"Jangan nona,kami takut tuan akan memarahi kami."ucap pria itu yang memohon pada Nonanya untuk tidak pergi.
"Sudahlah, biarkan aku pergi sekarang.Lebih baik kalian diam saja."jawab wanita itu dengan nada marah.
Wanita itu langsung pergi dengan membawa sepeda motor jadulnya menuju lokasi tempat tinggal sementara dirinya.
Dibalik semua itu ternyata dia sedang menutupi identitasnya dan mencoba berbaur dengan orang lain , apalagi dibalik dia melakukan itu ada maksud tertentu tentang misi yang sedang dia lakukan untuk mencari informasi penting.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
"Kamu jangan cerita sama orang lain ya.Aku takut nantinya dimarahi sama Pak Manager." wanita memohon untuk tidak bercerita kepada orang lain.
"Iya aku akan diam,tapi kenapa kalian tidak protes.Apa yang mereka lakukan sudah salah." ucap Nina yang tak habis cara pikir mereka.
"Bagaimana kami mau protes,kami takut nantinya kami di pecat.Kami tak bisa berbuat apa-apa." Nina mulai mengerti,dan akhirnya mereka melanjutkan pekerjaan mereka.
Sedangkan Nina diam-diam menghubungi seseorang yang dimana ia sengaja menghubungi Lukas,dan memerintah untuk melakukan pekerjaan dia.
Nina tersenyum sinis,"Kita lihat seberapa beraninya dia melawanku."batin Nina yang sudah emosi karena ulah orang kepercayaannya itu yang mulai berani bermain-main dengan apa yang dia lakukan.
Nina kembali ke tempat kerjanya dan mengerjakan pekerjaannya seperti biasanya. tak terasa waktu kerja Nina sudah habis, waktunya dia untuk pergi dan Bukannya dia kembali ke tempat kostnya melainkan dia akan pergi ke suatu tempat yang sudah diatur untuk pertemuannya dengan Lukas.
Perjalanan 30 menit menuju lokasi yang di mana dia akan bertemu langsung dengan Lukas dan beberapa orang penting lainnya.
Nina sudah berada di depan pintu gerbang yang saat itu dijaga oleh beberapa anak buahnya.
"Siapa kamu?"tanya pria berbadan kekar itu dengan wajah seramnya seperti sedang mengamati wanita itu.
Nina langsung mau buka kacamatanya dan ekspresi dari mereka berubah menjadi ketakutan setelah melihat kehadiran Nina,"Nona Angel."pria berbadan kekar itu mulai ketakutan dengan menundukkan kepala.
"Buka pintunya."perintah Nina kepada pria berbadan kekar itu yang langsung direspon oleh mereka dengan segera membuka pintu gerbang yang tampak menjulang tinggi.
"Silakan Nona." Nina langsung masuk ke area itu dengan membawa sepeda motor miliknya, beberapa orang yang ada di tempat itu sempat melirik dan penasaran wanita yang baru masuk itu.
Dari mereka mulai sadar dan segera mendekati Nina,"Selamat datang Nona Angel."beberapa orang menyapa kehadiran Nina.
Nina langsung berjalan tanpa menghiraukan mereka semua, hingga Nina masuk ke dalam ruangan yang biasanya dia tepati untuk bekerja.
Tiba-tiba saja, hadirlah sosok pria yang langsung menyapa dirinya,"Selamat datang Nona."sapa Lukas kepada Nonanya.
Nina menatap ke arah Lucas dengan pandangan sinis,"Sepertinya tugas yang aku berikan sudah kamu kerjakan.Dimana orang itu?"tanya Nina kepada Lukas yang memang dari awal sudah memberikan tugasnya untuk mengerjakan sesuatu hal yang penting.
"Orang itu sudah ada di ruang bawah tanah nona."jawab Lukas yang sengaja meletakkan pria itu di penjara ruang bawah tanah.
"Kita temui sekarang orang itu." Nina pergi menemui seseorang yang dimana ada sosok pria yang duduk dengan posisi kedua tangan terikat.
Nina menatap dengan tatapan dingin,seolah ada sesuatu yang membuat emosi Nina.Pria itu dalam keadaan lemas dan ekspresi pria itu langsung berubah melihat kehadiran Nina di tempat itu.
"Nona." suara lirih keluar dari mulut pria itu.
