Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.
namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.
bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26
Beberapa hari kemudian...
Sekar dan juga Sari sudah resmi bergabung dengan restoran yang dikelola oleh Eksa.
kedua perempuan itu berangkat dengan wajah sumringah dan semangat yang luar biasa. Sari bahkan sejak pagi sudah menyiapkan beberapa daftar makanan yang akan sesampainya mereka di restoran nanti.
" Ayolah Sekar, kita berangkat sekarang aku takut nanti kita telat, " cetus Sari dengan sedikit terburu-buru.
Sekar mendengus mendengar dan melihat tingkah laku sahabatnya, " ngapain sih kamu buru-buru kayak gitu, toh nanti kita masaknya juga bareng-bareng sama mereka, restorannya loh baru dibuka nanti jam 07.00, sekarang baru jam 06.00." sahut Sekar dengan menghela nafas.
Sari yang melihat Itu tampak terkekeh keco, " hehehe.. Habisnya aku udah nggak sabar, ini kan pertama kalinya aku kerja sama sama orang besar kayak Eksa, ya walaupun dulu kita satu sekolah tapi kan sekarang dia udah jadi orang kalangan atas, jadi kayak nggak sabaran gitu. " sahut Sari.
Sekar hanya mendengus namun diam-diam perempuan itu juga ikut tersenyum senang melihat kebahagiaan sahabatnya.
Akhirnya, tanpa basa-basi kedua perempuan itu segera mengendarai sepeda motor masing-masing untuk segera menuju ke tempat kerja.
Tak lupa sebelum itu Sekar dan Sari harus berpamitan pada Mega.
" Bu kita berangkat dulu ya, " pamit keduanya secara bersamaan.
Bu Mega yang melihat itu hanya menganggukkan kepalanya sembari Melambaikan tangan.
Tak lama motor yang mereka kendarai segera melaju meninggalkan kediaman rumah milik Sekar yang masih tampak asri dan sederhana.
" Semoga kamu akan selalu bahagia sayang, " Bu Mega berkata dengan nada suara lirih dan tatapan mata yang mulai berkaca-kaca.
Rasa bersalah bercampur rasa sakit kembali menggerogoti hatinya. Seketika wanita paruh baya itu berandai-andai.
Andai saja dulu dia tidak gegabah mengambil keputusan mungkin putrinya tidak akan pernah mengalami kemalangan seperti kemarin.
Tapi nasi sudah menjadi bubur dan tidak bisa diubah lagi. yang dapat dilakukan oleh dia dan suami hanyalah berdoa agar putrinya bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih daripada yang sekarang.
***
Sementara itu di lain tempat Rangga tampak sudah rapi dengan pakaian santainya. kemarin Rangga sudah kembali ke kota asalnya karena Rinjani seringkali merengek dan menanyakan keberadaannya.
Karena tidak ingin menimbulkan kecurigaan yang berlebih dari istri dan juga keluarganya, pada akhirnya Rangga memutuskan untuk pulang sebentar.
Dan akhirnya Rangga memilih untuk pulang pergi guna terus memantau keadaan sang mantan istri.
Walaupun merasa sangat lelah, namun hati Rangga merasa berbunga-bunga karena bisa bertemu dengan wanita yang dia cintai diam-diam.
Entah kemana rasa cinta yang menggebu-gebu yang sempat hadir di dalam hatinya untuk Rinjani. yang jelas sekarang Rangga selalu membayangkan wajah Sekar.
dan lebih gilanya lagi, Saat berinteraksi dengan Rinjani Rangga akan selalu membayangkan wajah mantan istrinya itu.
Laki-laki itu bertekad untuk kembali meraih hati Sekar, apapun caranya.
setelah bersiap-siap Rangga segera berjalan keluar dari tempat penginapan menuju mobil.
***
Sama seperti Rangga, Eksa juga tengah merasakan Kasmaran. laki-laki itu juga Tengah bersiap-siap untuk menuju ke restoran tempat di mana dirinya akan bertemu dengan sang Pujaan Hati.
" tumben kamu Rapi banget mau ke mana? "
Eksa langsung menoleh saat mendengar suara seseorang di ambang pintu.