NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10

Malam itu akhirnya menyerah pada kantuk yang tak terelakkan. Panggilan video yang awalnya hanya diniatkan sebagai gangguan singkat oleh Logan, berakhir menjadi pengantar tidur yang tak disengaja bagi Vivian.

Di seberang layar, Logan tetap terjaga, mendengarkan napas teratur Vivian yang perlahan jatuh ke dalam alam mimpi. Ia menatap wajah polos wanita itu tanpa riasan—begitu damai, jauh dari topeng angkuh yang selalu ia kenakan di depan publik.

Logan baru mematikan sambungan saat ponselnya terasa panas di genggaman, meninggalkan keheningan yang terasa berbeda di kamarnya.

Fajar menyingsing di Los Angeles dengan warna jingga keunguan yang menyapu cakrawala. Cahaya matahari mulai merayap masuk melalui celah gorden otomatis di kamar Vivian, menyentuh helai-helai rambutnya yang berantakan di atas bantal sutra.

Vivian menggeliat, merasakan otot-ototnya sedikit kaku karena tertidur dengan posisi yang salah. Saat matanya terbuka sepenuhnya, hal pertama yang ia cari bukan jam weker, melainkan ponselnya. Layarnya gelap, namun memori tentang percakapan semalam menghantamnya seketika.

"Ya Tuhan," bisik Vivian, menutupi wajahnya dengan bantal. "Aku benar-benar tertidur saat menelponnya?"

Ia segera memeriksa riwayat panggilan. Durasi: 3 jam 45 menit. Vivian mengerang pelan.

Dia, sang profesional yang dingin, baru saja menunjukkan sisi paling rentannya pada seorang mahasiswa berusia dua puluh tahun. Lebih buruk lagi, ia teringat saran Logan soal "tidur tanpa bra". Dengan wajah memerah, ia menyadari bahwa ia memang mengikuti saran itu di tengah malam karena merasa gerah, dan sekarang ia merasa seolah Logan

bisa melihat menembus waktu.

Vivian bangkit, mencoba mengembalikan kewarasannya. Ia melangkah menuju dapur penthouse-nya yang bernuansa krom dan putih minimalis. Aroma biji kopi yang baru digiling dari mesin otomatisnya sedikit membantunya kembali ke realitas. Namun, realitas pagi ini datang dalam bentuk notifikasi pesan baru.

Logan:"Selamat pagi, Kak. Tidurmu nyenyak sekali sampai aku harus mendengarkan dengkur halusmu selama satu jam. Jangan lupa sarapan, aku tidak ingin kekasihku pingsan saat bekerja."

Vivian nyaris tersedak kopi pertamanya. Mendengkur? Aku tidak mendengkur! jemarinya dengan cepat mengetik balasan ketus, namun ia menghapusnya lagi. Ia tidak ingin memberikan kepuasan pada Logan dengan menunjukkan bahwa ia terganggu.

Suasana di kantor Wheeler Interior Design pagi itu terasa lebih sibuk dari biasanya. Vivian masuk dengan kacamata hitam besar dan setelan power suit berwarna krem yang memancarkan otoritas. Stafnya segera bergerak cepat, menyodorkan draf dan jadwal pertemuan.

"Nona Wheeler, ada pengiriman untuk Anda di ruangan," ucap Sarah, asistennya, dengan senyum penuh arti.

Vivian mengernyit. Saat memasuki ruangannya, ia menemukan sebuah kotak kayu elegan di atas meja kerjanya.

Di dalamnya terdapat sebuah termos kopi kelas atas dan sekotak croissant hangat dari toko roti paling antre di Los Angeles. Ada sebuah kartu kecil terselip di sana.

“Kopi kantormu pasti membosankan. Makan ini, dan fokuslah pada pekerjaanmu agar kita bisa 'berdiskusi' lagi malam nanti. - L”

Vivian menatap makanan itu. Ia belum sempat sarapan, dan aroma mentega dari croissant itu sangat menggoda. Ia duduk di kursi kebesarannya, menyesap kopi pemberian Logan yang ternyata memiliki rasa kacang dan cokelat yang sempurna—persis seperti seleranya.

"Anak ini... benar-benar tahu cara melakukan riset," gumam Vivian, sudut bibirnya terangkat tanpa sengaja.

Namun, ketenangan itu terusik saat pintu ruangannya terbuka tanpa ketukan. George berdiri di sana, tampak kusut dengan lingkaran hitam di bawah matanya. Sepertinya pria itu tidak tidur setelah kejadian di The Ivy.

"Vivian, kita perlu bicara serius," tuntut George, menutup pintu di belakangnya dengan kasar.

Vivian meletakkan cangkir kopinya, wajahnya seketika berubah sedingin es. "Kau tidak punya hak untuk masuk ke ruanganku tanpa izin, George. Keluar."

