NovelToon NovelToon
GUMIHO

GUMIHO

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romansa Fantasi / Iblis
Popularitas:597
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Steven ---seorang Gumiho yang telah tertidur selama 1000 Tahun demi untuk naik tingkat menjadi seorang dewa. Namun di hari terakhirnya, seorang manusia mengacaukan pengorbanan nya.

Setengah kekuatan yang di miliki Steven berpindah pada manusia itu. Membuat dirinya harus tertunda menjadi dewa.

Zoelva Erlangga---- gadis lemah yang selalu di bully oleh ketiga Kakak dan ibu tirinya setiap kali Ayah nya tidak ada. Namun segalanya berubah saat kekuatan asing melindungi nya dan menjadikan nya sangat kuat.

Steven yang menginginkan kekuatan nya kembali. Namun Zoe yang merasa bisa melawan ibu tiri serta ketiga Kakak tirinya dengan kekuatan itu. Justru menolak untuk mengembalikan kekuatan tersebut.

Sementara Rahasia lain telah menantinya.

Bagaimana kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan Evander

Brak!

Pintu kamar Maudy terbuka menghantam dinding dengan dentuman yang memekakkan telinga. Zoe berdiri di ambang pintu, sosoknya yang biasa terlihat rapuh kini tampak seperti penguasa yang tak terbantahkan. Maudy, yang tengah terbaring dengan kaki dan lengan terbalut perban putih, tersentak hebat hingga jantungnya seolah melompat ke tenggorokan.

"Zoe! Apa-apaan kau? Mau apa ke sini?!" bentak Maudy. Matanya melotot, mencoba memanggil kembali keberanian yang biasanya ia gunakan untuk mengintimidasi Zoe.

Zoe tidak menjawab dengan teriakan. Ia melangkah masuk dengan dagu terangkat tinggi, tatapannya sedingin es yang menusuk tulang. Ia bersedekap di dada, menatap Maudy dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan merendahkan.

"Hari ini, aku baru saja memecat seluruh pekerja di mansion ini tanpa sisa," ucap Zoe tenang, namun setiap katanya mengandung racun. "Dan sebagai gantinya, Mama serta kedua saudaramu yang terhormat itu akan mengambil alih tugas pelayan. Mereka sedang di bawah sekarang, sibuk mengurusi kotoran dan debu. Dan kau..." Zoe menjeda kalimatnya, menatap Maudy yang kini mematung. "Apa kau pikir kau masih punya kemewahan untuk tetap bersantai di atas ranjang ini?"

"APA KAU BILANG?!" Pekik Maudy, suaranya melengking tidak percaya.

Selama bertahun-tahun, merekalah yang memegang kendali. Mereka memperlakukan Zoe layaknya sampah di rumah yang sebenarnya adalah milik gadis itu sendiri. Namun hari ini, roda itu berputar begitu cepat hingga Maudy merasa mual.

"Apa telingamu sudah tersumbat kotoran hingga perlu kukorek dengan cara kasar?" tanya Zoe dingin. Ia berjalan mendekat, gerakannya anggun namun mengancam—berbeda jauh dengan Zoe yang dulu selalu menunduk penuh ketakutan.

Tanpa peringatan, Zoe menyentakkan selimut Maudy hingga terlempar ke lantai. Ia mencengkeram lengan Maudy yang tidak ada perban dan menariknya paksa.

"Akh! Sakit! Lepaskan, Zoe!" Maudy memekik kesakitan saat tubuhnya terseret keluar dari kehangatan kasur.

"Berhenti merengek. Sekarang, tugasmu adalah membersihkan halaman belakang sampai tidak ada sehelai daun pun yang tersisa," titah Zoe tajam.

"Apa kau buta?! Kau lihat tanganku?! Kaki dan tanganku masih sakit, dasar gila! Kau sama sekali tidak punya nurani!" bentak Maudy, wajahnya memerah menahan amarah dan perih.

Zoe menghentikan langkahnya sebentar, berpura-pura berpikir sebelum sebuah senyum sinis tersungging di bibirnya. "Oh, benar juga... aku lupa kau sedang cacat sementara. Baiklah, kalau begitu aku akan memberimu pekerjaan yang jauh lebih ringan."

Dengan satu sentakan kuat, Zoe melemparkan tubuh Maudy ke lantai, tepat di bawah kaki sofa. Zoe kemudian duduk dengan santai. Zoe menyilangkan kakinya, menatap Maudy yang tersungkur di bawahnya.

