Bunga adalah gadis yang di juluki si Bodoh, ia di paksa nikah dengan seorang lelaki pilihan papanya yaitu Muis yang dimana sahabat masa kecilnya.
Hari-hari pernikahan mereka di lalui, Muis mengira gadis itu beneran bodoh dan seperti kekanak-kanakan namun di balik itu Bunga tidak seperti yang di duga. Ia menikah dengan Muis karena ia ingin membalas dendam kepada keluarganya itu,
— Stupid Wife —
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Undangan
" Yaampun sayang, kamu makin kesini makin cantik banget, gimana bulan madunya? "Tanya Cindy kala Bunga sedang menyalami kedua orangtua suaminya itu.
" Bunga suka sekali, ma " Sahut Bunga
" Bagus kalau kamu suka, mama sengaja minta bibi untuk masak makanan kesukaan kamu sama Muis. Ayo sayang! " Cindy menarik tangan Bunga ke ruang makan, keduanya duduk di bangku yang berbeda
" Apa aja sayang, yang kamu lakukan disana?.. Sayang cerita! " Bujuk sang mama mertua, Bunga mengambil bolu yang berada di meja makan tersebut. " Hmm.. Enak ma, Bunga suka apalagi kata abang kita bakal punya adek bayi " Sahut Bunga terus terang
Membuat pupil Cindy melebar, "𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢, 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘩𝘶𝘣𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘵𝘪𝘮? " Batin Cindy ia beranjak dari duduknya, " Mama mau ke Muis dulu kamu makan aja ya " Kata Cindy lalu berlalu pergi dari sana.
Cindy, menatap Muis yang sedang duduk di sofa tatapannya mengarah ke layar ponsel nya Cindy menghela napas panjang.
" Mama mau bicara sama kamu! " Kata Cindy dengan raut wajah serius. Ia duduk di sofa hadapan Muis,
Anak lelakinya itu, menaruh ponsel yang ia mainkan tadi di meja. " Mama mau bicara apa sama Muis?, " Tanya Muis pandangannya tertuju ke sang mama dalam penuh penjelasan
" Kamu sudah melakukan, hubungan intim sama Bunga? " Pertanyaan itu membuat Muis meneguk ludahnya kasar, lalu ia menganggukkan kepalanya dengan yakin
" Ya ma, Bunga nya juga izinkan dan aku sayang sama Bunga! " Sahut Muis dengan nada suara yakin
Cindy, menatap Muis horor " Sayang, mama ngga mau kamu memanfaatkan sakitnya Bunga untuk kesenangan kamu pribadi!. Kamu tahu sendiri kan Bunga itu otaknya ngga jalan! Sama aja kalau kaya gini kamu memanfaatkan nya! " Kata Cindy dengan perasaan marah
" Ma!, Bunga itu istriku!.. Dan sudah kewajiban dia untuk melayaniku!.. Mama harus tahu aku ngga bisa menahan diri lagi!. " Sahut Muis dengan nada suara tegas
" Harusnya kamu bisa tahan!, sudahlah mama minta kalau Bunga sampai hamil kamu,harus tanggung jawab dan satu lagi mama mau sampaikan kalian di undang di acaranya Nikahan kakanya Bunga " Cakap Cindy
" Areta? " Tanya Muis seolah ragu
" Ya katanya dia mau nikah, ohya mama mertua kamu sakit stroke! "
" Loh kok. Mama ngga ngasih tahu aku? "
" Mama ngga mau ganggu Bulan madu anak mama, "
" Mama udah jenguk? " Tanya Muis sang mama menganggukkan kepalanya, " Nanti, aku mau kesana habis Bunga istirahat " Kata Muis sembari beranjak dari duduknya.
Cindy menatap punggung anaknya, "semoga saja kamu tidak main-main dengan Bunga"
" Ngga nyangka ih, Nyonya muda masa makannya kaya gitu lagi! " Celetuk seorang asisten rumah tangga yang baru dua minggu berkerja di rumah Dante,
Ia begitu terkejut melihat cara makan wanita tersebut, yaitu Bunga yang begitu lahap memakan bolu buatan sang mama mertua dan beberapa kue lainnya. Namun bagi mereka itu biasa saja karena memang Bunga seperti itu,
" Non Bunga itu sakit Hesti,ulah kaya gitu!" Tegur Bi Tati ia menaruh gelas yang berisi air putih di meja, " Silakan minum non"
Sementara Bunga tidak Mengubrisnya, ia semakin melanjutkan memakan camilannya.
" Ihh, heran aku mah dia makan sebanyak itu ngga gemuk-gemuk dibantuin setan itu! " Tuding Hesti
Membuat Bunga menoleh, Hesti meneguk ludahnya kasar penuh ketakutan. " Bibi, kenapa bibi bilang Bunga makannya sama setan? " Tanya Bunga dengan suara polosnya
" Ngga non kapan saya bicara seperti itu? "
" Kenapa sayang? " Tanya seorang lelaki yang muncul di ruang makan tersebut, sosok tampan itu melirik Bi Hesti dengan tatapan elangnya ia melangkah ke arah Bunga.
" Kamu udah selesai makannya? "
" Udah bang mau bobo! " Bunga mengepakkan tangannya seolah sebuah sayap. Lalu mengalungkan tangannya di leher Muis
" Berat! " Gumam Muis
" Ya gimana ngga berat, wong makannya aja setumbra! " Celetukan dari Bi Hesti membuat Muis menoleh dengan tatapan tajam,
" Memangnya kenapa kalau istri syaa, makan banyak?.. Menangnya kamu yang bayarkan?. Ngga usah sekali-kalinya menyinggung perasaan istri saya! " Kata Muis penuh penekanan
" M-aaf den, " Bi Hesti menundukkan Kepala nya takut.
Selepas keduanya istirahat, sore ini keduanya akan pergi kerumah Raihan papa nya Bunga untuk mengasih oleh-oleh serta menjenguk mamanya.
Namun ketika mereka datang kesana, mereka mendapat begitu kejutan termasuk Muis secara langsung Areta menceritakan dengan terisak bahwa kedua orangtuanya pisah karena kesalahan sang mama ia memutar balikan fakta bahwa Raihan yang memang — Menalak Raya karena sakit stroke.
" Mama kenapa menyong gitu bang?, mulutnya kesamping? " Tanya Bunga berbisik ke Muis " Sayang, mama sakit stroke jadinya kamu harus rawat ya " Kata Muis memberi pengertian
" Ya bang! "
" Bunga, mama rencananya bakal di pulangkan ke kampung setelah kaka menikah. Kaka harap kamu menerima ya?. " Kata Areta dengan suara lembut beda sekali, kalau dirinya sedang berdua saja dengan Bunga
" Ya ka " Bunga agak tersenyum misteri " 𝘔𝘢𝘶 𝘥𝘪𝘢 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦 𝘬𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘨, 𝘥𝘪 𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪𝘱𝘶𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘬𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘥𝘶𝘭𝘪! " Batin Bunga