NovelToon NovelToon
Aku Pernah Mengemis Cintanya Sekarang Dia Mengemis Hidupku

Aku Pernah Mengemis Cintanya Sekarang Dia Mengemis Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Diam-Diam Cinta / Karir / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sonata 85

Hana Azura pernah mencintai Devan dengan seluruh hidupnya. Selama bertahun-tahun, ia mengemis cinta laki-laki itu, bertahan di tengah hubungan yang penuh luka, penghinaan, dan penolakan dari Devan. Bahkan saat dirinya hamil, Devan justru memilih melepaskannya.
Hancur dan sendirian, Hana menerima lamaran mendadak Felix Mahendra, seorang perwira tentara sekaligus sahabat masa kecilnya yang diam-diam selalu melindunginya. Pernikahan mereka yang awalnya hanya karena keadaan berubah menjadi awal kehidupan baru bagi Hana. Untuk pertama kalinya, ada seseorang yang memilihnya tanpa syarat.
Namun ketika Hana mulai perlahan melupakan masa lalunya, Devan justru menyadari bahwa perempuan yang ia buang adalah satu-satunya alasan hidupnya. Penyesalan datang terlambat. Setelah mengetahui Hana hamil anaknya. Devan mulai terobsesi merebut Hana kembali, meski wanita itu telah sah menjadi istri orang lain.
Di saat yang sama, Hana menemukan rahasia besar tentang kematian kedua orang tuanya. Sebuah surat warisan membawanya pada fakta kelam yang selama ini disembunyikan keluarganya sendiri. Orang-orang yang dulu mengendalikan hidup Hana mulai panik ketika wanita yang mereka anggap lemah akhirnya bangkit dan memilih pergi.
Dulu Hana mengemis cinta pada Devan.
Sekarang Devan mengemis agar Hana kembali ke hidupnya.
Tetapi cinta bukan tentang siapa yang paling lama bertahan.
Kadang, cinta adalah tentang siapa yang tetap tinggal saat seluruh dunia memilih pergi.
Di antara penyesalan, rahasia keluarga, obsesi, dan kasih sayang yang perlahan tumbuh setelah pernikahan, Hana harus memilih, kembali pada cinta lamanya, atau mempertahankan laki-laki yang memeluk semua luka dan masa lalunya tanpa pernah meminta apa pun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sonata 85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pistol dibalik Pinggang

Saat siang di villa, setelah makan Hana  berkeliling mata tertarik pada sebuah ruangan yang menarik perhatianya. Hana masuk, tidak di duga di sana ada Mohan  ia sedang melepaskan pakainya. Hana  membeku di tempat ini pertama kalinya ia melihat Mohan melepaskan pakaian. Hana tertegun bukan hanya karena tubuh Mohan yang berotot atau melihat tato di punggungnya. Hana tertegun karena di pinggang Mohan terselip benda yang membuat bulu kuduknya bergelidik sebuah pistol tersemat di pinggang.

“Ma-maaf Mohan, aku tidak tahu kamu ada di sini,” ucapnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

Mohan berbalik dan menatap Hana dengan tenang  dan santai. Saat Hana panik setengah mati. Mohan justru biasa saja.

“Tidak apa-apa Hana, apa kamu tidak pernah melihat pria buka baju?”

“Pe-pernah Devan.”

‘Siapa sebenarnya pria ini, kenapa dia punya pistol, dan aku baru lihat tato itu’ bisik Hana dalam hati.

“Hana, kamu mencari apa. Apa kamu tersesat?”

“Maaf, aku lancang masuk ke sini.”

“Tidak apa-apa, kemarilah.”

Hana jadi tegang, ia bahkan tidak mau melangkah masuk.

“Apa kamu takut dengan  benda ini?’

Hana mengangguk. “Kenapa kamu membawa itu bersama kita.”

“Itu hanya berjaga-jaga Hana, jalan ke tempat itu sepi dan rawan begal, aku membawanya hanya untuk berjaga-jaga saja, tenanglah aku tidak akan menggukananya sembarangan.”

Ketika mereka duduk di rungan  itu Hana menyadari ada aura yang tidak biasa dari Mohan, apa lagi saat rambutnya dibiarkan berantakan habis mandi. Ia terlihat bukan seperti Mohan yang biasa  iua lihat di kampus,  kali ini, lakilaki itu terlihat lebih cocok seperti mafia dalam film –film Turkey yang biasa ia tonton.

