Riski seorang Fans Sepak bola fanatic saat pulang nonton pertandingan di tabrak mobil dan akhirnya terlempar Ke Dunia Lain
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Antara Takhta Gibraltar dan Air Mata di Bandung
Bulan November di Gibraltar membawa hembusan angin dingin dari Selat, namun tensi di ruang ganti Europa FC justru sedang membara. Kekalahan memalukan 6-1 dari Young Boys di Swiss telah meninggalkan luka mendalam bagi harga diri Riski. Sebagai pemain dengan statistik 110, Riski merasa bertanggung jawab atas hancurnya mental rekan-rekan setimnya.
Sesaat sebelum latihan dimulai, antarmuka sistem muncul dengan warna emas yang sangat solid.
[Ding! Misi Akhir Tahun: Jenderal di Atas Takhta!]
[Tujuan 1 (Europa League): Cetak akumulasi 3 Gol dan 1 Assist dalam 3 laga sisa Fase Grup!]
[Tujuan 2 (The Classic): Cetak 4 Gol dan 2 Assist dalam laga Derby melawan Lincoln Red Imps!]
[Hadiah Misi:]
Stat Evolution: Seluruh statistik meningkat +1 Poin.
Master Skill unlocked: [Leadership - Grade S]
Matchday 4: Pembalasan Dingin (7 November 2019)
Victoria Stadium penuh sesak. Young Boys datang dengan kepercayaan diri tinggi, namun Riski telah mengaktifkan mode predator penuh. Menit ke-15, ia melewati tiga bek dengan teknik elastico dan mencetak gol pembuka. Menit ke-44, sebuah sundulan maut. Dan pada menit ke-70, ia melengkapi Hattrick melalui eksekusi tendangan bebas. Skor berakhir 3-0. Balas dendam tuntas, dan target 3 Gol untuk misi Liga Europa terpenuhi seketika.
Guncangan di Tanah Air: Indonesia di Titik Nadir
Sambil mempersiapkan diri, Riski memantau berita dari Indonesia. Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia berlangsung hancur lebur tanpa kehadirannya. Kekalahan beruntun dari rival Asia Tenggara membuat peringkat FIFA Indonesia merosot tajam ke posisi 173 dunia. Publik mulai melakukan protes besar terhadap PSSI, menuntut mengapa "Sang Jenderal" yang bersinar di Eropa justru diabaikan.
Matchday 5: Tragedi di Estádio do Dragão (28 November 2019)
Terbang ke Portugal, FC Porto menunjukkan level elit Eropa yang sesungguhnya. Europa FC dihajar habis-habisan dengan skor 8-2. Meskipun kalah telak, Riski masih mampu memberikan umpan terobosan jenius yang membelah pertahanan Porto untuk dikonversi menjadi gol. Assist 1 (Target assist Liga Europa Terpenuhi!). Kini misi sistem sudah di ambang keberhasilan total.
Laga Terakbar: Pembantaian di Derby (7 Desember 2019)
Sesuai kalender asli, 7 Desember adalah hari pembuktian di Gibraltar. Laga Derby melawan Lincoln Red Imps menjadi panggung pembantaian. Riski bermain layaknya dewa perang:
Menit 10 & 44: Dua Assist matang (2 Assist).
Menit 22, 35, 60 (P), & 88: Empat gol spektakuler (4 Gol).
Skor berakhir 7-0. Target misi Derby: TUNTAS. Europa FC kini kokoh di Peringkat 1 Liga Nasional Gibraltar.
Matchday 6: Air Mata di Bandung (12 Desember 2019)
Laga penentuan melawan Feyenoord digelar di Gibraltar. Di Bandung, pukul 03.00 pagi, AKP Erika sedang duduk di depan televisi kantor Polres bersama belasan rekan polisinya. Tiga balok emas di bahunya berkilat setiap kali ia bergerak gelisah.
Pertandingan berjalan sangat alot. Feyenoord mencetak gol lebih dulu, namun Riski menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di menit ke-60. Europa FC butuh satu gol lagi untuk lolos, namun hingga peluit panjang berbunyi, skor tidak berubah. Europa FC resmi tersingkir dari Liga Europa karena finis di posisi ketiga.
Di layar televisi, kamera menyorot Riski yang jatuh terduduk dan menutupi wajah dengan jersey. Di Bandung, Erika yang biasanya tegar tampak berkaca-kaca. Ia menyandarkan punggungnya dengan lemas. "Mereka sudah berjuang sangat keras... dia sudah memberikan segalanya," bisik Erika pelan. Rekan-rekan polisinya terdiam, merasakan kepedihan yang sama.
Evolusi Sang Jenderal & Penutup 2019
[Ding! Seluruh Target Misi 'Jenderal di Atas Takhta' TERCAPAI!]
[Statistik Baru: 111 | Skill unlocked: Leadership - Grade S]
Riski bangkit di ruang ganti, aura Leadership-nya terpancar kuat saat ia menyemangati rekan-rekannya yang menangis. Di dalam jet pribadinya menuju Bandung untuk libur akhir tahun, ia memeriksa keuangannya:
Total Saldo: Sekitar Rp 45.000.000.000.
Aset: Jet, Porsche, Resto, dan Minimarket.
Peringkat Liga: 1 (Calon Juara).
Peringkat FIFA Indonesia: 173.
Pesan masuk dari Erika: "Pulanglah, Jenderal. AKP-mu sudah menunggu. Bagiku, kamu tetap pemenangnya."