NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Duches

Jeratan Cinta Sang Duches

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Ruang Ajaib / Fantasi
Popularitas:36.9k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Alessandro Magnus, Grand Duke penguasa Wilayah Magnus, dia terkenal kejam, dingin, dan punya insting membunuh yang tajam. Segala macam jebakan politik, racun, atau mata-mata yang dikirim musuh-musuhnya hanyalah kotoran yang bisa dia selesaikan dalam satu tebasan pedang.

Anastasia Starling adalah gadis yang selama ini terkenal pendiam, tertutup, dan lemah di seluruh kekaisaran. Namun, tidak ada yang tahu bahwa jiwa di dalam tubuh itu telah digantikan oleh seorang pembunuh berdarah dingin yang mati akibat dikhianati.

Bagi Anastasia yang baru, air mata adalah tanda kelemahan yang menjijikkan, berbekal insting bertahan hidup yang kuat, mulut yang tajam, kemampuan bertarung, serta rahasia ruang dimensi di dalam jiwanya, dia menolak menjadi boneka politik

"Hugo, mundur tiga langkah, matamu terlalu lancang menatap istriku. Jaga batasanmu sendiri sebelum aku menganggap kesetiaanmu itu sebagai ancaman yang harus ku potong kepalanya." _Grand Duke Alessandro Magnus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEBERANIAN ANASTASIA

Langkah itu terhenti tepat di depan kamar Anastasia, seseorang mengetuk pintu dengan keras yang membuat Nina tersentak.

Tok

Tok

Tok

"N-nona..."

Anastasia memberi isyarat agar Nina diam, lalu dia berjalan dengan tenang menuju pintu. Tanpa rasa takut, dia memutar kunci dan membuka pintu lebar-lebar.

Ceklekk

Saat pintu di buka, yang berdiri di sana bukan lagi Tuan Han, melainkan Alessandro.

Grand Duke itu telah melepaskan kemejanya, menyisakan kulit dada bidangnya yang terlihat kontras dengan cahaya obor di lorong. Dia tampak jauh lebih berbahaya saat berdiri di depan kamar Anastasia seperti itu.

"Apa lagi?" tanya Anastasia tanpa basa-basi.

Alessandro tidak langsung menjawab, matanya menyusuri ruangan kamar yang kumuh itu, lalu beralih menatap Anastasia dengan tatapan dingin.

"Aku dengar dari Tuan Han, kamu sudah mulai berani mengkritik caranya melayani tamu," ucap Alessandro, dingin.

"Pelayanmu itu butuh sedikit pelajaran sopan santun," jawab Anastasia enteng.

"Jika kamu datang untuk membelanya, lebih baik kamu pergi sekarang, aku lelah dan butuh tidur," usir Anastasia tanpa rasa takut.

Alessandro mendengus, dia melangkah masuk tanpa diundang, membuat Nina yang berada di pojok ruangan langsung menunduk ketakutan.

Alessandro berjalan mengelilingi ruangan, jemarinya menyapu permukaan meja yang berdebu.

"Kamu tahu, Anastasia Starting?" ucap Alessandro berbalik menatapnya.

"Banyak wanita yang menangis minta dipindahkan ke kamar yang lebih baik saat pertama kali dikurung di sini. Tapi kamu? Kamu justru tampak betah," ucap Alessandro, tersenyum miring.

"Sifat dasar manusia memang suka mengeluh," jawab Anastasia, sambil menatap Alessandro lurus-lurus.

"Tapi aku bukan wanita-wanita bodoh yang kamu temui di istana, jadi, katakan saja tujuanmu datang ke kamar terasing ini di malam pertama pernikahan kita," lanjut Anastasia, sinis.

Alessandro melangkah mendekati Anastasia, hingga jarak di antara mereka berdua begitu dekat hingga Anastasia bisa mencium aroma maskulin dari tubuh pria itu.

