NovelToon NovelToon
Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Dikejar Waktu: Dipaksa Menjadi Suami Dewi Kuno

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Romansa / Aksi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Danzo28

Peringatan Misi Kematian! Sisa waktu: 10 menit.

​Tugas: Hadapi Dewi Kuno, atau jantungmu meledak.

​Sebagai murid buangan yang tertindas, Lin Huang mendadak memiliki kekuasaan instan berkat "Tanda Batas Batil" di pergelangan tangannya. Tidak butuh waktu ratusan tahun, kultivasinya meningkat eksponensial dalam hitungan detik—tetapi harganya adalah risiko nyawa yang mengerikan!

​Setiap detik adalah pertarungan. Setiap misi adalah perjudian.

​Fast-Paced Xianxia | Kultivasi Ekstrem | Romansa Paksaan Dewi

​Rasakan adrenalin tanpa jeda di setiap bab!

​"Ini bukan tentang menjadi abadi, ini tentang bertahan hidup di detik berikutnya!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danzo28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masuk ke Ibu Kota, Pertemuan dengan Sang Putri Rubah

​Gemuruh—

​Ibu Kota Kekaisaran Awan Merah berdiri dengan keagungan yang sanggup mengintimidasi siapa pun yang memandangnya. Tembok kota setinggi seratus meter terbuat dari susunan batu obsidian hitam yang dilapisi oleh jaringan formasi rune berkilau. Di atas langit ibu kota, pusaran awan kemerahan berputar pelan—efek visual dari Formasi Mata Langit Agung, sebuah sistem pertahanan tingkat tinggi yang konon sanggup mendeteksi bahkan seekor lalat yang membawa niat membunuh terhadap keluarga kekaisaran.

​Setelah menempuh perjalanan menggunakan kapal terbang komersial dari Kota Wu, Lin Huang dan Ye Qingyue—yang masih mempertahankan penyamaran mereka sebagai Tuan Muda Lin yang flamboyan dan pelayan pribadinya, Yue'er—kini telah berdiri di Alun-Alun Utara Ibu Kota.

​Tempat itu luar biasa ramai. Ribuan kultivator muda dari berbagai sekte dan klan bangsawan berkumpul, menciptakan lautan manusia yang riuh. Hari ini adalah hari pembukaan Turnamen Seleksi Pengawal Pribadi Dalam untuk Putri Sulung Kekaisaran, Zhao Linger.

​"Kultivator Ranah Kondensasi Qi tingkat atas di sini hanya setara dengan kol pelayan," Lin Huang bergumam pelan, melirik ke sekeliling menggunakan Kesadaran Ilahi miliknya yang baru. Sebagian besar peserta yang mengantre di meja pendaftaran berada di Ranah Fondasi Jiwa, bahkan ada beberapa jenius klan besar yang samar-samar memancarkan aura setengah langkah menuju Ranah Inti Emas.

​"Jangan meremehkan Kekaisaran Awan Merah, Lin Huang," transmisi suara Ye Qingyue terdengar di kepalanya, sedingin dan seagung biasanya. "Meskipun di mataku tempat ini tidak lebih dari sebuah desa fana, bagi ukuran dunia bawah, fondasi kekaisaran ini cukup kuat untuk melahirkan beberapa ahli Ranah Jiwa Baru (Nascent Soul). Jaga kelancanganmu jika tidak ingin rencana kita hancur."

​"Tenang saja, Yue'er manis. Suamimu ini selalu tahu kapan harus bertingkah tebal muka dan kapan harus bertindak," Lin Huang membalas lewat transmisi suara seraya mengerlingkan matanya di balik cadar Ye Qingyue, membuat sang Dewi mendengus kesal.

​Tenggg—!

​Suara lonceng perunggu raksasa bergaung dari atas panggung utama alun-alun, seketika membungkam riuhnya ribuan kultivator. Tirai sutra merah di atas panggung perlahan terangkat, menampilkan barisan kursi megah yang dijaga oleh barisan prajurit berbaju zirah emas.

​Di kursi paling tengah, seorang wanita duduk dengan posisi bersandar yang teramat santai dan anggun.

​Begitu sosoknya terlihat, terdengar helaan napas kagum yang serentak dari ribuan pria di alun-alun. Wanita itu adalah Putri Zhao Linger. Berbeda sama sekali dengan Ye Qingyue yang memancarkan aura suci, dingin, dan tak tersentuh bagai dewi es, Zhao Linger adalah perwujudan dari pesona duniawi yang mematikan—tipe femme fatale sejati.

