Lamaran Raditya di tolak oleh yuni calon ibu mertua nya karena tidak menyanggupi hantaran yang di minta. Yuni bahkan menghina Raditya dan mempengaruhi anak nya agar mencari laki laki yang kaya, karena anak nya Melinda adalah seorang sekretaris di perusahaan ibu nya. terpengaruh oleh ibu nya, Melinda sebagai kekasih Raditya akhir nya ikut merendah kan
karena emosional tiba tiba Raditya melamar seorang gadis yang bernama Dahlia, pembantu di rumah Melinda dengan cincin Berlian.
Namun siapa sangka, Raditya yang di kenal sebagai pegawai admistrasi di tempat Melinda bekerja, sebenar nya adalah anak sulung pewaris perusahaan itu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My finger, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 6
Sejenak hanya suara lalu lalang kendaraan yang terdengar di antara mereka
"Terus?" tanya Dahlia
"Aku akan membayar mu untuk itu"
Mereka saling bertatapan mencari keseriusan satu sama lain. Entah apa yang ada dalam pikiran Dahlia, tiba tiba saja dia menghembus kan nafas nya kasar.
"Baik lah, besok kita bicarakan lagi" ucap Dahlia datar
"Apa itu arti nya kamu sudah benar benar setuju?"
"Tergantung nilai harga" kata Dahlia
"CK,! Jangan meremehkan calon pemimpin tertinggi di central glory!" kata Radit
"Aku anggap semua ini masih belum sepakat. sekarang antar aku pulang" kata Dahlia
"Pulang saja sendiri" kata Radit ketus, yang masih terlihat enggan untuk meninggalkan toko jam mewah itu.
"Ya sudah.!" Dahlia melenggang pergi
Radit terkesiap, sungguh gadis nekad, pikir Radit. Bagaimana ia bisa membiarkan Dahlia berjalan sendirian di tengah kota begini? Apa lagi Dahlia membawa sejumlah uang yang tidak sedikit. Otak Radit meminta untuk mengabaikan nya tapi hati radit berkata lain, arghhh,, lagi lagi Radit yang kalah.
"Heii,,!" teriak Radit sambil mengejar dahlia
"Apa lagi,?"
"Aku antar pulang. aku gak mau jadi saksi tkp perampokan gadis culun keras kepala yang memakan korban jiwa" ucap Radit sambil melambaikan tangan ke arah Parman.
Parman langsung menjalankan mobil nya menghampiri Radit
"Biar aku pulang sendiri.! kamu yang pemimpin apa tadi? Troli klori,,,"
"Central glory.!" seru Radit di telinga Dahlia, agar dia tahu, perusahaan ekspor impor aneka Snack ternama di negara ini adalah perusahaan milik ayah Radit.
"Yah itu, kok masih mau nikah sama aku? Aku ngerasa seperti sedang di prank. Tapi tak apalah yang penting hasil nya jelas, aku ikuti aja alur mu"
"Cih, dasar matre!" gerutu radit.
"Di jalan anggrek. Lingkungan perkampungan belakang komplek Royal apel ya, pak" kata Dahlia.
"Masih jauh rumah mu?" tanya Radit saat mobil sudah melewati perumahan Melinda.
"ini sudah mau sampai. rumah berpagar bambu yang ada pohon buah naga nya ya Pak"
Dahlia keluar dari dalam mobil tanpa menoleh ke Adit. Terlihat dari depan pintu rumah Dahlia seorang wanita paruh baya yang sedang menggendong bayi. Radit terkesiap jantung nya tiba tiba berdegup kencang
"Jadi Ini tujuan mu meminta uang cash 10 juta pada ku?" ucap Radit.
*******
"Dahlia!" teriak Radit dari dalam mobil. Untuk pertama kali nya Radit memanggil nama Dahlia. gadis itu menoleh.
"Besok sore aku kesini lagi ya"
Dahlia mengangguk samar lalu kembali membelakangi Radit.
"Huh,! padahal aku baru saja memberikan nya uang lima belas juta untuk sekali anggukan saja. Tapi sekarang mengangguk dengan jelas saja dia enggan" gerutu radit "Kita langsung pulang kerumah ya pak" perintah Radit
"Baik tuan muda" jawab Parman santai.
Dalam perjalanan menuju rumah Radit, iseng iseng iya bicara pada parman yang sedang sedang fokus di belakang stir
"Menurut mu, gadis yang tadi bagaimana?"
"Manis tuan, hanya perlu sedikit di Poles dan di rawat aja" jawab parman
Radit tersenyum.
"Tapi gadis gadis yang sudah pernah di jodohkan dengan tuan, banyak yang lebih cantik dan terawat. Hmm,,, mereka terlihat lebih elegan dan tentunya memiliki pendidikan yang terbaik. Apalagi kalau sampai tuan besar tahu, seperti nya tidak akan setuju. Bibit, bobot dan bebet itu adalah hal yang utama buat keluarga tuan. Bukan maksud ku untuk mengintervensi tuan muda. Tapi memang perkara pernikahan bukan lah hal yang mudah" ucap Parman.
"Hanya kamu, Parjo dan isterinya nya yang tahu masalah ini. Aku minta rahasiakan lah. Gadis itu akan ku nikahi bukan karena semata mata untuk segera mendapat kan kepercayaan perusahaan. Tapi juga untuk membalas rasa sakit hati ku atas semua hinaan keluarga Melinda"
Parman melirik kaca mobil yang ada di atas. Radit bisa melihat senyum Parman yang terasa seperti sedang mengejek nya. Kenapa semua orang suka menatap Radit aneh seperti itu? Bahkan sopir pribadi nya sendiri melakukan itu. Radit menghembus kan nafas kasar.
"Tuan di beri kebebasan untuk memilih calon istri sendiri. tapi itu bukan berarti tuan memilih calon yang sembarangan. Pikir kan lagi tuan, jangan sampai menjadi Boomerang di kemudian hari"
"Nasi sudah jadi bubur pak man, sudah lah. Yang terjadi besok biar lah terjadi. Sakit hati ku pada Melinda dan keluarga nya harus ku bayar tunai"
parman hanya menggeleng sambil tersenyum.
"Aku yakin Dahlia bisa menjadi pengantin ku, karena dia kandidat yang menguntungkan ku saat ini. Menikahi nya adalah senjata telak yang akan meluluh lantakkan majikan nya. kamu bisa membayangkan bagaimana ekpresi keluarga Melinda saat melihat ku resmi menjadi Direksi perusahaan central glory dan menikahi pembantu nya" Radit terkekeh sendirian
Tak ada tanggapan apapun dari Parman. Radit Sudah menganggap Parman sebagai bagian dari keluarga nya. Jadi Parman bebas memberikan pendapat nya pada Radit. Laki laki yang usia nya jauh dari Radit itu sudah lama mengabdi pada keluarga Radit. Usia Parman sekitar 45 tahun, sedang kan Radit baru berusia 30 tahun.