NovelToon NovelToon
Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Terikat Cinta Dengan Gadis Muda | Married To A Young Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dark Romance / CEO
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Eko Davka terjebak tuduhan memalukan, di tuduh mandul oleh Selvia, istri sahnya sendiri, yang membuat harga dirinya tercoreng. Untuk membuktikan semua omongan itu salah, dia punya satu jalan, memiliki keturunan.
Pilihannya jatuh pada Nayyara, gadis muda yang dia beli seharga 300 juta rupiah dari pemilik klub malam, tempat gadis itu bekerja. Davka mengajukan perjanjian, menikah secara kontrak, Nayyara akan memberinya keturunan, lalu semuanya selesai.

Namun Nayyara menolak diperlakukan sebagai mesin pembuat anak. dia ingin bebas—asal bisa mengembalikan uang yang telah dikeluarkan Davka. Tapi bagaimana? Uang sebanyak itu mustahil dia miliki. Terjepit ketakutan dan keterbatasan, Nayyara akhirnya menyerah dan menerima takdirnya, menjadi istri kedua pria dingin berkuasa itu.

Akankah pernikahan yang dimulai dari paksaan dan perjanjian hanya berakhir saat kontrak selesai? Atau benih-benih cinta justru tumbuh di antara ikatan Davka dan Nayyara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Nasib Malang Gadis Muda

Seseorang melempar gadis itu ke dalam ruangan kecil yang hanya berisi sebuah dipan kayu dengan kasur yang tipis. Tangisnya terdengar menyayat hati, namun siapa yang peduli? Tidak ada seorang pun.

"Pak, saya mohon... biarkan saya bertemu Mama saya!" Pinta Nayyara lirih sambil memohon.

 

Lelaki bertubuh tinggi besar yang penuh tato itu menyeringai seram, lalu berjongkok di depan Nayyara dengan wajah galak. "Ibumu saja takkan peduli sama kamu! Apa kamu dengar dan paham?!" Hardiknya kasar.

Gadis yang baru akan berumur dua puluh satu tahun bulan Agustus nanti itu makin terisak keras ketakutan. Tak lama kemudian masuklah seorang lelaki lain, usianya lebih tua dari tukang pukul tadi. Dia bertulak pinggang sambil menatap puas ke arah gadis yang gemetar itu.

"Jangan beri dia makan sampai besok pagi. Ada orang yang mau membelinya dengan harga mahal. Awas saja jika kamu berani kabur lagi atau main-main dengan kami!" Ancam lelaki itu. 

Gadis cantik itu mendongak, seluruh tubuhnya gemetar hebat. Perutnya terasa sangat lapar karena sejak kemarin malam belum diisi makanan apapun, ditambah lagi rasa takut yang mencekam pada lelaki kejam yang notabene adalah pemilik tempat ini. 

"Pak, tolong kasihani saya... saya mohon..." Nayyara memegangi kaki lelaki itu yang memakai sepatu mengkilap, dia bersujud dan memelas sekuat tenaga.

"Kunci pintunya rapat-rapat! Jangan sampai dia kabur lagi!" Perintahnya pada anak buahnya.

"Baik, Bos!"

"Besok pembeli kita akan datang. Awas saja kalau kamu berani coba kabur lagi, aku bunuh kamu!" Dia meremas pipi gadis itu dengan kasar lalu mengedipkan mata dengan tatapan licik. "Sebenarnya kamu sungguh cantik, berkali-kali lipat lebih cantik daripada semua gadis di sini. Sayangnya kamu sudah jadi tambang emasku. Setelah aku bisa menjualmu mahal, aku akan dapat uang yang sangat banyak," Bisiknya di dekat telinga Nayyara dengan menyeringai kejam.

Tubuh ramping dan kurus gadis itu makin merinding ketakutan. Dia beringsut mundur sampai tubuh mungilnya terantuk pada kasur tipis dipan kayu itu. Tukang pukul kepercayaan lelaki kejam itu terkekeh puas saat menutup pintu kamar dan menguncinya rapat dari luar.

"Ibuk... huhu... tolong Nayy..." Untuk kesekian kalinya gadis itu memanggil ibunya si Ningsih, namun percuma saja. Perempuan yang menjadi ibunya itu takkan pernah peduli padanya, dia malah pasti senang jika anak yang dibesarkannya selama dua puluh satu tahun itu, akhirnya bisa menghasilkan pundi-pundi uang banyak untuknya.

