NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Mata Batin / Fantasi
Popularitas:421
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Hantu Leo menceritakan kehidupanya ke Arun.

Hari ini hantu Leo sedang menunggu Arun untuk bisa ngobrol banyak sama dia.

"Assalamualaikum"

"Leo,,, aku boleh masuk?"

"Masuk saja?tumben gak seperti biasanya?"

Kata leo.

"Maksudnya Leo?"

"Biasanya kan kalau masuk main masuk saja."

"Hehehe." Berubah lebih baik kan bagus?"

"Gakk takutnya tadi aku gaangu Leo meditasi."

"Jempol kakinya sudah sembuh belum?"

"Emmm lumayan?"

"Lain kali itu kalau jalan dilihat."

"Iyaa,"

"Leo aku mau nanyak kenapa Leo menetap, didalam patung sini gak ditampat lainya gitu?"

"Yang malem itu kan sudah aku ceritain,"

"Iya maksudku awal mula gitu?"

"Oooo, awal mulanya Pak Bejo yang beli Rumah ini, yang aku bilang dia bisa melihat mkluk tak kasat mata itu?"

"Aku bertemu sama orangnya dipojok sana," Leo menujuk arah pojok diruang TV.

"Aku meringkuk disana,tapi dulu rumahnya gak seperti ini gak tingkat rumah kuno?"

"Lalu apa yang Pak Bejo katakan waktu ketemu kamu?"

"Dia bilang."

"Sudah cah baguss kamu sebenarnya anak baik? "

"Jangan kamu bersedih terus meskipun kamu sudah tiada sebenernya orang tuamu itu sayang sama kamu, tapi keadaan lah yang gak bisa bertemu kamu soalnya disana pun keadaanya susah."

"Jadi kamu harus iklhas kan biar kamu lapang,jangan jadi bayang-bayang,kalau kamu masih pingin ditempat sini dan pingin suatu saat kamu bisaaa,,gak usah aku sebut kan yaa?"

"Naa, kira-kira apa ya Leo? Suatu saat kamu bisa itu?"

"Yah mana aku tau?sampai sekarang saja aku gak tau?"

"Ini mau dilanjutkan gak ceritanya!"

"Iya-iya lanjut," "Gitu aja kok sudah darah tinggi," Ejek Arun ke Leo.

"Apa kamu bilang!" "Gak gakkk." "Ayok terusin ceritanya?"

"Habis itu Pak Bejo bilang lagi ke aku,"

"Ini tempat cocok untuk kamu? jangan kamu sampai keluyuran kesana kemari kalau gak kamu nanti seperti yang lain gak bisa samporno."

"Tempatti patung ini olah sabarmu aku yakin keinginanmu yang belum terpenuhi suatu saat akan terpenuhi."

"Sejak saat itu aku tinggal ditempat ini?"

"Sampai sekarang,"

"Sudah itu saja pesan Pak Bejo untuk kamu?"

"Iya cuman itu saja."

"Dan yang terakhir waktu Pak Bejo mau meninggal dia panggil aku."

"Lalu,apa pesennya lagi."

"Ahh kalau itu nanti saja, kalau aku mau aku cerita." "Issss pelit!"

Kata Arun sambil manyunkan mulutnya,melihat arun seperti itu hantu leo senyum-senyum sendiri.

"Kalau begitu leo sudah berapa puluh tahun tinggal disitu ada kalau 150 Tahun",

"Haaaaa!

"Bisa gak,gak teriak??"

Arun karena kaget nya kripik pisang yang ditangannya sampai jatuh.

"Waduhh!"

"Kalau begitu Leo kakek-kakek dong"

"Ya begitu lah seharusnya?" Kata Leo.

Dalam hati Arun.

"Waduh, kalau begitu aku berteman sama hantu kakek-kakek dong,hiiii serem juga pastinya."

"Untung aku gak melihat bentuk nya."

"Apa?coba, yang dipikiran dia itu,dasar manusia kalau gak sesuai keinginan nya pasti akan ingkar janji,"

"Kenapa?"menyesal berteman sama aku?"

Kata Leo.

"Enggak kenapa aku harus menyesal aku kan dari awal ingin berteman, ya gak mungkin aku menyesal?"

Batin Arun bicara lagi.

"Ngapain aku harus menyesal aku sudah ada teman untuk cerita saja sudah syukur."

Hantu Leo mendengar lagi batin Arun yang bicara.

"Oh,baik dan jujur juga ternyata hatinya"

"Hehehe."

"Untung dia gak tau kalau disaat dekat gini aku bisa tau apa yang dia fikirkan."

"Leo,jangan kuwatir ya?,aku masih ingin tetap berteman sama Leo?"

"Emmn."

"Leo gak percaya?ya sudah kalau Leo gak percaya terserah yang penting aku gak akan ingkar janji."

Padahal leo gak fokus sama jawabanya karena terpesona dengan semua yang ada di Arun,wajah manisnya yang lugu, cara bicaranya yang bikin gemes ,suaranya terkadang lucu,hantu Leo seperti terhipnotis oleh Arun.

"Kenapa diam saja sih?" Kata Arun.

"Kalau gak mau ngomong aku pergi saja lo?"

"Eee,mau kemana?"

"Yah mau pergi lah kan Leo gak mau ngmong?"

"Bukanya aku gak mau ngomong tapi aku tadi pergi sebentar." Terpaksa hantu Leo bohong supaya Arun gak berfikir negatif tentang dia.

"Ohh gitu,, lain kali kalau pergi bilang ya?biar aku tau, dan gak ngomong sendiri."

