NovelToon NovelToon
Lari Atau Jadi Mereka

Lari Atau Jadi Mereka

Status: sedang berlangsung
Genre:Zombie / Action / Anak Genius
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: ariyanteekk09

Di kota yang kecil damai, sebuah pabrik mochi terkenal meluncurkan produk terbaru mereka yaitu mochi viral yang dalam sekejap menjadi sensasi di media sosial.

namun tidak ada yang tahu ,di balik manis itu tersimpan hal yang mengerikan.

shila menyaksikan sendiri bagaimana teman-teman nya yang makan mochi itu kejang-kejang dan hilang kendali. lalu berubah menjadi sesuatu yang bukan lagi manusia.

kota yang dulunya tenang berubah jadi neraka yang di penuhi oleh mereka.

terjebak di dalam sekolah dengan berapa teman nya yang selamat. shila harus mengambil keputusan :tetap sembunyi atau melarikan diri demi menemukan keluarga nya.

𝐊𝐚𝐦𝐮 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐫𝐮𝐬 𝐛𝐞𝐫𝐥𝐚𝐫𝐢... 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐝𝐢 𝐚𝐧𝐭𝐚𝐫𝐚 𝐦𝐞𝐫𝐞𝐤𝐚!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ariyanteekk09, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 20

Ternyata Pak Heru satu lingkungan tempat tinggal dengan Kakek Hasan dan itu artinya Aira bisa bertemu dengan Shila dan Gibran lagi.

“Sini lah tempat tinggal bapak, non. Dulu papa non lah yang belikan bapak rumah,” cerita Pak Heru.

Aira hanya mengangguk sambil fokus menyetir. Dia juga kagum dengan rumah-rumah yang ada di sana karena memiliki tembok yang tinggi-tinggi.

Lingkungan itu terasa lebih tertutup, namun justru memberi rasa aman yang belum pernah ia rasakan sejak meninggalkan kota asalnya.

Heru menunjukkan rumahnya pada Aira dan turun dari mobil untuk membuka gerbang. Gerbang Pak Heru tidak seperti milik Kakek Hasan, tapi rumah itu juga tidak bisa dimasuki sembarangan orang.

Rumah-rumah di sana sepertinya memang sengaja dibangun seperti itu demi keamanan dan kenyamanan pemilik rumah. Suasananya pun lebih tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota.

Rahma, istri Heru, langsung keluar dari rumah saat mendengar gerbang dibuka. Dia heran saat mobil masuk.

“Pak, itu mobil siapa?” tanya Rahma.

“Buk, itu mobil putri Tuan Hadi. Bapak mengajaknya ke sini. Nanti bapak cerita di dalam, ibu ajak non Aira masuk ke dalam,” suruh Heru.

Rahma mengangguk dan mengajak Aira masuk ke dalam rumahnya, sedangkan Pak Heru memasukkan bahan makanan yang telah mereka beli di supermarket tadi.

“Silakan duduk, Nak. Ibu ambilkan minum dulu,” ucap Rahma dengan ramah.

“Terima kasih, Buk,” jawab Aira. Ia duduk perlahan sambil memperhatikan isi rumah yang sederhana namun terasa hangat.

Rahma terkejut melihat bahan makanan yang banyak sudah ada di dapurnya. Baru kali ini mereka punya persediaan sebanyak itu.

Bisa dibilang kehidupan Heru dan Rahma pas-pasan. Suaminya rela bertaruh nyawa bekerja di apartemen itu demi kebutuhan hidup mereka berdua.

“Masyaallah, Pak… banyak banget bahan makanannya.”

“Alhamdulillah, Buk. Non Aira membeli ini untuk stok kita katanya… Gadis itu persis seperti papanya,” Heru tidak bisa membendung air matanya.

Aira diam-diam mendengar pembicaraan pasangan suami istri itu. Dia tidak menyangka hidup mereka sesulit itu. Dalam hatinya, ia bertekad akan membantu mereka hidup lebih baik, seperti yang dulu dilakukan papanya.

“Nak Aira, kenapa sendirian datang ke sini?” tanya Rahma.

“Awalnya aku tidak mau pergi, Buk. Tapi bertahan di sana juga tidak baik karena kota kelahiranku sudah dipenuhi zombie dan akan dimusnahkan… Orang tuaku pun sekarang sudah jadi zombie, Buk,” Aira tidak menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

“Awalnya non Aira mau tinggal di apartemen yang aneh itu, Buk. Untung dia bertemu bapak. Kalau dengan security lain, mungkin

non Aira sudah terjebak di sana,” ujar Heru.

“Aku kira di sana tempat yang aman karena aku tidak tahu harus ke mana lagi. Apalagi kedua orang tuaku tidak punya keluarga di sini,” cerita Aira dengan napas berat.

“Tinggallah di sini bersama kami, Nak. Ibu pasti senang karena punya teman di rumah… dan biar kamu jadi pengganti orang tuamu ,” ujar Rahma lembut.

“Kami akan menjaga dan melindungi non, jadi non tidak usah sedih lagi,” lanjut Heru.

“Baik, Buk… dan mulai sekarang bapak jangan

panggil non lagi, karena aku kan putri kalian,” Aira terharu dan tidak bisa menahan tangisnya.

