NovelToon NovelToon
Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Tuan Putri Manja Dan Dua Pangeran Penakluk Hati.

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:278
Nilai: 5
Nama Author: Nakorang

Zinnia, putri cantik yang manja dari keluarga kaya cavendish. Yang jadi kesayangan semua orang, selalu mendapat apa yang ia mau. Di kenal tak suka di kekang dan sudah banyak menolak banyak lamaran lelaki muda kaya raya. Suatu ketika dia mengincar perhiasan dari batu langka di sebuah pelelangan, namun dua perhiasan yang ia incar justru jatuh ke tangan dua pengusaha muda yang langsung membuatnya kesal. Ternyata pertemuan singkat mereka kala itu adalah cerita pembuka untuk cinta segitiga di antara mereka di masa depan. Kecantikannya yang luar biasa memikat kedua pengusaha kaya itu, tanpa ia sadari. Dan perlahan kedua cowok tersebut dapat meruntuhkan tembok pertahanan yang selama ini ia buat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nakorang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 : Jahilnya Darren.

Begitu sosok Rion menghilang, Darren langsung berbalik menghadap Zinnia. Tanpa basa-basi lagi dia meraih pergelangan tangan gadis itu dengan lembut tapi pasti, menariknya bangkit dari tempat duduk.

"Ayo ikut aku sebentar," ucapnya pendek, lalu mulai melangkah keluar ruang makan dengan langkah panjang dan cepat.

Zinnia terkejut, tangannya ditarik begitu saja.

"Mau pergi kemana?" Tanya Zinnia heran. Namun Darren tak menjawab, dia hanya tersenyum singkat saja ke arahnya.

Zinnia berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Darren, tapi susah sekali. Apalagi hari ini dia pakai sepatu hak tinggi yang runcing, langkahnya jadi terbatas dan tak bisa secepat Darren. Belum sampai keluar area kantin, kakinya terpeleset sedikit, tubuhnya kehilangan keseimbangan dan hampir saja jatuh ke depan dengan posisi terjungkal.

DUAKK!

Tapi sebelum tubuhnya menyentuh tanah, tangan besar Darren dengan sigap menangkap pinggang dan punggungnya, lalu dalam sekejap WUSH! dia mengangkat seluruh tubuh Zinnia, untuk kemudian menggendongnya gaya bridal, kedua kaki gadis itu terangkat melayang di udara.

"Kamu gak papa kan? Sakit gak?" tanya Darren cepat, wajahnya langsung berubah khawatir, tatapannya meneliti setiap bagian tubuh Zinnia memastikan tak ada yang terluka.

Zinnia menghela napas kesal, tangannya langsung memukul-mukul bahu dan dada Darren berulang kali.

"Kamu tuh ya, jalannya kecepetan tahu gak!! Aku pakai heels, jadi susah jalan tahu!! Kamu mau bikin aku jatuh terus patah kaki ya?!" protesnya dengan suara tinggi, pipinya mengembung marah tapi justru terlihat makin menggemaskan.

"Maaf ya tuan putri.. Aku salah.. Udah dong mukulinnya nanti tangan kamu sakit sendiri lho," Darren tertawa kecil sambil menahan pukulan gadis itu, tangannya mempererat gendongannya agar dia tak terjatuh lagi.

Dia melanjutkan langkahnya tapi kali ini pelan dan hati-hati sekali, menuju ke tempat yang lebih sepi, dekat danau kecil di belakang area penginapan. Air danau nya tenang memantulkan sinar matahari kala itu. Dikelilingi pepohonan rindang dan rerumputan hijau, suasananya damai sekali. Di bawah pohon beringin besar ada bangku kayu tua yang sudah disediakan, Darren berhenti disana lalu perlahan meletakkan tubuh Zinnia duduk di atasnya.

Dia berdiri di hadapan gadis itu, menunduk sedikit untuk menatap wajah Zinnia yang masih cemberut.

"Zinnia.. makasih ya soal semalam. Berkat kamu aku jadi bisa tidur nyenyak, sakitnya juga hilang total. Makasih banyak ya..." ucap Darren tulus, nadanya lembut sekali, terdengar berbeda dari biasanya.

Zinnia membuang muka, sebelah tangannya disandarkan di sandaran bangku lalu menopang dagunya, berusaha terlihat acuh tak acuh.

"Ya." jawabnya singkat.

Darren mengangkat alisnya, tersenyum tipis.

"Bosan ya kamu?"

"Sedikit." Jawabnya singkat.

Mendengar itu senyum di bibir Darren berubah menjadi senyum misterius, matanya menyipit dan melirik ke arah Zinnia dengan tatapan nakal yang sangat dia kenal.

Melihat tatapan itu bulu kuduk Zinnia langsung meremang, dia tahu betul kalau tatapan itu berarti cowok ini sedang menyiapkan sebuah kejahilan.

