NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:24.8k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Gedung perkantoran di kawasan SCBD itu terlihat megah dari luar, namun di lantai dua puluh, suasananya terasa seperti kapal yang sedang tenggelam.

Brak.

Sebuah tumpukan dokumen tebal dibanting ke atas meja kaca ruang rapat utama PT Delta Sekuritas.

"Kalian bilang dana talangan dari Pak Baskoro akan cair pagi ini! Mana buktinya? Bank sudah mengirimkan surat peringatan ketiga. Kalau sampai besok pagi kita tidak menyetor dua puluh miliar, perusahaan ini akan disita dan kita semua masuk penjara karena manipulasi dana nasabah!"

Pria yang berteriak itu adalah Wira, Direktur Utama PT Delta Sekuritas. Dasi sutranya sudah ditarik longgar. Keringat membasahi dahi dan kerah kemejanya. Ia menatap tajam ke arah tiga anggota direksi lainnya yang hanya bisa menunduk pucat.

"Pak Baskoro tidak menjawab telepon saya sejak semalam, Pak Wira," jawab Budi, Direktur Keuangan, dengan suara gemetar. "Asistennya bilang Pak Baskoro sedang sibuk mengurus masalah lahan di Sudirman. Sepertinya... sepertinya kita sengaja dibiarkan mati untuk memutus jejak aliran dana ilegal beliau."

Wira mengusap wajahnya dengan kasar. Ia tahu risiko bekerja sama dengan mafia seperti Baskoro. Saat perusahaan ini masih menghasilkan uang dari menggoreng saham pesanan Baskoro, mereka dianakemaskan. Kini, saat audit OJK mulai mencium ketidakberesan, Baskoro membuang mereka begitu saja seperti tisu bekas.

Tok tok tok.

Pintu ruang rapat diketuk perlahan, lalu terbuka sebelum ada yang mempersilakan masuk.

Cklek.

Seorang pemuda berpenampilan rapi dengan setelan jas abu-abu melangkah masuk. Di belakangnya, seorang wanita muda dengan kacamata berbingkai hitam mengikuti sambil membawa koper logam tipis.

Wira menatap kedua orang asing itu dengan kemarahan yang memuncak.

"Siapa kalian? Bagaimana kalian bisa masuk ke ruang rapat direksi? Di mana resepsionis dan petugas keamanan?!" bentak Wira sambil menunjuk ke arah pintu.

"Petugas keamanan Bapak sedang sibuk menenangkan para nasabah yang mulai protes di lobi bawah," jawab pemuda itu tenang. Ia menarik sebuah kursi kosong di ujung meja dan duduk tanpa diundang.

Wanita di belakangnya, Tari, berdiri di sampingnya dengan postur profesional yang sempurna, meski jantungnya berdebar kencang. Ini adalah kali pertama ia masuk ke ruang direksi perusahaan kelas atas dengan niat untuk melakukan pengambilalihan paksa.

"Saya Bayu Alexander. Direktur Utama PT Mandiri Alexander Investama," Bayu memperkenalkan diri dengan senyum sopan. "Saya datang untuk menyelamatkan kalian semua dari jeruji besi."

Wira mengerutkan kening. Ia belum pernah mendengar nama perusahaan itu di lingkaran elit pasar modal Jakarta. Namun, mendengar kata penyelamat, ego dan keputusasaannya bertarung hebat.

"Penyelamat? Kamu pikir ini film? Perusahaan kami sedang sibuk sekarang. Silakan keluar sebelum saya panggil polisi untuk tuduhan masuk tanpa izin," usir Wira kasar.

Bayu tidak beranjak. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi.

"Silakan panggil polisi, Pak Wira. Sekalian saja Bapak serahkan diri untuk kasus penggelapan dana nasabah sebesar sembilan belas koma delapan miliar rupiah yang Bapak pindahkan ke rekening perusahaan cangkang di luar negeri tiga bulan yang lalu."

Keheningan yang mematikan langsung menyelimuti ruang rapat itu.

Wira memucat. Budi, sang Direktur Keuangan, hampir saja menjatuhkan bolpoin dari tangannya. Angka itu sangat presisi. Rahasia yang hanya diketahui oleh lingkaran dalam direksi kini diucapkan dengan santai oleh seorang pemuda tak dikenal.

