NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:483
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Kembalinya Kekuatan Murni

​Matahari bahkan belum menampakkan sinarnya di cakrawala ketika Jacob sudah berada di lapangan latihan istana. Keringat membanjiri tubuhnya yang hanya dibalut celana kain tipis, memperlihatkan otot-otot yang kini harus bekerja keras tanpa bantuan perintah saraf mekanis secara penuh.

​Jacob mengayunkan pedang kayu seberat sepuluh kilogram itu dengan gerakan berulang yang sangat membosankan. Setiap tebasan terasa jauh lebih berat daripada saat Sistem Auto Pilot masih aktif sepenuhnya di dalam kesadarannya beberapa waktu yang lalu.

​{Sangat berbeda. Dulu sistem yang mengatur ritme napas dan efisiensi gerakanku. Sekarang, paru-paruku seolah terbakar hanya karena seratus tebasan.}

​Pijakan kakinya sedikit bergeser saat ia mencoba melakukan putaran serangan balik yang biasa dilakukan sistem untuk mematahkan pertahanan musuh secara presisi. Jacob kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh, membuktikan bahwa koordinasi motorik manualnya masih jauh di bawah standar perhitungan algoritma yang biasanya ia gunakan di medan perang.

​"Berhentilah memaksakan diri, Baginda. Ototmu membutuhkan waktu untuk mengingat memori gerakan yang dulu kau lakukan dengan sangat ajaib di depan mataku," ucap sebuah suara dari balik bayangan pilar.

​||||||||||||||

​Natali melangkah maju dengan membawa botol air dan handuk bersih di tangannya. Wanita itu menatap Jacob dengan pandangan yang penuh kagum sekaligus rasa khawatir melihat wajah sang raja yang sudah sangat pucat akibat kelelahan ekstrem.

​"Aku tidak punya banyak waktu untuk bersantai hanya karena mahkota ini sudah di kepalaku, Natali. Kerajaan ini belum sepenuhnya aman meskipun Bernard sudah mati dan Cerick sudah kita bungkam sebagai tawanan," jawab Jacob sambil menyeka keringat yang menetes ke matanya.

​Jacob kembali mengangkat pedang kayunya, mencoba melakukan tusukan lurus ke arah boneka jerami di depannya. Gerakannya masih terlihat kaku dan tidak secepat dulu, namun ada tekad yang sangat kuat terpancar dari setiap tarikan napasnya yang berat.

​{Aku harus bisa melampaui batas kemampuan itu dengan kekuatanku sendiri. Aku tidak mau menjadi raja yang hanya kuat karena sebuah keajaiban yang tidak bisa kujelaskan pada rakyatku.}

​"Mari kita coba sparing ringan, Tuanku. Aku akan menyerangmu dengan kecepatan penuh, dan kau harus menangkisnya tanpa bantuan apa pun," ajak Natali sambil mencabut belati tumpulnya.

​"Datanglah padaku dengan seluruh kemampuan membunuhmu, Natali. Jangan menganggapku sebagai rajamu di lapangan ini jika kau benar-benar ingin aku menjadi lebih kuat," tegas Jacob sambil memasang kuda-kuda yang kokoh.

​||||||||||||||

​Dua belati Natali melesat seperti kilat ke arah bahu dan pinggang Jacob secara bersamaan. Jacob mencoba bereaksi, namun sarafnya terasa sedikit terlambat merespons sinyal dari otaknya dibandingkan saat sinkronisasi sistem masih mendominasi saraf motoriknya dulu.

​Dentingan kayu dan logam tumpul terdengar berkali-kali di tengah kesunyian pagi yang dingin itu. Jacob terpaksa mundur beberapa langkah karena tekanan serangan Natali yang sangat agresif dan tidak terduga bagi manusia biasa yang sedang berada di titik lelah.

​{Sakit. Rasa sakit ini nyata. Otot lenganku menjerit karena menahan beban serangan Natali yang terus datang beruntun tanpa celah.}

​Jacob melakukan tendangan bawah untuk menciptakan jarak, sebuah gerakan yang ia pelajari dari rekaman memorinya sendiri saat sistem mengambil alih kendali tubuhnya di masa lalu. Natali melompat mundur dengan anggun, tersenyum melihat Jacob mulai menemukan kembali sedikit ritme bertarungnya secara mandiri.

