NovelToon NovelToon
Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Penyihir Gila Dari Jurang Hantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Balas Dendam
Popularitas:770
Nilai: 5
Nama Author: AbdulRizqi60

Cakrawala Dirga Samudra adalah seorang Pangeran kerjaan Nirlata yang dibuang kedalam jurang saat umurnya baru menginjak 6 tahun. namun bukannya mati, di dalam sana ia justru bertemu sosok misterius yang membuat dirinnya menjadi penyihir gila. 7 tahun berlalu ia kembali dengan kekuatan baru untuk menuntut balas, merebut takhta yang seharusnya menjadi miliknya, dan mengungkap rahasia di balik tembok istana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AbdulRizqi60, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangkitnya Monster Purba Pemakan Manusia

Ada jeda singkat yang disebut senja, di mana cahaya tidak lagi terang namun kegelapan belum benar-benar menang. Langit di timur sudah mulai menampakkan biru tinta yang dalam, sementara di barat, sisa-sisa cahaya terakhir masih berpegangan pada garis cakrawala. Tak lama kemudian, satu per satu bintang mulai mengintip, dan lampu-lampu rumah menyala serentak, meniru rasi bintang di atas sana.

Di dalam warung makan tampak jejeran manusia dengan tatapan kosong, wajah datar. Mereka semua berdiri tanpa suara sepatah katapun.

"Sudah malam, aku benar benar tidak sabar mendapatkan ilmu kebal yang dijanjikan oleh Datuk Ringgih!" Ucap bapak pemilik warung. Pemilik warung sendiri memang hanya pion, ia dijanjikan akan mendapatkan ilmu kebal oleh seseorang apabila mau membawa 16 manusia.

Tugasnya sangat mudah bagi Bapak Pemilik Warung, karena orang yang menyuruh pemilik warung melakukan itu memberikan bubuk Pasuryon dimana bubuk itu mampu mengendalikan seseorang dan orang itu jugalah yang memberikan sihir menghilang kepada anak pemilik warung sebagai bukti bahwa janjinybukan bualan.

"semua ikuti aku!" Ucap Bapak pemilik warung yang langsung pergi diikuti oleh anaknya kemudian para manusia dengan ekspresi kosong tersebut.

Mereka berjalan tanpa menimbulkan suara.

Mereka semua berjalan menuju kawasan pinggiran desa Lestari dan akhirnya tiba di Hutan Kehampaan, dari sana mereka kembali berjalan sekitar 1km barulah mereka sampai di sebuah goa besar yang gelap dan pengap.

Goa itu tampak sangat besar, mulut goanya berbentuk rongga besar, area sekitar mulut goa di tumbuhi akar akar gantung, lumut dan tanaman merambat yang memberikan kesan kuno rimbun dan merambat.

Suara kicauan burung hutan, dan desiran angin di pepohonan terdengar begitu nyaring ditempat ini.

"Kekekeke...." suara kekehan berat dan serak terdengar dari dalam goa, seorang kakek tua bungkuk dengan tongkat kayu yang ujungnya terdapat bola berwarna hijau gelap tampak keluar dari sana.

"Akhirnya kau datang juga, Wirsito." Ucap kakek tua itu.

"Hehe... maaf karena lama Datuk Ringgih, aku sudah membawa 16 manusia hidup hidup sesuai dengan yang Datuk inginkan. Bisakah aku mendapatkan ilmu kebal yang Datuk janjikan sebelum ini..."

"Tentu saja... setelah aku selesai ritual untuk melakukan membangkitan Rajekwesi..." ucap Datuk Ringgih.

"Datuk Ringgih? Entah mengapa aku merasa nama itu tak asing bagiku, dan pemilik suara ini seperti aku pernah mendengarnya namun dimana?" batin Samudra. Ya Samudra masih sadar, selama ini yang ia lakukan hanyalah akting semata untuk mengetahui siapa dalang dibalik pemilik warung ini.

Samudra sendiri memang sama sekali belum menyentuh makanan yang ia pesan tadi siang, sehingga ia tidak terpengaruh efek pengendali dari serbuk pasuryon.

"Setelah aku membangkitkan Rajekwesi, aku akan menjadi penyihir paling kuat. Dipa Mandala akan merasakan apa yang aku rasakan! Akan aku bunuh seluruh keluarganya..." ucap Datuk Ringgih.

"Dipa Mandala? Datuk Ringgih? Mereka adalah nama nama tabib dari Istana Nirlata, pantas saja aku merasa tidak asing. tunggu dulu mengapa Datuk Ringgih ingin membunuh Paman Dipa? Apakah ada perselisihan di antara mereka? Apa aku sudahi aktingku sekarang.. tapi aku penasaran tentang ritual yang dimaksud Datuk Ringgih dan siapa Rajekwesi itu?" Batin Samudra.

"Kalian semuanya masuk kedalam!" Keenam belas manusia itu termasuk Samudra langsung berjalan masuk ke dalam goa dan berbaris rapi di pojokan goa.

Di bawah mereka tampak lingkaran sihir yang di buat menggunakan darah.

