NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2 Dia Lebih Banyak Mengetahui

Suara ketikan keyboard itu terkalahkan dengan suara sepatu yang memasuki area kantor itu, energi pria yang berjalan itu sudah menyatu pada karyawan dengan posisi duduk mereka seketika menjadi rapi, tadinya terlihat sembarangan saat mengetik, tetapi seketika ada posisi yang harus dipertahankan.

Ketika tidak sengaja sepasang mata melihat pria yang berjalan diikuti dengan salah satu pria di belakangnya itu harus menundukkan kepala, begitu juga dengan Ayana berdiri dari tempat duduknya dan menunduk 180° untuk atasannya yang saat ini membuka pintu dan masuk ke dalam ruangannya.

"Huhhhhh!" Ayana menghela nafas panjang, melihat sebentar orang-orang yang melanjutkan pekerjaan itu, kemudian Ayana memasuki ruangan atasnya itu tidak lupa mengetuk pintu.

Emir sudah duduk di kursinya.

"Ini. Paka dokumen yang harus di tanda tangani," ucap Ayana meletakkan dokumen tersebut.

Emir mengambil salah satu dokumen itu dan membacanya sekilas.

"Pertemuan dengan klien bagaimana?" tanya Emir.

"Jam 10 nanti ada pertemuan dengan klien, saya sudah mengirim share lock pada beliau, sebelum makan siang bapak menghadiri acara peresmian salah satu brand dan setelah makan siang ada kunjungan ke rumah sakit, kemudian juga ada meeting," jawab Ayana.

"Bagaimana dengan tuan Andhika? Apa beliau sudah sampai Indonesia?" tanya Emir sembari menandatangani berkas-berkas tersebut.

"Nanti sore beliau akan tiba, saya akan menjemputnya bersama dengan Pak Arya dan akan langsung mengantarkannya ke Hotel," jawab Ayana.

"Kalau begitu berikan tempat yang nyaman untuk beliau, dari tempat istirahat, makanan dan juga lain sebagainya, kamu juga jangan lupa untuk menyelesaikan jadwal kami berdua agar bisa melakukan pertemuan untuk membahas proyek di Blitar!" tegas Emir.

"Baik. Pak," jawabnya dengan menunduk kepala.

Emir sudah selesai menandatangani semua berkas-berkas tersebut dan memberikan kembali kepada sekretarisnya.

"Kamu ke rumah saya dan minta kepada Oma saya untuk mengambil map berwarna hitam yang tertinggal di atas tempat tidur saya!" titah Emir.

"Baik pak," jawab Ayana.

"1 lagi, kamu jangan lupa untuk mempersiapkan kunjungan ke desa Tasika," lanjut Emir.

"Saya sudah menyiapkan semuanya," sahut Ayana

"Baguslah," sahut Emir, kembali melanjutkan pekerjaannya.

"Hmmm. Pak.." Ayana terlihat gugup sepertinya masih belum selesai pembicaraan itu dengan atasannya.

"Ada apa?" tanya Emir.

"Pak Dean ingin bertemu dengan bapak, saya belum menghubungi beliau kembali karena belum mendapatkan izin," ucap Ayana.

"Kamu abaikan telepon darinya saya sendiri yang akan menghubunginya," ucap Emir.

"Baik. Pak," sahut Ayana.

"Kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Ayana.

Emir menganggukkan kepala dan langsung melanjutkan pekerjaannya.

****

Ayana mendapatkan perintah dari atasannya, membuat Ayana turun dari mobil yang berhenti tepat di kediaman rumah atasannya. Ayana membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil tersebut.

"Assalamualaikum!" sapa Ayana ketika membuka pintu yang sudah di buka terlebih dahulu dan dibuka oleh asisten rumah tangga.

"Walaikumsalam salam," sahut Oma bertepatan menuruni anak tangga.

"Oma!" Ayana berjalan menghampiri Oma dengan sangat ramah dan sopan mencium punggung tangan Oma.

"Ada apa Ayana?" tanya Oma dengan dahi mengkerut.

"Saya di perintahkan Pak Emir untuk mengambil dokument di atas tempat tidur beliau. Beliau mengatakan tadi ketinggalan," jawab Ayana.

"Ambilah!" sahut Oma dengan santai bahkan mempersilahkan gadis terlihat gugup itu menaiki anak tangga untuk langsung ke kamar Emir.

Ayana menggelengkan kepala, mana berani dia langsung masuk ke kamar atasannya. Ayana juga masih memiliki sopan santun.

"Ayana saya mana tahu dokumen apa yang dimaksud oleh kamu, kamu yang diperintahkan yang artinya kamu harus masuk dan menemukan sendiri," sahut Oma.

"Tidak berani. Oma," jawabnya sejak tadi memencet jari-jarinya.

Oma menghela nafas panjang, "baiklah, Oma akan lihat dokumen yang kamu maksud," sahut Oma mau tidak mau akhirnya bergerak sendiri menaiki anak tangga menuju kamar cucunya.

Tidak lama Oma kembali dengan membawa dokumen yang sudah pasti diinginkan oleh Emir, karena sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan Emir terlebih dahulu.

