NovelToon NovelToon
Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Pembantu Gendut Istri Kontrak Sang Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.

Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.


Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Bos kenapa kaget gitu?" Tanya Kartini tidak mengerti ketika ingin mengembalikan kalung ke pemiliknya Arga melarang, ingin menyumbangkan ke masjid pun Arga menolak tegas.

"Sebaiknya kalung itu kamu simpan saja, titik!" Arga pun berjalan lebih dulu meninggalkan Kartini.

Kartini masih terpaku memikirkan sikap Arga. Di hatinya bertanya-tanya, apakah yang dikatakan Kenzo bahwa kalung tersebut sengaja Arga letakkan di atas tumpeng?

"Pasti Abang ingin memberi hadiah ke kamu tapi gengsi, Tin. Terus dia sengaja meletakkan kalung itu di dalam tumpeng."

Kartini ingat bisikan Kenzo tadi. Jika yang Kenzo katakan itu benar, apa tujuan Arga?

"Gembul, ayo. Kakek lama menunggu," panggil Arga yang sudah jauh meninggalkan Kartini.

"Iy, Iya," Kartini sadar dari lamunan lalu cepat-cepat menyusul Arga. Dalam perjalanan ke mobil Kartini tidak lagi membicarakan tentang kalung. Memang sebaiknya ia simpan saja jika ada orang mencari akan dikembalikan.

Mereka sudah tiba di depan gedung, suasana mulai sepi. Para tamu undangan satu per satu meninggalkan tempat. Mengangguk santun ketika bertemu Arga. Walau sempat ada drama, tapi wajah mereka tampak puas setelah menikmati makan malam yang mewah.

Arga mendekati kendaraan mewah kakek lalu mengetuk kaca. Sebab, Kartini hendak naik mobil tersebut. Kakek membuka kaca menoleh ke arah Arga yang kaget melihat Kenzo sudah memegang stir.

"Arga, Kartini pulang sama kamu saja. Biarkan Kenzo yang mengantar Kakek pulang," titah kakek seperti sengaja memberi waktu mereka. Ketika berangkat tadi Kartini bersama Kakek diantar supir. Kenzo bersama keluarga. Sementara Arga berangkat sendiri sejak sore.

Arga tidak menjawab, padahal ia sudah berjanji kepada Nadine. Malam ini akan menemuinya setelah acara selesai di apartemen. Pasti Nadine saat ini sudah menunggu.

"Tapi Kek, saya..." Arga mencoba mencari alasan, namun sulit berucap.

"Tidak ada tapi-tapian," potong Kakek tegas. "Sudah, buruan berangkat. Hati-hati di jalan ya."

Tanpa memberi kesempatan Arga untuk menjawab lebih panjang lagi, Kakek minta Kenzo untuk segera melaju. Tinggalah Arga dan Kartini berdiri di tempat parkir yang kini mulai kosong.

Kartini tidak mengerti, kenapa kakek tidak mengizinkan dirinya pulang bersama? Padahal di kendaraan itu kosong, selain kakek sendiri dan Kenzo.

Sementara Arga gelisah, jika tidak menepati janjinya kepada Nadine. Kekasihnya itu pasti akan marah-marah tujuh hari, tujuh malam.

"Bos, sebaiknya saya pulang naik taksi saja," Kartini rupanya menangkap ketidak iklasan di wajah Arga, lebih baik pulang sendiri.

"Jangan, ayo naik," ucap Arga, berani membiarkan Kartini pulang sendiri, sama saja melawan kakek. Arga membukakan pintu mobil penumpang untuk Kartini, meski tatapannya terlihat jauh.

"Bos janjian sama Nadine kan?" Tanya Kartini ketika kendaraan sudah berjalan.

"Iya, seandainya saya berhenti sebentar menjelaskan kepada Nadine apa kamu mau menunggu di mobil?" Tanya Arga hati-hati.

"Siap Bos, pembantu itu tidak boleh membantah majikan," Sindir Kartini.

Deg.

Arga menatap Kartini dari kaca spion, mendengar kata itu hatinya mencelos. Sebenarnya tidak boleh melakukan ini kepada Kartini, tapi ia juga ingin segera menyelesaikan masalahnya dengan Nadine.

Di dalam mobil saling diam, larut dalam pikiran masing-masing.

Sementara Kartini bersandar di jok dengan mata terpejam, segitu pentingnya Nadine bagi Arga, sering kali membuatnya bingung. Betapa cintanya Arga kepada Nadine hingga tidak masuk logika. Seperti ada mejik yang menarik Arga kuat-kuat.

