(SEASON 2)
Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiga Iblis Awan Emas
Jalanan Kota Awan Emas bermandikan cahaya jingga dari matahari yang mulai merendah di ufuk barat. Shen Yuan berjalan dengan langkah santai membelah keramaian, tudung jubahnya menutupi separuh wajahnya. Di balik jubah tersebut, Kantong Qiankun tingkat tinggi yang baru saja ia peroleh menyimpan lima ratus Batu Roh Tingkat Tinggi—sebuah kekayaan yang sanggup membuat sebuah sekte kelas menengah saling bunuh untuk memperebutkannya.
"Tuan Surgawi Tian Chen..."
Nama itu terus berputar di dalam pikiran Shen Yuan laksana kutukan yang membakar darahnya. Utusan dari Alam Spiritual, sosok yang berada di Puncak Ranah Peleburan Jiwa, atau bahkan mungkin telah menyentuh batas Ranah Pemisahan Duniawi.
Bagi pendekar biasa di alam fana, mendengar bahwa musuh mereka adalah utusan dari alam para dewa sudah cukup untuk membuat mereka menghancurkan Dantian mereka sendiri karena putus asa. Namun, bagi sang Iblis Penelan Surga, itu hanyalah sebuah tantangan yang membuat Inti Emas Iblis di dalam tubuhnya bergetar kelaparan.
"Bocah, jangan biarkan kebencian membutakan penilaianmu," suara Leluhur Darah bergema, memecah lamunan Shen Yuan. "Perbedaan antara Inti Emas dan Peleburan Jiwa adalah perbedaan antara manusia dan langit. Di Ranah Peleburan Jiwa, mereka bisa memanipulasi hukum alam dengan pikiran, menciptakan Alam Jiwa yang tak tertembus, dan menghancurkan lautan kesadaranmu dalam sekejap. Kau telah merasakannya sendiri saat melawan Bai Luo."
"Aku tahu," jawab Shen Yuan dalam batinnya. "Aku bisa membunuh Bai Luo karena ia meremehkanku, dan aku meminjam kekuatan dari Pecahan Gigi Naga. Tetapi Tian Chen bukanlah Bai Luo. Ia adalah sosok yang lebih tua dan lebih kuat."
Shen Yuan menyentuh Kantong Qiankun-nya. "Karena itulah aku menukarkan barang rampasan ini dengan Batu Roh Tingkat Tinggi. Aku tidak akan pergi ke Lembah Gema Abadi untuk mengantarkan nyawa. Aku akan mencari tempat pengasingan tersembunyi di Benua Pusat ini, menyerap kelima ratus batu ini, dan mendorong kultivasiku hingga ke Puncak Ranah Pembentukan Inti Emas."
"Keputusan yang cerdas. Di Puncak Inti Emas, ditambah dengan Tubuh Emas Gelap dan Sutra Penelan Surga, kau setidaknya memiliki peluang untuk berdiri sejajar dengan ahli Peleburan Jiwa," kekeh Leluhur Darah. "Namun sebelum itu... kurasa kau harus mengurus hama-hama yang sedang mengikuti kita sejak kita keluar dari Kamar Dagang Sembilan Kuali."
Mendengar itu, sudut bibir Shen Yuan melengkung membentuk senyuman yang sangat mematikan.
Tanpa memperlambat langkahnya, kesadaran spiritual Shen Yuan yang luas telah mengunci tiga riak hawa murni yang terus menguntitnya dari jarak lima puluh tombak di belakang. Mereka menyamarkan diri di antara pedagang fana dan atap bangunan, namun di mata batin Shen Yuan, mereka terlihat sejelas obor di tengah malam.
"Dua Inti Emas Tahap Menengah, dan satu Inti Emas Tahap Akhir," gumam Shen Yuan. "Kota Awan Emas benar-benar sarang harimau tersembunyi. Bahkan perampok jalanan pun memiliki kekuatan setara Tuan Muda Sekte Pedang Langit."
Bukannya merasa gentar, Shen Yuan justru dengan sengaja mengubah arah langkahnya. Ia menjauhi kawasan penginapan mewah dan perlahan mengarah ke Gerbang Barat kota—gerbang yang mengarah langsung ke area Hutan Batu Cadas yang sunyi dan sepi.
Menyadari buruannya berjalan keluar kota menuju tempat sepi, ketiga penguntit itu saling mengirimkan isyarat mata dengan penuh kegirangan.
Satu jam kemudian, matahari benar-benar tenggelam, digantikan oleh kegelapan malam yang pekat.
Di tengah Hutan Batu Cadas yang dipenuhi pilar-pilar batu tajam setinggi puluhan tombak, langkah Shen Yuan akhirnya terhenti. Angin malam berdesir melewati celah-celah batu, menciptakan suara siulan yang menyeramkan.
