NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Senyum Pengkhianat

Aula Pusaka mendadak berubah menjadi ruang hening yang mencekam.

Dua puluh tiga pasang mata tertuju pada sosok di pintu—seorang pemuda berjubah lusuh dengan pedang berkarat di pinggang. Penampilannya tidak cocok dengan aura yang ia bawa. Aura yang membuat bahkan para Tetua Inti Emas merasakan bulu kuduk mereka berdiri.

Xiao Fan melangkah masuk. Setiap langkahnya menggema di lantai marmer putih. Ia tidak melihat ke kiri atau kanan. Matanya hanya tertuju pada dua orang di ujung aula.

Tetua Tertinggi Xuan Qingzi. Dan Ning Yao.

"Kakak Senior," suara Ning Yao memecah keheningan. "Kau akhirnya datang juga."

Kata-kata itu keluar seperti madu. Manis. Lembut. Sama persis seperti yang Xiao Fan ingat. Dulu, suara itu bisa membuatnya melupakan semua masalah. Sekarang, suara itu hanya membuat perutnya mual.

"Ning Yao," Xiao Fan mengucapkan nama itu dengan datar. "Sudah sepuluh ribu tahun. Kau masih memanggilku Kakak Senior. Apa kau tidak malu?"

Ning Yao terkekeh. Ia bangkit dari kursinya, gerakannya anggun seperti air mengalir. Jubah ungunya berkibar pelan meski tidak ada angin di dalam aula.

"Kenapa aku harus malu? Kau memang Kakak Seniorku. Dulu, sekarang, dan selamanya." Ia berjalan mendekat, langkahnya ringan. "Aku merindukanmu, kau tahu."

Xiao Fan tidak bergerak. "Kau merindukanku sampai menikamku dari belakang?"

Beberapa Tetua yang mendengar kalimat itu saling berpandangan. Mereka tidak mengerti konteksnya, tapi kata "sepuluh ribu tahun" dan "menikam dari belakang" sudah cukup untuk membuat mereka gelisah.

Ning Yao berhenti tiga langkah dari Xiao Fan. Senyumnya masih terpasang. "Itu... kesalahpahaman. Aku tidak bermaksud membunuhmu. Aku hanya ingin pedang itu. Kau terlalu posesif terhadapnya."

"Pedang Penelan Surga."

"Nama yang bagus untuk pedang yang jelek." Ning Yao memiringkan kepala. "Tapi kau benar. Itu yang kuinginkan. Dan sekarang, setelah sepuluh ribu tahun, pedang itu masih bersamamu. Ironis, bukan? Aku mengkhianatimu demi pedang itu, tapi pedang itu tetap memilihmu."

Xiao Fan tidak menjawab. Ia membiarkan keheningan menggantung.

Tetua Tertinggi Xuan Qingzi akhirnya angkat bicara. Suaranya berat dan penuh wibawa. "Xiao Fan. Atau siapapun kau sebenarnya. Kau telah melukai murid-muridku dan membunuh penjaga gerbang. Itu pelanggaran berat."

Xiao Fan mengalihkan tatapannya ke pria tua itu. "Xuan Qingzi. Kau tahu siapa aku sejak awal. Kau yang mengurungku di Puncak Pelana Kayu. Kau yang menyebarkan rumor bahwa aku sampah. Kau yang berharap aku mati diam-diam tanpa ada yang curiga."

Xuan Qingzi tidak menyangkal. "Aku melindungi sekteku. Kaisar Pedang adalah legenda yang membawa kehancuran ke mana pun ia pergi. Aku tidak bisa membiarkanmu pulih dan membahayakan murid-muridku."

"Melindungi sekte?" Xiao Fan hampir tertawa. "Kau bekerja sama dengan wanita yang mengkhianatiku. Wanita yang sama yang dulu membantu menghancurkan seluruh Dinasti Langit Biru—pendahulu sekte ini. Dan kau bilang kau melindungi sekte?"

Wajah Xuan Qingzi memucat. Para Tetua yang mendengar mulai berbisik-bisik.

Ning Yao bertepuk tangan pelan. "Bagus, Kakak Senior. Kau masih sepandai dulu dalam membaca situasi. Ya, aku dan Xuan Qingzi punya kesepakatan. Aku membantunya memperpanjang umur, dan dia memberiku informasi tentang reinkarnasimu. Sederhana."

"Dan sekarang kau di sini. Untuk apa? Membunuhku lagi?"

Ning Yao menggeleng. "Tidak. Kali ini aku ingin sesuatu yang berbeda."

Ia mengulurkan tangannya. Telapaknya terbuka, seolah menawarkan sesuatu. "Bergabunglah denganku, Kakak Senior. Bersama, kita bisa menguasai dunia ini. Tidak ada yang bisa menghentikan kita. Dua Kaisar Pedang dalam satu aliansi. Pikirkan itu."