"Iyaaaa."

"Leo maaf ya?kamu kan sudah kakek-kakek nii,,memang gak papa aku panggil sebutan Leo saja?"

"Ya gak papa?"

"Tapi kan aku gak sopan,"

"Sekarang begini saja,kamu panggil orang tapi kalau orang itu nyaman dengan panggilan mu kan gak masalah."

"Oh iya sih."

"Arun,Arun, kamu ini,memang dunia arwah sama saja kaya dunia manusia yang bertumbuh terus?"

"Ya sudah lah kalau begitu aku gak papa kan,panggil kamu Leo ya?"

"Iya gak papa?"

"Leo aku boleh istirahat disini Ya?"

"Aku ngantuk,tapi dimana sih skarang kasih tau aku dong?"

"Aku duduk diranjang."

"Ohhh ya sudah,aku tidur sini ya?"

"Emmm."

"Isss lagi-lagi emmm, lagi-lagi emmn,memang gak ada apa jawaban yang lain?pasti kamu orang nya dulu kayak frizerrr,dinginnnnn betul"

"Hehehe."

Hantu Leo yang denger batin Arun berbicara lagi,dia tanpa sadar senyum-senyum sendiri.

"Memang kamu kirain aku hantu kutup apa?"

"Terkadang batin sama mulut kamu itu,bicaranya asal saja ya?" Hantu Leo berbicara dalam batin.

"Kamu ini?""untung kamu belum bisa lihat aku jadi aku akan puas-puasin lihat tingkah lakumu"

Habis itu hantu Leo,duduk dihadapan Arun sambil memandangi Arun tanpa henti,disitu perasaannya mulai ada rasa aneh,ada rasa bahagia ingin selalu melihat Arun didekatnya, perasaan itu yang tidak bisa dijelaskan lewat kata-kata.

Setelah Arun tertidur pulas hantu Leo mulai memejamkan mata juga,dia meditasi dihadapan Arun.

Siang telah berlalu menuju sore hari,Arun pun terbangun dari tidurnya dan dia melihat jam dari ponsel nya,betapa terkejut dia ternyata sudah jam 3 waktu nya dia bikin camilan untuk Bu Rina.

"Aduh!

"Udah jam 3 aja,untung aku bngun"

Arun langsung sepontan bangkit dan buru-buru keluar dari kamar gudang itu,tanpa dia sadari dia telah menabrak Leo yang duduk bermeditasi didepannya,Leo pun seketika terkejut.

"Aduh!! Suara leo.

"Leo kahh,kamu dimana sih?kamu tadi ketabrak aku ya? Kata Arun.

"Tapi aku gak terasa lo?"

"Oh ternyata dia gak terasa ya? berarti cuma aku saja yang merasakan seperti terpaan angin kecang." Lagi-lagi hantu Leo berbicara dalam batin.

"Ya Sudah Leo aku buru-buru aku gak tau kamu disebelah mana?" Kata Arun sambil berlalu keluar kamar.

"Manusia satu ini bisa gak kalau kerja itu santai sedikit" ucapan batin Leo.

Setelah dibawah Arun mulai bikin pisang goreng,dan Siti dari depan masuk kedapur.

"Mba,Mba tadi dikamar gudang tidur ya?"

"Iya kok tau kamu aku tadi ngintip,la aku cari-cariin mba dikamar lain gak ada, ternyata dikamar gudang."

"Kamu cari aku disuruh Ibu kah?"

"Gak tadi aku mau ajak beli bakso didepan."

"Ohhh ngapain gak bangunin aku?"

"Gak ah takut mau masuk kamar itu, keliatan serem,"

"Serem apaan,gak ada apa-apa kok serem."

"Mba kok gak takut sih tidur disitu?"

"Takut apa??? Kamu ini aneh-aneh saja."

"Sudah makanya jangan kebanyakan nonton film horor,ni mau gak?" Arun menyodorkan pisang goreng keSiti.

"Ya mau lahh."

Mereka berdua ngobrol sana sini sampai selesai pekerjaannya dan malam pun datang.

"Sittt," "Iya Mba, ada apa?"

"Kamu mau pulang duluan atau gimna?"

"Aku nanti saja Mba,kalau Mba mau duluan duluan saja,"

"Oky deh kalau begetu aku duluan saja ya?"

"Iya gak papa,"

Setelah disepakati siapa yang pulang duluan untuk cuti, akhirnya Arun yang duluan pulang untuk cuti, karena sudah dua bulan mereka belum cuti,jam menunjukan jam 9 malam,mereka berdua pun terlelap dengan mimpi-mimpi indah mereka, sementara itu diatas hantu Leo masih sibuk dengan fikiranya.

"Kenapa tadi itu yang terasa terpaan seperti angin cuman aku saja ya,kan harusnya malah aku yang gak tersa apapun,karena aku cuman sebatas bayangan?"

"Aduhhh bikin pusing juga ini, mengartikan kejadian hari ini,atau kah seandainya dia bisa lihat aku apa dia bisa merasakan sentuhan ku?"

"Aduh-aduh Leo kamu sudah berfikir melapaui batas yang gak seharusnya kamu fikirkann."

Kata batin Leo.

"Ya sudahlah memang harusnya aku gak berfikiran macam-macam."

"Sepertinya aku harus sering -sering memperbaiki diri lagi"

Setelah berfikir seperti itu hantu Leo kembali bermeditasi,kali ini dia bener-bener memfokuskan dirinya tidak terpengaruh oleh apapun.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!