"Keluar. Jangan buang waktuku," ucap Shen Yuan datar, suaranya memantul di antara bebatuan.
Wussshhh! Wussshhh! Wussshhh!
Tiga bayangan melesat turun dari atas pilar batu, mendarat membentuk barisan segitiga yang mengurung Shen Yuan.
Ketiganya mengenakan jubah abu-abu tanpa lambang sekte. Pria yang berdiri di depan memiliki bekas luka mengerikan yang membelah hidungnya, memancarkan hawa murni dari Inti Emas Tahap Akhir. Dua rekannya memegang rantai besi berduri dan pedang ganda, memancarkan aura Tahap Menengah.
Mereka adalah 'Tiga Iblis Awan Emas', kelompok perampok mematikan yang terkenal sering menargetkan tamu-tamu bebas yang baru saja melakukan perniagaan besar di Kamar Dagang Sembilan Kuali.
"Kau punya nyali yang bagus, Anak Muda," ucap pria berwajah codet itu dengan suara serak. Ia memutar-mutar pisau belati di tangannya. "Mengetahui kau diikuti, tapi kau justru berjalan ke tempat pemakamanmu sendiri. Kami bisa merasakan riak hawa murni yang luar biasa padat dari kantong di pinggangmu itu. Serahkan Kantong Qiankun itu, dan kami akan bermurah hati meninggalkan mayatmu utuh."
Shen Yuan menoleh ke arah pria itu. Tatapannya sedingin es purbakala. "Tiga Iblis Awan Emas... kudengar kalian telah merampok puluhan pengelana di sekitar kota ini. Kultivasi kalian cukup lumayan untuk ukuran pendekar tanpa kubu."
Pria berwajah codet itu tertawa keras. "Lumayan? Hahaha! Kami telah membunuh Penatua sekte menengah sekalipun! Dan kau... aku bisa melihat hawa murnimu baru saja menginjak Inti Emas Tahap Awal. Apakah kau pikir kau bisa menantang kami bertiga sekaligus?!"
"Kalian salah paham," Shen Yuan mengangkat tangan kanannya perlahan, membiarkan jubahnya tersingkap dan memperlihatkan kulit yang memancarkan pendaran Emas Gelap yang samar. "Aku tidak menantang kalian. Aku sedang mencari asupan untuk mencerna Batu Roh Tingkat Tinggiku. Kalian datang di saat yang tepat."
"Bocah sombong yang mencari mati! Bunuh dia!"
Pria di sisi kiri mengayunkan rantai besi berdurinya. Hawa murni Inti Emas Tahap Menengah mengalir ke dalam rantai itu, mengubahnya menjadi ular naga hitam yang melesat merobek udara. Rantai itu mengincar langsung leher Shen Yuan, berniat memenggalnya dalam satu serangan.
Shen Yuan tidak mencabut Pecahan Gigi Naga di punggungnya. Ia bahkan tidak menggunakan Langkah Bayangan Hantu.
Saat rantai berduri itu tinggal berjarak satu jengkal dari wajahnya, Shen Yuan mengulurkan tangannya dan menangkap ujung rantai itu dengan telanjang tangan!
Klaaanggg!
Suara logam membentur batu karang bergema. Percikan api menyala di kegelapan.
Mata perampok bersenjata rantai itu membelalak ngeri. Senjata pusakanya yang dialiri hawa murni Inti Emas tertahan sepenuhnya oleh lima jari pemuda itu! Bahkan tidak ada setetes darah pun yang mengalir dari telapak tangannya!
"I-Ini tidak mungkin! Tubuh fisikmu...!"
"Terlalu lemah," bisik Shen Yuan.
Sutra Penelan Surga!
Hawa murni merah kehitaman meledak dari telapak tangan Shen Yuan, merayap dengan kecepatan kilat melalui rantai besi tersebut lurus menuju pemiliknya.
"Tarik tanganmu! Dia menggunakan ilmu iblis!" teriak pria berwajah codet, menyadari ada yang tidak beres dari hawa murni gelap tersebut.
Namun terlambat. Begitu kabut merah kehitaman itu menyentuh tangan sang perampok, pusaran hisapan mutlak meledak.
"Aaaarrrghhh!" Perampok itu menjerit histeris. Ia merasa Dantian-nya seolah ditarik keluar dari pusarnya. Hawa murni Inti Emas Tahap Menengahnya disedot habis-habisan dalam waktu kurang dari tiga tarikan napas! Tubuhnya mengering dengan cepat, dan ia jatuh berdebum ke tanah sebagai kerangka layu.
Melihat rekan mereka mati mengenaskan hanya dengan satu sentuhan tak langsung, sisa dua perampok itu mundur dengan wajah sepucat kertas. Kesombongan mereka hancur lebur seketika. Pemuda di Tahap Awal ini bukanlah mangsa; ia adalah pemangsa purbakala!