‘Apa  dia mafia?’ tanya Hana dalam hati.

“Kenapa melamun begitu Hana. Apa ada yang salah?”

“Apa kamu mafia?” tanya Hana polos.

Mohan tertawa. “Kamu terlalu banyak nonton film  trailer Hana,” ucapnya santai. Ia mengenakan pakainya dan mengajak Hana menemui teman-teman yang lain.

Hana memperlihatkan kemampuan memasaknya pada semua teman-temannya. Hari itu setelah meyelesaikan tugas kelompok Mereka bersenamg-senang melakukan banyak hal mereka yang menyenangkan. Walau hanya Mohan laki-laki ia sangat menikmati kebersamaan mereka  hari itu. Ia tidak terlihat sangat menikmati kebersamamaan . Tapi dibalik sikap tenang Mohan ada rahasia besar yang ia sembunyikan,

*

Benar saja, tepat saat mereka duduk bersantai. Lima orang pria memasuki Villa, pria itu mengenakan penutup wajah. Seketika mereka ditodong dengan  senjata. Saat Mohan ingin  begerak mereka menodongkan pistol padanya.

“Katakan di mana  barangnya?” tanya seorang pria bule.

“Aku akan mengatakannya tapi lepaskan mereka dulu.”

Pria beramput panjang itu tertawa keras lalu memukul wajah Mohan dengan keras, bibir Mohan berdarah. Kengerian itu tidak cukup sampai di mana. Kalau kami tidak mendapatkan benda itu hari . “Maka kamu dan keempat gadis cantik ini tidak akan selamat.”

Keempat gadis cantik itu sudah menangis ketakutan. Mohan tidak ingin mereka ketakutan, ia menatap wajah Hana yang mulai pucat karena takut. Tidak ingin hal buruk terjadi pada Hana.  Akhirnya Mohan melepaskan kalungnya dan menyerahkan flasdisk itu padanya.

“Begitu dong, coba dari kemarin kamu bersikap baik seperti ini, kita tidak akan  repot-repot mengikuti kamu sampai ke sini,” ujar pria itu sambil menampar-nampar wajah Mohan.

Mohan hanya diam, ia tidak ingin teman-temanya dalam bahaya itu sebabnya dia diam. Tiba-tiba penjahat bertubuh besar itu mendekati Hana, menatapnya dengan wajah  penuh minat.

“Kamu sangat cantik. Siapa namamu?”

 Wajah keempat gadis itu sudah ketakutan. “Mereka tidak ada hubungannya dengan semua ini, aku sudah memberikan apa yang kamu inginkan, lepaskan mereka.”

“Apa dia pacarmu?” Ia menatap Mohan.

“Tidak, mereka  semua teman satu kampus.”

“Apa seleramu sekarang sudah berubah. Kamu lebih tertarik pada gadis polos seperti ini?” Ia mengusap wajah Hana dengan telapak tangannya.

“Samir! Jauhkan tanganmu!”teriak Mohan penuh amarah. Ia ingin berdiri tapi para pria bertopeng itu menahan tubuhnya.

“Kamu tidak sopan ya sama saudara,” ucapnya menampar-nampar wajah  Mohan lagi.

Dari sanalah Hana tahu kalau pria  itu adalah saudara Mohan.  Dari percakapan mereka,  kalau ini perang antar suadara. Pria yang dipanggil Samir itu datang  untuk  mengambil flasdisk yang tinggalkan kakek mereka.

“Aku akan memberikan apa yang kamu inginkan, tapi biarkan mereka pergi.”

“Aku akan membunuhmu di sini. Apa kamu tidak takut?” tanya pria jahat itu pada Mohan.

“Tidak lepaskan saja mereka.”

Hana dan ketiga temannya disuruh pergi. Mereka bergegas pergi mengenderai mobil.

“Kita tidak bisa meninggalkan Mohan, sendirian,” ujar Hana.

“Hana, kamu mau mati! Kita sudah di suruh pergi, kalau kamu mau pergi, pergi saja sendiri,” ujar Adira.

“Aku juga sebenarnya, tidak ingin meninggalkan Mohan di sana, tapi aku juga tidak mau mati konyol Hana.” Tari duduk meringkuk ketakutan di dalam mobil.

“Baiklah, kalian pergi saja, lapor polisi, aku akan menyelematkan Mohan.”

