Aku sudah mati sekali di hari kiamat.
Sekarang aku kembali—3 hari sebelum semuanya dimulai.
Aku tahu siapa yang akan mati.
Aku tahu monster apa yang akan muncul.
Aku tahu dunia ini tidak bisa diselamatkan.
Jadi kali ini…
aku akan mengubah semuanya.
Atau menghancurkannya dengan caraku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizqi Handayani Mu'arifah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1 Perubahan tahap awal sebelum kiamat
Pada tanggal 19 juni tahun 2030, dimana salju disertai angin kencang melanda seluruh dunia. Beberapa hari krisis pakan dikarenakan cuaca ekstrim.
Tampak televisi besar ditengah-tengah kota sedang menyiarkan sebuah berita.
"Pemirsa dimanapun anda berada, di kota, di desa maupun dari pelosok desa. Beberapa hari telah berlalu namun badai salju semakin ekstrim menaikkan status menjadi siaga 1. Dalam penelitian para ahli banyak fenomena dan perubahan yang sedang terjadi pada dunia, namun sekarang para ahli belum bisa memastikan sebenarnya apa yang sedang terjadi. Namun untuk diharapkan para warga tidak keluar rumah dalam beberapa hari ke depan karena akan terjadi badai yang lebih dahsyat."
Berita yang membuat seluruh masyarakat ketakutan, namun ada beberapa yang menanggapi hanya cuaca lebih ekstrim dari yang sudah lalu, sebentar lagi akan berlalu.
sementara itu disudut bangunan yang tinggi menjulang ada seorang gadis yang sedang tengah kesusahan mempertahankan makanannya dari seorang perampok.
"awh.. Sakit sekali kepalaku." sambil mendongak keatas melihat apa yang sedang terjadi.
"eh?." bingung Reina melihat sekelilingnya, kemudian terpaku pada seorang pria yang gagah penuh tato dan wajah bekas jahitan.
"hei nona, lain kali jika kau membawa makanan atau barang berharga usahakan untuk membawa pengawal! Hahaha." pekik pria tersebut lalu pergi meninggalkan Reina.
Pria tersebut adalah seorang preman yang pekerjaannya hanya memalak dan menindas orang yang lebih lemah.
"huh..! Dingin sekali!" Reina memeluk tubuhnya supaya lebih hangat.
Kemudian Reina berdiri sembari menggosok-gosok tangannya dan menempelkan di pipinya.
"aneh apa yang terjadi? Bukannya saya telah mati." gumam reina sambil melihat tangannya.
"apa ini disyurga? tapi pemandangan ini seperti familier."
Reina melihat dunia, kota, salju dan sangat kedinginan.
"tidak ini bukan disyurga ataupun mimpi. Saya benar-benar terlahir kembali.!" girang reina menyadari bahwa dirinya benar-benar masih hidup.
Reina merasa ada yang aneh didalam tubuhnya, seperti ada kekuatan yang mengalir didalam tubuhnya meskipun sangat lemah, "apakah aku hidup kembali dan membawa ilmu spiritual ku?"
"Si*l ! Saya ingat kejadian ini tepat dimana aku hampir mati karena perampok tadi." oceh Reina sambil berjalan cepat menuju apartemen miliknya.
Reina membuka kasar pintu apartemen miliknya,
Bruk!!
Mata Reina menyapu seluruh ruangan melihat keadaan apartemen miliknya yang diberikan oleh sang ayah disaat dirinya berhasil mendapat peringkat satu pasca ujian Nasional penerimaan mahasiswi di universitas terbaik di kota.
"Aku benci melihat pemandangan ini! Kalau bukan karena baj*ngan ini memintaku untuk membeli makanan ditengah badai salju, aku tidak akan bertemu dengan preman tadi!" ucap Reina dalam hati saat melihat dua sosok yang sekarang sangat ia benci.
Dio Santoso adalah pria yang sangat ia cinta di kehidupan sebelumnya, namun semenjak mengenal Sarah Denada dirinya berubah dan memperlakukan dirinya sangat buruk.
Dio berdiri tepat dihadapan Reina dengan sorot mata yang meremehkan Reina dengan berjarak 100 meter, sedangkan Sarah berdiri dibelakang Dio dengan Sifat manipulatif nya.
"Dio, Reina sudah kembali. Tapi sepertinya dia tidak membawa makanan yang kamu minta." ucap Sarah dengan suara dibuat-buat seolah-olah dirinya adalah gadis yang lemah lembut.
"Reina dari mana saja kamu! Kami sudah menunggumu sangat lama dan kami sangat lapar!." bentak Dio.
Reina tersenyum tipis, bagaimana bisa dikehidupan sebelumnya dirinya sangat memuja laki-laki seperti ini, bahkan rela merendahkan harga dirinya supaya Dio bisa masuk menjadi anggota militer bahkan menjadi ketua militer di bagian utara dengan koneksi keluarga Reina namun dibalas dengan penghianatan.
"tadi saya telah membeli beberapa roti dan daging kaleng, namun ditengah jalan ada perampok yang merampas makanan kita." ucap Reina menjelaskan.