Alessandro menunduk, wajahnya berada tepat di atas telinga Anastasia.

"Tujuanku?" ulang bisik Alessandro dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Nina berdiri.

"Aku hanya ingin memastikan bahwa meskipun kamu adalah hadiah dari Raja, kamu tidak akan mati di malam pertama hanya karena dinding kastil ini terlalu dingin untukmu," bisik Alessandro, dengan suara rendah nya.

Anastasia tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat tidak pantas untuk situasi yang menegangkan ini.

"Aku punya cara sendiri untuk tetap hangat, Grand Duke, kamu tidak perlu mencemaskan ku," jawab Anastasia, tersenyum miring.

"Begitukah?" tanya Alessandro menatap mata Anastasia dengan tatapan penuh selidik, mencoba mencari kebohongan di sana.

Namun, yang dia temukan hanyalah kegelapan yang sama pekatnya dengan miliknya sendiri.

"Tentu Grand Duke, apa mungkin Anda yang merasa kedinginan di malam pertama kita ini?" tanya Anastasia, dengan berani menyentuh dada bidang Alessandro.

Nina hampir pingsan, melihat keberanian Nona nya.

Sementara Alessandro hanya diam, dengan jakung naik turun, saat tangan lentik dan halus milik Anastasia, menyentuh kulit nya.

"Apa yang kamu lakukan Anastasia, singkirkan tangan mu dari tubuh ku," ucap Alessandro, mengeram rendah.

"Kenapa? Bukan kah semua yang ada di tubuh mu ini adalah milik ku, Grand Duke," bisik Anastasia, dengan suara menggoda nya.

"Sial! Berani sekali gadis ini," batin Alessandro, mengepalkan tangannya kuat.

Tidak tahu kenapa ada apa dengan reaksi tubuh nya kali ini, padahal biasanya dia akan langsung memenggal siapapun yang berani menyentuh nya.

"Kenapa Anda begitu tegang?" tanya Anastasia, tersenyum miring.

"Jangan main-main dengan ku Anastasia, cepat singkirkan tangan mu," geram Alessandro, memejamkan mata nya, saat tangan Anastasia menyentuh kulit leher nya.

"Mulut mu meminta berhenti, tapi lihat lah reaksi tubuh mu Ale..." bisik Anastasia, tepat di telinga Alessandro.

"Sialan!" batin Alessandro, dengan nafas naik turun.

Anastasia tersenyum miring, melihat reaksi Alessandro, dia kembali menarik tangan nya dan menjauh dari Alessandro.

"Sekarang pergilah, Grand Duke, Saya mau istirahat," ucap Anastasia, tanpa merasa bersalah.

Alessandro membuka matanya, menatap tajam pada perempuan yang berdiri di depan nya itu, dengan nafas yang masih terdengar berat.

"Aku akui kamu cukup berani Anastasia Starling..." gumam Alessandro, dingin.

"Hem, dan aku akui Anda pria yang lumayan bisa bertahan, ya walaupun sepertinya akan sedikit runtuh," ucap Anastasia, terkekeh kecil.

Wajah Alessandro memerah, antara marah dan juga malu.

Baru kali ini ada seorang perempuan yang berani merendahkan nya.

"Gadis ini lebih berbahaya dari yang aku bayangkan," batin Alessandro, menghela nafas nya panjang.

Alessandro kemudian mundur satu langkah, menatap Anastasia dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Lakukan apa pun sesukamu di kamar ini, tapi ingat, jangan berani melangkah keluar dari kediaman ini tanpa seizin ku, jika kamu melanggar, jangan salahkan aku jika aku yang akan turun tangan langsung untuk membereskan mu," ucap Alessandro, datar.

"Aku tidak butuh izin mu untuk bernapas," jawab Anastasia, ketus.

Alessandro tersenyum sinis, lalu berbalik dan berjalan keluar dari kamar tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, dengan pikiran yang masih tertinggal dengan sensasi sentuhan hangat dari tangan lentik Anastasia, yang masih terasa di kulit dada nya.