Rahma langsung memeluk Aira. Kini dia merasa sudah memiliki seorang putri. Aira juga bersyukur bisa bertemu orang baik di kota ini. Hatinya yang sempat hancur kini perlahan mulai terasa utuh kembali.

“Mulai sekarang bapak tidak perlu bekerja di sana lagi, ya. Papa aku meninggalkan banyak harta dan uang, jadi kita bisa hidup dari itu,” ucap Aira. Ia tidak mau Pak Heru kembali bekerja di apartemen itu.

.

“Baiklah… bapak akan cari pekerjaan lain saja. Tapi besok bapak mau ke sana untuk ambil sepeda bapak,” ujar Heru.

“Jangan, Pak… kita beli yang baru saja,” ucap Aira cepat. Ia tidak ingin Pak Heru kembali ke tempat yang berbahaya itu.

Heru dan Rahma saling berpandangan, lalu tersenyum haru.

Rumah sederhana itu kini terasa lebih hidup. Di tengah keadaan yang penuh ketidakpastian, mereka menemukan keluarga baru… dan secercah harapan untuk bertahan di dunia yang sudah berubah.

*******

Kakek Hasan siap-siap untuk pergi di sore hari dengan pakaian santai. Shila yang sedang bermain dengan Kenan langsung bertanya.

“Kakek mau ke mana?”

“Kakek mau ke kebun sebentar, Shila. Kakek mau ambil beberapa tanaman obat.”

“Jauh gak tempatnya? Biar Gibran yang anterin,” tawar Shila.

“Tidak usah, Shila. Kakek pakai motor saja. Lagian kakek tidak lama kok… Kamu dan Gibran istirahat saja di rumah,” jawab Kakek Hasan.

“Baik, Kek… Kakek hati-hati.”

Hasan mengangguk lalu pergi dari rumah. Ia memang memiliki lahan yang ditanami berbagai jenis tanaman obat. Lahannya masih berada di lingkungan itu, tersembunyi di balik tembok tinggi sehingga tidak ada yang tahu tentang aktivitasnya. Tempat itu menjadi salah satu hal yang paling ia jaga selama ini.

Tak lama kemudian, Gibran keluar dari kamarnya dengan wajah segar. Ia baru saja selesai mandi. Rambutnya masih sedikit basah, membuat penampilannya terlihat berbeda dari biasanya.

Shila tanpa sadar memandang Gibran tanpa berkedip.

“Awas nanti lo suka lagi sama gue… Gue tahu kok kalau gue ganteng,” bisik Gibran dengan nada percaya diri.

“Dihh, kepedean. Siapa juga yang lihatin lo… Tuh, gue lagi lihat luar,” bohong Shila sambil memalingkan wajahnya dengan cepat.

“Ah, gue gak percaya. Kalau suka pun gak apa-apa,” ucap Gibran santai sambil tersenyum tipis.

Shila langsung memukul lengan Gibran dengan kesal, meski wajahnya sedikit memerah tanpa ia sadari.

“Apaan sih lo!”

Gibran hanya tertawa kecil melihat reaksi Shila.

Karena setiap hari selalu bersama, tanpa mereka sadari rasa itu mulai tumbuh di hati masing-masing. Namun keduanya masih belum benar-benar memahami apa yang mereka rasakan.

Di tengah dunia yang sedang kacau, kehadiran satu sama lain justru menjadi hal yang paling menenangkan.

"kakek mana" gibran mengalihkan perhatian.

"katanya mau ke kebun sebentar untuk memetik tanaman obat ".

" oh" gibran mengambil remot dan menyalakan tv.

pembawa berita mengabarkan kalau besok kota v akan di musnahkan. pemerintah sudah menyiapkan beberapa pesawat untuk menjatuhkan bom.

shila dan gibran terdiam, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. berbagai pertanyaan muncul di otak mereka berdua.

"kira-kira mau di jadikan apa kota itu setelah rata dengan tanah ya gibran".

" gue juga tidak tahu. apa ini sudah di rencana kan dan kota kita yang di target kan.. coba lo pikir di kota lain tidak ada wabah zombie loh.. cuma di kota kita aja. contoh nya di sini. kita sudah 2 hari tinggal tapi kita tidak pernah mendengar suara zombie kan" kata gibran.

"ya juga sih.. kita harus cari tahu semua gibran tapi kita juga butuh bantuan kakek Hasan".

1
Nurr Tika
shila ketemu ga ya sama aira
Nurr Tika
shila harus kuat demi adiknya
Nurr Tika
dasar hendro
Ani Jkt
ceritanya bagus tapi banyak tiponya tor
Nurr Tika
ikutan tegang
Nurr Tika
moga ja shila,adik dan temenya selamat
Nurr Tika
selamet ih bikin tegang aja
Nurr Tika
lanjut
Nurr Tika
untung adiknya ga di lempar keluar rumah, lebih baik tiara yg di usir dari pada kalian keluar dari rumah
Nurr Tika
mona mona coba klau kmu ga jahat pasti ga kan di usir
Nurr Tika
mona di kasih zombie ja buat santapan
Nurr Tika
lanjut thor
Nurr Tika
sebenarnya apa yg terjadi ya
Nurr Tika
nyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!