Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.
Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.
Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.
Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 32
"Kamu juga bukannya murid baru? Kenapa kalian murid baru suka sekali seenaknya begini!" Marah ibu Susan.
"Saya dari UKS. Dan dia yang bantu saya." Ujar laki-laki itu datar.
"Apa benar itu, Allyssa?" Tanya ibu Susan menyelidik.
Karena tidak mau dihukum lagi, Allyssa akhirnya mengangguk mengiyakan.
"Kalau gitu, cepat duduk di bangku kalian!" Perintah Bu Susan. Keduanya langsung duduk di bangku masing-masing
"Kenapa dia malah bantuin Gue?" Batin Allyssa.
Bu susah melanjutkan pelajaran yang sebelumnya terhenti. Semua siswa Kembali focus untuk menerima pelajaran dari guru yang terkenal pemarah itu.
...****************...
Di rumah.
Allyssa memasuki rumahnya dengan pikiran yang masih berkutat pada pertemuanya dengan Devandra. Kesekian kalinya dia terus mengikis perasaan yang tersisa. Di ruang tamu sudah ada ayah dan ibunya tengah membicarakan sesuatu yang cukup serius.
“Aku pulang!” Ujar Allyssa setengah berteriak. Ia memecah keseriusan yang tampak di raut orang tuanya. Ia meraih tangan keduanya untuk disalim.
“Serius amat sih Mah Pah! Lagi bahas apa sih?!” Lanjut Allyssa penasaran sambil duduk di samping ibunya.
“Ada yang mau Mama dan Papa bicarakan. Tapi kita tunggu Runa dulu, Sayang.” Ujar sang ibu lembut.
“Spoiler dulu napa Mah. Lyssa penasaran Ini!” Ketus Alyysa yang benar-benar merasa penasaran.
“Sambil Tunggu Runa, mending kamu mandi dan ganti baju deh! Sudah apek bangat Papa lihat.” Ujar sang ayah.
“Yaelah Pah! Suka bangat ngatain anaknya. Yaudah deh Alyyssa ke atas dulu.” Ngambek Allyssa langsung menuju ke kamarnya.
Sementara Allyssa pergi, keduanya melanjutkan pembahasan serius mereka.
...****************...
Setelah beberapa hari yang lalu membahas tentang perjodohan. Di sinilah keluarga Marvelle berada. Sebuah pesta penyambutan cucu keluarga Mahendra yang baru pulang dari studinya di London. Seorang penerus yang akan memimpin perusahaan Mahendra Group.
Sementara itu, kedua saudari kembar tak identik terus berbincang, sedangkan orang tua mereka sedang berbicara dengan rekan bisnisnya.
“Kalau gak di paksa, malas bangat Gue datang ke acara beginian!” Ujar Allyssa jenuh.
“Yaelah Lyss, Lo tinggal duduk diam, ribet bangat!” Balas Aruna.
“Gue bosan duduk mulu dari tadi! Gue pengen pulang!” Rengek Allyysaa.
“Gak usah sok manja begitu deh Lyss! Gak cocok di Lo tahu gak!” Ujar Aruna menjulurkan lidah ke saudarinya itu.
“Ih Runa Lo mah gak asyik!” Ujar Allyssa cemberut.
“Perasaan Gue dari tadi enjoy-enjoy aja! Lo nya aja yang cemberut mulu.” Ujar Aruna mengejek Allyssa.
“CKCK. Udah ah! Malas Gue ngomong sama Lo!” Ujar Allyssa bangkit dari duduknya.
“Lah mau ke mana Lo?” Tanya Aruna heran.
“TOILET!” Jawab Allyssa langsung beranjak dari sana. Meninggalkan Aruna yang duduk sendirian di situ.
Toilet sebenarnya hanya sekedar alasan untuk dirinya kabur dari tempat yang menurutnya membosankan itu. Allyssa pergi dari keramaian. Ia melewati beberapa orang yang pastinya sibuk membicarakan bisnis mereka. Ia juga memperhatikan beberapa pengusaha dan pejabat dengan gaun dan jas yang harganya mungkin setara dengan harga motor. Ini bukan sekedar pesta penyambutan menurutnya. Tetapi ajang untuk memamerkan kekuasaan dan mencari perhatian.
Saat sedang memperhatikan ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang gadis dengan kulit putih, rambutnya terurai rapi, gaun silver yang sangat pas di tubuhnya. Cantik sekali menurutnya.
Gadis itu juga memegang gelas yang berisi jus jeruk. Dan sekarang setengah dari isi gelas itu berpindah ke dress hitam yang ia kenakan.
Noda oranye itu langsung menyebar hingga menembus kulitnya. Dingin dan sangat lengket.
“Sial!” Batin Allyssa
“Ya ampun, Aku nggak liat! Maaf ya, Kamu nggak apa-apa?” Ujar gadis itu panik. Matanya membulat kaget. Reflek ia mengambil beberapa lembar tisu dari tasnya dan memberikan nya pada Allyssa.
Allyssa rasanya ingin sekali mengomeli gadis itu. Tapi karena dia sadar bahwa dirinya salah dan tahu bahwa gadis di depannya terlihat tulus, ia memilih membiarkan masalah ini.
“Ngaak... nggak apa-apa kok.” Ujar Allyssa memaksa untuk tersenyum. Dia membersihkan dreesnya dengan tisu yang diberikan gadis itu. Allyssa memperhatikan sekitar. Dia merasa dia harus ke toilet segera.