"Ini?" tanya Oma.

"Benar! Oma," jawabnya mengambil dokumen tersebut.

"Hmmmm, sebelum kembali ke kantor. Kamu bawakan dulu makan siang untuk Emir," sahut Oma berjalan menuju dapur.

Ayana mengikuti langkah Oma. Oma sepertinya sudah menyiapkan makan siang untuk cucunya itu. Lihatlah bagaimana dia mengambil tempat bekal dan juga memindahkan makanan tersebut.

"Oma, Pak Emir mungkin tidak akan memakan kentangnya," sahut Ayana tiba-tiba menghentikan pekerjaan Oma saat ingin memasukkan sambal kentang.

"Benarkah! saya baru tahu jika cucu saya tidak menyukai kentang," sahut Oma.

"Saya rasa beliau memang tidak menyukainya, maaf bukan sok tahu," sahut Ayana takut merasa lancang karena mengomentari.

"Tidak masalah, kamu adalah sekretarisnya dan kamu sudah sering bersama dengan Emir dan sudah pasti tahu apa yang dia mau dan tidak, syukurlah jika kamu mengingatkan saya daripada dia pulang membawa kotak bekal ini dan masih tersisa makanan, maka saya akan sangat tersinggung," ucap Oma.

Ayana hanya mengagukkan kepala dan Oma melanjutkan memasukkan makanan yang lain.

"Kamu sudah punya kekasih?" tanya Oma tiba-tiba saja pertanyaannya keluar dari jalur lain.

"Tidak Oma," jawabnya.

"Kamu sudah lama bekerja bersama dengan Emir?" tanya Oma.

"Hmmm, dari saya magang saat kelas 2 SMA di perusahaan sudah bertemu Pak Emir, sampai sekarang sudah berusia 24 tahun," jawabnya.

"Tetapi menjadi sekretarisnya baru 5 tahun belakangan ini," lanjut Ayana.

"Cukup lama, pantas saja kamu mengetahui apa yang dia mau dan tidak dia mau," sahut Oma.

Ayan tidak menanggapi lagi dan menunggu Oma, akhirnya selesai mengemas bekal tersebut dan menghampiri Anaya.

"Berikan kepadanya dan katakan kepadanya dihabiskan!" tegas Oma.

"Baik. Oma! kalau begitu saya permisi dulu!" ucap Ayana kembali mencium punggung tangan Oma dan mengucapkan salam, kemudian langsung pergi.

"Cantik, anggun, lembut, teduh, manis, dewasa," ucap Oma melihat kepergian Ayana.

"Sempurna, dia bahkan sudah bersama dengan Emir sejak remaja, apa Emir tidak memiliki ketertarikan dengan sekretarisnya itu, jika memang Emir tidak memiliki daya ketertarikan sama sekali dan artinya letak kesalahannya ada pada Emir," ucap Oma menghela nafas.

******

Ayana saat ini kembali berada di ruangan atasannya. Ayana sudah melakukan aktivitasnya bersama atasannya sesuai jadwal yang telah dia bacakan tadi pagi dan saat ini mereka kembali ke kantor dengan Ayana sudah membuka bekal yang baru saja disiapkan Oma menyusun rapi di atas meja dan tidak lupa meletakkan tisu di sana.

Emir tetap berada di bangkunya tangannya terus saja mengetik pada keyboard laptop tersebut dengan fokus dan tenang.

"Saya permisi. Pak!" ucap Ayana setelah menyiapkan makan siang atasannya itu.

"Hmmmm," Emir menjawab dengan deheman.

"Tunggu!" Baru saja melangkahkan kaki dan sudah kembali dihentikan oleh atasannya membuatnya menolah kembali.

"Biasakan meletakkan sampah tidak berdekatan dengan makanan," ucap Emir dengan mata tertuju pada meja.

Ayana dengan cepat mengambil gumpalan tisu yang memang terletak di atas meja karena tadi melap minyak pada meja.

"Maaf. Pak," ucap Ayana.

"Sudah lama menjadi sekretaris hanya tetapi kebiasaan itu tetap saja ada. Sudah ingin digantikan?" tanya Emir.

Ayana menggelengkan kepala, tidak mudah menjadi sekretaris Emir dan lihatlah setiap hari pasti selalu ada tekanan yang dia dapatkan.

"Jangan di ulangi lagi!" tegas Emir.

"Baik. Pak," Ayana menundukkan kepala dan kemudian langsung berpamitan keluar dari ruang atasannya itu.

Bersambung.....

...Hay para pembaca yang setia dalam mengikuti novel-novel saya. Saya kembali memberikan karya terbaru untuk kalian semua. Besar harapan saya Novel saya dapat dicintai oleh para pembaca dan banyak yang menjadi peminatnya....

...Jangan lupa untuk terus mendukung karya saya membaca dari bab 1 sampai selesai dan tidak boleh menabung bab, terus ikuti di setiap bab dan jangan lupa like, komen, vote, subscribe,. sedikit banyaknya yang kalian berikan untuk saya akan menjadi semangat untuk saya terus mengeluarkan karya terbaru lagi....

...Terima kasih para pembaca, salam cinta dari saya, Author.......

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!