Kartini menarik napas, mulai saat ini ia hanya bisa pasrah kepada takdir, akan Arga bawa kemana hidupnya kini.

"Sebentar ya, Mbul," ucap Arga ketika tiba di depan apartemen yang menjulang tinggi.

Kartini seketika duduk tegak tidak ada jawaban darinya, hanya memandangi Arga yang turun dari mobil menuju bangunan tersebut hingga hilang entah kemana.

Waktu sudah jam 9 malam, Kartini menatap satu dua kendaraan yang masuk halaman apartemen kemudian parkir di tempat itu, mungkin mereka penghuni apartemen atau siapa Kartini tidak tahu. Untuk mengusir sepi, ia aktifkan handphone. Ingin rasanya telepon Teguh yang akhir-akhir ini jarang komunikasi, tapi khawatir pria itu sudah tidur.

"Sebaiknya dengerin musik saja, Ah," Kartini membungkuk pindah ke jok depan di sebelah kursi pengemudi yang kosong tanpa harus turun. Ia nyalakan radio, memilih lagu yang bisa mewakili perasaannya.

"Bang jangan kelewatan. Tresnaku iki mung cuma sak wulan. Ra ono maneh, kata sayang sayangan. Mergo janjine mung kawin kontrakkan."

Kartini menirukan nyanyian 'nikah kontrak' yang dinyanyikan salah satu artis, seolah mewakili cerita hidupnya saat ini. Namun, sayangnya lagu tersebut tidak lama.

Kartini mencari lagu lain tapi tidak ada yang enak di dengar, lalu pindah lagi ke belakang. Tidak Kartini sadari satu jam sudah ia menunggu Arga. "Sebaiknya aku tidur saja," Kartini merebahkan tubuhnya di jok, mencoba untuk tidur tapi matanya kering.

Miring kiri, miring kanan, kadang kaki ia angkat ke sandaran jok mencari posisi yang nyaman. Tetapi semua itu tidak lantas merubah keadaan. Inilah akibat pikiran Kartini yang tidak tenang hingga tidak bisa tidur.

"Astagfirullah... ternyata sudah jam 12 malam," Gumam Kartini ketika melihat jam di handphone. Ia duduk menatap keluar melalui kaca, suasana malam itu sangat mencekam.

"Bos ngapain saja sama Nadine, sih?!" Kartini mulai kesal lalu ngomel-ngomel sendiri, membayangkan sepasang kekasih di dalam apartemen, apa yang mereka lakukan? Pikiran buruk melintas di benak. Jangan-jangan gaya pacaran mereka sudah terlalu bebas. Jangankan di apartemen saat malam seperti ini hanya berdua, yang ketiganya adalah Setan, di ruangan kantor yang jelas ada sekretaris pun sudah melampaui batas.

"Sebaiknya aku telepon saja," Kartini terpaksa menghubungi Arga, masa bodoh, mau ngamuk pun Kartini tidak peduli. Hingga selarut ini menunggu pria yang tidak punya perasaan itu siapa yang tidak kesal?Namun, tiga kali dering tidak diangkat, Kartini menekan tombol merah lanjut menulis pesan pun ceklis satu.

"Oh, jadi gini. Okelah kalau begitu!"

.

Di dalam apartemen, sepasang kekasih yang marahan sore tadi sudah kembali akur. Ngobrol panjang lebar penuh rayuan dan pujian dari Arga hingga membuat hati Nadine mencair. Arga sampai lupa bahwa di bawah sana Kartini menunggu. Hingga mata mulai berat lalu menyibak lengan kemeja memeriksa arloji, waktu sudah dini hari.

 Arga aktifkan handphone yang sengaja ia matikan. Beberapa telepon dan pesan diabaikan, kecuali satu profil yang ia klik. 'Gembul'

"Woi! Pacaran boleh, Bos. Tapi ingat waktu dong! Kalau tahu sampai selarut ini lebih baik saya tadi pulang dengan taksi saja! Dasar pria egois tak punya perasaan!"

Begitulah, Arga membaca pesan yang dikirim Kartini dan ditutup emoji tinju tiga kali.

"Aku pulang dulu sayang..." pamit Arga pada Nadine, cepat-cepat bangkit dari sofa.

"Nggak usah pulang Mas, nginap di sini saja, sudah pagi kan? Tanggung," Nadine melingkarkan tangannya ke lengan Arga.

"Besok kita ketemu lagi sayang..." Arga memasang sepatu pantofel dengan cepat, lalu melangkah keluar.

"Mas..." Nadine memanggil manja.

