejang dan akhirnya mati dalam genangan darah hitam.

"Semuanya, ambil apa yang bisa dibawa! Masukkan ke dalam Storage!" perintah Elara.

Ia berjalan di sepanjang lorong gudang, menyentuh rak-rak berisi ribuan dus susu, gandum, obat-obatan, dan alat pertukangan. Satu per satu rak itu menghilang, masuk ke dalam Infinite Storage-nya yang kini levelnya terus meningkat seiring penggunaan.

[Ting! Kapasitas Storage meningkat! Anda mendapatkan Skill Pasif: 'Area Collection' (Mampu menyerap semua benda dalam radius 10 meter sekaligus).]

"Hebat," gumam Elara. Dengan satu lambaian tangan, seluruh lorong gudang itu kini kosong melompong.

Di luar, Herra dan Bara masih berjuang menahan ribuan zombi yang mulai merayap di atas pagar duri buatan Bara. "Nyonya! Kita harus pergi sekarang! Tekanannya terlalu besar!"

"Semuanya, kembali ke mobil! Titik teleportasi diaktifkan!" teriak Elara.

Begitu semua tim inti menyentuh tubuh Elara, sebuah lingkaran cahaya biru menyelimuti mereka. Dalam sekejap, saat ribuan zombi menerjang masuk ke dalam gudang, mereka hanya menemukan ruangan kosong yang sunyi.

MEREKA mendarat di aula tengah mansion dengan napas terengah-engah dan tubuh bersimbah darah zombi. Mira segera datang membawa handuk hangat dan minuman pemulih energi, sementara Sarah bersiap dengan botol-botol darah penyembuhnya.

Elara berdiri di tengah ruangan, menatap timnya yang kelelahan namun tampak jauh lebih kuat dari sebelumnya.

"Kerja bagus, semuanya. Hari ini kita tidak hanya mendapatkan logistik, tapi kita membuktikan bahwa dunia ini bukan lagi tempat di mana kita harus bersembunyi," Elara menoleh ke arah Leonard yang sedang membersihkan darah di pedangnya.

Leonard menatap Elara dengan tatapan penuh gairah dan kebanggaan. "Kamu benar-benar pemimpin yang gila, Elara. Dan aku suka itu."

Elara tersenyum tipis, menatap ke arah luar di mana kegelapan masih menyelimuti bumi.

'Satu hari telah berlalu. Logistik aman, kekuatan tim meningkat. Sekarang... mari kita lihat siapa lagi yang selamat di kota ini. Jika mereka berguna, aku akan mengambilnya. Jika mereka sampah... mereka akan menjadi pupuk bagi kebun Pak Jaka,' batin Elara dingin.

[Misi 'Penyelamatan Logistik' SELESAI!]

[Hadiah: Peningkatan Skill 'Telepati Kelompok'—Sekarang kalian bisa berkomunikasi dalam pikiran dalam radius 1 km!]

BERSAMBUNG......🧟‍♀️🧟‍♀️🧟‍♀️

1
Mingyu gf😘
sekarang leonard bner bner bucin ya🤭
🍾⃝ʙͩᴜᷞʟͧᴀᷠɴͣ sᴇᴘᴀʀᴜʜ
Ela semangat yok bisa berubah yok. ntar kalo udh proporsional bakal byk cowok ngantri pgn jd bucinmu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
mampir kak
Mega Siregar
penasaran, jika jiwanya telah berpindah ke tubuh orang lain, tubuh yara mana ya??
Xlyzy: musnah kah entitas Yara di musnahkan hanya jiwa nya yang di selamatkan sama sistem
total 1 replies
PrettyDuck
setelah ini kalian akan jadi power couple yang melawan akhir zaman /Angry/
PrettyDuck
emang dasar gak pernah puas
PrettyDuck
apa gak makin klepek2 leo ☺️
Three Flowers
baguslah kalo kamu menyadari bahwa apa yang diomongin Elara selalu benar
Three Flowers
padahal Rachel sendiri yang berulah
Three Flowers
serius sudah dikecup? padahal belum maksimal nurunin BB nya🤣
Three Flowers
bonusnya sungguh menggiurkan
Three Flowers
senjata makan tuan ini namanya, Rachel😅
Miu.Nuha
wkwkwk demi kembali menjadi prajurit 🤭 semangat Yara !!!
Miu.Nuha
ini ternyata game toh 😪 ,, syukurlah yara bisa dpt tubuh baru jadi gk mati beneran, hehe...
Filan
elara tinggi berapa sih beratnya cuma 40 doang.
Filan
kalau dulu zombie sekarang mutan.
Rangiku Gin
semangat thorr, sehat selalu yaa 💪🏻😎
nabung chapter dulu untuk yang next 🥰🙏🏻
Rangiku Gin
terlalu cheat langsung ke 15 wkwkw 😂🤭
menarik thorr, lanjutkan 😈🔥
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
kayak gini benar-benar dokter 🥹🥹
༺⬙⃟⛅MULIANA ѕ⍣⃝✰
jangan percaya, itu omongan buaya saja 🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!