George melangkah mendekat, matanya tertuju pada kotak makanan di meja Vivian. "Jadi itu benar? Kau benar-benar bermain-main dengan bocah itu? Aku melihat motornya di depan kantormu kemarin. Kau merendahkan dirimu sendiri, Vivian! Berapa kau membayarnya untuk berpura-pura mencintaimu?"

Vivian berdiri, auranya menekan. "Aku tidak membayar siapa pun untuk cinta, George. Sesuatu yang mungkin tidak kau mengerti karena kau membeli kesetiaan dengan kebohongan. Logan memberiku apa yang tidak pernah kau miliki: kejujuran dan gairah yang nyata."

George tertawa hambar, sebuah tawa yang penuh dengan kebencian. "Gairah? Dia hanya memanfaatkan mu untuk uangnya, atau mungkin dia hanya ingin merasakan bagaimana rasanya tidur dengan wanita yang lebih tua. Setelah dia bosan, dia akan mencampakkan mu seperti sampah, dan saat itu terjadi, jangan harap aku akan menerimamu kembali."

"Aku tidak akan pernah memintamu menerimaku kembali, George. Karena saat ini, aku sedang bersama seseorang yang kencingnya—seperti yang kukatakan kemarin—mungkin jauh lebih lurus daripada moralitas mu."

"Kau akan menyesal, Vivian," desis George sebelum melangkah keluar dan membanting pintu.

Vivian terduduk kembali, napasnya sedikit memburu. Hinaan George selalu berhasil menyentuh saraf sensitifnya. Barang lama. Murahan. Akan dicampakkan.

Kata-kata itu berputar seperti pusaran air hitam.

Tiba-tiba, ponselnya bergetar lagi. Sebuah panggilan masuk, tapi bukan video. Hanya suara.

"Halo?" suara Vivian sedikit bergetar.

"Dia baru saja keluar dari ruangan mu, kan?" suara Logan di seberang sana terdengar tenang, namun ada nada protektif yang tajam.

Vivian tersentak.

"Bagaimana kau tahu?"

"Aku punya mata di mana-mana, Sayang. Dan aku tahu wajah pria pecundang saat melihatnya keluar dari gedung. Apa dia menyakitimu?"

"Hanya kata-katanya," jawab Vivian jujur, entah kenapa ia merasa perlu berbagi beban itu dengan Logan. "Dia bilang kau hanya memanfaatkan ku."

Logan terdiam sejenak. Vivian bisa mendengar suara bising latar belakang kampus di seberang sana.

"Vivian, dengarkan aku," suara Logan melunak, namun terdengar sangat sungguh-sungguh.

"George adalah masa lalumu yang gagal, dan dia sedang mencoba menarikmu kembali ke lubang yang sama. Jangan biarkan dia menang. Uang ganti rugi itu sudah kubayar, kontrak kita sudah berjalan. Tapi lebih dari itu... aku tidak pernah bermain-main dengan apa yang sudah menjadi milikku."

"Aku bukan milikmu, Logan," sanggah Vivian lemah.

"Belum," koreksi Logan dengan nada percaya diri yang khas.

"Tapi malam ini, saat aku menjemputmu untuk acara galeri itu, aku ingin kau memakai gaun yang paling berani yang kau punya. Kita akan tunjukkan pada George dan seluruh kota ini, bahwa Vivian Wheeler tidak sedang membusuk. Dia sedang mekar dengan cara yang paling berbahaya."

Vivian menutup teleponnya, menatap kopi yang kini sudah dingin. Pagi yang dimulai dengan sisa-sisa kemanisan malam, kini berubah menjadi persiapan untuk perang sosial yang lebih besar. Ia menyadari satu hal: di dunia yang penuh dengan pria dewasa yang manipulatif seperti George, mungkin seorang "bocah" yang jujur dengan kegilaannya adalah sekoci penyelamat yang ia butuhkan.

Ia memutuskan untuk tidak fokus pada pekerjaan selama satu jam ke depan. Ia akan mencari gaun yang paling "berbahaya", persis seperti yang diminta oleh kekasih kontraknya. Permainan ini baru saja naik ke level berikutnya, dan Vivian siap untuk mempertaruhkan segalanya.

1
Queen AL
kenapa cuma balas dendam nya ke logan? ke george gak balas dendam?
Ita Putri
kalo gk salah setting ceritanya di los angeles ya Thor
gimana bisa ada gunung Argopuro ya
Ros 🍂: ma'aciww sudah ingat kan kak🙏 Bisa-bisanya jadi ke Jawa Timur 🤣😭🙏🙏🙏
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Keputusan Logan yg terbaik utk kluarga 👍👍👍
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
Ros 🍂: apa GBU kak🥹🙏
total 9 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!