NovelToon NovelToon
Jalan Keabadian Penuh Darah

Jalan Keabadian Penuh Darah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: YUKARO

Sepupu menghina, anggota klan memandang rendah, tiga tahun tanpa kemajuan. Lin Han tahu rasa pahit berada di dasar. Namun ia tidak pernah membenci jalan keabadian. Sebaliknya, ia justru semakin keras mengejarnya. Dunia Hunyuan perlahan membuka topengnya. Di balik kemuliaan keabadian tersimpan kenyataan bahwa para pendekar bisa berubah menjadi binatang, sekte suci bisa menjadi sarang ular. Lin Han pun menyadari bahwa satu satunya jalan untuk selamat adalah menjadi lebih kejam daripada mereka. Ia memutuskan untuk tidak lagi mencari pengakuan, melainkan kekuatan absolut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YUKARO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelombang Ketiga

Kediaman Klan Liu, sore hari.

Lin Han duduk bersila di sudut kamar, matanya terpejam, napasnya teratur. Aliran energi langit dan bumi memasuki delapan jalur meridian utamanya dengan kecepatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Qi dari udara sekitar mengalir deras seperti sungai kecil, berputar melalui jalur jalur yang dulu tersumbat, dan berkumpul di Dantiannya.

Dantiannya yang tadinya hanya berisi fondasi kecil kini semakin padat. Qi yang masuk terus dimurnikan dan dipadatkan, menambah lapisan demi lapisan pada inti kultivasinya. Proses itu berlangsung tanpa henti selama berjam jam.

Kemudian ruangan sedikit bergetar.

"Terobos!" Ucap Lin Han, matanya terbuka lebar.

Kultivasinya melonjak naik. Foundation Establishment tahap Menengah. Ia bisa merasakan perbedaannya dengan jelas. Qi di dalam tubuhnya mengalir lebih deras. Kekuatannya meningkat setidaknya tiga kali lipat dari sebelumnya. Setiap sel di tubuhnya terasa lebih hidup, lebih responsif terhadap energi spiritual.

Lin Han membuka matanya dan menatap telapak tangannya sendiri.

"Mungkin karena sering bertarung, kultivasiku jadi melunak. Sehingga menerobos menjadi lebih mudah, dari yang seharusnya."

Ia berdiri dan mengepalkan tangannya. Kekuatan baru ini terasa memuaskan. Tapi ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya.

"Pertarungan memang bagus untuk meningkatkan kekuatanku. Tapi jika mengancam keselamatan orang orang terdekatku... ini tidak baik juga."

Ia menghela napas panjang. Pikirannya kemudian melayang pada obrolan dua hari yang lalu di ruangan belakang kediaman Liu. Pada saat itu, ia secara khusus meminta Liu Bei dan Hong Jie untuk tidak memberitahu kebenaran kepada orang tuanya. Kebenaran bahwa Liu Bei menikahkan Liu Mei dengan Lin Han semata mata untuk menghilangkan obsesi nenek Liu Mei. Bahwa Lin Han hanyalah umpan yang secara kebetulan berhasil selamat dari ujian itu.

Lin Han berbicara pada dirinya sendiri.

"Ini pilihan yang tepat. Jika tidak... Ayah mungkin akan marah pada Ayah Mertua. Ini pilihan yang terbaik untuk menghindari perpecahan di dalam keluarga."

Ia mengangguk pada ucapannya sendiri. Keluarga adalah fondasi. Jika fondasi itu retak, maka apapun yang dibangun di atasnya akan runtuh. Lin Feng dan Liu Bei adalah sahabat lama. Hubungan mereka sudah terjalin sejak sebelum Lin Han lahir. Membiarkan kebenaran itu menghancurkan persahabatan mereka adalah sesuatu yang tidak ingin Lin Han lihat.

Kriet!

Pintu kamar terbuka dengan cepat. Liu Mei masuk dengan langkah tergesa gesa. Wajahnya tegang, napasnya sedikit memburu. Jubahnya sudah dalam posisi siap tempur, pedangnya tergenggam di tangan kanan.

Lin Han langsung mendekat. "Apa iblis menyerang lagi?"