"Dari mana kamu... ini fitnah! Kamu mau memeras kami?!" suara Wira bergetar hebat.

"Saya tidak butuh memeras orang yang sudah mau bangkrut, Pak Wira. Tar, tolong bagikan dokumennya," perintah Bayu dengan nada lembut.

Tari membuka koper logamnya. Ia mengeluarkan empat map biru yang sudah disiapkan sejak subuh tadi, lalu membagikannya ke hadapan masing-masing direktur. Tangannya bergerak efisien dan cepat.

"Itu adalah draf akuisisi," jelas Bayu saat Wira membuka map tersebut dengan tangan gemetar. "PT Mandiri Alexander Investama akan menyuntikkan dana segar sebesar dua puluh lima miliar rupiah ke rekening Delta Sekuritas siang ini juga. Angka itu cukup untuk melunasi utang jatuh tempo ke bank besok pagi dan menutupi lubang dana nasabah kalian."

Wira membaca angka tersebut. Napasnya mulai memburu. Itu adalah keajaiban yang ia doakan sejak semalam. Namun, sebagai pebisnis, ia tahu tidak ada makan siang yang gratis di Jakarta.

"Lalu apa yang kamu minta sebagai gantinya?" tanya Wira curiga.

"Lima puluh satu persen saham PT Delta Sekuritas. Saya mau mengambil alih kendali penuh atas perusahaan ini. Kalian semua akan tetap duduk di kursi direksi sebagai boneka untuk menjaga stabilitas pasar, tapi setiap keputusan dan akses data mulai hari ini berada di bawah kendali saya dengan mutlak."

"Lima puluh satu persen untuk dua puluh lima miliar? Kamu gila!" Budi berteriak tidak terima. "Nilai aset kotor perusahaan kami masih di atas seratus miliar! Ini perampokan di siang bolong namanya!"

Bayu tertawa kecil. Tawa yang membuat bulu kuduk Tari sedikit merinding. Ia belum pernah melihat Bayu seintimidasi ini.

"Aset kotor seratus miliar yang terancam dibekukan oleh negara besok pagi nilainya adalah nol besar, Pak Budi," balas Bayu tajam. "Baskoro sudah meninggalkan kalian. Tidak ada satu pun bank di negara ini yang mau memberi kalian pinjaman dengan status peringatan merah dari OJK. Kalian punya waktu kurang dari dua puluh empat jam sebelum perusahaan ini delisting dan kalian memakai baju tahanan."

Bayu mencondongkan tubuhnya ke depan, menatap Wira tepat di matanya.

"Saya merampok kalian? Tidak. Saya sedang membeli kebebasan kalian dengan harga murah. Dua puluh lima miliar untuk menyelamatkan masa depan keluarga kalian. Menurut saya, itu harga yang sangat adil."

Wira terdiam. Ia menatap dokumen di depannya. Pikirannya berkecamuk. Ia tahu pemuda di depannya ini benar. Baskoro telah mengorbankan mereka. Jika ia menolak, besok pagi hidupnya akan hancur lebur. Jika ia menerima, ia akan kehilangan perusahaannya, tapi ia tetap memiliki kebebasan dan gaji sebagai direktur dimata publik.

"Bagaimana kamu bisa tahu semua masalah internal kami? Siapa yang membocorkannya padamu?" tanya Wira, suaranya sudah kehilangan semua perlawanan.

"Informasi adalah mata uang yang paling berharga, Pak Wira. Dan saya punya brankas yang sangat besar," jawab Bayu penuh teka-teki.

"Tentu saja aku tahu. Aplikasi Toko Ajaib menjual paket informasi lengkap tentang seluruh skandal kalian hanya seharga seribu koin," batin Bayu.

"Beri saya waktu untuk berdiskusi dengan direksi yang lain," Wira memohon dengan nada lemah.

"Kalian punya waktu lima menit. Saya dan asisten saya akan menunggu di luar. Tar, ayo."

1
ラマSkuy
/Proud/
ラマSkuy
nah MC begini yang gua demen 👍
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!