​"Gerakanmu sudah mulai membaik, Baginda. Kau mulai menggunakan instingmu sendiri, bukan lagi berdasarkan gerakan mekanis yang aneh seperti biasanya," puji Natali sambil kembali bersiap menyerang.

​"Ini baru pemanasan untuk hari yang panjang. Aku akan berlari mengelilingi benteng luar istana dengan beban zirah lengkap setelah sesi ini berakhir," ucap Jacob dengan napas yang masih tersengal-sengal.

​||||||||||||||

​Veldora datang membawa baju besi berat milik kavaleri Black Knight dan meletakkannya di pinggir lapangan latihan. Sang jenderal besar itu hanya diam memperhatikan sejak tadi, namun matanya menunjukkan rasa hormat yang mendalam pada dedikasi gila yang ditunjukkan oleh sang raja.

​"Pasangkan zirah itu di tubuhku, Veldora. Aku akan melatih stamina jantungku dengan mendaki bukit terjal di belakang istana pagi ini," perintah Jacob sambil menjatuhkan pedang kayunya ke tanah.

​"Zirah ini beratnya tiga puluh kilogram, Baginda. Tanpa bantuan kekuatan misteriusmu yang biasanya, jantungmu akan bekerja di luar batas kewajaran manusia," peringat Veldora sambil mulai mengunci pelat besi di dada Jacob.

​"Justru itu yang aku inginkan dalam latihan ini. Aku ingin merasakan setiap inci beban ini agar aku tahu betapa beratnya tanggung jawab yang harus kupikul sebagai pemimpin Helios yang baru," jawab Jacob dengan nada suara yang mantap.

​Berat zirah tiga puluh kilogram itu langsung menarik bahunya ke bawah, membuat setiap serat ototnya menjerit untuk segera berhenti dan menyerah. Derap kaki Jacob mulai terasa sangat lambat seolah kakinya tertanam di dalam lumpur meskipun ia sedang berlari di atas tanah kering yang keras.

​"Berhenti sekarang juga, Baginda! Denyut nadimu sudah melampaui batas aman dan wajahmu sudah sepucat mayat!" teriak Veldora yang mencoba mengejar dari belakang dengan wajah yang sangat cemas.

​Jacob tidak memedulikan peringatan itu sama sekali karena ia ingin membuktikan sesuatu pada dirinya sendiri tanpa bantuan siapa pun. Ia terus memacu langkahnya mendaki bukit terjal di belakang istana dengan napas yang terdengar sangat berat dan menyakitkan di setiap hembusannya.

​{Sial, penglihatanku mulai menghitam dan berputar hebat. Aku tidak boleh jatuh hanya karena mendaki bukit ini atau aku tidak akan pernah bisa melindungi rakyatku dengan kekuatanku sendiri!}

​||||||||||||||

​Badan Jacob mendadak limbung tepat saat ia hampir mencapai puncak bukit yang gersang tersebut. Ia tersungkur dengan suara dentuman zirah yang sangat keras, sementara kesadarannya mulai memudar akibat tekanan fisik yang sudah melampaui batas ketahanan manusia.

​Natali segera berlutut di sampingnya dan mencoba melepaskan helm pelindung Jacob agar sang raja bisa menghirup oksigen lebih banyak.

​"Cukup, Tuanku! Kau akan membunuh dirimu sendiri jika terus memaksakan latihan gila ini!" seru Natali dengan suara yang gemetar karena rasa takut yang sangat nyata.

​"Biarkan... aku... berdiri sendiri dengan kakiku!" desis Jacob sambil mencoba menekan telapak tangannya ke tanah yang kasar meskipun pandangannya sudah gelap total.

​Jantungnya berdegup dengan sangat kacau, seolah ingin meledak keluar dari rongga dadanya untuk mengakhiri penderitaan fisik yang menyiksa ini. Rasa sakit yang sangat tajam menjalar dari ujung jari kaki hingga ke saraf otaknya, menciptakan kekosongan yang perlahan menelan kesadarannya secara utuh.