 Arga yang akan membuka pintu pun menoleh Nadine yang mengejarnya. "Kiss..." Nadine menyentuh pipi dengan jari telunjuk.

Arga memenuhi permintaan Nadine, sebelum akhirnya keluar dan masuk lift. Sepi, di lobi apartemen, Arga mempercepat langkahnya ingin segera tiba di lahan parkir. Dalam perjalanan ia berharap Kartini sudah tidur di mobil karena ketika menghubunginya tepat tengah malam.

"Mana mobil gue?" Tanya Arga dalam hati ketika tiba di mana kendaraannya diparkir. Arga mengedarkan pandanganya ke seluruh tempat parkir mencari kendaraan miliknya tapi tidak dia temukan.

Sekarang gantian Arga yang telepon Kartini tapi tidak diangkat. Langkah terakhir kirim pesan, tapi karma lagi-lagi berlaku, handphone Kartini ceklis satu.

"Kampret! Pasti Gembul sengaja ninggalin gue!" Arga pun akhirnya sadar bahwa Kartini sudah pulang lebih dulu. Tidak ada jalan lain selain pesan taksi online lalu menunggu di tempat yang nyaman untuk duduk.

Duduk berdiri, duduk berdiri, dikeheningan malam, sesekali menggaruk badan karena nyamuk menggigit sana, sini padahal mengenakan kemeja tapi tembus juga.

"Sial! Kenapa taksi lama sekali!" Arga marah-marah sendiri padahal sudah hampir satu jam menunggu.

...~Bersambung~...

1
Rina
Haduh Arga kumat lagi deh krlakuannya , semoga kakek tahu kelakuan cucunya😡😡😡
Eka ELissa
aduh Arga kmna mbul 🤣🤣🤣lok SMA gundik nya lupa sgala nya dia 🤦🤦🤦
Lia siti marlia
bqik banget yah mas teguh😍
nah loh tini kakek telpon tuh nanti kalau dia nanyqi c arga kamu jawab apa 😄🤭
Rina
Haduh drama banget sih si Nadine itu 😡😡😡
Teh Yen
ah pengacau nih Nadine ntar Kartini d lupain lagi gegara Arga ngebujuk Nadine trus dia lupa engg jemput Kartini ,,.berharap.kakek tau kalau Nadine nyusul ke maladewa dan membereskan kekacauan ini huufft 😤
Cah Dangsambuh
bener kan udah mbul langsung telpon kakek aja minta kirim orang suruh jemput biarin aja arga di hempas dari pewaris kakek,paling kalo arga dah jadi gembel nadin lepehin,,,jangan lagi kau tutupin kelakuan arga di depan kakek
Eka ELissa
nah kan.... mbul jadi seba salah...
ya sudahlah...plng ke kmr aj mbul..
bobo cantik ktimbang mikirin Arga yg lgi urusin gundik nya yg lgi mode ngambek 🤣🤣🤣🤣🤣
Eka ELissa
waduh gundik mu dtang Arga....🤣🤣🤣🤣 merusak suasana aja ni gundik 🔥🔥🔥🔥😡😡😡
Rarik Srihastuty
pergi aja kama kartini, biar Arga kelabakan nyariin km 😄😄😄
🌷💚SITI.R💚🌷
kamu ngejar dan bela nadiene ksmu pasti nyesel agra
Dew666
😍😍😍
Yuliana Tunru
dasar nene lqmpir mulut rombeng
Riska Baelah
jng gitu lah arga masa iy mbul d tinggal ,, jng lupa d jemput, buat ap dih nyusul si nadin , pulng aja kartini aduin sekalian sama kakek biar kapok arga
Lia siti marlia
hadeh jangan sampai kamu lupa waktu ga terus lupain tini di negri orang 🤭
Fitriah Fitri
yaah sedikit bgtt ceritanya... kurang thor 😄
Cah Dangsambuh
kalo nadin sampe nyusul pasti gara gara kenzo,,yuk gebukin rame rame kalo ngga kenzo aja di iket jadi satu sama nadin lempar ke hutan amazon
🌷💚SITI.R💚🌷
wah si nadine nyusul si agra nih..ko bisa tau ya kku lg prgi sm kartini
Teh Yen
jangan bilang itu c Nadine ngapain dia nyusul Arga ke maladewa hadeuuh ,,kakek nih ulet bulu ngikut cucumu aj bantu singkirin Napa kek pake body guard kakek gt masa engg bisa kek
🌷💚SITI.R💚🌷
nadine lg badine lg ga bosen ya
🌷💚SITI.R💚🌷
rasain kuwalat sm istri..swlingkuh ga inget waktu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!