Xiao Fan menatap tangan itu. Tangan yang sama yang dulu memegang pedang yang menikamnya. Tangan yang sama yang dulu ia genggam dengan penuh cinta.

"Kau gila," katanya pelan.

"Sebut saja begitu." Ning Yao tidak tersinggung. "Tapi aku serius. Dunia kultivasi sudah berubah, Kakak Senior. Muncul kekuatan-kekuatan baru. Ancaman dari luar benua. Kita tidak bisa bertahan sendiri-sendiri."

Xiao Fan diam sejenak. Sistem di kepalanya bersuara.

[Analisis: Ning Yao mengatakan kebenaran tentang ancaman eksternal. Tapi motif utamanya tetap tidak berubah—ia menginginkan Pedang Penelan Surga.]

[Saran: Jangan percaya. Tapi gunakan informasi ini.]

"Ancaman apa?" tanya Xiao Fan.

Ning Yao tersenyum lebih lebar. "Jadi kau tertarik. Bagus. Ancaman dari... Langit."

Kata terakhir itu diucapkannya dengan nada berbeda. Bukan langit sebagai tempat, tapi Langit sebagai entitas. Sesuatu yang bahkan para dewa takuti.

Xiao Fan merasakan hawa dingin. Ia tahu apa yang dimaksud Ning Yao. Hukum Langit. Entitas yang mengatur keseimbangan dunia. Entitas yang sama yang memberinya misi untuk menghancurkan Sekte Langit Biru dalam seratus hari.

"Langit tidak bisa dilawan," lanjut Ning Yao. "Tapi kita bisa... menundanya. Mengulur waktu. Itu sebabnya aku butuh pedangmu. Pedang Penelan Surga adalah satu-satunya senjata yang bisa melukai Hukum Langit."

Xiao Fan mencerna informasi itu. Lalu ia menggeleng.

"Aku tidak akan bergabung denganmu, Ning Yao. Tidak sekarang. Tidak pernah."

Senyum Ning Yao akhirnya memudar. "Kau yakin? Aku bisa membunuhmu sekarang juga. Kultivasiku Transformasi Dewa. Kau baru Kondensasi Qi. Perbedaan kita terlalu besar."

"Kau tidak akan membunuhku."

"Kenapa begitu yakin?"

"Karena jika kau membunuhku, Pedang Penelan Surga akan hancur bersamaku. Itu aturannya. Pedang itu terikat dengan jiwaku. Jika aku mati sebelum waktunya, pedang itu akan lenyap selamanya."

Ning Yao terdiam. Matanya yang ungu menatap Xiao Fan dengan intensitas baru. Lalu ia tertawa. Tawa yang asli, bukan sandiwara.

"Kau benar. Aku lupa betapa menjengkelkannya dirimu, Kakak Senior." Ia menarik tangannya. "Baiklah. Aku tidak akan membunuhmu hari ini. Tapi aku juga tidak akan membiarkanmu menghancurkan sekte ini. Tidak sekarang. Aku masih butuh Xuan Qingzi."

Ia melangkah mundur, kembali ke kursinya. "Ayo kita buat kesepakatan. Kau pergi dari sini malam ini. Tinggalkan Sekte Langit Biru. Aku akan memastikan tidak ada yang mengejarmu. Sebagai gantinya, kau berhenti mencoba menghancurkan sekte ini... untuk sekarang."

Xiao Fan menatapnya. Lalu menatap Xuan Qingzi yang wajahnya penuh keringat.

[Misi utama: Hancurkan Sekte Langit Biru dalam 100 hari.]

[Batas waktu masih panjang. Menerima kesepakatan ini tidak melanggar misi.]

Xiao Fan menimbang pilihannya. Ia bisa memaksakan pertarungan sekarang. Peluang menang 3%. Mungkin ia bisa melukai Ning Yao, tapi ia pasti akan mati. Atau ia bisa mundur, mengumpulkan kekuatan, dan kembali saat benar-benar siap.

"Baik," katanya akhirnya. "Aku akan pergi. Tapi ada satu syarat."

"Sebutkan."

"Gadis dari Klan Liu. Liu Ruyan. Dia ikut denganku."

Ning Yao mengangkat alis. "Gadis tanpa akar spiritual? Lucu. Tapi silakan. Aku tidak peduli."

Xiao Fan mengangguk. Ia berbalik dan mulai berjalan keluar.

"Kakak Senior," panggil Ning Yao. "Sampai jumpa lagi."

Xiao Fan tidak menjawab. Ia terus berjalan, melewati pintu kayu cendana, melewati para Tetua yang masih terpaku, melewati mayat-mayat penjaga yang mulai dingin.

Malam ketiga berakhir bukan dengan kehancuran, tapi dengan awal yang baru.

Ia akan meninggalkan Sekte Langit Biru. Tapi ia akan kembali.

Dan saat itu, tidak akan ada kesepakatan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!