NovelToon NovelToon
Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Cinta Tak Perna Salah (Dilema Cinta Riana )

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Perjodohan
Popularitas:394
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana

Dalam perjalanan pulang Ria hanya berdiam diri saja, tatapannya lurus kedepan. Davin yang konsentrasi mengemudi sekali - kali melihat samping kirinya.

"Sayang.... Kamu marah mas??"

"Tidak, aku ngak punya hak mau marah mas. Aku malu dengan sikap mamaku."

Ria sudah menangis, karena dia tadi melihat vidio yang dibuat Davin waktu bertemu mamanya. Davin menepi mobil. Dia melepaskan sabuk pengamannya dan langsung membawa tubuh istrinya ke dalam pelukannya.

"Kan mas sudah bilang, apa pun yang mau mama katakan kepada saya, silahkan saya terima. Yang tidak saya terima adalah mengambil kamu dari sisi saya. Saya tidak akan rela sayang."

"Sekali lagi mas, maafkan mama. Mama tega sekali."

"Its oke, mas tidak masalah. Kan mas sudah katakan yang salah ini mas. Jadi apapun yang mau mama katakan kepada mas silahkan. Asal tadi tidak membawamu pergi jauh dari mas."

"I love you mas."

"Love you more istriku sayang. Ayo bisa ngak, air matanya hilang. Kasihan El kalau lihat maminya bersedih."

Davin membantu istrinya menghapus semua air matanya. Dan kemudian mencium kedua mata istrinya dan mereka melanjutkan perjalanan ke rumah. Sampai di rumah El sudah tidur, mama dan papa yang temani. Sedangkan Stella masih menunggu mereka pulang. Waktu sudah menunjukan pukul sepuluh malam.

"Sis, belum bobo."

"Bagaimana keadaan mamamu??"

"Its oke." Mama keluar dari kamar melihat kedua anak gadisnya berpelukan.

"Bagaimana keadaan mamamu nak?"

"Baik ma."

"Mandi baru makan, mama panasi makanan."

Ria masuk ke kamar mandi, sedangkan suaminya sudah lebih dahulu masuk. Dan sekarang dia sedang mandi.

"Mas, bajunya aku siapkan??"

"iya sayang, tolong ya."

Ria langsung menyiapkan baju suaminya dan dirinya. Setelah Davin keluar, Ria masuk ke kamar mandi. Tapi sebelum menutup pintu kamar, dia meminta tolong suaminya membuat susu buatnya. Davin sudah tahu susu apa yang di minum istrinya.

Ria keluar denga handuk di kepala. Hal yang paling tidak disukai Davin, karena Ria paling cepat kena flu jika rambutnya masih basah. Secepat kilat, Davin mengeringkan dengan handuk setelah menyerahkan susu hangat buatannya.

"Sis, kamu ngak bawa pengering rambutmu kah??"

"Iya masih di apartemen."

"Besok mas ambil di sana."

Sebelum makan, Ria ke kamar mertuanya melihat Elvano Ivander Andreas anaknya yang tidur di kamar opa dan omanya.

"Sudah tidur sayang."

"Terima kasih ya papa, sudah menjaga El. Ria tanpa mama dan papa tidak tahu bagaimana mengurus El dengan baik."

"El itu darah daging kami sayang. Mama dan papa wajib menjaga dia. El itu hiburan mama dan papa di hari tua."

Ria memeluk mama dan papa mertuanya. Kemudian dia keluar kamar. Tidak mau mengganggu mereka. Waktu Ria mau keluar dia melihat bagaimana El bobo dan gangannya memeluk opanya. Bagaimana opanya mau pisah dari dia. Ria bersyukur kepada Tuhan karena meskipun dia dan suaminya ada masalah, mertuanya selalu menguatkan mereka.

"Sayang ayo makan, mas tunggu nih." Ria dan Davin pun makan malam ditemani, Stella.

"Ngak makan sis??"

"Kenyang, lihat kalian berdua."

"Nikah kak, biar ngak sakit hatinya lihat kami."

"Aku mau jadi biarawati saja, biar bisa jaga El terus."

"Kak El punya papi dan mami."

"Kalian buatlah adek lagi biar El ada teman."

"Sayang, dengar iparmu menyuruh produksi adek lagi."

"Jangan sekaranglah. Kasihan mama dan papa tambah tugasnya."