​Dia mengenakan gaun sutra merah menyala yang terbelah tinggi di bagian paha, memamerkan kaki jenjangnya yang seputih salju. Sepasang matanya berbentuk elips layaknya mata rubah, berkedip dengan kilau kecerdikan dan sensualitas yang sanggup merenggut jiwa pria fana. Bibirnya yang merah merekah melengkung membentuk senyuman tipis yang malas, seolah menganggap ribuan jenius di bawahnya tidak lebih dari mainan pengusir bosan. Namun, aura yang bergejolak di sekeliling tubuhnya menunjukkan bahwa dia bukan sekadar vas bunga cantik; dia adalah seorang ahli Ranah Inti Emas Tingkat 1!

​"Putri Rubah..." Lin Huang bergumam, memberikan penilaian instangnya.

​"Kau tampaknya sangat menikmati pemandangan itu, Tuan Muda Lin," suara Ye Qingyue di kepala Lin Huang mendadak turun beberapa derajat Celsius, memancarkan hawa dingin yang sanggup membekukan sumsum tulang.

​"Ah, tidak, tidak. Di mataku, dia tidak ada seujung kukumu, Yue'er," Lin Huang cepat-cepat mengusap hidungnya sambil terkekeh pelan.

​Brak!

​Pertandingan seleksi dimulai dengan cepat menggunakan sistem gugur di sepuluh arena yang berbeda. Lin Huang, yang mendaftar menggunakan identitas samaran "Lin Huang dari Klan Pedang Barat", mendapatkan giliran di Arena Nomor Tiga.

​Untuk menyembunyikan identitas aslinya dari Formasi Mata Langit, Lin Huang dengan sengaja menekan kultivasi Ranah Fondasi Jiwa-nya, membuatnya terlihat seperti seorang kultivator Ranah Kondensasi Qi Tingkat 9. Dia tidak menggunakan Teknik Pedang Pembelah Langit atau Langkah Bayangan Langit tingkat tinggi.

​"Bocah sombong, turunlah sendiri sebelum aku mematahkan semua tulangmu!" Lawan pertama Lin Huang adalah seorang pria bertubuh kekar dari klan militer setempat, seorang ahli Fondasi Jiwa Tingkat 2 yang memegang gada besi raksasa.

​Pria kekar itu menerjang maju, mengayunkan gadanya hingga menciptakan raungan angin yang bergemuruh.

​Lin Huang hanya berdiri statis dengan tangan kiri yang dimasukkan ke dalam saku jubah merah marunnya. Mengandalkan kurang dari sepuluh persen kekuatan fisik Fisik Dewa Kuno (Fase Awal) miliknya, dia hanya menggeser kaki kanannya setengah langkah ke samping saat gada itu turun.

​Wuss!

​Gada itu menghantam tempat kosong. Sebelum pria kekar itu sempat menarik senjatanya, Lin Huang melayangkan satu jentikan jari tangan kanannya yang santai ke arah dada zirah pria tersebut.

​PING!

​Suara jentikan yang renyah bergaung, namun detik berikutnya, zirah besi tebal milik pria kekar itu mendadak retak. Tubuh raksasanya terlempar terbang keluar dari batas arena bagai layang-layang putus, lalu menghantam tanah dengan keras hingga pingsan seketika.

​"Pemenang: Lin Huang!" wasit arena berteriak dengan ekspresi terkejut.

​Di atas panggung utama, mata rubah Putri Zhao Linger yang semula menatap malas ke sekeliling arena tiba-tiba berhenti, mengunci pandangannya tepat pada Arena Nomor Tiga. Senyuman malas di bibirnya perlahan menajam. Sebagai seorang ahli Ranah Inti Emas, dia menyadari sesuatu yang aneh. Pemuda berjubah merah marun itu tidak menggunakan Qi murni sama sekali saat menyerang; dia mengalahkan lawan yang ranahnya lebih tinggi hanya dengan kekuatan fisik mentah yang dikontrol dengan sangat presisi dan efisien.