Brak

Pintu tertutup dengan cukup keras, meninggalkan Anastasia dan Nina dalam keheningan yang kembali mencekam.

Nina yang sejak tadi menahan napas langsung mengembuskan napas panjang.

"Nona... dia menyeramkan sekali. Apa dia curiga pada Anda?" tanya Nina, pelan.

Anastasia berjalan menuju jendela, menatap pemandangan hutan di bawah kastil.

"Dia tidak hanya curiga, Nina, tapi dia sedang mengujiku, dia ingin tahu seberapa jauh aku bisa bertahan di bawah tekanannya," jawab Anastasia, dingin.

"Biar saja dia menguji, karena dia tidak tahu kalau dia sedang bermain api dengan orang yang bahkan tidak takut mati," lanjut Anastasia mengepalkan tangannya kuat.

Di luar sana, Alessandro sedang berjalan cepat menuju ruang kerjanya dengan tatapan dingin nya seperti biasa, tapi tidak ada yang tahu apa yang sedang ada di pikiran pria itu saat ini.

Sentuhan halus yang sangat mematikan, dari wanita yang dia anggap sebagai mata-mata yang dikirim oleh Raja.

Alessandro melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya yang luas dan langsung membanting pintu di belakangnya. Dia tidak menyalakan lilin tambahan, membiarkan ruangan itu hanya diterangi oleh sisa bara api dari perapian yang mulai meredup.

Pria itu berjalan menuju meja kerjanya, lalu menuangkan wine ke dalam gelas kaca dengan tangan yang sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena menahan gejolak aneh yang baru saja membakar tubuhnya.

Glek

Alessandro meneguk minuman keras itu dalam sekali teguk, merasakan sensasi panas membakar tenggorokannya. Namun, rasa panas itu tetap kalah dengan rasa hangat yang masih tertinggal di kulit dadanya, tempat di mana jemari lentik Anastasia tadi mendarat.

1
Atik Kiswati
mantsap bgt alurnya.....👍👍👍
renjani
wah seru nih..jadi penasaran dgn Hugo..tapi yg pasti Hugo akan bertekuk lutut samatasia...
Noey Aprilia
Psangn idiot....pntsn jodoh.....😛😛😛....
imel
aku gak sabar dengan gebrakanmu Anastasia buat jinakkan serigala liar🤭
renjani
bagaimana rasanya tamparan tasia Arkan..makyos👍👍👍🤭🤣🤣
Fajar Fathur rizky
kaisar felix siap siap aja takhta di ambil oleh Alessandro
Anandita Syifa Malika
Semangat kakkk!!!!
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
😍😍😍😍
kaylla salsabella
semangat
kaylla salsabella
😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut
Eka Putri Handayani
gak sabar nunggu kelanjutannya, cepat up ya kak🥰
ryuka
sukurin kamu nenek lampirrr
miss blue 💙💙💙
kayak nya yg paling dendam sama arkan itu nina ya 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙: kasih kontak dukun online kak, biar dia bisa santet online si arka 🤣🤣🤣
total 2 replies
kaylla salsabella
cie.. cie
letslalaviena
BAGUSSS BGTTT
IG : hofi03_skrniii: thank you sayanggggg 🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
idih mimpi tuh kaisar🤭🤭
Atik Kiswati
lnjt....
IG : hofi03_skrniii: stay tuned ya kakkkk🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
cie ada yg mulai terpesona nih sm ana🤣🤭ditunggu kebucinannya ale
Eka Putri Handayani
pokoknya minta imbalan wilayah yg paling subur yg memiliki hasil bumi berlimpah dan separuh kekuatan militer Kekaisaran jd kaisar dan putra mahkota idiotnya semakin takut dngn ale klo bisa jg nnt buat aja ale dan anatastasia jd pemimpin kekaisaran🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!