 

"Kamu itu cuma anak pungut yang diambil suamiku di tempat sampah! Kamu itu hanya anak tong sampah"

Ucapan kejam dari perempuan yang dianggapnya ibu itu, membuat Nayyara hidup bertahun-tahun dalam rasa sedih dan penderitaan yang mendalam. Kadang dia benci pada dirinya sendiri, dan sering bertanya-tanya, apa salahnya sampai dia dibuang orang tua kandungnya, dan dianggap sampah oleh orang yang memungutnya.

"Kamu bawa dia kemana tadi?" Tanya Kaino pada anak buah kepercayaannya.

"Ke kamar belakang, Bos. Tempat paling pas untuk mengurung bocah itu. Tadi saya sudah minta Nathan menjaga ketat di sana," jawab pemuda berumur 24 tahun itu.

"Haha~ kamu kejam juga rupanya. Yaudah, jaga dia baik-baik. Jangan sampai ada insiden lagi dia berusaha kabur," Perintah Kaino sambil tersenyum miring.

"Tapi Bos... kalau tidak diberi makan, dia bisa mati lho," Cemas anak buahnya ragu

"Dia takkan mati kalau cuma tidak makan semalaman saja," Jawab Kaino santai.

Pria bernama Kaino Wirayudha itu kembali berjalan menuju ruangan kerjanya. Di tempat ini, dialah rajanya, pemilik klub malam gelap tempat penjualan yang menyalahi hukum.

"Apa Devi tadi melayani tamu di sini dengan baik?" tanyanya lagi pada Dion.

"Iya, Bos. Tamu tadi cukup puas. Meskipun Devi itu sering dipakai, tapi masih banyak juga peminatnya. Lumayan, tadi dapat 30 juta dari beberapa pelanggan," Lapor Dion.

Kaino manggut-manggut senang sambil terkekeh pelan. "Aku kesel rasanya, akhir-akhir ini bocah-bocah di sini jadi pintar membantah dan semaunya sendiri. Mereka makin berani minta jatah uang makin banyak dan permintaannya macam-macam," Geram Kaino.

"Itu karena Bos terlalu baik. Jangan dimanjakan pegawai di sini. Kasih saja kebutuhan mereka sewajarnya saja. Kalau ada yang berani bertingkah dan protes dengan bayarannya, buat mereka kapok," Saran Dion.

Wajah Kaino terlihat lelah namun dia tersenyum lebar saat menghitung lembaran uang di atas mejanya, lalu memasukkan uang itu ke dalam amplop cokelat.

"Sepertinya belum ada pelanggan di sini yang mau membayar lebih dari lima juta untuk satu wanita di sini ya...," Gumam Kaino.

"Si Nayyara pasti laku jauh lebih mahal, Bos. Dia cantik, muda, dan masih segel," Sahut Dion menyeringai licik.

 Kaino pun setuju, dia ikut tersenyum jahat. "Besok ketika pembeli kita datang, pastikan gadis itu tidak bertingkah macam-macam. Kalau dia berani kabur lagi, aku akan membuatnya tak mau hidup lagi. Lihat saja, akan aku cekik dia sampai mati kalau bikin ulah!" Ancam Kaino berapi-api.

"Hah... semoga saja besok yang mau membeli bocah itu setuju dengan harga yang kita ajukan," Harap Dion.

"Dia sebenarnya cantik sih, Bos, tapi sayang dia kurus kering dan penampilannya lusuh. Seharusnya kita beri dia makanan enak dulu, lalu dandani dengan baju bagus serta dipakaikan riasan cantik. Biar penampilannya berubah total," Usul Dion.

Kaino mencebik kesal lalu menoleh tajam pada anak buahnya itu. "Menurutmu apa aku harus memberikan dia baju mahal dan makan enak? Keenakan dia dong!"

"Itu kan strategi biar dia bisa laku mahal besok, Bos. Siapa tahu ada yang mau bayar dia sampai lima puluh juta atau lebih?" Jawab Dion meyakinkan.

"Kamu benar juga sih... Memang benar si gembel itu dasarnya cantik," Kaino nampak berpikir keras lalu terpaksa mengangguk setuju. Kalau begini caranya, dia memang harus berkorban sedikit di awal agar si Nayyara itu bisa laku mahal dan menguntungkan dirinya nanti.

