Mungkin ada typo di dalamnya,mohon bantu dikoreksi ya Kakak-kaka.🙏😊
Menjalani sebuah pernikahan kontrak??
Jane Alexander sama sekali tidak cemas.Apa itu suami dingin? Keluarga dan Ipar iblis?
Dengan satu kali lambaian tangan,semua menyingkir.
Jane Alexander yang tengah memenangkan pertengkaran, : " Persetan dengan keluarga mu...beri aku uang."
Semua orang, : "...."
Cerita ini menggambarkan cinta dan benci antara Jane Alexander dan Carlos Benjamin.Bagaimana keseruannya...?
Ikuti terus ya.
Like,vote,dan comment.
😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosma mossely, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5.Memenuhi kontrak pernikahan 2.
Ayahnya tidak pernah benar-benar peduli dengan apapun,kecuali keuntungan.
Semua yang masih memiliki kuntungan akan dipertahankan oleh sang ayah,tanpa terkecuali.Termasuk Jane yang telah dibuang sejak lama.
"Baik,Ayah." Jawab Steve dengan tidak kalah muram.
Lagipula dia tidak terlalu menyukai Jane,adiknya ini.Jika dulu Jane terlalu manja dan cengeng.Maka sekarang,Jane terlalu menyebalkan.
Jadi,semakin cepat menyingkirkannya,semakin baik baginya.
Kedua ayah dan anak itu berbicara selama satu jam lagi,sebelum meninggalkan ruang kerja.
....
Keesokan paginya.
Seluruh pelayan tampak sibuk hilir mudik sejak pagi.Rumah yang sudah bersih dan rapi,kembali dibersihkan dan dirapikan.
Bahkan tanaman juga dipangkas rapi.
Mary dan Stevi juga sibuk diruang keluarga.Mereka sibuk mencoba perhiasan dan gaun yang cocok untuk dikenakan malam ini.
"Aku rasa gaun putih ini jauh lebih cocok untuk mu,sayang." Bujuk Mery kepada putrinya.
Gaun yang ditunjukan olehnya lebih cocok untuk seorang remaja tiga belas tahun seperti Stevi.Akan tetapi,Stevi sepertinya tidak menyukai pilihan sang ibu.
Dia masih terjebak di gaun berwarna hitam atau merah,yang tampak terbuka dan dewasa.Sangat tidak sesuai dengan remaja sepertinya.
"Tapi Ibu, aku juga ingin terlihat cantik didepan Kak Carlos.Aku tidak ingin dianggap sebagai anak kecil terus." Keluh Stevi.
Dia memang sudah sangat menyukai Carlos Benjamin,pria yang menjadi tunangan Jane selama ini.Jika bukan karena usianya yang belum legal untuk menikah,Stevi pasti akan merebut Carlos dari Jane.
Lagipula, bagaimana bisa seorang itik buruk rupa yang besar didesa kumuh,layak untuk seorang Carlos Benjamin.Pria tampan,lajang,dan kaya raya?
Mery yang mendengar gerutuan sang putri,langsung dengan panik mencubit lengannya.
Auh...
"Ibu , kenapa mencubit lengan ku?" Stevi berseru kesakitan.
"Ibu bukan saja mencubit lengan mu,Ibu bahkan akan memukul mu juga.Beraninya kau mengatakan omong kosong seperti itu di rumah ini? Kau tidak takut Ayah mu tahu?" Mery berbisik dengan nada rendah.
Selama puluhan tahun mendampingi Bone,bagaimana mungkin Mery tidak cukup mengenal sifat asli Bone? Walaupun mereka terlihat romantis sepanjang hari,akan tetapi Mery sangat menyadari betapa kejam dan tidak berperasaannya Bone sebenarnya.Jika bukan karena dia sangat loyal kepadanya juga keluarganya,Mery tidak akan cukup bodoh untuk bertahan dengan pria seperti itu.
Jika sampai Bone mengetahui pikiran tidak pantas sang putri kecil nya ini,Mery tidak tahu apa yang akan di lakukan oleh Bone terhadap Stevi.Oleh karena itu, Mery lebih baik memukul anaknya dari pada membiarkan Stevi membuat Bone marah.
Akan tetapi,Stevi tidak mengerti sama sekali pemikiran sang ibu.Melihat sang ibu marah bahkan sampai menegurnya,Stevi yang sudah dimanja sejak kecil,malah semakin menjadi.
"Mengatakan omong kosong apa? Aku memang sangat menyukai Kak Carlos.Dan aku ingin tampil cantik didepannya.Kenapa Ibu malah memarahi ku? Aku jauh lebih layak daripada anak yang entah darimana asalnya itu." Wajah Stevi bahkan sampai merah padam.
Mery sama sekali tidak menyangka jika putrinya ini sangat bodoh.