​"Menarik... Pria yang sangat menarik," Zhao Linger berbisik pelan, jemari lentiknya yang dihiasi cat kuku merah mengusap dagunya dengan minat yang mendalam. Dia bosan dengan para jenius klan besar yang selalu bertarung dengan gaya flamboyan yang dipamerkan demi menarik perhatiannya. Kegilaan yang santai dan tatapan mata malas milik Lin Huang terasa sangat menyegarkan di matanya.

​Pertandingan berikutnya berlangsung dalam pola yang sama. Lin Huang mengalahkan setiap lawannya—baik ahli Fondasi Jiwa Tingkat 3 maupun Tingkat 4—hanya dengan satu pukulan santai atau satu jentikan tangan, selalu menang dengan cara yang paling menyebalkan dan efisien.

​Dalam waktu beberapa jam, Lin Huang resmi keluar sebagai salah satu dari tiga pemenang utama yang berhak menjadi Pengawal Pribadi Dalam Sang Putri.

​Wusss...

​Putri Zhao Linger berdiri dari kursinya, melayang turun dari panggung utama dengan keanggunan seorang ratu rubah, mendarat tepat di depan ketiga pemenang di tengah alun-alun. Aroma parfum mawar yang sensual dan pekat seketika menyelimuti udara di sekitar mereka.

​Dia berjalan melewati dua pemenang pertama tanpa menoleh, lalu menghentikan langkahnya tepat satu jengkal di depan Lin Huang. Jarak mereka begitu dekat hingga Lin Huang bisa melihat pantulan dirinya di dalam sepasang mata rubah Sang Putri.

​"Siapa namamu, Tuan Muda yang menarik?" Zhao Linger berbisik, suaranya mengandung teknik pesona alami yang bisa membuat lutut pria biasa menjadi lemas.

​"Lin Huang, Yang Mulia," Lin Huang menjawab dengan senyuman tebal tanpa rasa takut atau tunduk sedikit pun, menatap lurus ke dalam mata Sang Putri dengan kelancangan yang setara dengan saat dia menggoda Ye Qingyue.

​Zhao Linger terkekeh geli melihat kelancangan tersebut. Dia mengulurkan tangan kanannya, meletakkan sebuah lencana giok emas berbentuk kepala burung phoenix ke atas telapak tangan kiri Lin Huang.

​BZZZZT—!!!

​Tepat saat lencana itu menyentuh tangan kiri Lin Huang, tato jam pasir hitam di pergelangan tangannya mendadak bergetar dengan frekuensi yang sangat panas dan liar, memuntahkan kabut hitam pekat ke dalam kesadarannya dengan bunyi alarm darurat.

​[Pemberitahuan Misi Utama Fase 2!]

[Mendeteksi Resonansi Energi Kosmik Tinggi! 'Pusaka Langit Kedua: Cermin Giok Batil' terdeteksi berada di dalam Istana Dalam Putri Zhao Linger!]

[Misi: Masuklah ke dalam lingkungan Istana Dalam, dekati Putri Zhao Linger, dan dapatkan kepercayaannya untuk merebut Pusaka Langit Kedua!]

​Lin Huang mempertahankan senyumannya di dunia nyata, namun di dalam hatinya, dia menyeringai lebar penuh kegilaan sejati seorang anti-hero. Pusaka Kedua... ternyata benar-benar ada di tangan putri rubah ini!

​Di belakang kerumunan, Ye Qingyue yang menyaksikan interaksi teramat dekat antara Lin Huang dan Zhao Linger merasakan hawa dingin di sekeliling tubuhnya meledak secara tidak sadar, membekukan beberapa butir pasir di bawah sepatunya menjadi kristal es. Badai kecemburuan seorang dewi es baru saja memicu pemicunya sendiri.

1
Luthfi Aamiin
👰👰👰👰👰5🐉🐉🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉👰🤔💪👰🐉🐉👰💪💪💪💪🐉👰🐉👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉👰💪💪💪
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰🐉7
Luthfi Aamiin
9🐉🐉🐉🐉🐉🐉🐉👰
Luthfi Aamiin
8👰👰👰👰👰👰🐉🐉🐉
Luthfi Aamiin
🐉🐉🐉👰👰👰👰👰👰
Luthfi Aamiin
🐉👰🐉👰🐉👰
Tanto Casper
bagus sekali...lanjut thor
Danzo28: "Terima kasih banyak ya dukungannya! Pasti lanjut terus, pantengin terus ya!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!