NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Malam di Akademi Starfell terasa terlalu sunyi.

Bahkan angin malam yang biasanya berhembus lembut di antara menara-menara akademi kini terasa lebih dingin dan asing.

Freya Valencia Vane sedang duduk di dekat jendela kamar asramanya sambil memeluk lutut.

Cangkir teh hangat di tangannya sudah dingin sejak lima belas menit lalu.

Dan pikirannya masih kacau. "...Kalau begitu waktunya hampir habis."

Kalimat ayahnya terus terngiang di kepalanya.

Freya menggigit bibir bawahnya pelan. "Waktu apa?"

Hening.

Crimson Valkyrie bersandar tenang di dekat meja. Api merah kecil di bilahnya bergerak pelan.

"Aku tidak tahu."

"Kamu selalu bilang gak tahu."

"Karena memang banyak hal yang disembunyikan darimu."

Freya langsung menoleh cepat. "Disembunyikan?"

Crimson Valkyrie diam beberapa detik sebelum menjawab pelan.

"Keluarga Vane menyegel banyak hal setelah Tragedi Vernholt."

Suasana kamar langsung terasa lebih berat.

Freya menunduk pelan melihat pantulan wajahnya di jendela kaca.

"...Apa Freya asli tahu semuanya?"

"Tidak."

"Lyra?"

Api kecil di sepanjang Crimson Valkyrie bergerak lebih redup sekarang.

"...Lyra mencoba menghentikannya."

DEG.

Freya langsung menegang.

"Menghentikan apa?"

Namun sebelum artefaknya sempat menjawab...

TOK TOK TOK.

Ketukan pintu terdengar pelan.

Freya langsung menoleh.

"...Siapa?"

"Ini aku."

Freya sedikit membeku.

Aria.

Freya buru-buru membuka pintu. Dan benar saja. Aria berdiri di sana sambil membawa selimut tebal dan nampan kecil berisi teh baru.

Rambut cokelat mudanya sedikit berantakan seperti baru mandi. Dan wajahnya terlihat khawatir.

"Aku lihat lampumu masih menyala..." katanya pelan.

DOR.

Critical emotional damage.

Freya langsung memegangi dadanya. "...Aria."

"H-Hm?"

"Kalau dunia hancur nanti, aku tetap akan melindungimu."

Aria langsung panik. "D-Dunia kenapa?"

"Tidak penting."

Freya langsung menarik Aria masuk sebelum heroine itu makin bingung sendiri.

Dan entah kenapa... begitu Aria masuk, kamar yang tadi terasa dingin langsung terasa lebih hangat.

Aria duduk di samping Freya sambil menuangkan teh baru ke cangkir kecil.

"Kau belum tidur?" tanyanya hati-hati.

Freya tertawa kecil lemah. "Otakku lagi demo massal."

"...?"

"Tidak penting."

Aria menggenggam cangkir tehnya pelan sebelum akhirnya berkata lirih, "Kau takut ya?"

Freya terdiam. Dan untuk pertama kalinya malam itu... dia tidak bercanda.

"...Iya."

Jawabannya begitu kecil sampai hampir tenggelam dalam suara angin malam.

Aria langsung menatapnya.

Freya menunduk pelan.

"Aku gak ngerti apa yang terjadi sama diriku." Suaranya lebih pelan sekarang. "Monster-monster itu terus nyari aku. Semua orang ngomong soal Crimson Flame kayak itu bom berjalan."

Tangannya sedikit gemetar.

"Dan sekarang aku mulai lihat ingatan aneh."

Aria langsung menegang kecil. "...Ingatan?"

Freya mengangguk pelan.

"Ada suara perempuan."

"..."

"Dia bilang jangan biarkan api itu memakanku."

Hening.

Aria menggenggam cangkirnya lebih erat. Tatapannya dipenuhi kekhawatiran.

Dan itu justru membuat Freya merasa lebih bersalah.

"Maaf." Freya tertawa kecil kaku. "Aku malah bikin suasana jadi berat."

Namun Aria tiba-tiba menggeleng cepat.

"Kau tidak perlu minta maaf."

Freya sedikit membeku.

Aria menatapnya lurus sekarang. Dan meskipun gadis itu terlihat lembut seperti biasa... ada ketegasan kecil dalam matanya.

"Kau selalu bilang semuanya sambil bercanda." Suaranya pelan. "Tapi aku tahu kau sebenarnya sangat takut."

DEG.

Freya langsung diam. Karena itu benar. Dan mungkin... ini pertama kalinya seseorang benar-benar melihatnya.

Aria tersenyum kecil. "Jadi kali ini..." gadis itu menggenggam tangan Freya pelan, "...kau tidak harus pura-pura kuat sendirian."

BLUSH.

Freya langsung terkena emotional damage fatal. 'YA TUHAN HEROINE INI TERLALU BAIK.'

Crimson Valkyrie langsung berkomentar datar.

"Aku mulai mengerti kenapa kau terobsesi menjadikannya iparmu."

'DIAM.'

Freya langsung memeluk Aria dramatis. "Aku akan melindungimu selamanya."

"A-Apa?"

"Bahkan kalau dunia kiamat."

"Kenapa dunia jadi kiamat terus..."

Namun Aria tetap tertawa kecil.

Dan untuk beberapa saat... Freya akhirnya bisa bernapas lebih lega. Namun ketenangan itu tidak bertahan lama.

Karena tepat saat Freya hendak mengatakan sesuatu lagi...

AAAAAAAAA...

Jeritan keras tiba-tiba terdengar dari luar asrama. Freya dan Aria langsung membeku.