"Alasan saja!
Plak..! Suara tamparan mendarat tepat di pipi Reina membuat dirinya membelalakkan matanya.
"huh! Ternyata sama saja, dulu saya hampir mati karena berusaha mempertahankan makanan itu. Tubuhku babak belur bahkan hampir sekarat, tapi kamu tetap menyalahkan saya." batin Reina sambil memegang pipinya yang meradang.
"Dio beraninya kamu menampar saya? mulai detik ini kita putus! Pergi kalian dari sini! Jangan pernah datang lagi ke apartemen saya!" teriak Reina.
Dio berdecak kesal dan meremehkan "putus? Bukannya dari dulu kamu yang mengejar-ngejar saya? Bahkan kamu meminta orang tuamu untuk bisa membantuku menjadi ketua militer? Haha."
"ayo sarah kita pergi dari sini." ajak Dio
Sarah sedikit kesal dengan sikap Dio yang terburu-buru, "Si*l! Dio bod*h ini cepat sekali membuat keputusan untuk putus dengan Reina. Sebentar lagi akan ada kiamat, saya belum mendapatkan kalung liontin merah milik Reina." batin Sarah sambil berjalan mengikuti Dio.
Sedangkan Reina terpaku melihat Sarah, merasa ada yang aneh. Mengapa dikehidupan sebelumnya Sarah mengetahui tentang kiamat.
"mengapa rasanya Sarah sangat mengetahui tentang hari kiamat, dia menginginkan Dio menjadi ketua militer dibagian utara tepat dimana tahap awal letusan kekuatan spiritual berada disana, kemudian setelah mendapatkan kekuatan spiritual dia merampas kalung liontin merah milikku." gumam Reina.
"huh, karena saya telah hidup kembali apapun yang terjadi kehidupan burukku akan kupastikan tidak terulang kembali." tekad Reina.
Namun Reina masih penasaran ada rahasia apa dibalik kalung liontin merah miliknya. Karena dikehidupannya reina berfikir itu hanya kalung biasa dan membiarkan sarah merebutnya demi dio.
Seingatnya kalung tersebut diberikan oleh seorang kakek-kakek yang tanpa sengaja ia tolong disaat badai melanda.
"ah iya, kakek-kakek itu tidak sengaja saya tolong nanti malam saat badai salju naik status siaga 1. Mulai sekarang kehidupan baruku akan kumulai."
sedangkan Dio dan Sarah sedang berdebat, "Dio kenapa kamu mau putus dengan Reina, apakah tidak apa-apa?." Sarah menggerutu tidak puas atas keputusan Dio.
"sayang kenapa kamu marah? Bukannya bagus kalau saya dan Reina putus? Kita bisa menjalin hubungan?." tanya Dio penasaran sembari menyelipkan rambut sarah ketelinga.
Sarah yang duduk dipangkuan Dio kemudian memeluk lehernya, "bukannya begitu, tapi.." ucap Sarah dengan wajah menyedihkan.
Dio menghela nafas panjang, "oke saya mengerti, kamu terlalu baik dan bersedia mengorbankan perasaanmu demi orang lain. Lagi pula kamu tau sendiri Reina sebucin apa dengan saya, sebentar lagi pasti dia datang mohon-mohon minta maaf seperti sebelumnya." ejek Dio.
Sarah tersenyum mendengar penuturan Dio, "kamu benar, Reina sangat bucin denganmu, setelah ini lebih baik kita manfaatkan sebaik mungkin."
"oiya, nanti malam saya akan pergi keutara karena disana akan ada letusan gunung, dan menurut para ahli ada kekuatan aneh yang sedang meluap-luap bahkan ada beberapa tanaman bermutasi disekitar luapan kekuatan itu." ucap Dio.
"sepertinya ini adalah tahap awal menuju perubahan dunia sebelum kiamat. Saya harus mendapatkan kekuatan spiritual tersebut." batin Sarah.
"Dio bolehkan saya ikut? Mungkin saja itu adalah kekuatan spiritual yang bisa merubah benda menjadi kekuatan." ucap Sarah kepada Dio
"hahaha, kamu kebanyakan membaca novel. Dunia modern mana ada kekuatan seperti itu." ucap Dio yang tidak mempercayai ucapan Sarah.
Sarah kesal karena dio tidak mempercayainya, sambil berdiri "huh, terus coba kamu jelaskan mengapa ada tanaman yang bisa bermutasi menjadi makhluk hidup dan menyerang manusia kalau bukan karena kekuatan spiritual yang bocor meluap keluar." kesal Sarah melipat kedua tangannya.
Dio sangat terkejut mengapa Sarah bisa mengetahui bahwa tanaman tersebut sempat menyerang manusia. "sarah bagaimana kamu tahu kalau tanaman yang bermutasi sempat menyerang manusia? Bahkan saya tidak mengatakannya denganmu." tanya Dio penasaran.
"Sebenarnya saya mengetahui seperti apa masa depan, termasuk perubahan dunia dan kiamat."
"Apa!?" Dio sangat terkejut dan sulit untuk percaya