Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.
Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.
Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.
Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Untuk Yorinka
Di saat Arzeus Ezoic Cyrillus sedang mengobarkan api neraka di pusat kota dan membantai belasan nyawa demi mencari keberadaannya, Yorinka justru sedang duduk santai di dalam sebuah bangunan semi-permanen di area tempat pembuangan sampah akhir.
Nyatanya, konspirasi tingkat tinggi yang dicurigai oleh Zeus sama sekali tidak ada. Yorinka tidak sedang disembunyikan oleh klan Leona, tidak pula dibantu oleh agen rahasia mana pun. Dia hanya seorang wanita hamil yang kelaparan setelah melakukan pelarian dramatis di dalam bak truk sampah milik pak Jo.
"Gila, makanan ini kalah enak sama makanan di mansion" gumam Yorinka santai
Dengan dress longgar dan rambut yang di cepol asal-asalan menggunakan ranting kayu yang dia pungut, Yorinka menikmati makan siang menjelang sorenya dengan sangat lahap. Sifat ceria dan pembawaannya yang hangat membuat beberapa pekerja pemilah sampah di sana malah merasa terhibur dan dengan senang hati berbagi area istirahat yang beralaskan tikar plastik dengannya.
Bagi Yorinka, bau menyengat dari tumpukan sampah di luar sana tidak ada apa-apanya dibandingkan atmosfer mencekam di mansion Cyrillus.
"Lagian, dikira gampang apa kabur sambil bawa bayi gembul di dalem perut? Untung otakku encer" puji Yorinka pada dirinya sendiri sambil mengelus perutnya yang membuncit dengan tangan yang bebas dari remahan makanan
Yorinka tersenyum puas. Dia merasa sangat cerdas karena berhasil mengecoh sistem keamanan nomor satu di negara ini. Dalam pikirannya yang polos, dia mengira setelah ini dia bisa menghilang, mengganti identitas, hidup damai di kota terpencil, dan membesarkan anaknya tanpa bayang-bayang senapan otomatis atau ancaman pembunuhan dari tunangan suaminya. Dia berpikir dia telah bebas sepenuhnya dari cengkeraman Arzeus.
Namun, delusi kebebasan itu hancur berkeping-keping dalam hitungan detik.
BRAKKK!
Dinding seng dan kayu bangunan tempat istirahat itu runtuh seketika akibat hantaman keras dari luar. Beberapa pekerja sampah di dekat pintu menjerit histeris saat belasan pria berpakaian taktis hitam dengan senjata laras panjang menyerbu masuk, mengepung ruangan kecil itu tanpa celah.
Di tengah-tengah kepulan debu dan bau mesiu, sesosok pria melangkah masuk.
Jantung Yorinka serasa berhenti berdetak. Sendok di tangannya terlepas, jatuh begitu saja di atas tikar. Arzeus Ezoic Cyrillus berdiri di sana. Pria itu tampak mengerikan, jas hitamnya berantakan, dasinya sudah hilang, dan ada cipratan darah segar yang mengering di kerah kemeja putihnya. Namun, yang membuat Yorinka terkejut setengah mati dan merasa nyawanya akan melayang saat itu juga adalah tatapan matanya. Mata elang Zeus tidak lagi memancarkan kedinginan emosi yang biasa, melainkan kilat kegilaan, arogansi yang terluka, dan hasrat membunuh yang begitu pekat. Zeus tampak seperti iblis yang baru saja merangkak keluar dari dasar neraka.
"Pelarian yang sangat mengesankan istriku" ucap Zeus
Suara Zeus terdengar sangat rendah, formal, namun mengalirkan getaran yang sanggup membekukan darah siapa pun yang mendengarnya.
Yorinka menelan ludah dengan susah payah. Sifat frontal nya mendadak terkunci rapat di tenggorokan. Untuk pertama kalinya sejak mengenal Zeus, Yorinka merasakan ketakutan yang mendalam. Dia tahu, pria di depannya ini tidak sedang bermain-main, sisi kejam dan dominan dari sang bos mafia telah keluar sepenuhnya.
