Tania Kartika harus menelan pil pahit saat alat tes kehamilan menunjukkan dua garis merah yang cukup jelas. Ia hanya bisa memejamkan mata, mengingat malam panas sebulan yang lalu bersama Lingga Perdana, sang mantan terjadi tanpa pengaman. Sungguh Tania tak menyangka hanya sekali melanggar, langsung jadi.
Bagaimana nasib Tania sekarang? haruskah ia menghilangkan janin ini, apalagi Lingga sudah menjadi suami dari seorang model? Beginilah nasib percintaan yang kalah akan strata sosial.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
LEMBARAN BARU
Biasanya beli bahan makanan di supermarket, mulai hari ini Tania belanja di pasar tradisional. Ia tetap memilih bahan yang bagus, terutama ikan. Tadi malam, ia tak bisa tidur. Ia menghitung seluruh tabungannya, dan mulai membuat pos-pos keuangan. Ia menghitung kebutuhan makan dan juga kebutuhan si dedek serta pengeluaran rutin. Sebagai anak keuangan ia pun menyisikan uang di tabungan hanya sebatas ada, sedangkan pesangon akan ia ambil dan segera ia alihkan ke emas batangan. Uang yang terlalu banyak di ATM juga tidak bagus, karena akan tergerus inflasi, lebih baik diamankan dalam bentuk emas.
Ia menuju ke outlet resmi jual beli emas batangan, membeli dengan berbagai gramasi, agar kalau ada apa-apa ia jual yang gramasi kecil dulu. Cukup hari ini mengalihkan uang pesangon ke emas batangan, lebih aman. Ia pun membeli brankas untuk diletakkan di lemarinya nanti.
Keesokan harinya, Tania mengurus pencairan asuransi ketenaga kerjaan. Tinggal menunggu berapa yang cair, dan akan ia bagi dalam tiga pos, pos 1 kebutuhan dan pengeluaran rutin, pos 2 tentang investasi berupa emas batang lagi, dan pos 3 untuk dana darurat. Tania harus disiplin karena ia akan punya tanggungan anak.
Urusan keuangan beres, Tania kembali ke urusan jualan skincare. Dia lebih sering live dan tentu saja penjualan meningkat. Dari niat usaha sampingan, kini menjadi usaha utama. Dia belajar dan meniru akun-akun yang setipe dengannya. Hanya saja, dirinya yang terbiasa berinteraksi dengan teman kantor mendadak bekerja sendiri juga tak nyaman. Tania pun mulai mencari kesibukan yang menyenangkan, dia iseng melihat tutorial merajut baju dan perlengkapan bayi. Ia sempat membeli alat dan bahan merajut, dan meluangkan waktu 2 sampai 3 jam untuk belajar merajut.
"Gak kerja, Tan?" tanya Salman, dokter tersebut melihat Tania yang baru saja memarkir sepeda matic dan akan membuka pagar rumah, sedangkan Salman akan masuk mobil hendak berangkat ke rumah sakit, ya meski masih jam 7 juga.
"Eh Pak dokter. Enggak! Mari," jawab Tania sembari tersenyum dan segera memasukkan motor. Salman berdiri terpaku, namun tak membahas lagi. Sepertinya ada yang disembunyikan oleh Tania, dan seperti biasa perempuan itu akan menghindar, terlihat setelah motor masuk, pagar segera dikunci, dan dia menenteng tas belanjaan, masuk rumah.
Sesuai prinsip saja, jangan pernah ada yang tahu kehidupan Tania, dia akan menjalani kehidupannya sendiri, dan bekerja sama dengan sang putri saja. Ia segera menata belanjaan dan mulai memasak, sebelum membuka toko onlinenya. Rutinitas begini ternyata nyaman juga, zaman sekarang tak berinteraksi berlebihan dengan dunia nyata juga bisa.
Menunggu masakannya dingin, Tania mandi. Begitu selesai, ada panggilan masuk dari Tante Lusi. "Ada apa ya?" gumam Tania heran.
"Iya, Tante!" jawab Tania ragu.
"Tania, tante sekarang di Batam, ada teman yang punya bisnis skincare Korea, kamu mau mengembangkan bisnis kamu, dengan jenis skincare ini?"
Tania tersenyum, jiwa bisnisnya semakin tumbuh karena mendapat dukungan dari Tante Lisa. "Berapa Tante modalnya?" tanya Tania, uang miliknya sudah di pos-pos kan, dan dia harus disiplin dalam penggunaannya.