"Kenapa? mau apa kamu? Jangan macam-macam lho ya!" tanyanya curiga, tubuhnya mundur sedikit menjauh.

Darren tak menjawab, tangannya disembunyikan di belakang punggung, lalu mendekat perlahan sampai jarak mereka tinggal beberapa sentimeter saja.

"Lihat aku punya apa nih..."

Dan tiba-tiba... JRENGGG! Dia menyodorkan tangannya tepat di depan wajah Zinnia, dan di telapak tangannya ada seekor katak kecil berwarna hijau kecoklatan yang diam-diam dia ambil dari pinggir danau.

"AAAAAAHHHHHH!!!"

Zinnia melompat kaget dari tempat duduknya, tangannya menutup mulut dan mata erat-erat, tubuhnya mundur cepat sampai hampir jatuh dari bangku.

"DARREN!! DASAR COWOK RESE !!JAHATTTT!!! BUANGGG!!! BUANG CEPETTT!! JIJIK TAUUUU!!!" teriaknya histeris, wajahnya pucat pasi, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan.

Darren malah tertawa terbahak-bahak melihat reaksi gadis di hadapannya itu, dia mengangkat tangan lebih tinggi lagi membuat katak itu terlihat jelas.

"Kenapa sih? Inikan cuman katak kecil, lucu tau gak, lihat matanya bulat-bulat gini..."

"PERGIIII!!! BUANGGGGG!! JANGAN DEKAT-DEKAT !! AKUUUU GAK MAU LIHAT!" Zinnia makin panik, dia berusaha lari tapi kakinya gemetar dan sepatu heels nya, membuat dirinya agak susah bergerak.

Melihat Zinnia yang benar-benar ketakutan, sampai matanya mulai terlihat berkaca-kaca, Darren tahu itu sudah cukup. Tapi sebelum dia berbuat apa-apa, Zinnia yang panik dan tak tahu harus lari kemana malah langsung melompat maju, memeluk erat leher Darren dan menempelkan seluruh tubuhnya ke tubuh lelaki itu, kedua kakinya bahkan melilit pinggang Darren, dan tak mau turun sedikitpun. Wajahnya disembunyikan erat di ceruk lehernya, tak mau melihat apapun lagi.

WUSH!

Di detik itulah Darren diam-diam membuang katak itu ke semak-semak di belakang, lalu kedua tangannya otomatis melingkar erat di pinggang dan punggung Zinnia menahan tubuhnya. Dan baru saat itu dia sadar... posisi mereka sekarang terlalu intim, terlalu dekat, tubuh gadis itu menempel sempurna di tubuhnya, dia bisa merasakan setiap lekuk tubuhnya, bisa mencium aroma khasnya, dan detak jantungnya mulai berpacu cepat tak terkendali, panas mulai menjalar dari perut ke seluruh tubuhnya, dan hasratnya perlahan bangkit lagi.

Zinnia masih gemetar di dalam pelukannya, suaranya keluar teredam dari balik dada bidang Darren, nada marah nya sudah hilang diganti nada manja yang jelas-jelas ketakutan.

"Awas ya nanti kalau kamu sakit kepala lagi... aku gak mau nyamperin kamu pokoknya... biarin aja kamu sakit sampai mati... dasar jahat..." gerutunya, tapi tangannya makin erat melingkar di leher Darren, bahkan jarinya mencengkeram erat kemeja lelaki itu.

Dan saat itulah Zinnia bisa merasakan dengan jelas seberapa kencang detak jantung Darren berdegup, secepat dan sekuat itu, berirama sama dengan detak jantungnya sendiri. Dia bisa merasakan panas tubuh Darren yang menembus lapisan baju, bisa merasakan otot-otot di dada dan lengannya yang keras dan kuat menopang tubuhnya dengan mudah.

Darren menunduk, bibirnya hampir menyentuh telinga Zinnia, suaranya parau dan berat penuh makna.

" Bohong !! Kayaknya kamu bakal tetep dateng kok, mau atau gak mau... karena kamu udah terlanjur masuk dalam kehidupan aku. Dan begitu masuk, kamu pasti akan sulit untuk keluar. "

" Diem kamu !! Gak usah bales omongan aku. Yang jelas kamu emang cowok rese, nyebelin dan gak punya etika !! Aku benci, pokoknya Benci banget !! " Bentak Zinnia tak mau di bantah, kali ini ucapan gadis itu benar-benar membaut Darren yang tak pernah mau kalah itu terdiam sambil mengusap-usap rambut dan punggung nya. Hanya kata maaf yang mampu Darren ucapkan.

" Iya maaf.. Maaf.. Aku yang salah Maaf ya.. "

Zinnia terdiam, masih memeluk Darren dengan erat. Baginya, melihat kodok bukan hanya membuatnya takut dan jijik, tapi membuat jiwanya juga sedikit terguncang, karna cerita di masa lalunya.

***

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!