Tanpa sepatah kata pun, Zeus melangkah mendekat. Langkah sepatunya terasa seperti ketukan lonceng kematian bagi Yorinka. Zeus mencengkeram lengan Yorinka dengan sangat kasar, menyentaknya hingga wanita itu berdiri tegak, lalu menyeretnya keluar dari bangunan tersebut tanpa memedulikan rintihan kesakitan atau kondisi kehamilan Yorinka.
"Lepas, Zeus... Sakit!" rintih Yorinka
Yorinka mencoba memberontak namun cengkeraman pria itu seperti borgol besi yang mustahil dilepaskan.
Zeus tidak merespons. Dia melempar Yorinka ke dalam kursi belakang mobil pengawal yang paling mewah dengan kasar, lalu ikut masuk dan menutup pintu dengan bantingan keras. Sepanjang perjalanan kembali ke mansion, keheningan di dalam mobil terasa begitu mencekam hingga oksigen seolah menipis. Zeus hanya menatap lurus ke depan dengan rahang mengatup rapat, mengabaikan Yorinka yang mulai menangis dalam diam di sudut kursi.
Begitu tiba di mansion, suasana terasa sangat sunyi dan mencekam. Aroma darah dari pembantaian para pengawal sebelumnya masih tercium samar di aula utama. Zeus tidak membawa Yorinka ke ruang bawah tanah, melainkan menyeretnya naik ke kamar tidur utama di lantai atas.
BRAK!
Zeus mendorong tubuh Yorinka ke atas ranjang berukuran king-size yang kini sudah diganti seprainya setelah dirusak oleh amarah Zeus sebelumnya.
Yorinka langsung berbalik, mencoba merangkak mundur hingga punggungnya membentur kepala ranjang, menatap Zeus dengan mata membelalak penuh horor.
"Kau pikir kau bisa lari dariku, Yorinka?!" bentak Zeus
Nada arogan meledak seketika, Zeus merenggut jasnya dan melemparkannya ke lantai, lalu mulai membuka kancing kemejanya satu per satu dengan gerakan yang dominan dan penuh ancaman.
"Kau pikir kau siapa berani mempermainkan ku?!"
"Zeus, dengerin aku dulu! Leona bilang dia mau bunuh aku setelah bayi ini lahir! Aku cuma mau selamatkan diri dan anakku!" jerit Yorinka
Yorinka mencoba membela diri dengan sisa keberaniannya yang mulai terkikis habis.
"Saya tidak peduli dengan apa yang dikatakan Leona!" tukas Zeus dengan nada formal yang beralih kasar
Zeus merangkak naik ke atas ranjang dan mengurung tubuh Yorinka di bawah dominasi fisiknya yang besar.
"Kau adalah milikku. Hak atas hidup dan mati mu ada di tangan saya. Berani melangkah keluar dari gerbang itu tanpa izin saya adalah sebuah kesalahan yang harus dibayar mahal!" tekan Zeus
"Zeus, jangan... aku lagi hamil! Tolong..." tangis Yorinka pecah saat melihat tangan kekar Zeus mulai mencengkeram paksa dress yang dipakainya hingga robek.
Namun, Zeus yang sudah diracuni oleh amarah dan egonya sendiri serta rasa memiliki yang ekstrem tidak lagi mendengarkan logika maupun rasa iba. Baginya, tindakan Yorinka adalah bentuk pembangkangan tertinggi terhadap kekuasaannya, dan satu-satunya cara untuk memastikan wanita ini tidak akan pernah berani mengulangi perbuatannya adalah dengan menghancurkan harga dirinya hingga berkeping-keping.
Malam itu menjadi malam paling kelam dan brutal dalam hidup Yorinka. Tanpa kelembutan, tanpa romansa, Zeus melancarkan hukumannya dengan cara yang sangat kejam dan dominan. Pria itu memperkosanya dengan brutal, melampiaskan seluruh amarah, rasa frustrasi, dan hasrat posesifnya yang gila langsung pada tubuh Yorinka. Setiap sentuhan dan penetrasi yang dilakukan Zeus terasa seperti penegasan mutlak bahwa Yorinka tidak lebih dari sekadar tawanan di dalam sangkar emasnya.
