Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23 bahagia
" Apa, istri saya hamil? " Tanya Muis seolah tidak percaya apa yang dikatakan dokter spesialis kandungan, yang merupakan teman dari. Mamanya itu tadi saat ia dan Bunga ingin mengecek kondisi Bunga mamanya menyarankan untuk. Membawa Bunga ke rumah sakit dan bertemu dokter kandungan yang merupakan teman. Baik mamanya itu
" Ya Muis, selamat ya untuk kalian berdua akan menjadi calon papa mama muda " Kata Dokter Tia penuh ketulusan
" Usia kandungan istri saya berapa bulan? " Tanya Muis dengan suara tergagap-gagap seolah tidak percaya dengan apa yang ia dengar. " Sudah memasuki usia tiga minggu masih sangat rentan sekali "
" Bisa di USG dok? " Tanya Muis membuat raut dokter tersebut menegang begitupun Bunga.
" Abang!, aku ngga mau liat anak kita takut! Aku takut liatnya! " Kata Bunga tetiba dengan suara polosnya.
" Sayang, ngga perlu di takutkan! Dia itu anak kita nanti akan lahir kedunia ini lebih baik kita lihat kondisi nya " Jelas Muis dengan suara lembut penuh perhatian
" Muis untuk melihat USG, itu saat usia kandungan nya sudah lima enam minggu kalau sekarang masih tidak terlihat hanya 'titik ' saja " Jelas dokter
" Oh gitu ya dok"
" Ya , pesan saya jangan lupa dijaga pola makan dan pola pikir istri kamu banyakan perhatian untuk dia. Karena istri kamu istimewa ngga seperti kita pola pikir nya dan satu lagi sabar ya " Kata Dokter Tia penuh perhatian
" Ya dok terimakasih "
" Sama-sama kita bertemu di kunjungan berikutnya, selamat ya sekali lagi "
" Ya tante sama-sama"
" Sayang!, mama bakal jadi oma mama senang banget " Kata Cindy ketika keduanya sampai di rumah.
" Ma, jangan keras-keras peluknya kasihan itu menantu papa sama cucu papa! " Sahut Dante yang muncul bersama bibi yang menaruh beberapa makanan.
" Papa diam!, sayang ayo. Makan yang banyak mama sengaja undang chef terkenal dan ahli gizi " Kata Cindy membuat Muis berkerut dahi
" Untuk apa ma?, " Tanya Muis
" Selama Bunga mengandung, mama sudah sewa beberapa orang berprofesi sangat-sangat berguna. Ada dokter kandungan, Ada psikiater ibu hamil itu rentang terguncang mentalnya, ada ahli gizi yang bakal mengasih menu beberapa makanan bergizi untuk istri kamu. Lalu sama chef terpercaya yang akan memegang bagian dapur sekarang! " Jelas Cindy membuat Muis menghela napas panjang " Terserah mama "kata Muis sembari berlalu ke kamarnya
" Muis, kamu itu ya benar-benar jadi anak main nyelonong aja! " Geram Dante ia menyusul sang anak ke lantai atas dimana anaknya tidur dengan menantunya,
Tokk.. Tokk.. Tokk
" Papa. Mau bicara sama kamu " Kata Dante begitu pintu terbuka lebar, Muis menganggukkan kepalanya " Kebetulan Muis juga mau bicara sama. Papa "
" Kita bicara di kamar kamu mumpung istri kamu, lagi sama mama kamu " Dante masuk ke dalam kamar anaknya itu. Lalu ia duduk di sofa sementara Muis duduk di meja belajarnya yang biasa di pakai Bunga,
" Papa mau bicara apa sama Muis? " Tanya Muis sembari menyalakan api untuk ia mengisap rokoknya.
" Papa mau bicara sama kamu, tentang Bunga!.. Papa mau kamu operasi — kepalanya papa ngga mau dia-" Dante terhenti ia menatap serius sang anak " Sejujurnya papa enggan, menerima Bunga sebagai menantu papa.. Tapi papa sadar kalau kehidupan Bunga itu Toxic terlalu jahat untuk orang seperti nya yang otaknya seperti anak kecil. Papa senang ketika kamu terbuka lebar menerimanya " Jelas Dante
" Muis cinta sama Bunga pa" Sahut Muis
" Papa tahu, papa ngga minta kamu untuk menjauh kok lagian di dalam tubuh Bunga udah ada darah daging kamu " Kata Dante dengan suara bijaksana.
" Tapi?, apa maksud perkataan papa tadi? "
" Muis, kamu bukan orang bodoh harusnya kamu tahu kan apa yang kamu harus lakukan?.. Operasi Bunga" Cakap Dante sedikit mencebik diawal kalimat
" Muis udah coba, tapi ngga ada hasilnya "
" Hmm, Papa coba minta tolong sama teman papa yang di London deh"
Tanpa sepengetahuan keduanya, seorang wanita sedang mendengar perbincangan keduanya ia tersenyum misteri " 𝘈𝘱𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘦𝘯𝘵𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘰𝘥𝘰𝘩𝘬𝘶?? 𝘋𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘯𝘫𝘶𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘱𝘳𝘪𝘣𝘢𝘥𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘴𝘭𝘪𝘬𝘶?.. 𝘏𝘮𝘮 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘉𝘢𝘭𝘢𝘴 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮 𝘬𝘦 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳𝘨𝘢 𝘬𝘶 𝘥𝘶𝘭𝘶.. 𝘙𝘢𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘦𝘵𝘢! " Batin Bunga
Dante keluar dari kamar Muis, Selang beberapa menit Bunga keluar dari tempat persembunyian nya ia melangkah masuk ke kamar
" Abang! " Bunga langsung berhamburan ke pelukan Muis wajahnya nampak sedih,
" Kamu kenapa sayang? " Tanya Muis ia mengelus kepala Bunga penuh perhatian.
" Bang, Bunga benci sama papa!... yang selalu nuduh Bunga. Papa bilang Bunga wanita licik! " Adu Bunga ia terisak di pelukan Muis membuat lelaki itu menggeram marah ia tidak akan pernah Terima wanita nya. Terluka apalagi sekarang ada janin yang bergantung dengan Bunga,
" Duduk dulu! " Muis membawa wanita itu duduk di ranjang. Ia kemudian menatap tajam penuh selidik " Bang, papa sering sekali menuduh Bunga dari Bunga tinggal sama papa. Bunga selalu disalahkan bang!.. Papa jahat sama Bunga! " Adu Bunga
" Sayang, ada abang sekarang kamu jangan takut ya! " Kata Muis mencoba menenangkan Bunga yang dimana pandangan nya mulai kosong bahkan wanita itu memukul-mukul, kepalanya " Karena Bunga bodoh!!, Bunga bodoh!! "Jerit Bunga
" Stop sayang! " Muis mengeratkan pelukannya. Tubuh wanita itu bergetar isakan tangis keluar dari diri wanita itu,
" Bang, Bunga minta keabang untuk ngga berhubungan sama papa!.. Bunga kecewa! "
" Nanti abang bakal, putuskan kerjasama perusahaan papa kamu dan abang kamu tenang saja " Kata Muis tanpa sadar ia menyetujui saja