​||||||||||||||

​[Peringatan: Kondisi fisik pengguna berada di titik kritis. Kegagalan fungsi organ vital akan segera terjadi dalam waktu tiga puluh detik.]

​Suara mekanis yang sangat dingin dan akrab itu mendadak bergema kembali di dalam kesadaran Jacob yang paling gelap. Pandangan matanya yang tadinya hitam perlahan mulai diisi oleh deretan kode biru transparan yang bergerak dengan kecepatan cahaya untuk memetakan kerusakan.

​{Kau... kau muncul kembali? Kupikir kau sudah benar-benar menghilang setelah semua musuhku tumbang!}

​[Analisa Selesai: Tekad pengguna telah memicu protokol darurat tersembunyi yang terkunci di dalam memori inti. Sistem Auto Pilot tetap aktif secara parsial untuk stabilisasi sistem motorik.]

​[Modul Baru Diaktifkan: Pemulihan Stamina Instan. Melakukan stimulasi saraf untuk mempercepat regenerasi energi seluler secara paksa melalui analisa panca indra.]

​Sensasi hangat yang sangat luar biasa mulai mengalir dari saraf tulang belakang Jacob menuju ke seluruh ujung saraf di tubuhnya yang tadi lumpuh. Rasa sakit yang menyiksa otot-ototnya mendadak menguap seperti embun di bawah sinar matahari, digantikan oleh aliran energi murni yang jauh lebih kuat.

​[Fungsi Berjalan: Seluruh sel otot pengguna telah diperbarui secara otomatis menggunakan sisa cadangan energi dari input panca indra sebelumnya.]

​||||||||||||||

​Raja muda itu mendadak berdiri tegak dengan gerakan yang sangat lancar dan bertenaga, mengejutkan Veldora dan Natali yang tadinya sudah hampir pasrah. Ia tidak lagi terlihat lemas, melainkan memancarkan aura kekuatan yang jauh lebih stabil dan sangat mengerikan.

​"Bagaimana mungkin kau bisa langsung berdiri tegak setelah tersungkur mengenaskan seperti itu, Baginda?" tanya Veldora dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut sekaligus bingung.

​"Tekadku jauh lebih kuat daripada kelelahan fisik ini, Veldora. Aku tidak akan membiarkan tubuhku menyerah begitu saja di depan kalian semua," jawab Jacob sambil mengepalkan tangannya yang kini penuh tenaga baru.

​Natali menyentuh zirah lengan Jacob dan merasakan suhu tubuh tuannya itu sudah kembali normal dalam waktu yang sangat singkat seolah tidak pernah terjadi kelelahan.

​"Kau selalu penuh dengan rahasia yang tidak masuk akal, Baginda. Aku hampir mengira nyawamu sudah melayang karena kehabisan napas tadi," bisik Natali dengan nada suara yang lega sekaligus penuh selidik.

​"Jangan khawatir berlebihan, aku tahu persis batas kemampuanku dan cara untuk melampauinya. Sekarang staminaku sudah pulih dan aku siap melanjutkan latihan ini sampai sore nanti," tegas Jacob dengan nada suara yang penuh wibawa.

​Jacob kembali mengambil pedang kayunya dan mengayunkannya ke udara dengan kecepatan yang jauh lebih mengerikan hingga menciptakan suara desingan angin tajam. Ia tahu bahwa mulai hari ini, ia memiliki kapasitas latihan yang tidak terbatas untuk membangun kekuatannya sendiri karena sistem akan selalu memulihkannya setiap kali ia mencapai ambang kematian.

​{Mari kita lihat seberapa cepat aku bisa menjadi raja terkuat di benua ini dengan bantuan sistem yang terus menjagaku di balik bayangan.}

​Derap langkah Jacob kembali bergema saat ia mulai berlari mendaki bukit lagi dengan kecepatan penuh, memulai era baru di mana sang raja tidak akan mengenal kata menyerah.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!