"Benar-benar tak tahu diri kamu,beraninya kamu menyalahi kekuasaanku.Harusnya kamu sadar diri,jika berurusan denganku sama saja kamu menyerahkan nyawamu sendiri."Nina menjelaskan kesalahan fatal yang pria itu lakukan,hingga pria itu tak bisa bertindak apa-apa.
"Masih tak mau mengakui apa kesalahanmu." ucap Nina dengan nada dingin.
"Maafkan saya Nona." pria itu akhirnya mengeluarkan kata dari mulutnya.
Nina tersenyum sinis,"Buang-buang waktuku saja,lebih baik aku mengurus hal penting lainnya daripada mengurus hal kecil ini." Nina melirik kearah Lukas.
"Habisi pria ini,berikan pada hewan kesayanganku." perintah Nina pada Lukas yang langsung memberikan tugas untuk segera menghabisi pria yang ada di tempat itu.
"Tidak Nona,ampuni saya Nona!" teriak pria itu yang tak lain Manager di tempat kerjanya,ia sengaja ingin memberikan pelajaran untuk tidak bermain-main dengannya.
"Ampuni,jangan harap aku akan memberikan kesempatan untukmu." Nina segera pergi dari ruangan itu,dan posisi Lukas dan beberapa anak buahnya mulai mengeksekusi pria itu hingga menjadi santapan hewan buas.
Nina berada di ruang gudang,yang dimana ruangan itu banyak beberapa senjata yang belum terkirim.
"Nona." sapa Lukas pada Nonanya.
"Apa semuanya sudah kamu selesaikan?" tanya Nina pada Lukas .
"Sudah Nona." jawab Lukas,Nina melirik kearah Lukas.
"Tugasmu sekarang Carikan orang untuk mengganti posisi pria itu." Pesan Nina pada Lukas untuk mencari pengganti yang pantas.
"Baik Nona,saya mengerti."jawab Lukas yang langsung bergerak cepat melakukan perintah Nonanya.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam,waktunya dia untuk pulang.Setelah ia menyelesaikan pekerjaan dan mengurus pria brengsek itu.
Sebelum pulang Nina sengaja pergi mencari makanan di pinggir jalan.Nina mulai beradaptasi dengan kehidupan barunya.
Berbeda dengan kehidupannya yang sebelumnya, yang di mana dia dikelilingi kehidupan mewah dengan segala kemudahan yang ia dapatkan.
Kini dia harus merasakan kehidupan sederhana hanya untuk bisa berbaur dengan mereka sekaligus ia sedang melakukan sebuah misi.
Saat Nina pindah tempat duduk ditengah,tidak sengaja ia melihat sosok pria yang ia kenali.Nina terus mengamati hingga ia tersadar dengan sosok pria itu.
"Dia lagi." batin Nina yang melihat pria itu lagi,siapa lagi jika bukan Andra yang makan sendirian ditempat itu.
Nina mulai menjaga jarak,ia tak ingin kehadiran dirinya di ketahui oleh pria itu.Nina pindah dimeja paling ujung,tapi tetap saja Andra seperti mencium bau parfum yang tak begitu asing.
Andra sempat menoleh kanan kiri melihat ada beberapa pengunjung diantaranya sedang duduk menikmati makan malam. Mata Andra langsung tertuju sosok wanita yang duduk membelakangi dirinya dan mulailah ia menebak.
"Apa mungkin dia."Batin Andra yang masih tak percaya apa wanita itu wanita yang pernah ia temui atau bukan.
Diam-diam Andra mengawasi wanita itu dari kejauhan dan memastikan apa memang benar tebakannya apa memang hanya kebetulan saja mirip.
Setelah selesai makan bukannya Andra pulang tapi masih tetap menunggu hanya untuk memastikan apa memang benar tebakannya.
Tiba-tiba saja wanita itu berdiri dari tempat duduknya dan mendekati penjual itu, Andra langsung terdiam melihat jelas jika wanita itu adalah Nina penghuni kos di depan.
Sebenarnya Nina sudah merasa sedari awal jika dirinya diawasi oleh pria itu, tapi dia mencoba tenang seakan-akan dia tidak mengetahui jika di tempat itu ada Andra.
Nina langsung pergi dari tempat itu tanpa menoleh ke belakang dan langsung penaik sepeda motor miliknya, sedangkan Andra berdiri terdiam menatap Nina yang sudah pergi meninggalkan tempat itu.