NovelToon NovelToon
PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

PUTRI MAFIA YANG TAK TERSENTUH.

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Mafia / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Thahara Maulina

Liora William Anderlecht, putri dari keluarga konglomerat terbesar di Italia, tumbuh dalam luka akibat pengkhianatan ibunya sendiri.
Sejak kecil, ia dipaksa menjadi kuat melindungi tiga adik laki-lakinya dan menggantikan peran seorang ibu yang telah pergi.

Dingin. Tegas. Tak tersentuh.
23 tahun berlalu, setelah kematian sang ayah, Liora mengambil alih kekuasaan keluarga. Namun dunia yang ia hadapi bukan hanya tentang bisnis…

Melainkan juga bayang-bayang masa lalu.

Karena ayahnya… adalah mantan ketua mafia.

Kini, Liora bersumpah akan melindungi keluarganya dengan segala cara.
Dan siapa pun yang berani menyentuh mereka…

Akan merasakan balas dendamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thahara Maulina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Dendam Yang Kembali Bangkit.

Di markas keluarga besar William Anderlecht, suasana tampak dingin dan mencekam. Seorang gadis muda duduk bersandar dengan tenang, namun sorot matanya tajam seperti pisau. Gadis itu adalah Viera, pewaris keluarga sekaligus wanita yang tidak pernah membiarkan satu pun ancaman lolos tanpa balasan. Di hadapannya, seorang pria terikat dengan wajah penuh ketakutan—pria yang kemarin ditangkap karena menyerang sepupunya, Viola.

“Hei! Dasar gila! Lepaskan aku dari sini!” teriak pria itu, suaranya bergetar antara marah dan takut.

Viera berdiri perlahan, melangkah mendekat dengan anggun namun mematikan. Ia mencengkeram dagu pria itu, memaksanya menatap langsung ke matanya.

“Aku hanya ingin tahu satu hal,” ucapnya dingin. “Kenapa kau menyerang sepupuku? Apa sebenarnya yang kau cari?”

Suara Viera menggema, menabrak dinding-dinding ruangan bawah tanah itu seperti ancaman tak terlihat.

“Setelah membunuh sepupuku, apa yang akan kau dapatkan? Dan siapa yang memerintahkanmu?”

Ia mendekatkan wajahnya, tatapan penuh tekanan yang membuat pria itu menelan ludah.

“Atau… apa kau ingin mati di tanganku? Itu tujuanmu datang ke sini?”

Pria itu terdiam, tubuhnya gemetar.

Viera melanjutkan, suaranya lebih rendah namun jauh lebih berbahaya. “Jawab sebelum aku sendiri yang menyeret majikanmu ke sini.”

Lalu ia memanggil, “Mira!”

Asisten setianya segera masuk. “Ya, Nyonya Viera.”

“Bawa pria bajingan itu ke sini.”

“Baik, Nyonya.”

Tak lama kemudian, Mira datang dengan seorang pria lain yang terikat lebih ketat. Brian McKnight mantan suami dan mantan kekasih Wilia Perista.

“Lepaskan aku! Apa-apaan ini?!” Brian berteriak panik.

Viera tersenyum kecil, senyum yang membuat bulu kuduk berdiri.

“Jangan harap kau keluar dari sini hidup-hidup. Penyiksaanmu baru dimulai, Tuan Brian McKnight.”

Ia berjalan mengitari kursi tempat Brian duduk, seperti seekor predator mengamati mangsa.

“Aku ingin bertanya. Kenapa kau ingin membunuh sepupuku? Apakah kau tahu siapa dia?”

Viera berhenti di depan Brian.

“Dia adalah putri Albert William Anderlecht dan Willy Periska… cucu Heron William Anderlecht dan Wilia Perista.”

Wajah Brian langsung pucat. Tubuhnya menegang.

Viera tidak berhenti. “Dan satu hal lagi. Insiden yang menimpa Tuan Robert Pattinson… itu pekerjaanmu juga, bukan?”

Brian terdiam membeku.

Viera mendengus kecil. “Dan kau pikir setelah itu kau bisa membunuh kakekku? Semua hanya agar kau bisa kembali ke nenekku—Wilia dan menguasai perusahaan serta seluruh bisnis keluarga?”

Ia tersenyum sinis. “Kau benar-benar bodoh.”

“Aku Viera William Anderlecht. Putri Sean William Anderlecht dan Laura Alexander. Kau pikir aku tidak tahu rencanamu?”

Brian semakin ketakutan namun tak bisa berkata apa-apa.