Liu Mei mengangguk cepat. "Benar. Tapi kali ini lebih banyak iblis di tingkat Foundation Establishment. Ayahku, Ayah Mertua, Ibu Mertua, serta praktisi Foundation Establishment lainnya sudah bertarung di utara Kota Baishi."

Lin Han mengepalkan tangannya. "Kau tunggu di sini. Aku akan ke sana."

Liu Mei menggelengkan kepalanya dengan tegas. "Tidak. Aku ikut. Di sana membutuhkan lebih banyak praktisi."

Lin Han menatap istrinya sejenak. Ia bisa melihat tekad di mata Liu Mei, tidak ada gunanya melarang.

"Baiklah. Mari."

Mereka berdua keluar dari kamar dengan cepat. Langkah kaki mereka bergema di sepanjang lorong kediaman Klan Liu. Begitu sampai di gerbang utama, mereka langsung berlari menyusuri lorong lorong kota. Jalanan sepi. Penduduk biasa sudah berlindung di rumah masing masing atau di tempat penampungan yang disediakan penguasa kota.

Mereka terus berlari cepat menuju gerbang utara. Di kejauhan, suara benturan logam dan raungan iblis sudah terdengar jelas.

Tiba tiba seseorang berteriak kencang dari atas.

"Serangan kali ini lebih besar! Bersiaplah untuk bertarung!"

Lin Han mendongak dan melihat perahu spiritual melayang rendah di atas kepala mereka. Perahu kayu berukuran sedang dengan ukiran sederhana di lambungnya. Dan di atas perahu itu, berdiri pria paruh baya yang sama. Pria yang sudah dua kali ia tumpangi.

Tanpa berpikir panjang, Lin Han meraih tangan Liu Mei dan menariknya. Ia melompat tinggi, membawa istrinya, dan mendarat dengan ringan di atas perahu spiritual itu.

"Kau lagi, kurang ajar!" Teriak Pria itu, wajahnya memerah. "Ini sudah ketiga kalinya kau menumpang tanpa izin!"

Lin Han menangkupkan kedua tangannya dengan cepat.

"Paman, ini kondisi sangat genting. Bawa kami ke garis depan pertarungan."

Pria itu mendengus keras, tapi tetap melesatkan perahu spiritualnya ke depan.

"Anak muda ini kurang ajar. Dia bahkan membawa istrinya untuk menumpang. Tidak tahu malu."

Lin Han tidak peduli dengan omelan itu. Tapi Liu Mei berbeda. Wajahnya memerah padam, campuran antara marah, khawatir, dan malu. Ia ingin membalas omelan pria paruh baya itu, tapi ia menahan diri. Tangannya mencengkeram ujung jubahnya sendiri.

Mereka melesat cepat meninggalkan pusat kota. Tiga kilometer dari gerbang utara, pemandangan pertarungan sengit sudah terlihat jelas. Ratusan iblis abu abu bergerombol di tanah, bertarung melawan puluhan kultivator manusia. Suara benturan logam, jeritan, dan raungan iblis bercampur menjadi satu simfoni kekacauan.

Pria itu melambatkan perahunya dan berbicara dengan nada serius.

"Serangan kali ini lebih besar. Membunuh banyak iblis itu baik, tapi keselamatan diri sendiri itu yang utama. Jangan terlalu memaksakan diri sendiri."

Lin Han dan Liu Mei mengangguk bersamaan.

"Terima kasih paman," kata mereka hampir bersamaan.

Pria itu mengangguk singkat. "Namaku Coi. Kalian bisa panggil Paman Coi."

Lin Han mengangguk. "Baik, Paman Coi."

Perahu spiritual melesat semakin dekat ke area pertarungan. Ketika ketinggiannya sudah cukup rendah, Lin Han dan Liu Mei melompat bersamaan.

Kali ini Paman Coi tidak tersungkur atau nyangkut di pohon. Perahu spiritual memang jauh lebih stabil daripada pedang terbang. Ia menurunkan perahunya dengan tenang, menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan, lalu ikut melesat ke medan pertarungan.