Yorinka hanya bisa menangis histeris, mencengkeram seprai dengan erat hingga kukunya memutih. Keceriaan dan kehangatan yang biasanya terpancar dari wajahnya kini sirna, digantikan oleh ekspresi kehampaan dan rasa sakit yang teramat sangat.
Zeus benar-benar tega mengeksploitasi tubuhnya sebagai bentuk hukuman atas keberaniannya melarikan diri.
Keesokan paginya, sinar matahari menembus celah gorden kamar utama yang mewah, namun suasana di dalam ruangan itu tetap terasa kelam.
Yorinka terbaring tak berdaya di tengah ranjang yang berantakan. Seluruh tubuhnya terasa remuk, terutama bagian bawahnya yang mengalami trauma hebat akibat perlakuan brutal Zeus semalam.
Jangankan untuk berdiri atau melarikan diri lagi, untuk sekadar membalikkan posisi badannya saja Yorinka tidak sanggup. Rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya membuat air matanya mengalir pelan menembus bantal yang basah.
Perutnya yang membuncit diusapnya dengan tangan yang bergetar. Beruntung, insting pelindung Zeus semalam tampaknya masih menyisakan sedikit kendali agar tidak merusak janin di dalam rahimnya, namun trauma emosional dan fisik yang dialami Yorinka sudah berada di ambang batas kemampuannya. Sifat cerianya telah direnggut paksa, menyisakan tatapan mata yang kosong menatap langit-langit kamar.
Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Zeus keluar dengan hanya mengenakan celana panjang hitam dan handuk yang tersampir di lehernya.
Pria itu tampak segar, seolah kegilaan dan kebrutalan yang dilakukannya semalam hanyalah rutinitas biasa.
Zeus berjalan mendekati sisi ranjang, menatap ke arah Yorinka yang bahkan tidak sudi menoleh untuk melihat wajahnya. Zeus duduk di pinggir kasur, lalu mengulurkan tangannya yang besar untuk mengusap rambut Yorinka dengan kelembutan yang terasa sangat palsu dan mengerikan setelah apa yang terjadi.
"Ini adalah akibat jika kau mencoba menguji batasan kesabaran saya, sayang" ucap Zeus lembut
Nada suaranya kembali ke gaya formal yang tenang seolah tidak terjadi apa-apa semalam.
"Kau tidak akan bisa bangun dari kasur ini untuk beberapa hari ke depan. Dan itu bagus, karena artinya kau tidak akan memiliki energi untuk memikirkan rencana konyol lainnya" Zeus tertawa jahat
Yorinka tetap diam, memejamkan matanya rapat-rapat saat bibir Zeus mengecup keningnya dengan posesif.
"Mulai hari ini, pengawasan terhadapmu akan dilipatgandakan. Kau tidak akan pernah melihat dunia luar lagi sampai anak saya lahir!" tambah Zeus dingin sebelum berdiri memakai kemejanya, dan melangkah keluar dari kamar
Zeus bahkan mengunci pintu ganda pada pintu kokoh itu dari luar meninggalkan kesunyian di dalam kamar.
Sedangkan Yorinka hanya bisa meringkuk menahan sakit yang luar biasa di sekujur tubuhnya. Misteri tentang masa depannya bersama sang bos mafia kini terasa semakin gelap dan menakutkan, dan dia tahu, kebebasan yang sempat diimpikannya kini telah tertutup rapat oleh dinding-dinding kokoh mansion Cyrillus.
🔪🔪🔪
Itulah sifat asli mafia Yorinka.😭 Mereka itu manipulatif, kejam dan tegaan orangnya. Kamu sih pake bilang nikahin kamu.😭
Yang mau bantu Yorinka tolong tinggalkan jejak kalian okeyy.
mommy yorinka jangan2 nanti ada kejutan anak yang dilahirkan kembar sepasang nih
daddy zeus siap2 jadi daddy yg bucin sama anak ceweknya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya