NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ujian Masuk Yang Menegangkan

Kemenangan telak Kaelen atas Geraldo di babak penyisihan bukan hanya membuat geger seluruh Akademi Sihir Kerajaan, tetapi juga mengubah pandangan semua orang terhadap pemuda yang dulunya dicap sampah itu. Kata-kata ancaman dan ejekan kini berubah menjadi rasa hormat, rasa takut, dan rasa penasaran yang luar biasa.

Namun bagi Kaelen, pertarungan itu hanyalah pemanasan. Dia tahu, untuk bisa bertahan hidup di lingkungan ini dan mencapai tujuannya, ia harus terus tumbuh lebih kuat lagi.

Beberapa hari setelah pertandingan itu, pengumuman besar dibacakan di lapangan utama akademi. Ini adalah tahap akhir dari rangkaian ujian penyaringan tahunan. Ujian yang paling berat, paling berbahaya, dan sekaligus paling menentukan nasib setiap siswa baru adalah Ujian Bertahan Hidup di Hutan Dalam.

Berbeda dengan Hutan Pinggiran tempat Kaelen berlatih dulu, atau Hutan Latihan biasa di belakang akademi. Hutan Dalam adalah wilayah yang benar-benar liar. Belum terjamah sepenuhnya, dan menjadi rumah bagi ribuan jenis makhluk sihir tingkat menengah hingga tinggi. Pepohonan di sana menjulang raksasa. Energi alamnya begitu padat hingga udara terasa tebal, dan bahaya bisa datang dari arah mana saja, kapan saja.

Aturan ujian sederhana namun mengerikan yaitu Para siswa harus masuk ke dalam hutan itu. Bertahan hidup selama tiga hari tiga malam tanpa bantuan luar, dan membawa kembali satu benda bukti berupa Inti Elemen dari Makhluk apa pun yang berhasil mereka kalahkan. Tidak ada larangan bekerja sama.

Namun setiap siswa bertanggung jawab atas keselamatan dirinya sendiri. Banyak siswa yang terluka parah, dan dalam sejarah akademi. Pernah terjadi kasus kematian akibat serangan binatang buas di tempat ini.

"Kalian semua harus ingat!" suara Guru Besar Valerius menggema berat. Pria tua berjubah putih yang memimpin ujian ini. Matanya yang tajam menatap ribuan siswa yang berbaris rapi. "Di dalam sana, aturan akademi tidak berlaku. Tidak ada belas kasihan. Kekuatan dan insting kitalah yang akan menyelamatkan nyawa kalian. Siapa pun yang tidak sanggup atau merasa lemah, mundurlah sekarang. Tidak ada rasa malu dalam kehati-hatian. Tapi bagi mereka yang masuk, bersiaplah menghadapi kematian."

Di barisan depan, Kelompok Mahkota Emas tampak santai dan percaya diri. Reynald tersenyum dingin. Matanya melirik sekilas ke arah Kaelen yang berdiri di barisan tengah.

Di sebelahnya, Selena berbisik pelan. "Hutan Dalam itu penuh bahaya, terutama di wilayah tengah. Aku harap 'teman' kita itu cukup beruntung untuk tidak bertemu makhluk tingkat tinggi atau mungkin, dia akan 'tersesat' ke arah sana."

Reynald tersenyum makin lebar. "Tenang saja. Di sana, banyak hal bisa terjadi. Kecelakaan adalah hal biasa. Jika dia tidak mati dimakan binatang, mungkin dia akan mati tersesat atau kehabisan tenaga."

Mereka berencana. Itu sudah pasti. Kaelen yang peka terhadap energi dan niat jahat bisa merasakan gelombang permusuhan yang kuat dari arah mereka.

Namun Kaelen sama sekali tidak peduli. Justru hatinya berdebar penuh antusiasme. Hutan Dalam tempat itu adalah gudang kekuatan yang luar biasa baginya. Di sana, energi elemen berlimpah, makhluk-makhluk kuat berkeliaran, dan itu adalah tempat terbaik untuk dia tumbuh berkali-kali lipat lebih kuat dari sekarang.

"Kaelen," suara Lira terdengar cemas di sampingnya.

Wajah Lira terlihat sedikit pucat. Matanya menatap ke arah hutan lebat yang tampak gelap dan menakutkan di kejauhan.

"Aku dengar di dalam sana ada Binatang Bertanduk Tanah yang kulitnya sekeras baja, dan Ular Air Raksasa yang bisa menyeret mangsa ke dasar rawa. Apakah kita akan baik-baik saja?"

Dimas mengangguk berat. Tangannya sudah menggenggam erat gagang senjata pendeknya.

"Aku sudah siap bertarung, tapi aku khawatir dengan jumlah mereka. Kita bertiga saja mungkin akan kewalahan jika dikepung."

Kaelen menatap kedua temannya, lalu tersenyum tenang dan meletakkan tangan di bahu mereka masing-masing. Suaranya rendah namun penuh keyakinan yang menular.

"Jangan takut. Selama aku ada di sini, tidak ada satu pun makhluk atau bahaya yang akan menyentuh rambut kalian. Percayalah padaku! Tugas kalian hanya satu yaitu tetaplah dekat denganku, dan biarkan aku yang mengurus segala sesuatu di sana."

Lira dan Dimas saling berpandangan. Ada sesuatu dalam nada bicara Kaelen yang membuat rasa takut mereka perlahan hilang.

Sejak kemenangannya atas Geraldo, mereka sadar bahwa teman mereka ini menyimpan kedalaman kekuatan yang jauh melampaui pengetahuan mereka.

Tepat saat matahari berada di titik tertinggi. Gerbang raksasa di pagar pembatas hutan dibuka lebar. Diiringi suara terompet panjang, ribuan siswa mulai bergerak masuk ke dalam bayang-bayang pepohonan purba itu.

Begitu melangkah melewati batas wilayah. Suasana berubah drastis. Udara yang tadinya hangat dan terang, tiba-tiba menjadi sejuk, lembap, dan agak gelap karena tertutup kanopi daun yang rapat. Suara burung dan serangga terdengar nyaring bercampur dengan suara gemerisik yang membuat bulu kuduk meremang. Namun yang paling terasa oleh Kaelen adalah kepadatan energi.

"Sungguh luar biasa," batin Kaelen takjub.

Di matanya, berkat kemampuan analisis Sistem. Jutaan partikel elemen berwarna-warni terlihat melayang-layang di udara dengan kepadatan sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan di luar. Partikel Cokelat dari Elemen Tanah sangat tebal, keluar dari setiap butiran tanah dan batuan. Partikel Biru elemen Air terlihat mengalir di setiap tetesan embun, di setiap akar pohon, dan di uap air yang menguap dari tanah basah.

[DETEKSI LINGKUNGAN: KEPADATAN ENERGI TINGGI. ELEMEN TANAH DAN AIR SANGAT DOMINAN. KONDISI SANGAT BAIK UNTUK PENYERAPAN DAN PENINGKATAN KEKUATAN.]

Kaelen berjalan di depan, memimpin jalannya kelompok kecil mereka. Dia sengaja tidak mengambil jalan yang sering dilewati banyak siswa, melainkan memilih jalur yang lebih dalam, lebih semak belukar, dan lebih sepi.

"Kaelen, kenapa kita masuk ke sini? Semakin dalam, semakin berbahaya," tanya Dimas sambil terus mengawasi sekeliling dengan waspada.

"Benar, tapi di sini pula letak Inti Elemen yang berkualitas tinggi," jawab Kaelen santai sambil membelah semak berduri di depannya dengan satu ayunan pisau angin yang tak terlihat mata. "Selain itu, ingat kan? Kelompok Mahkota Emas pasti menunggu kita di jalur utama. Mereka ingin kita terjebak atau diserang makhluk buas. Kalau kita lewat sini, kita bisa menghindari jebakan mereka sekaligus mendapatkan apa yang kita butuhkan."

Lira mengangguk mengerti. Dia mulai mengerahkan Elemen Air-nya, menciptakan selaput tipis berwarna biru di sekeliling tubuh mereka sebagai perisai pendeteksi bahaya.

Beberapa jam berlalu, mereka telah menempuh perjalanan cukup jauh ke dalam hutan. Siswa-siswa lain sudah tidak terlihat lagi. Hanya mereka bertiga yang ada di tengah keheningan yang mencekam.

Tiba-tiba tanah di bawah kaki mereka bergetar halus. Suara gemuruh berat terdengar dari bawah permukaan, seolah ada benda besar yang bergerak di dalam sana.

Dimas langsung berdiri di posisi bertahan. Kedua tangannya berubah menjadi keras dan kasar seperti batu karang. Lira segera bersiap membentuk tombak air di tangannya.

"Di bawah tanah! Ada sesuatu yang datang!" seru Dimas tegas.