“Aku tahu dendammu. Aku tahu obsesimu. Tapi aku juga tahu satu hal… kehancuran bisnismu dua puluh tiga tahun lalu bukan salah keluarga kami. Itu kesalahanmu sendiri.”

Viera menatapnya tajam. “Dan lebih parah lagi… kau meninggalkan wanita yang mencintaimu hanya karena dia tidak bisa memberikan keturunan.”

Brian mengepalkan tangan, wajahnya penuh penyesalan sekaligus ketakutan.

“Aku tahu semua ini dari kakek… dan Tante Liora.”

Viera mendekat, menunduk sehingga wajah mereka berjarak hanya beberapa sentimeter.

“Kau tahu apa akibat perbuatanmu dulu? Kau memecah keluarga kami. Kau membuat nenekku membenci anak-anaknya sendiri. Luka itu nyata dan bertahun-tahun membusuk.”

Ia berdiri kembali. “Dan sekarang… setelah semua diperbaiki… kau kembali membawa dendam?”

Viera menghela napas penuh jijik.

“Kamilah yang seharusnya membencimu. Karena kaulah penghancur rumah tangga orang lain.”

Kemudian, tanpa ekspresi, ia berkata, “Aku bisa membunuhmu sekarang.”

Lalu ia memanggil, “Mira.”

“Iya, Nyonya Viera.”

“Siksa mereka tanpa belas kasihan. Setelah mereka mati, buang ke akuarium buaya milik kakekku.”

“Baik, Nyonya.”

Viera pun melangkah keluar, meninggalkan dua pria itu menghadapi nasib mereka.

Beberapa jam kemudian, ia kembali ke mansion keluarga William Anderlecht. Saat ia membuka pintu, seluruh anggota keluarga telah berkumpul di ruang utama.

“Kakek, Nenek, Paman, Ayah, Ibu…” sapanya.

“Sayang,” jawab mereka serempak.

“Kamu dari mana? Dari pagi sampai malam baru pulang,” tanya mereka dengan nada khawatir.

Viera menjawab santai, “Aku baru saja mengeksekusi pelaku yang mencoba membunuh Viola.”

“Apa?!” semua orang langsung berdiri.

“Siapa yang berani?” suara Liora terdengar tajam, penuh amarah yang sudah lama tidak muncul.

“Tuan Brian McKnight.”

Liora terdiam. Kedua matanya membesar seolah mengingat sesuatu dari masa lalu.

“Tunggu… aku seperti mengenal nama itu…”

Ingatan buruk segera menyeruak. Tentang perselingkuhan ibunya… dengan seorang pria bernama Brian McKnight.

Liora mengepalkan tangan.

“Aku ingat…” suaranya rendah dan bergetar. “Dia… laki-laki bajingan itu.”

Amarah yang lama terkubur meledak kembali.

“Di mana dia?! Aku sendiri yang akan menghabisinya! Sudah lama aku ingin membunuhnya sejak dia menghancurkan hidup ibuku!”

Tidak lama kemudian, Wilia datang menggendong cucunya, Dirgantara. Ia langsung terdiam saat mendengar nama itu.

Namun yang membuatnya lebih terkejut bukanlah Brian…

melainkan sesuatu yang kembali bangkit di dalam Liora:

Sifat kejam, dingin, dan mematikan yang dulu pernah menguasai putrinya.

“Liora, sayang… apa yang terjadi?” tanya Wilia, khawatir.

Liora menatap ibunya. “Ibu tahu siapa yang selama ini menyimpan dendam pada keluarga kita?”

Wilia menggeleng. “Ibu tidak tahu… siapa dia.”

“Dia adalah mantan suami sekaligus cinta pertama ibu. Brian McKnight.”

Wilia terdiam kaku.

“Ibu tidak menyangka… dia masih menyimpan dendam setelah semua berlalu.”

“Apakah dia dendam… pada ibu?” suara Wilia melemah.

Heron segera memeluk istrinya. “Tidak, Wilia. Dia bukan dendam padamu. Dia hanya tidak terima… bahwa kamu kembali padaku.”

Wilia menatap Heron, matanya lembut namun tegas.

“Aku tidak akan pernah kembali padanya,” ucapnya. “Karena satu-satunya pria yang aku cintai sekarang… adalah kamu, Heron William Anderlecht.”

1
Meri Nofrita
segampang itu memaafkan wanita yg sudah menyakitinya walau bergelar seorang ibu...
Thahara Maulina: karena anaknya kesabaran dan sifat pemaaf nya lebih besar Dari pada sang ibu kak.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!