Mereka semua saling melihat, tidak tega juga membiarkan Hana pergi sendirian. Maka  mereka membuat strategi.

Dua orang menunggu dalam mobil. Revina dan Hana kembali ke dalam Villa. Mereka berpura-pura ketinggalan barang. Hana masuk ke dalam ruangan di sana Mohan sudah diikat dalam kursi, sementara para pria itu duduk di ruang tamu mengerjakan sesuatu di laptop.

“Permisi, maaf saya ketinggalan barang penting di ruang baca,” ujar Revina. Mata para pria saling menatap dengan mata jahat.

“Aku sudah menyuruhmu untuk menyelamatkan nyawah tapi sepertinya kamu tidak takut.”

“Tugas kuliah kamu sangat penting aku harus membawanya,” ujar Revina.

Di sisi lain Hana masuk ke ruangan di mana Mohan di ikat.

“Hana apa yang kamu lakukan?” Mohan panik.

“Kami tidak bisa meninggalkanmu di sini sendirian,” ucapnya melepaskan ikatan Mohan.

“Apa yang kalian lakukan ini berbahaya.” Mohan  berdiri, bergegas membawa Hana keluar.

Tiba-tiba mati lampu dan tidak kelihatan apa-apa. Revina berteriak takut gelap. Ia berjalan kesana kemari dan menabrak semua benda. Lapto diatas meja jatuh vas bunga jatuh.

“Periksa saklarnya,” pinta pria itu

Saat lampu dinyalakan Revina sudah tidak ada lagi, yang paling gilanya flasdisk itu hilang dan laptop yang jatuh rusak disiram air.  Salah seorang dari mereka memeriksa ruangan tempat Mohan diikat rupanya sudah hilang.

“Sial, kejar mereka. Ia meraba dompet dan ponselnya ternyata itu juga hilang.” Ia makin panik karena rahasia besarnya ada dalam ponsel tersebut. Mohan  minta diantar ke  bandara ia akan ke Istambul, ia melaporkan pada keluarga apa yang dilakukan saudaranya padanya. Demi keselamatna Hana dan teman-temanna Mohan meminta mereka melaporkan Samir ke polisi.

Mohan sangat khawatir kalau Hana dan temannya terseret dalam masalah keluarganya itu sebabnya untuk sementara ia pulang ke Turkey. Setelah mengantar Mohan ke bandara, mereka lanjut ke kantor polisi  setelah itu mereka istirahat di rumah Adira. Hana tidak pulang ke rumah Devan.

Laki-laki itu sudah berpikir macam-macam tentang Hana, karena ia tidak pulang sampai pagi. Devan tidak tahu hal buruk  sudah di lalu Hana  hari itu.

Bersambung

Jangan lupa berikan dukungannya ya kakak, like, komen dan berikan hadiah

1
stela aza
jeleh bgt Karo kelakuane Hana ,,, perempuan g punya harga diri,,, kaya g saking lakunya,, ngapain ngejar laki2 yg udh jelas2 g ngarepin kamu ,,,, dasar bahlul 🤭
abimasta
biarkan Hana dibawa kakeknya pulang
Frendi Lumban Gaol
Makanya jngn bersikap seperti kulkas 2 pintu Devan.
Frendi Lumban Gaol
Devan penyesalan selalu dtng di belakang.

Terkadang ketika seseorang mulai menjauh saat itulah batu mengerti arti dari sebuah kehilangan.
Frendi Lumban Gaol
Kalimatnya bagus,puitis dan sangat mudah di pahami.
Frendi Lumban Gaol
Welcome back sonata85,udah lama bngt loh karya barunya di tunggu.
sukses terus ya ito💪,,
Betaria: Terimakasih Ito🙏
total 1 replies
abimasta
devan terlalu sombong
Allea
pengen baca terus tapi takut endingnya si hana tetep ma si devan kan sia2 nunggu updetan 😁
partini
berlika liku dahulu tapi tebakan ku mereka bersatu lagi lovely doply ❤️ Mohan cuma sekedar nyaman saja ga lebih
S
bagus
S
Devan tidak melukai siapapun yg dia tdk cinta dan itu tdk bs di paksa tentu sj terganngu dg sikap hana yg ngintilin terus
S
terlalu memaksa malah bikin lawan muak.
nanti klo.di kasarin krn hilang sabar malah merasa terzolimi
S
Bisa bqyangin perempuan yg nguntit sementara devan merasa g nyaman.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!