Hao Qi hanyalah seorang mahasiswa yatim piatu miskin yang tercekik hutang rentenir dan selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya.
Namun, nasibnya berubah drastis ketika ia tanpa sengaja mengaktifkan Sistem Toko Sepuluh Ribu Alam di ponsel bututnya. Melalui sistem rahasia ini, Hao Qi bisa menjual barang-barang murah sehari-hari seperti mi instan dan korek api gas ke berbagai dimensi lain dengan bayaran selangit berupa koin sistem, emas batangan, pil penempa tubuh, hingga teknik bela diri kuno.
Sambil menyembunyikan identitas dan kekuatan barunya, Hao Qi mulai melunasi hutangnya, menyadari keberadaan energi Qi di dunia modern, dan melangkah naik untuk menghancurkan para orang sombong yang dulu meremehkannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3
"Tap... Tap... Tap..."
Langkah kaki Hao Qi terdengar ringan memecah genangan air di jalanan aspal yang sepi. Mengabaikan rasa sakit yang berdenyut di rahang dan perutnya, pemuda itu berjalan menyusuri gang sempit menuju kamar sewaannya. Hujan gerimis masih membasahi rambut dan seragam minimarketnya, namun anehnya, sebuah senyum lebar terus menghiasi wajahnya.
"Hari ini benar-benar tidak masuk akal," Hao Qi tertawa pelan, berbicara pada dirinya sendiri di tengah malam yang dingin. "Dipukuli Ah Kun sampai babak belur, lalu tiba-tiba jadi pedagang antar dimensi? Kalau aku cerita pada orang lain, mereka pasti akan langsung mengirimku ke rumah sakit jiwa."
"Kriet..."
Pintu kayu usang kamar sewaannya terbuka dengan suara berderit kasar.
Ruangan itu sangat sempit, hanya muat untuk satu kasur lipat, sebuah meja belajar kecil yang kakinya sudah goyah, dan sebuah lemari kain. Tidak ada jendela, membuat udaranya selalu terasa pengap. Tapi malam ini, bagi Hao Qi, kamar kumuh ini terasa seperti istana.
"Cetek!"
Hao Qi menyalakan lampu bohlam yang cahayanya agak redup. Ia langsung duduk bersila di atas kasur lipatnya, tidak peduli pakaian basahnya akan menodai seprai. Tangannya yang sedikit gemetar merogoh saku jaketnya, menarik keluar kantong kain kecil dan botol porselen bersumbat merah.
"Grep."
Ia menuangkan isi kantong kain itu ke telapak tangannya. Kilauan kuning keemasan langsung memantulkan cahaya lampu redup di kamarnya. Batangan emas murni itu terasa padat dan berat.
"Emas sungguhan... Dua puluh lima ribu Yuan sekarang ada di tanganku," Hao Qi bergumam, senyum di bibirnya semakin cerah hingga matanya menyipit membentuk bulan sabit. "Wang Lei, tunggu saja besok. Aku akan melemparkan uang ini tepat di depan wajahmu yang jelek itu."
Ia meletakkan emas itu di atas meja dengan hati-hati, lalu beralih menatap botol porselen kecil di tangannya.
"Pop!"
Hao Qi mencabut sumbat kain merah tersebut. Seketika, aroma herbal yang sangat pekat dan menyegarkan menyeruak ke udara, memenuhi seluruh sudut kamar sempitnya. Bau apek ruangan itu seketika hilang.
"Wangi sekali. Sistem, apakah kau ada di sana?" Hao Qi bertanya ke udara kosong.
"Sistem selalu siap untuk melayani Host," suara mekanis yang dingin namun terdengar menenangkan langsung bergema di dalam kepalanya. "Ada yang bisa Sistem bantu?"
"Tolong jelaskan padaku, apa sebenarnya fungsi Pil Penempa Tubuh Tingkat Rendah ini? Pelanggan tadi bilang ini bisa menyembuhkan luka dan memperkuat otot. Apa ada efek sampingnya?"
"Memindai item..."
Layar transparan kecil tiba-tiba muncul di udara tepat di depan mata Hao Qi.
