NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Serangan Iblis

Setelah perbincangan tentang kekeluargaan selesai, Lin Han dan Liu Mei mohon diri lalu kembali ke kamar pengantin mereka. Malam sudah turun, dan udara di luar mulai mendingin. Begitu pintu tertutup di belakang mereka, Lin Han duduk di tepi ranjang dan membuka suara.

"Terima kasih."

Liu Mei yang sedang berjalan ke arah sudut kamar berhenti dan menoleh.

"Untuk apa?"

"Untuk segalanya." Jawab Lin Han datar.

Liu Mei menghela napas pelan. Ia tidak menanggapi lebih jauh. Tangannya bergerak ke cincin penyimpanan di jarinya, dan sebutir pil berwarna biru muda muncul di telapak tangannya.

"Aku tadi pagi tidak sempat berkultivasi karena Adik Jia kembali dari sekte. Sekarang aku akan bermeditasi."

Lin Han mengangguk. "Silakan. Aku tidak akan mengganggumu."

Liu Mei duduk bersila di atas ranjang, menutup matanya, dan menelan pil itu. Napasnya segera melambat dan teratur.

Lin Han bangkit dan berjalan ke tumpukan hadiah pernikahan. Ia memeriksa pil pil yang tersisa. Hanya ada satu pil yang cocok untuk memadatkan kultivasi di tahap Foundation Establishment. Sisanya hanyalah pil pemulihan tingkat rendah yang tidak banyak berguna baginya saat ini. Ia mengambil pil itu dan menyimpannya.

Matanya kemudian tertuju pada sebuah cincin perak sederhana yang tergeletak di antara hadiah.

Cincin penyimpanan.

Ia mengambilnya dan memakainya di jari tengah tangan kanannya. Setelah menyalurkan sedikit Qi ke dalamnya, ia bisa merasakan ruang kosong berukuran sekitar satu meter kubik di dalam sana.

Lin Han mengambil sebilah pedang perak dari antara hadiah lainnya. Pedang itu tidak istimewa. Hanya senjata standar yang biasa digunakan kultivator tingkat rendah. Tapi cukup tajam dan seimbang di tangannya. Ia memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan.

Setelah itu ia duduk bersila di lantai, tidak jauh dari ranjang. Ia menelan pil pemadat fondasi dan menutup matanya. Qi dari pil itu menyebar di dalam meridiannya, dan ia mulai proses pemadatan. Fondasinya yang baru terbentuk masih belum stabil. Ia perlu memperkuatnya sebelum bisa berpikir untuk naik ke tahap berikutnya.

Malam berlalu tanpa gangguan.

Pagi harinya, Lin Han merasakan getaran Qi yang familiar dari arah ranjang. Ia membuka matanya perlahan.

Liu Mei mencapai terobosannya. Foundation Establishment tahap Akhir. Wajahnya yang biasanya dingin menunjukkan sedikit kepuasan. Sudut bibirnya terangkat tipis, sesuatu yang jarang terjadi.

Lin Han memeriksa kultivasinya sendiri. Fondasinya sudah kokoh. Tidak ada lagi retakan atau ketidakstabilan di Dantiannya. Hasil yang sangat memuaskan.

Ia berdiri dan menatap Liu Mei. "Selamat atas terobosannya."

Liu Mei bangkit dari ranjang. "Terima kasih."

Keheningan singkat terjadi di antara mereka. Dua orang yang sama sama tidak terbiasa dengan percakapan ringan, terjebak dalam momen canggung yang tidak tahu harus diisi dengan apa.

Liu Mei memecahkannya dengan melangkah ke arah pintu.

"Aku akan membuat sarapan untukmu. Pergilah mandi, setelah itu kita sarapan."

Lin Han mengangguk lalu menuju kamar mandi. Ia membersihkan tubuhnya dengan air dingin, membiarkan sisa sisa kantuk dan keringat hasil meditasi semalaman luruh. Setelah selesai, ia mengenakan jubah biru bersih yang ia bawa dari rumah, lalu kembali ke kamar dan duduk menunggu.

Tidak lama kemudian Liu Mei masuk membawa nampan berisi dua mangkuk sup. Tapi ekspresinya berbeda dari biasanya. Ada kerutan di dahinya. Matanya tidak setenang biasanya.

"Kau kenapa?" tanya Lin Han.

Liu Mei meletakkan nampan di atas meja. Suaranya lebih cepat dari biasanya.

"Kota Bilou diserang. Ayah sedang menuju ke sana bersama ahli Foundation Establishment lainnya untuk membantu."

Lin Han merasakan sesuatu yang dingin menjalar dari dadanya ke seluruh tubuh. Matanya melebar.

"Ayah. Ibu."

Ia langsung berdiri dan berjalan cepat menuju pintu.

"Aku pergi dulu. Kau tetaplah di sini."

Liu Mei hanya bisa mengangguk. Ia melihat punggung suaminya menghilang di balik pintu.