"Iya ya kasihan papa dan mamaku."

"Ya kalian berdua adek kakak yang dodol."

"Adek, ajar dia."

"Beres."

Selesai makan, Ria langsung pumping air susunya buat stock makanan anaknya. Ditemani suami dan Stella iparnya.

"Kamu selesai hamil, kok badanmu kembali semula lagi sih, minum obat apa sis?"

"Mungkin genetik."

"Aku belum ada olah raga yang ekstrim kan?? palingan hanya lari di alat olahraganya papa."

"Iya sih."

"Mukaku ngak terlihat lebih tua dari adikmu kan??" kalau bicara umur, Davin mukanya cemberut.

"Iya orang yang di luar, yang tidak kenal kalian pasti tahu kamu lebih muda atau kalian seumuran."

Mendengar mamanya kembali kambuh sakitnya dan penyebabnya Rian mengajak papa dan mamanya ke Jepang. Liburan sekalian menenangkan diri. Rian sengaja ijin, karena mendengar mamanya sakit dari kakak. Dan rencana itu di sampaikan kepada kakak dan suaminya. Meskipun dia berangkat dadakan namun ole - ole buat keponakannya tidak dia lupa.

Sudah seminggu mama dan papa di Jepang temani Rian adiknya. Rumah di Jakarta ada yang menjaga, ada adek mama yang tinggal bersama mereka, sejak Riana dan Rian keluar dari rumah. Pap senang karena mama sudah mulai sibuk, seperti saat ini, dia sedang membuat kebun di belakang rumah, dia menanam sayur dan bumbu- bumbu. Informasi dari papanya membuat Ria senang.

"Sayang aku senang deh mama sudah punya kesibukan berkebun di Jepang."

"Puji Tuhan jika mama dan papa sehat - sehat disana."

"Sayang, mas mau."

"Aku belum pasang alat KB."

"Mas buang di luar."

"Bohong." Davin tertawa.

"Sayang kamar??"

"Mas punya kamar kedap suara sayang."

Malam ini setelah usia Elvano Ivander Andreas sudah empat bulan, Davin dan Ria baru melakukan hubungan suami dan istri. Ria akui bahwa suaminya sangat maniak dalam hubungan seks ini. Semenjak dia memgaku untuk setia dengan Davin suaminya, Ria sudah berjanji pada suaminya akan melayani suaminya lahir maupun batin. Kecuali jika dia sudah tua dan tidak kuat. Maka dia alan tidak melayani suaminya. Dan Davin berjanji jika pasa usia itu dia juga tidak akan meminta lagi. Tetapi dia mau mereka harus bersama. Seperti tidur harus bersama sampai tau.

Davin dan Ria sudah memasuki ronde kedua. Empat bulan dia puasa, memang malam ini dia tuangkan semua keinginannya. Ronde pertama Davin lupa menumpahkan serumnya di luar. Ria sedikit marah, namun rayuan Davin membuat dia luluh maka sekarang ronde kedua pun terjadi. Di akhiri dengan mereka mencapai puncak kenikmatan bersama. Davin langsung mencium kening istrinya.

"Jangan minum obat pencegah kehamilan."

"Enak aja, El masih kecil."

"Sayang biar kita lelah sekali. Mengerti kan maksud mas??? Mereka besar kita bedua bisa jakan - jalan keliling dunia."

"Oke terserah mas." Davin mencium istrinya.

"Terima kasih istriku yang pintar."

Davin langsung mengendong Ria ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri mereka kembali lagi tidur.

"Sayang, biar El umur setahun baru kita program lagi ya."

"Jadi kamu mau pakai alat KB."

"Maafkan ade mas. Aku kemarin sudah pasang implan KB."

"Sayang !!! Kamu nakal ya. Kenapa ngak bahas sama mas."

Suara Davin mengeras reflek. Hal ini membuat Ria langsung mengeluarkan air matanya. Davin yang sadar langsung memeluk dan mencium istrinya.

"Aku takut mas seperti ini."

"Oke sayang, mas tidak marah. Tetapi kita tambah anak satu atau dia orang ya."

"Mas satu saja."

"Kenapa ngak dua aja."

"Mas......"

"Oke tambah satu. Kalau belum dapat cewek kita tambah satu lagi ya."

"Mas...."

"Iya dua saja." Davin memeluk istrinya dan mencium.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!