"Pil Penempa Tubuh Tingkat Rendah. Berasal dari Alam Xianxia. Berfungsi untuk membersihkan kotoran dan racun dari dalam tubuh manusia biasa, memperkuat jaringan otot, tulang, dan meridian, serta menyembuhkan cedera fisik eksternal maupun internal. Efek Samping, rasa sakit yang intens selama proses pembuangan kotoran berlangsung. Disarankan Host untuk bersiap secara mental."
"Rasa sakit yang intens?" Hao Qi mengangkat sebelah alisnya. "Seberapa parah memangnya? Lebih parah dari tendangan si Ah Kun sialan itu?"
Hao Qi tidak berpikir panjang. Baginya, rasa sakit fisik adalah makanan sehari-hari. Sejak orang tuanya meninggal dunia dan mewariskan hutang yang menggunung, ia terbiasa bekerja keras, kurang tidur, dan sering kali mendapat perlakuan kasar saat menagih gajinya yang ditahan.
"Gluk!"
Tanpa ragu, Hao Qi memasukkan sebutir pil berwarna cokelat gelap itu ke dalam mulutnya dan menelannya bulat-bulat.
Pil itu terasa manis di lidah, namun saat melewati kerongkongannya, sensasinya berubah drastis. Sebuah hawa panas tiba-tiba meledak dari perutnya, menyebar dengan kecepatan mengerikan ke seluruh aliran darahnya.
"Ugh!"
Hao Qi mencengkeram dadanya. Matanya terbelalak lebar.
"Panas! Panas sekali!"
"Argh!!"
Tubuhnya tersungkur ke atas kasur. Rasanya seperti ada ribuan semut api yang merayap di bawah kulitnya, menggigit dan mencabik-cabik ototnya dari dalam. Tulang-tulangnya bergemeretak, seolah dihancurkan dan disusun kembali secara paksa.
"Hah... hah..."
Napas Hao Qi memburu. Keringat dingin bercucuran deras dari dahi dan lehernya, membasahi pakaiannya yang sudah kotor. Urat-urat di leher dan lengannya menonjol keluar.
"Sial... ini jauh lebih sakit dari pukulan Ah Kun!" Hao Qi mengerang, menggigit bibir bawahnya keras-keras agar tidak berteriak dan membangunkan tetangga kamarnya.
Meski tubuhnya bergulung kesakitan menahan siksaan yang tak tertahankan, anehnya, sudut bibirnya justru melengkung membentuk senyuman tipis yang dipaksakan.
"Bagus... teruslah menghancurkan tubuhku... Jika ini harga untuk menjadi lebih kuat dan tidak diinjak-injak lagi, maka hancurkan saja semuanya! Aku akan menerimanya dengan senang hati!" Hao Qi membatin dengan tekad yang membara.
Rasa sakit itu berlangsung selama hampir setengah jam. Bagi Hao Qi, waktu terasa berjalan puluhan kali lebih lambat. Namun perlahan, hawa panas itu mulai mereda, digantikan oleh sensasi hangat yang sangat nyaman, seolah ia sedang berendam di sumber air panas.
"Fuh..."
Hao Qi menghembuskan napas panjang. Tubuhnya terasa lemas, namun entah mengapa ada tenaga baru yang bergejolak di dalam dadanya.
"Bau apa ini? Busuk sekali!"
Hao Qi mencubit hidungnya sendiri. Ia baru menyadari bahwa keringat yang keluar dari tubuhnya kini berwarna hitam pekat dan lengket, mengeluarkan bau amis dan asam yang sangat menyengat, seperti bau got yang tersumbat bertahun-tahun.
"Host telah berhasil melewati proses penempaan tubuh. Cairan hitam tersebut adalah kotoran, racun, dan sisa zat buruk dari makanan dan polusi yang selama ini mengendap di dalam tubuh Host," penjelasan Sistem kembali terdengar di kepalanya.
"Haha... Pantas saja rasanya mau mati," Hao Qi tertawa sumbang sambil perlahan bangkit berdiri.
"Krak! Krak!"
Suara tulang-tulangnya berbunyi nyaring saat ia meregangkan tubuh. Hao Qi tertegun. Tubuhnya terasa sangat ringan. Rasa sakit di perut dan rahangnya benar-benar lenyap tak bersisa.