"Diam. Lupakan Kakak Carlos mu itu.Jangan pernah mengungkit-ungkit hal itu didepan Ayah mu,paham?"
Stevi hanya memutar matanya dengan jengah,sebagai jawabannya.
Mery begitu cemas akan putrinya ini,sehingga dia tidak lagi berminat untuk memilih perhiasan mahal didepannya.
....
Di gudang.
Jane yang sama sekali tidak mengetahui apapun,masih tampak santai.Dia makan dengan kenyang,lalu kembali tidur.
Dia bahkan tidak berniat untuk bertanya tentang apapun kepada siapapun.Dia menjadi terasing dengan caranya sendiri.
....
Malam tiba dengan cepat.
Bone memasuki ruang keluarga dengan tenang.Namun,begitu masuk,keningnya langsung berkerut ketika melihat kurangnya salah satu anggota keluarga yang seharusnya duduk disini.
"Sayang,kau sudah datang? Kemari dan duduk,tamunya akan tiba sebentar lagi."
Mery langsung menyambut Bone begitu dia muncul diruang keluarga.Jika biasanya Bone akan membalasnya dengan senyuman,maka hari ini raut wajah Bone menjadi sangat muram.
"Dimana Jane?" Tanyanya dengan suara yang datar dan dingin.
Senyum yang sempat terpancar diwajah Mery segera sirna.Wajahnya langsung berubah menjadi pucat dalam sekejab.
Gawat ! Dia melupakan orang yang bersangkutan malam ini.
"Itu,itu..."
"Cepat panggil dia kemari.Apakah menurut mu dia tidak perlu hadir disini?"
Bone meraung dengan marah.
Joon sudah lebih dahulu menghilang menuju kebelakang.
Suasana di ruang keluarga menjadi hening seketika.Tidak ada yang berani bersuara sedikitpun.
Tidak perlu waktu lama,Joon kembali muncul dan diikuti oleh Jane.Namun,amarah Bone yang sudah mulai reda kembali membara.
"Ada apa ini?? Sialan !"
Brak.
Meja kopi didepannya menjadi sasaran amukan Bone.
Mery dan putrinya sudah berpelukan karena takut.Steve menunduk.Para pelayan berdiam diri ditempat mereka dengan takut-takut.
Hanya Jane yang masih setenang biasanya.
"Ada apa?? Kenapa menatap ku seperti itu?" Tanya Jane dengan kebingungan.
Bone yang melihat kebingungan nyata diwajah Jane,menjadi semakin muram.Pandangannya segera beralih ke Mery dan Stevi,lalu kepada Steve dan dirinya sendiri.
Tiba-tiba Bone tertawa terbahak-bahak,yang membuat semua orang semakin ketakutan.Karena ini adalah tanda-tanda seseorang akan kena sial,setelah malam ini.
Hahaha....
"Sepuluh menit,jika dalam sepuluh menit dia belum berubah,kalian bisa melupakan kepala kalian masing-masing." Begitu perkataannya turun,Joon dan beberapa pelayan wanita segera menarik Jane menuju kamarnya kembali.
"Eh, apa yang kalian lakukan..?"
Tidak ada yang berniat menjawab pertanyaan konyol itu.Mereka sedang ketakutan sekarang,oke.
....
Mobil dengan profil rendah memasuki halaman rumah keluarga Alexander.
Seorang pria berpakaian hitam ,lengkap dengan kaca mata hitam dan sarung tangan serupa.Dengan sigap membuka pintu penumpang.Seorang wanita paruh baya yang masih tampak anggun dan cantik,keluar dari dalam mobil.Kemudian,seorang pria tua dengan hormat menunduk kepada wanita tersebut.
Bone membawa seluruh keluarganya untuk menyambut kedatangan wanita paruh baya yang cantik itu.
"Selamat datang,Natalia.Apa kabar?" Bone menyapa wanita paruh baya yang cantik itu dengan akrab.
"Aku baik." Sayangnya Natalia tidak berminat untuk beramah tamah dengan Bone dan juga sebaris orang-orang yang mengikutinya.
Sikapnya yang cuek,sama sekali tidak menjadi masalah bagi Bone.Dia masih menyambutnya dengan senyum penuh perhitungan.Kemudian mata tajam Bone melirik kearah belakang Natalia,akan tetapi sepertinya dia tidak menemukan siapa yang dia cari.
Sadar akan reaksi Bone,Natalia tidak bisa menahan senyum remeh dihatinya.Hanya saja,dia menyimpannya dengan sangat baik.
"Carlos sedang berada diperjalan bisnis,mungkin besok baru akan tiba,jadi...dimana anak itu? Aku ingin melihatnya."
Tujuannya sangat jelas,bahkan Bone pun tidak memiliki kalimat untuk membantahnya.