Suara langkah kaki langsung terdengar di koridor.

"APA ITU?"

"ADA MONSTER LAGI?"

Freya refleks berdiri. "...Bercanda kan?"

Crimson Valkyrie langsung menyala merah. "Itu mana corruption."

"...Aku benci hidupku."

BRAK.

Pintu kamar langsung terbuka.

Zevian muncul lebih dulu. Rambut hitamnya sedikit berantakan seperti baru berlari. Soulblade hitamnya sudah berada di tangannya.

Dan seperti biasa... aura dinginnya langsung memenuhi ruangan.

"Kalian dengar?" tanyanya cepat.

Freya menunjuk luar jendela. "KALAU ITU BUKAN HALUSINASI MASSAL BERARTI IYA."

Zevian langsung bergerak mendekat ke jendela. Tatapannya langsung berubah tajam.

"...Sial."

Freya langsung panik. "KAMU JANGAN BILANG SIAL DONG."

Namun sebelum Zevian sempat menjawab...

BRAK.

Ares muncul dari pintu berikutnya sambil membawa pistol artefaknya. Dan entah kenapa... pria itu masih sempat membawa roti.

Freya langsung stres. "KAMU NGEMIL LAGI?"

"Aku panik dalam keadaan lapar."

"Itu bukan skill."

Ares berjalan mendekat ke jendela lalu mengangkat alis kecil.

"Wah."

Freya langsung punya firasat buruk. "...Apa?"

Ares menunjuk ke luar. Dan saat Freya melihat ke arah halaman akademi...

DEG.

Seluruh tubuhnya langsung menegang. Mana hitam memenuhi udara malam. Namun kali ini berbeda. Karena corruption itu tidak menyebar liar.

Mereka bergerak.

Puluhan bayangan hitam berjalan perlahan di halaman akademi seperti pasukan. Dan di tengah mereka...seseorang berdiri diam mengenakan jubah hitam panjang.

Aura mana merah gelap mengelilinginya.

Zevian langsung menyipitkan mata.

"...Pemanggil."

Profesor Rowan pernah menjelaskan tentang mereka. Orang-orang yang mengendalikan corruption. Dan mereka seharusnya sudah punah sejak lama.

Freya langsung merinding. "...Kenapa mereka datang ke sini?"

Tidak ada yang menjawab. Karena semua orang sudah tahu jawabannya. Mereka datang untuk Freya.

DUAAAAAR.

Ledakan tiba-tiba mengguncang gerbang pertahanan akademi.

Alarm sihir langsung berbunyi di seluruh Starfell.

WEEEEEEEE....

"Seluruh murid tetap di dalam asrama." Suara profesor terdengar menggema lewat sihir komunikasi.

Namun masalahnya mana hitam itu semakin dekat.

Dan saat itulah...

FLASH.

Kepala Freya tiba-tiba terasa sakit lagi.

"UGH..."

Tubuhnya langsung goyah.

"Freya..."

Aria buru-buru menahannya. Namun Freya hampir tidak mendengar suara itu. Karena penglihatannya berubah.

FLASH.

Api merah besar.

Jeritan manusia.

Langit malam terbakar.

Dan seorang perempuan berdiri di tengah kobaran api sambil menangis.

Rambutnya merah gelap.

Dan matanya... Sama seperti Freya.

"Lyra..." gumam Freya tanpa sadar.

Perempuan itu perlahan menoleh. Dan untuk sepersekian detik... Mata mereka bertemu.

"Jangan biarkan mereka membuka gerbang."

DEG.

Freya langsung tersentak sadar. Megap-megap kecil. Seluruh tubuhnya dingin.

Zevian langsung menangkap bahunya. "Freya."

Tatapan biru gelap pria itu serius sekarang. "Apa yang kau lihat?"

Freya masih mencoba bernapas normal. "...Aku..." Namun sebelum ia sempat menjawab...

BOOOOOOM.

Seluruh asrama bergetar keras. Kaca jendela pecah. Mana hitam langsung meledak dari luar.

"Pertahanan depan jebol," teriak seseorang dari kejauhan.

Zevian langsung menghunus Soulblade-nya penuh.

Ares mengangkat Eclipse Howl.

Sedangkan Crimson Valkyrie menyala terang di pinggang Freya.

Dan entah kenapa... Api merahnya terasa jauh lebih liar malam ini.

"Kita harus pergi," kata Zevian cepat.

Freya menegang. "...Gerbang."

"Hah?"

Freya langsung menatapnya. "Mereka mau buka gerbang."

Zevian membeku sesaat. "Gerbang apa?"

Namun sebelum Freya sempat menjawab...

SWOOOSH.

Mana hitam tiba-tiba meledak di lorong luar kamar. Jeritan murid terdengar lagi.

Monster corruption mulai masuk ke area asrama.

"Sial." Ares langsung menyeringai tipis. "Sepertinya malam ini kita akan sibuk."

Zevian langsung berdiri di depan Freya refleks. "Ares. Lindungi Aria."

Ares memutar pistolnya santai. "Baik, Yang Mulia."

Freya langsung menggenggam Crimson Valkyrie lebih erat. Jantungnya berdetak sangat cepat sekarang. Karena untuk pertama kalinya ia merasa kilasan memorinya bukan sekadar mimpi.

Lyra mencoba memperingatkannya. Tentang gerbang. Tentang sesuatu yang lebih besar.

Dan entah kenapa Freya merasa kalau mereka gagal malam ini, bukan cuma akademi yang hancur. Melainkan seluruh kerajaan.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!