NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: PENYERAPAN ENERGI PURBA DAN RAHASIA LALU

Golem raksasa yang terbuat dari kristal dan tanah purba itu perlahan berlutut, menundukkan kepala besarnya di hadapan Chen Si. Debu tebal beterbangan setiap kali tubuhnya bergerak, namun aura mengerikan yang tadinya memancar kini berubah menjadi hormat dan tunduk.

"Silakan... Tuan... Warisan... milikmu..." suara berat itu bergema pelan, seolah menyampaikan pesan yang sudah ditunggu ribuan tahun lamanya.

Chen Si melangkah maju perlahan, matanya tak lepas dari pilar kristal ungu di tengah reruntuhan. Semakin ia mendekat, semakin ia bisa merasakan energi yang luar biasa murni dan padat, jauh melampaui apa pun yang pernah ia temui di Langit Pertama ini. Energi ini sama persis dengan aliran energi di dalam darahnya sendiri, hanya saja... energi di sini jauh lebih tua, lebih murni, dan lebih dahsyat.

"Ini bukan sekadar sumber energi biasa," gumam Chen Si pelan, tangannya menyentuh permukaan pilar yang dingin namun memancarkan kehangatan halus. "Ini adalah inti sisa dari zaman ketika Dewa-Dewa masih berjalan di bumi."

Di belakangnya, Leng Tian, Murong Zhan, dan Raja Harimau Putih hanya bisa berdiri terpaku dengan mulut ternganga. Mereka semua adalah makhluk kuat yang telah menjelajahi banyak tempat, tapi pemandangan di depan mata ini benar-benar di luar nalar mereka. Tempat ini bukan sekadar reruntuhan, ini adalah tempat suci yang seharusnya hanya ada dalam legenda kuno.

 

Panen Melimpah Tanpa Lawan

"Yang Mulia... Tanaman-tanaman itu... semuanya adalah harta karun tingkat tertinggi..." suara Murong Zhan bergetar, matanya berkaca-kaca melihat ginseng raksasa, jamur bercahaya, dan akar naga yang tumbuh subur di sekitar pilar. "Satu helai daun saja cukup untuk membuat keluarga kami kaya raya selama seribu tahun. Tapi di sini... ada ratusan bahkan ribuan tanaman semacam ini!"

Chen Si tersenyum tipis. "Ambil semuanya. Jangan tinggalkan satu pun. Bahan-bahan ini sangat penting bagiku untuk memulihkan kekuatan dan menembus batas baru."

"Siap! Segera kami kerjakan!" Leng Tian dan Murong Zhan langsung bergerak cepat dengan hati-hati, takut merusak sedikit pun harta berharga itu. Raja Harimau Putih pun ikut membantu dengan cakar besarnya yang cekatan, berusaha menunjukkan kesetiaan terbaiknya pada tuannya yang baru.

Sementara mereka sibuk mengumpulkan kekayaan yang tak ternilai itu, perhatian Chen Si sepenuhnya tertuju pada inti pilar kristal ungu itu. Di tengah pilar itu, ada sebuah lubang kecil tempat aliran energi murni terus-menerus memancar keluar ke seluruh lembah.

"Ini adalah Pusar Bumi Primordial, jembatan yang menghubungkan permukaan dengan inti planet ini," jelas Chen Si dalam hati, mengingat kembali pengetahuan yang tersimpan dalam ingatan warisan Raja Alkemis. "Siapa pun yang bisa menyerap energi ini akan memiliki dasar kultivasi yang jauh lebih kokoh dan murni dibandingkan orang biasa. Dan karena aku memiliki Darah Naga... aku bisa menyerapnya sampai habis tanpa takut meledak!"

 

Penyerapan yang Mengguncang Alam

Chen Si duduk bersila tepat di depan lubang itu. Ia menutup matanya, mengatur napas, dan mulai mengaktifkan teknik kultivasi tertinggi dalam darahnya: Teknik Penyerapan Naga.

WUSSSSHHH!!!

Begitu teknik itu dijalankan, seluruh energi di lembah itu seketika bergejolak hebat! Angin kencang berputar mengelilingi Chen Si, menarik semua energi yang ada di udara masuk ke dalam tubuhnya seperti air terjun yang jatuh ke laut!

Dari dalam lubang pilar, semburan energi ungu yang sangat tebal menyembur keluar dan langsung masuk ke dalam tubuh Chen Si tanpa hambatan!

DUM! DUM! DUM!

Setiap detik berlalu, aura Chen Si naik satu tingkat.

Dari level Raja Sejati Puncak yang sebelumnya tertekan, kini dengan cepat menembus batas menuju Kaisar Surgawi Awal, lalu ke Kaisar Surgawi Tengah, dan terus melesat naik tanpa tanda-tanda berhenti!

Tubuh Chen Si bersinar terang oleh cahaya keemasan yang bercampur dengan ungu. Di sekelilingnya terbentuk bayangan naga raksasa yang sedang menelan energi bumi itu dengan lahap. Auman naga bergema berulang kali, membuat tanah berguncang hebat dan awan di langit berputar menjadi pusaran raksasa.

Leng Tian dan yang lain mundur tergesa-gesa, wajah mereka pucat melihat pemandangan itu.

"Kekuatan macam apa ini..." desis Leng Tian dengan kagum dan takut. "Dulu aku mengira Jenderal Wei itu sudah sangat hebat, tapi dibandingkan dengan Yang Mulia... dia seperti semut di depan gajah."

"Lihat cahayanya... Dia sedang membangun fondasi yang kokoh sekali," tambah Murong Zhan. "Kalau dia terus begini, saat sampai di Ibu Kota, mungkin dia sudah bisa menantang para Tetua Langit yang ada di puncak kekuasaan!"

Proses penyerapan itu berlangsung selama tiga hari tiga malam penuh. Energi ungu yang keluar dari pilar perlahan berkurang, semakin lama semakin tipis, hingga akhirnya...

TING!!!

Sebuah suara nyaring terdengar, seperti logam yang dipukul.

Pilar kristal itu menjadi kusam dan retak, karena seluruh isi energinya telah tersedot habis oleh Chen Si sampai tetes terakhir!

 

Kekuatan Baru dan Ingatan Kuno

Cahaya di sekitar Chen Si perlahan mereda. Ia membuka matanya, dan kali ini, bukan cahaya biasa yang terpancar, tapi kilatan petir emas dan ungu yang menembus jauh ke langit!

Tekanannya kini jauh lebih berat, jauh lebih agung, dan jauh lebih mematikan dibandingkan sebelumnya.

Chen Si berdiri perlahan, menggerakkan tubuhnya sedikit saja, dan udara di sekitarnya langsung pecah-pecah membentuk retakan-retakan ruang kecil.

"Level Kaisar Surgawi Puncak..." gumam Chen Si sambil menatap tangannya sendiri yang bersinar lembut. "Dan fondasiku sekarang jauh lebih kuat dari Kaisar biasa. Bahkan jika aku bertemu dengan penguasa Langit Pertama ini, aku bisa mengalahkannya dengan satu tangan saja."

Namun, keuntungan terbesar bukan hanya kenaikan level itu.

Saat ia menyerap energi purba tadi, aliran energi itu membawa serta sisa-sisa ingatan dan pesan yang tersimpan di dalamnya selama ribuan tahun.

Gambar-gambar samar mulai berputar di kepala Chen Si.

Ia melihat sosok-sosok raksasa bersayap naga yang memegang kekuasaan mutlak di dunia ini. Ia melihat perang besar yang menghancurkan benua dan membelah samudra. Ia melihat sebuah keluarga besar yang sangat kuat, namun dikhianati dan hampir dimusnahkan habis-habisan.

Dan di akhir ingatan itu, terdengar suara berat yang bergema di kepalanya:

"Pewaris Darah Naga... Kami menunggumu di Istana Pusat Alam Semesta. Hanya kamu yang bisa membalas dendam, dan hanya kamu yang bisa mengembalikan kejayaan Klan Naga yang telah runtuh..."

Chen Si mengerutkan kening, menahan rasa sakit sedikit di kepalanya.

"Klan Naga... Istana Pusat Alam Semesta..." ulangnya pelan. "Jadi asal-usulku bukan hanya sekadar keluarga alkemis biasa di Benua Kuning dulu. Aku adalah keturunan dari keluarga bangsawan tertinggi yang pernah ada di alam semesta ini."

Semakin ia tahu kebenaran, semakin ia sadar bahwa perjalanannya baru saja dimulai. Ancaman yang akan ia hadapi nanti bukan lagi sekte atau keluarga bangsawan kecil, tapi kekuatan raksasa yang telah mengatur sejarah dunia selama ribuan tahun.

 

Pesan Terakhir Sang Penjaga

Saat Chen Si sedang merenungi pesan itu, tubuh Golem raksasa itu mulai bergetar hebat. Retakan-retakan besar menyebar ke seluruh tubuhnya. Energi di dalamnya mulai memudar dan menghilang.

"Waktuku... sudah habis..." suara berat itu terdengar lemah dan putus-putus.

Chen Si berbalik menghadap Golem itu. "Kau akan hancur?"

"Aku diciptakan hanya untuk menjaga tempat ini sampai pewaris sejati datang. Sekarang... tugasku selesai..." Mata Golem itu perlahan meredup. "Tuan... ada satu hal lagi... Di Langit Pertama ini, ada tiga kekuatan besar yang menguasai segalanya: Kekaisaran Azure, Guild Bayangan, dan... Gereja Cahaya. Hati-hati dengan Gereja Cahaya... Mereka memburu keturunan Naga sejak zaman dahulu kala."

"Gereja Cahaya?" Chen Si mencatat nama itu dalam hati. "Mereka musuh leluhurku?"

"Dulu... merekalah yang mengkhianati Klan Naga... Mereka takut kekuatanmu... Mereka akan membunuhmu secepatnya jika tahu identitas aslimu..."

Suara Golem itu terputus. Tubuh kristalnya hancur perlahan menjadi debu halus yang tertiup angin, meninggalkan satu benda kecil yang bersinar di atas tumpukan debu itu.

Sebuah Kompas Peta Emas.

Chen Si mengambil benda itu. Kompas itu tidak menunjuk arah utara selatan biasa, tapi jarumnya menunjuk lurus ke arah pusat benua, ke arah Menara Langit tempat Gerbang ke Langit Kedua berada.

"Ini akan membantumu melewati jebakan-jebakan tersembunyi dan wilayah terlarang di sepanjang jalan," suara Golem terdengar samar terakhir kali sebelum hilang sepenuhnya. "Selamat jalan... Tuan Besar..."

 

Berangkat dengan Tujuan Baru

Semua sisa harta di lembah itu sudah dikumpulkan. Tidak ada lagi yang tersisa, baik tanaman obat maupun energi. Tempat ini kembali menjadi lembah kosong biasa seperti ribuan tahun yang lalu.

Chen Si berdiri di tepi jurang, memandang ke arah cakrawala yang jauh. Di belakangnya, Leng Tian, Murong Zhan, dan Raja Harimau Putih menunggu dengan sikap penuh hormat dan kagum yang semakin mendalam.

"Kita punya tujuan baru sekarang," kata Chen Si dengan suara tegas. Matanya berkilat penuh tekad. "Pertama, sampai ke Menara Langit dan naik ke Langit Kedua. Kedua, cari tahu lebih dalam tentang Gereja Cahaya dan alasan mereka memusuhi klanku. Dan ketiga... aku akan bangkit kembali, sampai ke puncak tertinggi, dan mengembalikan kejayaan Klan Naga!"

"Ada perintah lain, Yang Mulia?" tanya Leng Tian.

"Ya. Percepat perjalanan. Jangan ada lagi berhenti-berhenti kecuali darurat," perintah Chen Si sambil naik kembali ke atas kereta kencana yang kini terasa jauh lebih kecil dibandingkan kebesarannya. "Dan bersiaplah... Semakin dekat ke Ibu Kota, bahayanya akan semakin besar. Terutama dari musuh lama yang mengintai dalam kegelapan."

WUSSSSHHH!!!

Kereta kencana itu kembali melesat ke langit, kali ini dengan kecepatan dua kali lipat dari sebelumnya, meninggalkan jejak cahaya emas ungu yang indah di udara.

Namun, di kejauhan, di balik awan tebal yang gelap, ada sepasang mata berwarna putih bersih yang mengawasi kepergian mereka. Di sebelahnya, terlihat lambang matahari suci yang menyala-nyala.

"Jadi dia benar-benar muncul..." suara dingin bergema pelan. "Keturunan terakhir Klan Naga. Perintah dari atas... bunuh dia sebelum dia mencapai Langit Kedua."

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!