NovelToon NovelToon
PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

PAHLAWAN ERA KEKACAUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Time Travel / Perperangan
Popularitas:624
Nilai: 5
Nama Author: erik riswana

Setelah terlibat menggulingkan kekuatan kaisar Shu , Yan Qin sebagai jenderal harimau kiri mendapatkan penghargaan, berharap penghargaan itu membuat dirinya menjadi seorang panglima perang ibukota yang sudah lama di cita citakannya sejak dahulu, namun saat penganugerahan penghargaan, harapan keinginan itu tidak terkabul ,tatkala kaisar baru memberikan mandat yang sangat menghina dan merendahkan dirinya sebagai seorang jenderal harimau kiri .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon erik riswana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 3

Tanpa berkata kata lagi , ia berjalan keluar dari kediamannya, meninggalkan suasana sunyi yang begitu mencekam .

Sementara itu di dalam kamar sederhana dengan beberapa kain menumpuk , seorang wanita cantik dengan air mata yang memenuhi wajahnya terlihat menunduk , memikirkan tentang hal yang akan terjadi padanya di masa depan.

" andaikan aku hidup kembali di masa depan , aku tidak ingin menjadi seorang putri kerajaan, menjadi rakyat biasa juga tidak masalah, hufhh... sepertinya benar dengan rumor yang beredar , jenderal Qin memiliki temperamen mudah marah , " gumamnya dengan pelan .

Liu Yongning memiliki penampilan wanita dewasa yang sudah matang pada usianya , wajahnya yang putih dengan fitur kecantikan alami yang sederhana , membuat siapa saja yang memandangnya akan berlama lama .

Namun memiliki kekurangan dalam fisik , di mana satu kakinya tidak bisa digerakkan sejak bayi , dan tidak ada tabib atau dokter kerajaan yang bisa mendiagnosis penyakit yang di deritanya.

Sehingga selama dua puluh lima tahun sampai sekarang, langkahnya terlihat sedikit aneh dan kurang , tidak bisa mencerminkan keanggunan seorang putri kerajaan.

" sepertinya jenderal Qin telah pergi , aku akan keluar untuk membuat makanan..!"

Perlahan ia berdiri dari duduknya, dan berjalan keluar dengan langkah terpincang pincang.

Kret..

Dengan langkah pelan , Liu Yongning berjalan ke arah dapur yang ada di sebelah kanan kamarnya, sampai di sana , ia hanya melihat satu kilo tepung dan beberapa bumbu yang secara kebetulan pas untuk memasak pangsit atau mantou.

Dengan hati hati , ia mulai membuat adonan tepung dan secara teratur menyalakan api yang di mana menggunakan tungku kayu bakar .

Pasar ibukota Luoyang.

Dari arah pintu masuk pasar kota , seorang pria dengan tinggi hampir dua meter berjalan pelan , matanya yang tajam melihat beberapa pedagang yang tampak tidak berani menatap kepada dirinya .

Yan Qin mengerti dengan ketakutan itu , karena di kehidupan sebelumnya, ia suka mengambil barang tanpa membayar dan juga mengambil setengah dari keuntungan pemilik dagang , terutama saat akhir dari kekuasaan kaisar Shu, keributan dan kerusuhan terjadi di setiap sudut ibukota , atau di tempat tempat yang di mana banyak orang berlalu lalang.

Ia hanya mendengus dingin, tidak mengambil tindakan, hanya berjalan melewati beberapa pedagang makanan dan kain , ia berencana pergi ke kamar dagang Qingyun , di mana tempat itu adalah sarana untuk mencari informasi tentang beberapa peristiwa atau wilayah di luar ibukota.

Setelah berjalan beberapa menit , ia sampai di sebuah bangunan mirip pagoda , bangunan tersebut memiliki beberapa tingkat dan diperkirakan sekitar lima tingkat dengan ketinggian dua puluh meter dari permukaan tanah.

Trap

Trap

Trap

Langkah sepatu besarnya berirama , membuat beberapa orang tidak berani untuk menghalangi , terutama dengan pakaian zirah jenderal berwarna putih , mencerminkan kekuatan dan ketangguhan seorang prajurit kuat .

" hehehe... jenderal harimau Qin , apa yang sedang anda cari .?"

Dari arah meja dekat jendela ,seorang pria tua dengan jubah berwarna abu abu datang mendekat, penampilannya yang begitu tua tampak seperti seorang taois kultivasi, tapi dalam nada bicaranya, ada rasa takut dan enggan saat berbicara dengan Yan Qin .