"Pijat kakiku," perintah Zoe singkat.

Maudy mendongak, matanya hampir keluar karena emosi yang meluap-luap. "Kau sudah gila, Zoe! Benar-benar sakit jiwa!"

"Gunakan tanganmu yang masih berfungsi itu, Maudy. Lakukan sekarang, atau kau mau sekalian kupatahkan tanganmu yang satu lagi agar benar-benar menjadi beban yang tidak berguna?" ancam Zoe dengan nada bicara yang sangat datar, seolah ia sedang membicarakan cuaca.

Glek. Maudy menelan ludah. Bulu kuduknya meremang melihat kilatan haus darah di mata Zoe.

"K-kau... jangan macam-macam! Akan kulaporkan kau pada Papa! Papa tidak akan tinggal diam melihatmu bertingkah seperti iblis!" ancam Maudy dengan suara yang mulai bergetar.

Zoe justru terkekeh, sebuah tawa kering yang terdengar sangat pedas di telinga Maudy. "Papa? Kau masih berharap pada Papa? Sayang sekali, Maudy... justru Papa mu yang tercinta itu sendiri yang baru saja menyerahkan seluruh kekuasaan rumah ini padaku."

"T-tidak mungkin... Papa tidak mungkin melakukannya!" Maudy tergagap, dunianya terasa runtuh seketika.

"Apanya yang tidak mungkin? Kau pasti terlalu lama hidup dalam ilusi hingga lupa pada kenyataan yang paling mendasar," Zoe membungkuk, membisikkan kata-kata tepat di depan wajah Maudy. "Aku adalah anak kandungnya. Darah dagingnya. Sementara kau? Kau hanyalah anak tiri yang menumpang hidup di sini. Sekarang, tundukkan kepalamu dan mulai memijat, atau kau akan tahu bagaimana rasanya dibuang ke jalanan tanpa sepeser pun uang."

Tubuh Maudy gemetar, dia menatap marah Zoe."Meski begitu... aku tidak sudi menjadi pesuruhmu, " bentak Maudy--- dia merasa harga dirinya sudah benar-benar hancur.

Zoe menatap Maudy tanpa ekspresi."Jangan sampai aku menyuruhmu untuk kedua kalinya,"

Maudy mengangkat dagunya dengan bangga, mencoba untuk tidak terintimidasi oleh perubahan Zoe. "Aku juga anak dari Joe Erlangga... aku bukan pembantu yang bisa kau suruh - suruh. Derajat kita di rumah ini sama,"

Sepertinya karena terlalu lama di berikan status membuat Maudy melupakan dirinya sendiri.

"Anak Joe Erlangga?" Zoe tertawa renyah. " Darah Joe Erlangga hanya mengalir di dalam nadiku. Lalu bagaimana bisa kau menjadi anaknya. Statusmu disini hanyalah anak angkat. Tidak ada darah di antara kau dan Papa. Jangan lupakan siapa dirimu, Maudy! Hanya ANAK ANGKAT!" seru Zoe penuh penekanan. Semakin menyulut kemarahan Maudy.

"AKU LEBIH PANTAS MENJADI ANAKNYA DI BANDINGKAN DIRIMU. KAU PIKIR KAU SIAPA? KAU HANYA ANAK SIALAN YANG BERUNTUNG PUNYA DARAH JOE ERLANGGA!" teriak Maudy yang sudah tidak terkontrol lagi. Emosinya sudah mencapai puncak.

Tina, Dika dan Siska yang tidak jauh dari sana menghentikan pekerjaan mereka. Mereka saling pandang dan berlari dengan alat pembersih yang masih menempel di tangan mereka.

Namun saat mereka tiba disana...

PLAK!

Tamparan keras mendarat di wajah Maudy, membuat gadis itu tertegun. Bahkan Tina, Dika, dan Siska membeku dengan sapu di tangan mereka. Mata mereka melotot tak percaya. Namun jelas ada kemarahan.

"APA-APAAN KAMU, ZOE?!"

Sebelum Tina, Dika, dan Siska sempat bertindak, sebuah suara menggelegar memenuhi ruangan. Zoe mengenal suara ini. Dia menoleh, mendapati seorang pemuda yang sangat tampan sedang berdiri di sana dengan rahang mengeras.

Dia Evander! Tunangan Zoe, namun Evander tidak pernah menganggap Zoe sebagai tunangannya. Justru sebaliknya, Evander sangat membenci Zoe tanpa alasan yang jelas. Ia lebih sering membela keluarga tiri Zoe dan memandang Zoe tak lebih dari sekadar "status" akibat perjodohan kolot.

