Elora Kirana bukan lagi nama yang dipuja seperti dulu. Sekali waktu dia adalah bintang yang bersinar terang, tapi satu skandal cukup untuk menjatuhkannya tanpa ampun. Dalam semalam, dunia yang dulu memujanya berubah jadi lautan hujatan. Kariernya hampir runtuh, kontrak diputus, dan kepercayaan publik hilang begitu saja. Saat semua orang menjauh, satu orang justru datang dengan cara yang paling tidak ia duga. Arshaka Bhumisvara. Seorang CEO muda yang dikenal dingin, tak tersentuh, dan selalu terlihat terlalu sempurna untuk dunia yang penuh drama seperti milik Elora. Tidak ada yang mengira dia akan ikut campur dalam skandal seorang artis. Tapi Arshaka datang bukan untuk simpati. Dia menawarkan sebuah kesepakatan. “Jadilah pacarku di depan publik.” Sebuah hubungan palsu untuk menutupi skandal, meredam media, dan menyelamatkan nama baik mereka berdua. Syarat yang terdengar sederhana, tapi jelas bukan tanpa risiko. Awalnya, Elora hanya menjalani semuanya seperti akting. Senyum di depan kamera, genggaman tangan yang dibuat seolah nyata, dan tatapan hangat yang sebenarnya kosong makna. Tapi Arshaka… terlalu meyakinkan untuk sekadar berpura-pura. Dan Elora mulai sadar, batas antara sandiwara dan kenyataan perlahan menghilang. Di balik sikap dinginnya, Arshaka menyimpan cara memandang Elora yang membuatnya ragu. Terlalu dalam. Terlalu nyata untuk dianggap pura-pura. Masalahnya sekarang bukan lagi soal skandal yang ingin mereka tutupi… Tapi perasaan yang diam-diam tumbuh di antara dua orang yang sama-sama tidak siap untuk jatuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nanda Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 - Jejak yang Tertinggal
Tidak semua kesalahan terlihat besar karena justru yang paling berbahaya sering kali datang dari sesuatu yang dianggap terlalu kecil untuk diperhatikan sesuatu yang terlewat karena terlihat tidak penting dan bagi orang seperti Arshaka tidak ada detail yang benar benar sepele terutama ketika semuanya sudah mulai mengarah pada satu nama yang sama berulang kali
Sejak malam sebelumnya ia tidak benar benar berhenti pikirannya terus bekerja bahkan ketika tubuhnya diam karena setiap potongan informasi yang ia kumpulkan tidak berdiri sendiri semuanya terhubung dengan cara yang tidak langsung terlihat namun cukup untuk membentuk pola yang hanya bisa dibaca oleh seseorang yang tahu apa yang harus dicari
Ia duduk di ruang kerja dengan layar besar di depannya menampilkan rekaman dari berbagai sudut yang berhasil ia akses beberapa berasal dari area sekitar rumah beberapa dari titik titik yang sebelumnya tidak ia anggap penting namun kini menjadi relevan karena satu hal
Pergerakan yang tidak biasa
Rekaman itu berjalan normal orang lalu lalang kendaraan melintas tidak ada sesuatu yang mencolok sampai pada satu titik ketika ia menghentikan layar tepat pada satu frame yang terlihat terlalu cepat untuk diperhatikan oleh orang biasa
Siluet
Hanya bayangan
Namun berada di waktu yang tidak seharusnya
Ia memutar ulang memperlambat bagian itu hingga bentuknya sedikit lebih jelas meskipun tidak cukup untuk menunjukkan wajah namun cukup untuk memastikan satu hal
Ada seseorang yang masuk tanpa seharusnya ada di sana
Tatapan Arshaka mengeras bukan karena terkejut tapi karena sesuatu yang ia cari akhirnya mulai terlihat bukan jawaban penuh tapi arah yang jelas
Ia mengambil ponselnya menekan nomor dengan cepat tanpa ragu
“Aku kirim gambar”
Suaranya rendah
“Cari dari semua database yang kamu punya aku mau identitasnya dalam waktu dekat”
Hening sejenak sebelum ia melanjutkan
“Dan jangan kasih aku hasil setengah jadi”
Nada suaranya tidak berubah
Namun tekanannya cukup untuk membuat siapa pun di seberang mengerti bahwa ini bukan permintaan biasa
Ia menutup panggilan lalu kembali menatap layar itu beberapa detik lebih lama sebelum akhirnya berdiri
Namun sebelum ia meninggalkan ruangan matanya sempat berhenti pada satu detail kecil yang sebelumnya hampir terlewat
Waktu
Timestamp di rekaman itu tidak sepenuhnya sinkron dengan sistem utama
Perbedaannya sangat tipis
Beberapa detik
Namun cukup untuk menunjukkan bahwa ada sesuatu yang dimanipulasi
Dan itu berarti
Seseorang tidak hanya masuk