Mata Yan Qin sedikit menyipit, mengamati dengan cermat , siapa yang datang itu .

" tuan tua Luo , aku datang untuk menanyakan tentang beberapa informasi..!" Kata Yan Qin datar .

" ahh kalau begitu , ayo duduk dulu , " ajak pak tua Luo dengan wajah senang.

Yan Qin tidak berbicara, ia duduk di tempat yang sudah disediakan oleh pria tua berwajah minyak itu.

" hahaha.. tuan Qin mau minum apa ?"

" tidak perlu , aku buru buru , aku mau tanya tentang informasi prefektur Bingzhou ! Apakah pak tua memilikinya ?"

" ahh itu ... tunggu sebentar ... !"

Pria tua itu berdiri dan berjalan menuju meja yang di mana banyak gulungan bambu yang tampak begitu banyak dan menumpuk rapi .

Yan Qin tidak menyangka bahwa perkembangan percetakan tulisan , masih menggunakan bilah bilah bambu yang disatukan dengan metode khusus.

" sepertinya hobi saat membuat kertas di ujian sekolah menengah bisa berguna.." pikirnya dalam hati .

Pria tua itu kembali dengan membawa beberapa gulungan bambu yang cukup berat dan meletakannya di atas meja .

" tuan Qin, berita tentang prefektur Bingzhou sudah ada dan totalnya seratus perak , tidak bisa hutang " kata pak tua Luo dengan nada suara hati hati .

" aku tahu ..!"

Yan Qin mengerti bahwa sesuatu berita akan ada harganya, terutama kamar dagang Qingyun memiliki reputasi bersih dan juga pengaruhnya mencakup lima negara di sekitar Dinasti Qian.

Maksud dari lima negara itu adalah negara Baiyue di selatan , Qiang di barat , Yuan di utara dan Han korea di timur laut , sedangkan di Daqian , puluhan cabang berdiri di setiap provinsi atau prefektur.

Yan Qin merogoh sakunya dan meletakan kain yang cukup berat di hadapan pria tua yang tampak begitu senang itu .

" aku tidak tahu apakah pria tua ini penipu , atau memang informasi tentang prefektur Bingzhou sangat langka " pikirnya dalam hati , " oke pak tua , aku bawa informasi ini , "

" ya hati hati tuan Qin ...!"

Yan Qin tidak begitu memperdulikan pria tua yang senang itu , ia berdiri dan keluar dari bangunan pagoda lima tingkat yang terlihat sangat megah .

Setelah sampai di luar , ia berfikir untuk membeli budak , namun kemudian menggelengkan kepala dengan segera , " tidak perlu terburu buru , aku harus kembali , siapa tahu diantara para bawahan ada yang bersedia ikut dengan jenderal ini pergi " gumamnya pelan .

Sore itu matahari masih bermanja di ufuk barat , seakan tidak ingin kembali ke dalam perut bumi , namun sesuai takdir hukum alam , perputaran itu tetap berlaku , di mana dengan enggan sang kuning terjun meninggalkan kota Luoyang yang begitu megah.

Sampai di depan halaman rumah , Yan Qin melihat sekitar seratus pria dengan zirah kulit dan juga beberapa wanita dan anak anak sedang duduk di halaman rumahnya.

Ia tahu bahwa mereka adalah bawahan yang bersedia ikut meninggalkan ibukota .

" kenapa kalian tidak masuk ke dalam rumah..!"

Segera para prajurit yang sedang santai itu berdiri serempak " jenderal, bawahan datang menyapa ...!"

Suara mereka tidak keras, tapi secara teknis begitu seragam , terutama malam sudah datang, sehingga mereka para prajurit tahu aturan dengan bersuara pelan namun tegas.

" inikah para prajurit jenderal harimau kiri.. kokoh namun begitu kurus, sepertinya pelatihan militer harus di mulai dengan para prajurit bawahan " gumamnya dalam hati.

" tidak perlu formalitas , sekarang karena sudah malam , masing masing keluarga bisa memilih kamar yang ada di dalam , juga untuk para prajurit yang belum memiliki istri atau tidak mempunyai orang tua , bisa bersama sama dengan yang saya katakan tadi "

" terimakasih jenderal atas kemurahan hati yang begitu luar biasa..!"

" tidak perlu sungkan ...!"

Krekkk..

1
Aisyah Suyuti
good👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!