"Minim 500k Tan," ujar Tante Lusi. "Kalau belum klik bisa lihat review di akun media sosialnya, sambil mempertimbangkan pasar," ujar Tante Lusi yang tak memaksa Tania untuk langsung setuju. Namanya membuka bisnis, tentu harus dipikirkan juga prospeknya gak hanya modal nekad juga. Tania pun mendapatkan nomor distributor teman Tante Lusi tersebut, sembari mengecek orderan ia juga membuka akun skincare Korea tersebut.
"Sepertinya oke sih," ucap Tania setelah membuka media sosial distributor tersebut. Ternyata pasarnya remaja, selama ini Tania concern pada skincare ibu dan bayi, sangat memungkinkan untuk menjangkau pasar remaja. Ia melihat pembukuan usahanya, untuk keuntungan bulan ini sepertinya bisa disisihkan untuk modal skincare ala Korea tersebut.
Ia pun segera chat nomor distributor tersebut, menanyakan barang apa saja yang diperoleh dengan modal satu juta, misalnya. Dan ongkos kirimnya juga. Tania detail juga dalam menanyakan izin edar skincare tersebut, semua dijawab dengan fast respond dan Tania juga bisa mengakses kelegalan produk tersebut.
"Semangat ya, Dek. Mama ajak dagang begini, kita bahagia berdua saja," ucap Tania sembari mengelus perutnya yang sedikit membuncit.
Ia memotret orderan hari ini, tak banyak hanya 20 paket saja, sudah disyukuri yang penting rutin ada yang beli. Sengaja sore ini ia mengirimkan paket ke kantor kurir sendiri sekalian jalan-jalan, bosen lah kalau di rumah terus. Ia pun mampir ke kedai smoothies dan croffle, sengaja dine in juga.
Saat asyik menikmati croffle dan smoothies, ia melihat lalu lalang kendaraan, di sana ada sepasang anak muda yang mungkin masih pacaran, saat lampu merah si laki menutupi sisi bagian kaki kekasihnya yang tak tertutup sepatu. Tania hanya tersenyum tipis. "Semoga kalian tak kebablasan hingga berhubungan badan, karena aku sendiri yang merasakan bahwa pacaran itu ruginya di pihak perempuan," ujar Tania menilai dirinya.
Ia memotret croffle dan smoothiesnya, kemudian mengunggah di status WA, Sedang berdua sama kamu 😍.
Bagi siapa yang membaca status itu mungkin mengira Tania bersama seorang kekasih, nyatanya yang dimaksud adalah dengan bayi yang ia kandung. Meski dia tidak gembor-gembor ke semua orang, tapi ia akan terus menunjukkan secara eksplisit akan kehadiran bayinya.
Di mana? Aku susul, lagi pengen croffle juga nih. Salman mengomentari status Tania, namun hanya dibaca saja. Tania tak mau terlalu dekat dengan Salman. Ia tak mau mendapat kenyamanan dari orang lain, apalagi pria.
Tania pun menyimpan ponsel dan menikmati manisnya brown sugar pada croffle tersebut. Sungguh, kalau hati tenang dan tak punya masalah dengan pihak lain, makan sendiri pun tak masalah.
Mulai menjalani slow living dan harus dinikmati sebelum keriwehan hadirnya seorang bayi. Selain mengurus jualan, Tania juga menabung konten agar kalau melahirkan dan mengurus bayi tak kosong.
Seperti malam ini, ia sengaja live untuk memasarkan produk make up dan skincare Korea, sembari ia mencoba memakainya, seperti pensil alis dan juga aneka liptint. Cahaya ruangan sudah sangat terang sehingga sorot kamera di wajahnya terlihat jelas.
"Cakep banget, sumpah!" ujar Tania saat di live setelah mencoba salah satu liptint dengan varian pink cherry, tampak glossy dan melembabkan bibir. "Belum dirilis ya guys, barangnya baru datang jadi belum bongkar dan belum dilabel harga juga, tapi tenang saja aku kasih murah kok, apalagi kalau reseller, yang mau join reseller sangat bisa," celoteh Tania sudah lancar untuk mempromosikan program penjualannya, dia pun menyempatkan membaca komentar followersnya.
Satu komentar yang membuat dia terpaku, Mbak Tania sibuk banget cari uang demi apa sih? terlebih nama akunnya living together, Tania curiga kalau Lingga di balik akun tersebut.
GO go Tania semangat