NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

TRANSMIGRASI: DIKIRA ISTRI BODOH, TERNYATA RATU BISNIS

Status: tamat
Genre:CEO / Fantasi Wanita / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Blurb:

​Dulu, Sora Araminta hanyalah "Istri Sampah" yang gila harta. Kini, tubuhnya diisi oleh Elena, konsultan bisnis legendaris yang lebih galak dari preman pasar.

​Saat sang suami, Kairo Diwantara, melempar cek dengan tatapan jijik agar Sora tutup mulut, dia pikir istrinya akan girang. Salah besar.

​Elena justru melempar balik surat cerai tepat ke wajah CEO sombong itu.

"Aku resign jadi istrimu. Simpan uangmu, kita bicara bisnis di pengadilan."

​Elena pikir Kairo akan senang bebas dari benalu. Namun, pria itu malah merobek surat cerainya dan menyudutkannya ke dinding dengan tatapan berbahaya.

​"Keluar dari kandangku? Jangan mimpi, