NovelToon NovelToon
Antagonis Hamil Duluan

Antagonis Hamil Duluan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / CEO
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: supyani

transmigrasi jadi tokoh yang harusnya mati mengenaskan? tidak, Terima kasih.
saat suami CEO-ku meminta cerai, aku pastikan 2 garis biru muncul terlebih dahulu. permainan baru saja dimulai, sayang.

#jadi antagonis#ceo#hamil anak ceo#transmigrasi#ubah nasib#komedi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

introgasi kamar pengantin

Senyap.

Kamar pengantin itu senyap, tapi rasanya lebih berisik dari pasar.

Eric masih duduk di pinggir ranjang. Jasnya udah di lantai. _BUG_. Di tangannya, secarik kertas merah muda udah lecek, bekas diremas.

_Untuk wanita bergaun biru muda malam itu..._

_...jika boleh, izinkan aku menjadi alasan senyum itu._

_-Andre_

Dibaca lagi. Sekali. Dua kali. Tiga kali. sampai tak berani baca isi suratnya, Tiap kata kayak belati, nusuk tepat di luka lama yang belum kering. luka bekas penghianatan Vivian.

Di luar, tawa Chindy masih sayup kedengeran. Dulu suara itu bikin dia tenang. Adiknya akur sama istrinya. Sekarang? Kedengeran kayak konser pengkhianatan.

_Klek_.

Pintu kamar kebuka.

Vivian masuk. Senyum. Habis dari ruang tengah, habis menang perang dingin. Pipinya masih merah karena ketawa, di tangan ada gelas susu hangat.

Matanya nyari Eric. "Kok gak turun? Tadi Chindy..."

Kalimatnya mati.

Eric berdiri. Pelan. Kayak singa ngukur mangsa.

Mata itu. Mata yang tadi siang datar, sekarang gelap. Gelap banget. Kayak badai jam 12 malam.

Vivian refleks mundur selangkah. Insting. Gelas susunya gemeter. "Eric?"

"Sejak kapan?" Suara Eric pecah. Rendah. Serak. Bukan nanya. Nuduh.

"Sejak kapan apa?" Vivian kerut alis. Beneran bingung. _Mode apa lagi ini?_

Eric jalan. Satu langkah. Dua langkah. Dekat. Nyeremin.

"Sejak kapan kamu main belakang sama Andre?" _Plak_. Surat itu dibanting ke meja rias. Suaranya nyaring. Kertasnya melayang, jatuh, pas nunjuk ke arah Vivian.

Darah Vivian berhenti. Sedetik.

Dia nunduk. Ngeliat surat itu. _Bidadari bergaun biru_. Andre.

Oh. _Oh_.

Jadi ini.

Vivian malah senyum. Senyum tipis. Lega. _Kirain ketauan hamil anak siapa_.

"Oh, itu," jawabnya enteng. Dia jalan ke meja rias, ambil surat itu, lipet. Santai. "Punya Cika. Kemarin dia yang bacain. Lupa balikin."

"Bohong." Satu kata. Tapi nusuk.

Eric nyaut pergelangan tangan Vivian. Kenceng. Gak sampe biru, tapi cukup buat gelas susu di tangan Vivian hampir tumpah. "Aku nemu di jas ku, Vivian. Jas yang kupake pas pesta Cika. Jas yang kupake pas kamu... kamu..."

Rahang Eric keras. Dia gak sanggup lanjut. Bayangan Vivian di pangkuannya semalem, Vivian di atasnya, Vivian bilang "kamu buas", muter semua.

"Pas aku apa?" Vivian tantang. Matanya naik, natap Eric. Gak takut. "Pas aku godain kamu? Pas aku duduk di pangkuan kamu? Atau pas aku gagal cium kamu karena adik kamu pingsan?"

_Skak_.

Eric kaget. Dilepas tangannya. Kayak kesetrum.

"Kenapa surat Andre ada di jas kamu?" Vivian balik nanya. Senyumnya ilang. Ganti datar. "Kamu yang selingkuh sama Andre? Kalian tukeran surat cinta?"

"Jangan belokin, Vivian!" Eric naik volume. Sekali ini aja, topeng es-nya pecah. "Kamu puji-puji Andre di bawah tadi! _Pinter. Ganteng. Punya duit_. Chindy aja sampe semangat! Kalian kongkalikong?"

"Ya! Kami kongkalikong!" Vivian ikut teriak. Gelas susu dibanting ke nakas. _Prang_. Susunya tumpah, untungnya kaca gak pecah. "Kongkalikong biar Chindy ngerebut Andre dari kamu! Karena kamu, Tuan Eric Wijaya, udah gak bisa direbut!"

Hening.

Napas mereka berdua _ngos-ngosan_. Kayak abis lari.

Eric bengong. Otaknya _loading_. "Apa... maksud kamu?"

Vivian ketawa. Pahit. Sakit. "Kamu pikir aku mau Andre? Laki-laki yang nulis puisi kayak anak SMA?" Dia nyengir. "Eric, aku ini ibu hamil 4 bulan. Anakmu. Yang tiap malem kram karena ulah kamu. Yang kamu pijitin kakinya tapi mukanya dibuang."

Dia nunjuk perutnya. "Aku godain kamu tiap hari, rendahan diri sampe duduk di pangkuan kamu, pamer _hickey_ ke dokter Alea, semua karena kamu!"

_BUG_.

Kalimat terakhir itu kayak bom.

Eric mundur. Selangkah. Nafasnya kecantol.

"Aku..."

"Karena kamu batu!" Potong Vivian. Air matanya naik, tapi ditahan. Gengsi. "Karena dari nikah sampe sekarang, kamu gak pernah liat aku. Kamu nikahin aku karena terpaksa. Karena ayah maksa kamu nikah sama aku, Bukan karena aku Vivian."

"Dokter Alea tiap hari ke sini. Kamu tatap dia lembut. Kamu khawatir sama Chindy. Sama Cika. Sama semua orang. Kecuali aku."

"pernah gak sih kamu tanya diri kamu, kenapa 2 tahun aku selingkuh sama Doni?, karna harta?, engak karna aku gak pernah di anggap." ucapnya, terbawa suasana.

"Jadi iya. Aku bahas Andre. Aku bikin Chindy ngejar Andre. Biar rumah ini gak bahas aku terus. Biar kamu gak curiga tiap aku nempel. Biar ada alibi."

Vivian napas. Panjang.

"Puaskan? Interogasinya selesai, Pak Hakim?"

Eric diem. Matanya dari marah, jadi kaget, jadi... kosong.

Semua alibinya, semua curiganya, dipatahin pake kejujuran paling nyakitin: _Vivian gak selingkuh. Vivian cuma... capek_.

Capek gak dicintai.

"Vivian..." Lirih. Namanya keluar gak sengaja.

"Jangan panggil namaku kayak gitu," Vivian nyengir. Dia ngusap susu tumpah di nakas pake tisu. Tangan gemeter. "Kedengeran kayak kamu peduli."

Dia jalan ke pintu kamar mandi. Mau kabur. Mau nangis.

Tapi baru dua langkah, tangannya ditarik.

Bukan kasar. Tapi gak bisa dilawan.

Eric narik dia, muter badannya, terus... dipeluk.

Dari belakang.

Dagu Eric di bahu Vivian. Tangannya melingkar, nutupin perut buncit itu. Nafasnya di leher Vivian. Gemeter.

"Jangan..." Suara Eric pecah. Kayak kaca. "Jangan ngomong gitu."

Vivian beku.

"Aku..." Eric susah ngomong. 29 tahun hidup, baru kali ini lidah kelu. "Aku gak... pinter ngomong. Gak pinter nunjukin."

"Nikah sama kamu karena... iya, karena terpaksa."

"Tapi tiap kamu deket..." Nafasnya berat. "Jantung aku... sialan. Kenceng banget. Kayak mau copot."

"Pas kamu di atas aku semalem. Pas kamu bilang aku buas. Pas kamu pamer _hickey_ ke Alea tadi pagi."

"Aku diem bukan karena gak peduli, Vivian. Aku diem karena... takut."

Takut kenapa-kenapa lagi. Takut timbul rasa suka. Takut sakit lagi.

Vivian diem. Air mata yang ditahan, jatoh satu. _Tess_. Kena tangan Eric.

"Terus surat itu?" Bisik Vivian. Suaranya serak.

"Gak tau," Eric jujur.

Hening lagi. Tapi beda. Hening yang anget.

"Andre gak penting," lanjut Eric. Pelan. "Yang penting... kamu. Sama anak kita."

_DEG_.

Vivian muter badan. Sekarang hadap-hadapan. Muka mereka jarak 10 cm. Sama kayak semalem. Tapi beda.

Gak ada nafsu. Ada takut. Ada jujur.

"Kalau gitu buktiin," tantang Vivian. Air mata masih ada. "Jangan cuma peluk. Jangan cuma diem."

Eric natap bibir Vivian. Naik ke mata. Mata yang bengkak, merah, tapi cantik.

Tangannya naik, ngusap air mata Vivian pake jempol. Kasar. Kayak amplas. Tapi tulus.

Terus nunduk.

Pelan.

Nempel.

Bukan 1 senti. Nempel beneran.

Ciuman pertama mereka yang Damai setelah 2 tahun nikah. Setelah Doni. Setelah Andre.

Gak ada nafsu. Ada gemeter. Ada basa asin air mata. Ada lega.

Eric jatuh cinta?, atau cuman kasihan?.

Komen dong🥰

1
Dinda Putri
lagi
Nurfi Susiana
lanjut thor
Hikmal Cici
nah gitu dong 👍👍👍🙂
Hikmal Cici
vivian ini cewek barbar kan ya thor, bukan yg kalau dijahatin cm bisa nangis. pasti ada perlawanan yg seru ya kan 😊
Dinda Putri
makin seru up lagi thor
anonim
bikin greget
Hikmal Cici
lagi...lagi...lagi
Uthie
ratingku perpect.. 10 🌟🌟🌟
Uthie
Wadduuhhhh.. si Alea makin kurang ajar itu 😡😡😡
Uthie
Puasssss banget itu Vivian nunjukin bekas cinta nya ma dokter rasa Pelakor 😆👍
Uthie
kurrraangggg
Irsyad layla
tapi lengan kemeja nya digulung thor kek mana ni😄😄
Hikmal Cici
ya pasti kurang lah kk
Uthie
masih gagal maniing...gagal maning... pusiiinggg dehhhh tuhhh /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Joyful//Joyful/
Hikmal Cici
nunggu bab selanjutnya
lexxa
aaaaaa suka bngettttt
Uthie
Jadi makin favorit ceritanya 👍😘😍😍
Uthie
Lanjjjjjuuuuttttt 😍😍💪💪💪
Uthie
harusnya tunduk😆
Uthie
100😆👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!