Tapi juga menyiapkan sesuatu
Di dalam kamar Elora masih berada di tempat yang sama seperti beberapa hari terakhir tubuhnya belum sepenuhnya pulih membuatnya lebih banyak diam daripada bergerak namun bukan hanya karena kondisi fisiknya tapi karena pikirannya yang belum benar benar keluar dari kejadian sebelumnya setiap kali ia mencoba memejamkan mata bayangan saat ia jatuh kembali muncul seolah tubuhnya mengingat sesuatu yang tidak ingin ia ulangi
Ia memegang ponselnya tanpa benar benar membuka apa pun hanya menggenggamnya seolah itu bisa memberinya rasa aman yang sebenarnya tidak ada karena sejak beberapa hari terakhir ada perasaan tidak nyaman yang sulit ia jelaskan seperti ada sesuatu yang salah namun ia tidak tahu apa
Layar ponselnya tiba tiba menyala
Satu notifikasi masuk
Nomor tidak dikenal
Tanpa nama
Tanpa pesan
Hanya satu file
Elora menatap layar itu lama lebih lama dari seharusnya jantungnya berdetak sedikit lebih cepat tanpa alasan yang jelas seolah tubuhnya merespons sesuatu sebelum pikirannya sempat memahami
Tangannya bergerak pelan hampir membuka file itu
Namun berhenti
Sesuatu dalam dirinya menolak
Ia langsung mengunci layar tanpa membukanya
Dan meletakkan ponsel itu di sampingnya
Seolah dengan begitu semuanya akan berhenti
Namun perasaan itu tidak hilang
Justru semakin kuat
Pintu kamar terbuka pelan dan Arshaka masuk seperti biasa langkahnya tenang namun kali ini tatapannya langsung tertuju pada Elora seolah ia sudah tahu ada sesuatu yang berbeda
“Kamu kenapa”
Suaranya rendah
Elora sedikit tersentak lalu menggeleng
“Nggak apa apa”
Jawaban itu terlalu cepat
Dan Arshaka menyadarinya
Tatapannya beralih ke ponsel di samping Elora
“Siapa yang hubungi kamu”
Pertanyaannya langsung
Tidak memutar
Elora ragu beberapa detik sebelum akhirnya berkata
“Nomor nggak dikenal”
Arshaka tidak langsung bicara ia mengambil ponsel itu membuka layar dan melihat notifikasi yang masih ada di sana file yang belum dibuka dengan format yang tidak biasa
Tatapannya langsung berubah
Lebih tajam
Lebih fokus
“Kamu buka”
Pertanyaannya singkat
Elora menggeleng cepat
“Nggak”
Jawaban itu jujur
Dan untuk pertama kalinya itu justru membuat Arshaka sedikit tenang
Ia tidak langsung membuka file itu
Hanya menatap beberapa detik seolah menghitung sesuatu
Menganalisis
Mengaitkan
Dengan apa yang ia temukan sebelumnya
Timestamp yang tidak sinkron
Pergerakan yang tidak seharusnya
Dan sekarang
File tanpa identitas
“Ada yang mulai bergerak”
Kalimat itu keluar pelan
Lebih kepada dirinya sendiri
Namun cukup untuk membuat Elora menegang
“Maksudnya”
Suaranya pelan
Arshaka mengangkat pandangannya
Tatapannya lebih dalam sekarang
“Ini bukan kebetulan”
Nada suaranya tetap tenang
Namun ada sesuatu yang berubah
Lebih gelap
Elora menatapnya
Napasnya sedikit tertahan
“Dia”
Satu kata itu keluar
Dan Arshaka tidak menyangkal
“Iya”
Hening beberapa detik
Namun kali ini terasa lebih berat
Arshaka mengunci ponsel itu lalu meletakkannya kembali
“Kamu jangan buka apa pun dari nomor yang tidak dikenal”
Nada suaranya tegas
Tidak memberi ruang untuk dibantah
Elora mengangguk pelan
Meskipun di dalam dirinya rasa tidak nyaman itu semakin besar
Malam turun perlahan membawa suasana yang lebih sunyi dari sebelumnya namun di balik ketenangan itu ada sesuatu yang sedang disiapkan sesuatu yang bergerak tanpa terlihat dan menunggu waktu yang tepat untuk muncul
Arshaka kembali ke ruang kerjanya layar kembali menyala menampilkan data yang semakin jelas setiap potongan yang sebelumnya terpisah kini mulai terhubung membentuk sesuatu yang lebih besar
Namun kali ini ia tahu
Apa pun yang sedang disiapkan
Tidak akan berhenti di sini
Di tempat lain
Alven Arkana duduk santai menatap layar di tangannya memperhatikan satu hal yang belum dibuka
File yang sudah ia kirim
Senyum tipis muncul di wajahnya
Tidak terburu
Tidak gelisah
Karena baginya waktu bukan sesuatu yang harus dikejar
Tapi sesuatu yang bisa ia atur
“Belum dibuka ya”
Gumamnya pelan
Namun tidak ada rasa kecewa di sana
Karena ia tahu
Cepat atau lambat
Semua orang akan melihat
Dan saat itu terjadi
Tidak akan ada cara untuk kembali
⸻
Hai yang udah baca jangan lupa ninggalin jejak ya, biar aku makin semangat lanjutnya hehe^^