Dulu, Zoe akan gemetar ketakutan atau memohon maaf meski ia tak bersalah hanya demi mendapat secercah perhatian Evander. Namun sekarang, Zoe hanya menatap datar pria itu. Tidak ada lagi binar kekaguman atau tatapan hangat seperti biasanya. Zoe yang lemah telah mati di dasar jurang itu.

Evander melangkah lebar ke arah Maudy yang matanya sudah berkaca-kaca, terlihat begitu rapuh dan malang. "Kamu tidak apa-apa?" tanya Evander dengan nada yang begitu khawatir, tangan pria itu nyaris menyentuh pipi Maudy yang memerah. Maudy hanya menggeleng lemah, menyembunyikan senyum kemenangannya di balik bahu Evander.

Kemudian Evander berbalik, menatap Zoe dengan kilat amarah yang menghujam. "Dasar wanita kejam! Apa begini caramu memperlakukan saudaramu sendiri, hah?! Di mana hati nuranimu, Zoe?!" bentak Evander hingga suaranya bergema di seluruh penjuru ruangan.

Zoe tidak bergeming. Ia melipat tangan di dada, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum sinis yang tipis—sesuatu yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya.

"Sudah selesai bicaranya?" tanya Zoe dengan suara rendah namun tenang, membuat Evander tertegun sejenak karena tak melihat ketakutan di mata gadis itu.

"Kau..." Evander menggeram, "Minta maaf pada Maudy sekarang juga!"

"Minta maaf?" Zoe tertawa kecil, tawa yang terdengar hambar dan menusuk. "Untuk apa? Untuk tamparan yang bahkan tidak sebanding dengan semua drama yang dia buat selama ini? Simpan saja kepedulianmu itu, Evander. Kau terlihat sangat konyol menjadi pahlawan untuk orang yang salah."

Zoe melangkah maju satu langkah, menatap tepat ke manik mata pria yang dulu sangat ia puja itu. "Dan satu hal lagi. Mulai detik ini, jangan pernah membentakku di rumahku sendiri. Kau tunanganku, bukan pemilik hidupku."

Evander terpaku. Ia merasa seperti sedang berhadapan dengan orang asing. Zoe yang ia kenal adalah gadis penurut yang menyedihkan, tapi sosok di depannya sekarang memiliki aura yang begitu dominan dan tak tersentuh.

Bahkan Tina, Dika, Siska dan Maudy sampai tidak percaya dengan pendengaran mereka. Zoe si gadis penakut dan pecundang yang biasanya selalu mengharapkan sedikit cinta dari sang tunangan. Sekarang berdiri dengan kepala tegak dan tatapan mata yang begitu dingin.

BERSAMBUNG

1
Kusii Yaati
si rubah belum nyerah ternyata, semangat ya stev jangan sampai kamu yang bertekuk lutut sama Zoe ya!😁
Kusii Yaati
ternyata Zoe adalah masa lalunya Steven,wah tambah seru nih... lanjut Thor 💪😁😘
Kusii Yaati
ya ampun stev bikin aq ngakak aja sih🤣🤣🤣
tapi semoga stev adalah jodoh Zoe dan nanti anak" mereka mewarisi kekuatan orang tuanya, pasti seru tuh...ayo Thor tambah semangat, buat ceritanya tambah menarik dan seru 💪💪💪💪😘😘😘😘
Rosmawaty Limbong
penyampaian cerita sangat menarik membuat pembaca ingin terus membaca kelanjutan ceritanya sampai selesai.
Kusii Yaati
alamak gimana selanjutnya, berhasil kah Steven mengambil kekuatannya kembali... lanjut Thor seru banget ini💪💪💪😘😘😘
Kusii Yaati
waduh Steven sudah datang aja, gimana nasibnya zoe😱
Kusii Yaati
keputusan bagus Zoe,buat apa pertahankan hubungan yang hanya kamu saja yang mencintai.lanjut Thor 💪💪💪😘
falea sezi
lanjut donk
Kusii Yaati
lanjut Thor ceritanya bagus banget lho...💪💪💪
Kusii Yaati
bagus Zoe sudah saatnya kau menunjukkan taring mu biar para benalu itu sadar diri
Kusii Yaati
sadar diri woyyy ibu tiri laknat, yang benalu di sini tu kamu dan buntut mu/Curse/...lah dah miskin nggak tahu diri pula
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!