Lin Han dan Liu Mei mendarat di tengah kerumunan iblis. Tanpa jeda, pedang perak Lin Han sudah di tangan. Pedang Liu Mei juga sudah terhunus.

Shing! Shing! Shing!

Tebasan pedang perak Lin Han membunuh tiga iblis setara Foundation Establishment Awal dalam satu tarikan napas. Gerakannya efisien dan presisi, tidak ada energi yang terbuang. Setiap tebasan tepat mengenai titik lemah iblis, leher atau dada.

Swish! Shing! Slash!

Di sampingnya, Liu Mei bertarung dengan gaya yang berbeda. Pedangnya diayunkan dengan kekuatan penuh, dan setiap ayunan melepaskan energi pedang berbentuk bulan sabit yang melesat ke depan.

Slash!

Satu tebasan energi pedang itu menghantam empat iblis sekaligus, membuat mereka terpental dan mati seketika.

Lin Han terhenti sejenak melihat istrinya bertarung. Liu Mei begitu mendominasi. Setiap gerakannya penuh kekuatan dan kepercayaan diri. Energi pedang yang ia lepaskan menghancurkan iblis demi iblis tanpa ampun. Lin Han menggelengkan kepalanya sedikit, lalu melanjutkan pertarungannya sendiri.

1
Sarip Hidayat
waah
yos helmi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fajar Fathur rizky
thor nanti linhan ketemu liumei pas ranah nascent soul
yos helmi
👍👍👍👍👍💪💪💪💪
Adriel Benedict
Tim yang solid dan keren 👍
YAKARO: Betul kak/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🥹🥹🥹🥹🥹
Dragon🐉 gate🐉
Author crazy Up nya bnr" crazy .. ugal-ugalan... gw suka gaya Lo... thanks Thor.. ngopi ☕ dulu biar ttp semangat 👍🏻
YAKARO: Oke, terimakasih bro🙏
Ini bakal ugal-ugalan sampai 150k kata. NIAT NYA LOH YA. Kadang udah niat, kondisi di rl meleset🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
Thor ..kenapa jd Lun Ham, Ham apakah ini ... Ham ster,Ham burger atau Ham burhamburan😁😁🤣
Dragon🐉 gate🐉: siippp 👍🏻
total 2 replies
Dragon🐉 gate🐉
tigaaa.... empaaaattt.... liiiiiiiiiMA!!🤣
Dragon🐉 gate🐉: meletus kabeh🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Adriel Benedict
seruu dan menegangkan 😁
YAKARO: Hehe mantap/Determined//Determined/
total 1 replies
Adriel Benedict
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Adriel Benedict
strategi aneh 🤣🤣
YAKARO: Aneh tapi berhasil🤣
total 1 replies
Luthfi Afifzaidan
up
Dragon🐉 gate🐉
moga aja murid" yg lain (kl masih ada yg selamat) selain mereka gak merebut "jalan" saat mereka pingsan
YAKARO: Aman aman saja/Determined//Determined/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
aaawww ... waduh /Gosh/
YAKARO: /Cry//Cry//Cry/
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
gw mulai suka sm Mu Wan,... move on dari ayang Minlie 😁
Dragon🐉 gate🐉: gw suka sikap & cara berfikir dia Thor.. dia bijaksana, kl soal kepribadian & karakter gw ttp Love sm ayang Minlie...
awal muncul Mu Wan gw jg gak terlalu suka soalnya dia kyk Jaim, tp ternyata emang bawaannya 😁
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
thor bikin mcnya mendapatkan teknik klon kaya xuhao thor bikin nanti yang ketemu liumei tubuh klone
Fajar Fathur rizky
thor bikin sifat linhan dingin
YAKARO: Masih lemah kalau terlalu dingin... pembaca benci bro🤣
total 1 replies
Adriel Benedict
wkwkwkwkwk rebutan permen 🤣🤣
YAKARO: Wkwkkw🤣
total 1 replies
Dragon🐉 gate🐉
🤣🤣🤣 benar-benar kekacauan ...
tp gw seneng sm murid sekte, mereka rebutan tp ttp rasional, mereka gak ada niat membunuh( sejauh ini) ..
YAKARO: Hhehehe iya bro. SEJAUH INI😆
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!