Belum selesai Dimas bicara, tanah di depan mereka meledak terbuka. Sebutir batu besar terlempar ke udara, dan dari dalam lubang itu, sesosok makhluk raksasa merangkak keluar. Tubuhnya sebesar kerbau. Seluruh badannya tertutup kulit keras berwarna cokelat gelap yang bertekstur seperti batu kasar. Kepalanya besar dengan dua tanduk melengkung tajam, dan matanya berkilat merah marah.

Mahkluk itu adalah Babi Hutan Bertanduk Tanah. Makhluk tingkat Menengah yang terkenal dengan pertahanan tubuhnya yang hampir tak tertembus dan tenaga dorongannya yang dahsyat.

MENGIIIIAAAANG..

Makhluk itu meraung keras, lalu tanpa peringatan langsung melesat menyeruduk ke arah mereka dengan kecepatan yang mengejutkan untuk ukuran tubuh sebesar itu.

"Mundur! Aku akan tahan serangan ini!" teriak Dimas. Dia menghentakkan kakinya ke tanah. Mengalirkan seluruh energinya ke bawah. Dinding tanah setebal setengah meter langsung menjulang di depan mereka.

DHAARRR..

Benturan dahsyat terjadi. Dinding tanah itu hancur berkeping-keping hanya dalam sekejap, dan tubuh Dimas terlempar mundur beberapa meter karena dampak hantaman yang terlalu kuat. Dia jatuh terguling. Wajahnya memucat dan memegangi dadanya yang sakit. Pertahanan Elemen Tanah-nya yang biasa dia banggakan ternyata tidak ada artinya di depan kekuatan fisik makhluk ini.

"Dimas!" Lira berteriak kaget.

Ketika Lira hendak berlari mendekat namun makhluk itu sudah berbalik badan. Bersiap menyeruduk lagi ke arah Dimas yang terbaring lemah. Matanya yang merah menyala penuh niat membunuh.

Namun sebelum makhluk itu bisa melangkah lagi, sosok Kaelen sudah berdiri tegak di hadapannya. Menghalangi jalannya sepenuhnya.

"Sudah cukup!" ucap Kaelen dingin.

Kaelen tidak menggunakan senjata. Dia tidak mengerahkan sihir besar. Dia hanya mengulurkan tangan kanannya ke depan, telapak tangan terbuka menghadap ke kepala makhluk raksasa itu. Di mata para penyihir biasa, tindakan itu seperti tindakan bunuh diri. Kulit makhluk itu sekeras baja. Bahkan pedang tajam pun sulit melukainya. Bagaimana mungkin tangan kosong bisa menahannya?

Namun saat Babi Hutan itu hendak menabrak tangan Kaelen, sesuatu yang mustahil terjadi.

Kaelen tidak mundur. Dia justru mengerahkan kemampuan Intinya. Di dalam benaknya, perintah Sistem bergema: SERAP ELEMEN TANAH DARI TUBUH MAKHLUK INI.

Seketika itu juga, aliran energi cokelat yang tebal dan kental mengalir deras dari tubuh makhluk itu, keluar melalui kulitnya, dan bergerak cepat masuk ke dalam telapak tangan Kaelen.

Babi Hutan Bertanduk itu meraung kesakitan. Bukan karena luka fisik, tapi karena dia merasakan kekuatan hidup dan kekuatan elemen yang menjadi bagian tubuhnya dicabut paksa. Kulitnya yang tadinya keras dan kokoh perlahan menjadi kusam. Retak-retak, dan berubah menjadi tanah biasa yang rapuh. Tenaganya yang besar menguap seketika, tubuhnya melemah, dan akhirnya dia jatuh berlutut, lalu ambruk ke tanah tak bergerak lagi.

Lira dan Dimas menatap ternganga. Mulut mereka terbuka lebar tak percaya. Mereka melihat dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana makhluk yang hampir saja membunuh mereka itu runtuh hanya dengan satu uluran tangan Kaelen.

1
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
whiteblack✴️
benar sekali kae...tapi ingat...tiap berjuangan pasti ada pengorbanan
whiteblack✴️
good job kae....
whiteblack✴️
perjalanan kae masih berlanjut...tapi tiap moment.. ada kejutan ...eufhoria dag dig dug
whiteblack✴️
wow...keren kae...
whiteblack✴️
suasananya tegang...,Khawatir apa kae berhasil?? aap bisa bikin guru + kawan"nya terkejut??

seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/
whiteblack✴️
wow..kae keren.. tingkat" mananya " tinggi stabil...
whiteblack✴️
itulah nama seorang legendaris di lupakan
whiteblack✴️
keren kae....lanjutkan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!