"S-Serang bersamaan! Jangan beri dia jarak untuk menggunakan ilmu hisapnya!" raung pria berwajah codet.
Ia membakar intisari darahnya, melepaskan seluruh kekuatan Inti Emas Tahap Akhirnya. Sebuah kapak perang raksasa mewujud dari hawa murninya, melesat membelah langit. Di saat yang sama, rekannya yang menggunakan pedang ganda melesat menyusuri bayang-bayang, mengincar punggung Shen Yuan.
Serangan mematikan dari dua arah yang sanggup meruntuhkan sebuah gunung kecil.
Shen Yuan menyeringai buas. Di dalam Dantian-nya, Inti Emas Iblisnya yang berwarna hitam pekat berdenyut ganas. Ia tidak lagi menahan diri.
"Pancaran Hawa Murni: Tangan Iblis Penghancur Langit!"
Alih-alih menangkis, Shen Yuan menghentakkan kakinya. Dua telapak tangan raksasa yang murni terbentuk dari hawa murni iblis meledak keluar dari tubuhnya, masing-masing berukuran sebesar rumah!
Bummmmm!
Tangan raksasa pertama menghantam kapak perang sang ketua perampok, meremukkan kapak hawa murni itu menjadi serpihan cahaya, dan langsung menampar pria berwajah codet itu hingga terhempas sejauh puluhan tombak, menembus tiga pilar batu cadas sebelum akhirnya berhenti dengan seluruh tulang rusuk yang hancur.
Tangan raksasa kedua menyapu ke arah belakang, menangkap perampok berpedang ganda di udara laksana menangkap seekor lalat.
Craaaak! Dengan satu remasan dari tangan hawa murni tersebut, perampok Inti Emas Tahap Menengah itu diremukkan menjadi kabut darah, esensinya langsung disedot oleh pusaran hitam yang terbentuk di tengah telapak tangan ilusi tersebut.
Keheningan kembali menyelimuti Hutan Batu Cadas. Hanya terdengar suara batu yang berjatuhan dan napas tersengal dari pria berwajah codet yang sedang sekarat.
Dua ahli Inti Emas tewas dalam dua serangan! Dan Shen Yuan bahkan belum menghunus pedangnya!
Shen Yuan berjalan perlahan menghampiri pria berwajah codet itu. Hawa murni iblis yang memancar dari tubuh Shen Yuan kini terasa jauh lebih padat dan menindas. Menelan satu ahli Tahap Menengah dan satu ahli Tahap Akhir telah mengisi Dantian-nya hingga ke batas puncak Tahap Awal.
"K-Kau... kau bukan dari sekte lurus... kau adalah iblis yang sesungguhnya..." rintih pria itu, darah terus menyembur dari mulutnya.
"Terima kasih atas pujiannya," Shen Yuan menatapnya dengan dingin. "Dan terima kasih atas esensi kalian. Ini akan menjadi fondasi yang bagus untukku menyerap Batu Roh Tingkat Tinggi."
Shen Yuan menempelkan tangannya di dahi sang ketua perampok. Pusaran hitam kembali berputar, menelan sisa-sisa Inti Emas Tahap Akhir yang mulai retak di dalam tubuh pria itu. Jeritan terakhir Tiga Iblis Awan Emas lenyap ditelan malam.
Setelah mayat ketiga mengering, Shen Yuan menghembuskan napas panjang yang menghasilkan uap panas kemerahan. Inti Emas Iblisnya kini bergetar hebat, berada di ambang batas terobosan.
"Sempurna. Fondasiku sudah cukup kokoh untuk menahan energi murni dari Batu Roh Tingkat Tinggi," gumam Shen Yuan.
Ia merogoh mayat-mayat itu, mengambil Cincin Ruang mereka yang menyimpan kekayaan hasil perampokan selama bertahun-tahun. Setelah menyapu bersih barang rampasan, Shen Yuan menatap ke arah utara, menembus kegelapan Hutan Batu Cadas.
Ia tahu, ada sebuah gua bawah tanah alami di ujung hutan ini yang letaknya sangat tersembunyi, sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat pengasingan.
"Tian Chen... nikmatilah tidur lelapmu di Lembah Gema Abadi," bisik Shen Yuan ke udara malam. "Karena saat aku keluar dari pengasingan ini, aku akan membawakan mimpi buruk yang akan meruntuhkan alam spiritualmu."
Dengan satu hentakan Langkah Bayangan Hantu, Shen Yuan menghilang ke dalam kegelapan, bersiap untuk memulai penempaan yang akan mengantarkannya mendekati puncak Sembilan Cakrawala.