****

Baru saja Nayyara membuka mata dengan perut yang terasa perih dan kepala pusing, pintu ruangan kamar sempit itu sudah dibuka paksa dari luar.

"Ini makananmu, ayo makan cepetan!"

Nayyara terkejut, dia meraih nampan berisi piring makanan dengan lauk enak yang menggugah selera. Dia sangat lapar dan sungguh tak tahan lagi jika harus menolaknya.

"Ayo cepat makan! Itu tak ada racunnya! Bos takkan sebodoh itu meracuni kamu," Ucap si tukang pukul ketus.

Gadis itu mengangguk cepat lalu segera menyantap dan menghabiskan semua isi piring itu tanpa sisa sedikit pun. Dia yakin lelaki kejam itu takkan meracuninya karena dia masih ingin menjualnya pada pelanggan mereka di sini.

"Ayo sekarang ikut kami! Cepat bergerak!"

"Kemana, Tuan? Saya tidak mau... saya takut!" Nayyara menolak dan berusaha mundur menjauhi dua lelaki tukang pukul itu.

"Nggak usah banyak bacot! Ayo ikut kami!"

"Lepaskan! Arghhh!! Aku nggak mau!!" Nayyara kembali menjerit histeris saat tubuh mungilnya ditarik kasar lalu dibawa paksa ke sebuah ruangan lain. Di dalam sana sudah menunggu Kaino dan seorang wanita dengan dandanan yang sangat mencolok.

"Bos, dia sudah kami bawa dan sudah kami berikan makan juga tadi," Lapor salah satu anak buah.

"Baguslah. Suruh dia mandi dan bersiap. Sebentar lagi Pak Denny dan Pak Dino akan datang menjemputnya!" Kaino tersenyum sumringah lalu meremas pipi pucat gadis belia itu.

"Bersiaplah... mandi, dandan, dan tampil secantik mungkin. Sebentar lagi tamu kita akan datang menjemputmu. Kamu sudah dibeli mahal tadi..." Nayyara yang mendengar itu menggeleng kuat ketakutan. Apa kali ini nasibnya takkan tertolong lagi, padahal kemarin dia sudah nekat mencoba kabur dari tempat neraka ini. 

"Setelah mandi, pakaikan dia gaun yang paling bagus dan dandani dia secantik mungkin! Aku ingin pelanggan kali ini puas dengan pelayanan kita dan mau membayar mahal!" Perintah Kaino pada wanita itu.

"Baik, Bos!" Wanita dengan dandanan tebal itu langsung bergerak cepat menarik tangan Nayyara. "Mbak, tolong saya... bantu saya kabur dari sini..." Nayyara berusaha memelas pada perempuan asing itu, namun dia malah didorong masuk ke kamar mandi dan dilempari handuk besar.

"Mandi! Jangan pakai lama! Jika tidak kamu mandi, aku guyur kamu sampai kedinginan!"

 

Brak...

Pintu ruangan sempit toilet itu ditutup rapat kembali, menyisakan Nayyara yang terisak sendirian. Dia mulai menyalakan air shower dan membasuh tubuhnya yang masih gemetaran hebat.

Selang sepuluh menit kemudian setelah selesai mandi, dia sudah duduk di depan meja rias. Perempuan tadi dengan cepat memoleskan riasan tebal di wajah gadis itu dan merapikan rambutnya, juga menyiapkan gaun yang akan dia pakai pagi ini. 

Wajah Nayyara makin pucat pasi dan dipenuhi rasa ngeri saat melihat gaun yang disodorkan itu. Gaun berwarna hitam dengan potongan sangat terbuka dan tipis, yang pasti nanti akan dengan jelas menonjolkan lekuk tubuh mungilnya meski tubuhnya kurus kering.

1
Ananda Boy
kak kok bisa gitu say Selvi
Ananda Boy
akhirnya mulai ada ehem 🤭
Ananda Boy
next thor plis😍
Ananda Boy
kapan up Thor 😄
Ananda Boy
next thor 😍
Ananda Boy
kenapa q benci si Selvi 🤭
Ananda Boy
wkwkwk panas kipas kipas🤭😄
Ananda Boy
next kak🤭😄
Ananda Boy
lanjut ka😍😍
Vedyta
Bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!