Lin Han berlari secepat yang ia bisa. Jalanan Kota Baishi yang biasanya tenang di pagi hari sekarang dipenuhi orang orang yang panik dan berlarian ke arah berlawanan. Tapi ia tidak peduli. Ia terus berlari, kakinya mendorong jalan batu dengan seluruh kekuatan yang ia punya.

Begitu sampai di gerbang kota, ia melihat seorang pria paruh baya dengan pedang terbang yang melayang rendah di atas tanah. Pria itu mengenakan jubah hijau tua dan memiliki kultivasi Foundation Establishment Awal. Ia tampak baru saja akan berangkat.

Lin Han tidak berpikir dua kali. Ia melompat dan mendarat di atas pedang terbang itu, tepat di belakang pria tersebut. Tangannya memegang bahu pria itu dengan kuat.

"Paman, cepat bergerak!"

Pria itu terkejut dan nyaris kehilangan kendali atas pedangnya.

"Siapa anak ini? Tidak sopan sekali!"

Lin Han tidak melepaskan pegangannya.

"Maaf, Paman. Tidak perlu kesopanan dalam keadaan darurat. Orang bisa mati jika aku menunduk dan meminta izin secara formal."

Pria itu mendengus, tapi ia tidak membantah. Pedang terbang itu melesat ke depan dengan kecepatan penuh.

"Kau benar juga. Lihat, iblis memenuhi seluruh gerbang Kota Bilou."

Lin Han menatap ke depan. Jarak dua kilometer antara Kota Baishi dan Kota Bilou terlihat jelas dari atas. Dan pemandangan yang ia lihat membuat darahnya mendidih.

Gerbang Kota Bilou dipenuhi oleh iblis bertubuh abu abu. Mereka bergerombol seperti semut, merangsek masuk ke dalam kota. Suara jeritan dan benturan logam terdengar samar samar dari kejauhan.

"Paman, lebih cepat!"

Pria itu menggerutu. "Kau hanya penumpang. Jadi tidak tahu sulitnya mengendalikan pedang terbang dengan dua orang di atasnya. Berat badanmu tidak seringan yang kau kira."

Lin Han tidak menjawab. Matanya tertuju pada satu titik di bagian barat kota. Kediaman Klan Lin.

Setelah mendekati gerbang kota, pria itu menukikkan pedangnya dengan cepat.

"Bersiaplah bertarung!" teriaknya penuh semangat.

Lin Han sudah siap. Tangannya bergerak ke cincin penyimpanan, dan pedang perak muncul di genggamannya. Begitu ketinggiannya cukup rendah, ia melompat dari pedang terbang itu dan langsung menerjang kerumunan iblis di bawahnya.

Tubuhnya mendarat dengan keras di antara tiga iblis abu abu. Tanpa jeda, pedangnya bergerak.

Shing!

Kepala iblis pertama terpenggal. Darah ungu menjijikkan menyembur dari lehernya.

Shing! Shing!

Dua iblis di sampingnya menyusul. Tubuh mereka roboh dengan luka tebas di dada.

Lin Han tidak berhenti. Bahkan sebelum sumbatannya hilang, ia sudah memiliki keahlian tinggi dalam ilmu dasar pedang. Gerakannya selalu presisi dan efisien. Sekarang, dengan kultivasi Foundation Establishment yang memperkuat setiap ayunannya, kekuatannya meningkat sepuluh kali lipat.

Ia bergerak seperti angin kematian. Setiap tebasan merenggut nyawa satu iblis. Darah ungu berceceran di tanah, di dinding, di pakaiannya. Tapi ia tidak peduli. Matanya hanya tertuju pada jalan menuju Klan Lin.

Pria yang tadi membawanya, kini dalam kondisi tersungkur, akibat Lin Han melompat tiba-tiba. Tapi itu bukan fokus sekarang. Fokusnya adalah pembantaian yang sedang dilakukan Lin Han.

Shing! Shing! Shing!

Gerbang kota yang tadinya dipenuhi iblis perlahan terbuka. Jalanan yang sebelumnya hitam oleh tubuh iblis sekarang dipenuhi mayat mereka yang terpotong potong. Darah ungu menggenang di mana mana.

Lin Han berlari melewati gerbang dan masuk ke dalam kota.

"Ayah, Ibu, kuharap kalian baik baik saja."

Ia terus berlari menyusuri jalan utama Kota Bilou. Di kejauhan, ia melihat Liu Bei dan beberapa kultivator lainnya sedang bertarung melawan iblis yang lebih besar. Iblis itu setara dengan Foundation Establishment, tubuhnya lebih tinggi dan lebih gelap dari iblis biasa. Tapi itu bukan fokus Lin Han. Mertuanya bisa mengurus diri sendiri. Yang ia pikirkan sekarang hanyalah orang tuanya sendiri.

1
yos helmi
😍😍😍😍💪💪💪💪💪👍👍👍
yos helmi
👍👍👍👍👍👍
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!