Allyssa harus meninggalkan hidup nyamannya di Bandung dan memulai semuanya dari awal di Jakarta. Di sekolah barunya, ia mencoba menjalani kehidupan remaja seperti biasa, meski perlahan ia merasa ada sesuatu yang tidak beres di sekitarnya.
Pertemuan dengan orang-orang baru, termasuk sosok misterius yang sulit dipahami, membuat hidup Allyssa berubah. Kejadian demi kejadian datang tanpa ia duga, seolah membawanya masuk ke dalam rahasia yang lebih besar.
Di tengah semua itu, ia hanya berpegang pada satu hal yang paling berarti—saudara kembarnya. Namun sebuah kejadian di malam yang seharusnya biasa saja, mengubah segalanya.
Sejak saat itu, Allyssa menyadari bahwa tidak semua cerita berjalan sesuai harapan. Ada yang harus berhenti di tengah jalan—dan tak pernah sempat selesai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aynaaa12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 25
Aruna langsung menyusuri lorong-lorong yang ada di sana. Tangannya menari di atas buku-buku yang berjejer. Sesekali ia bersenandung kecil. Matanya yang memang fokus pada buku-buku itu tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang yang Aruna tentu tidak mengenalnya.
"Eh, Sorry-Sorry Gue gak liat." Ujar seseorang itu, meraih beberapa buku yang terjatuh sebab kekagetan yang Aruna alami.
"Gak papa. Seharusnya Gue yang minta maaf. Terlalu fokus, sampai gak liat sekitar."
"Its okay!" Balas laki-laki itu datar yang ditanggapi senyum oleh Aruna.
Saat keduanya berbincang, Allyssa sudah kembali dari hajat kecilnya.
"Bukannya nyari buku malah ngobrol!" Cerocos Allyssa mendekati keduanya.
Sebelumnya Allyssa tidak mengenali laki-laki yang sedang mengobrol dengan saudarinya. Kerena memang laki-laki itu berdiri membelakanginya.
"Gue memang lagi nyari buku kok! Cuman gak sengaja aja nabrak orang!" Jawab Aruna ketus.
Sementara laki-laki yang masih berdiri di sana tak asing dengan suara Allyssa. Ia penasaran dan membalikkan badannya. Ia sedikit mengenali gadis itu.
"Makanya kalau jalan itu, liat-liat!" Ujar Allyssa setengah mengejek. Ia yang semakin mendekat ke arah Aruna.
Allyssa sama sekali tidak memperhatikan laki-laki itu. Dia hanya menghampiri saudarinya.
"Iya-iya! Malah di kasi tahu sama orang yang hilang arah!"
"Lo udah nemu belum bukunya? Gue pengen ke kantin dulu nih! Lapar!"
"Sabar napa" Jawab Aruna.
Aruna mengalihkan pandangannya ke arah laki-laki itu.
"Sekali lagi gue minta maaf ya soal tadi" Ujar Aruna.
"Its okay."
Allyssa yang baru mengenali suara itu beberapa hari yang lalu akhirnya melihat penasaran ke arah laki-laki tinggi itu.
'Althan' Batin Allyssa.
'Kenapa sih selalu ketemu sama ni orang!' Lanjutnya dalam hati. Kemudian langsung mengalihkan pandangannya. Dia seolah malas berhadapan dengan laki-laki itu.
Aruna yang melihat tatapan tidak suka dari Allyssa pun mengerutkan dahi penasaran.
"Lyss, kamu kenal?" Tanya Aruna
"Iya"
"Gak"
Jawab keduanya serempak.
Aruna bingung. Kenapa keduanya memberikan jawaban yang berbeda.
"Udah ah Run! Aku bilang lapar dari tadi! Kalau aku mati gimana?"
"Lyysa gak baik ngomong gitu!"
"Makanya buruan ke kantin!"
"Tapi-
"Udah Ayok....!" Allyssa menarik paksa tangan Aruna.
Langkahnya yang memang tidak hati-hati pun akhirnya terjatuh. Kakinya yang sebelumnya sudah terasa mendingan kembali sakit.
"Lo gak papa?!" Tanya Althan yang sudah berjongkok hendak membantu Allyssa.
"Ya ampun Lyssa! Lo baru ngatain Gue, malah Lo sendiri yang jatuh! Kaki Lo pasti sakit lagi kan!?" Khawatir Aruna yang sudah ikut berjongkok mengecek kaki Allyssa.
"Bawel! Dari pada Lo ngomel! Mending bantuin Gue!"
"Gue aja" Ujar Althan yang sudah meraih tubuh Allyssa dan menggendongnya.
Sementara Aruna kaget melihat itu.
"EH EH! Apaan sih Lo! Turunin Gue!" Allyssa mencoba berontak dari gendongan Althan.
"Lyys bukannya bersyukur di tolongin malah gitu!" Timpal Aruna. Saudarinya itu memang keras kepala.
"Dengarin kata teman Lo!" Ujar Althan.
"Ogah Gue ditolongin sama dia. Althan turunin gak?!" Ucap Allyssa kembali menatap jengkel Althan.
Sebenarnya percuma saja dia berontak. Laki-laki itu tidak juga melepaskannya.
"Katanya gak kenal! Tapi kok bisa tahu namanya?!" Cibir Aruna.
"Aruna diam!" Ujar Allyssa sedikit berteriak.
"Lagi sakit aja masih bisa marah-marah. Awas darah tinggi Lho!" Lagi-lagi Aruna mencibir saudarinya itu.
"Tau ah malas Gue!" Ujar Allyssa yang sudah pasrah.
'Gak Aruna, gak Altan sama-sama nyebelin' Gerutunya dalam hati.