Bapak dan anak pemilik warung itu tampak menyaksikan ritual yang hendak dilakukan di pojokan.

Datuk Ringgih sendiri tampak berdiri di atas batu altar, ia mulai menyalakan lilin yang mengelilingi dirinya dan menggambar pola sihir aneh di permukaan batu altar tersebut.

Datuk Ringgih mulai merapalkan mantra, suasana semakin mencekam hawa tidak enak dapat Samudra rasakan.

Bapak dan anak itu tampak terkejut melihat perubahan Datuk Ringgih yang sekarang seperti orang kesurupan. Matanya putih polos tanpa bola mata, rambut putihnya melayang layang seolah teterpa angin dan bola hijau kehitaman yang berada di tongkatnya mengeluarkan cahaya hijau gelap dan asap hitam pekat.

Datuk Ringgih terus merapalkan mantra mantra sihir yang kedengarannya sangat aneh sambil menari dengan tarian yang sangat aneh pula..

Tak!

Datuk Ringgih menancapkan tongkatnya dipermukaan, tampak tongkat itu berdiri tegap walau Datuk Ringgih sudah melepaskan pegangannya, "Rajekwesi.. Rajekwesi... Rajekwesi.... bangkitlah! Berikan pendeteriaan! Minumlah darah manusia dan makan dagingnya. Bangkitlah aku mengundangmu..."

Ting!

Seketika pola sihir dibawah kaki keenam belas orang itu bersinar sangat terang, semua orang itu berteriak kencang, Samudra yang mendengar itu juga ikut berteriak.

Aura dari tongkat hitam itu terasa semakin mencekam dan meledak secara gila gilaan.

Brug! Brug! Brug!

Mereka semua tumbang begitu saja, Samudra pun ikut ikutan tumbang.

"GROOOOOAAAAARRRRR...!!!!" Suara auman keras tiba tiba terdengar dari dalam bola milik Datuk Ringgih.

Datuk Ringgih sendiri kini tampak tertawa terbahak bahak, "Hahahahahahaha.... Rajekwesi.... bangkitlah! Aku membawa enam belas manusia untuk makananmu!"

GROOOOAAAAAARRR.....!!!!!

Auman yang sangat keras kembali terdengar kencang, tangan tangan hitam mulai menjulur keluar hingga bermeter meter dari bola hitam itu.

Asap hitam semakin mengepul...

Tidak lama kemudian kepala kelelawar raksasa bertanduk panjang melengkung di dahinya terlihat keluar dari balik kepulan debu.

Ia adalah Rajekwesi monster purba pemakan manusia yang disegel di tongkat tersebut, dimana monster tersebut akan keluar dari segelnya apabila diberikan makan enam belas jiwa manusia.

"Masih belum sempurna! Kurang satu jiwa..." ucap Rajekwesi dengan suara begitu serak dan berat.

"Apa kurang?" Datuk Ringgih kebingungan begitu pula bapak dan anak itu.

"Jadi begitu mereka mengorbankan orang orang ini untuk membangkitkan monster itu. Sekarang aku paham, ini tidak bisa di biarkan aku harus menghentikannya." Batin Samudra.

Rajekwesi dengan mata merahnya menatap Samudra, ya ia menyadari Samudra adalah sosok yang jiwanya belum ia telan.

Alasannya cukup rumit, Rajekwesi hanya bisa menelan jiwa orang yang telah menelan serbuk Pasuryon karena serbuk itu adalah daging Rajekwesi yang menyerupai serbuk, sementara untuk orang yang tidak menelannya Rajekwesi tidak mampu menelan jiwanya kecuali Rajekwesi dalam wujud sempurnanya maka ia bisa menelan manusia secara utuh tanpa syarat apapun.

Rajekwesi mencongkel daging di pergelangan tangannya sendiri. Ia berniat untuk memaksa Samudra menelan dagingnya, Agar ia bisa menelan jiwa Samudra dan menyempurnakan wujudnya.

Swuussshhhh....

Swuuusssshhhh....

Tiga tangan hitam panjang melesat ke arah Samudra.

Wus...

Samudra melompat ke atas... namun empat tangan dari Rajekwesi langsung menyerangnya.

"Sihir angin tebasan pembelah!" Ucap Samudra.

Angin berbentuk bulan sabit muncul di sekitar Samudra dan memotong tangan tangan tersebut.

Hap!

Samudra berdiri secara terbalik di langit goa.

"Datuk Ringgih aku tau kau adalah tabib istana nirlata. Apa yang membuat dirimu seperti ini? Kenapa kau membangkitkan monster pemakan manusia seperti ini."

"Penyihir junior yang mengesankan, kau mampu menipu Warsito. Jadi sedari tadi kau hanya berakting agar dapat mengetahui dalang dibalik kelicikan mereka.... karena kau sudah sampai sejauh ini, tidak ada salahnya aku ceritakan masa laluku.." ucap Datuk Ringgih.

1
anggita
nama ilmu yg keren. mantra api jiwa👏
anggita
ikut dukung ng👍like, 2x☝☝iklan. moga novelnya lancar.
anggita
novel laga lokal👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!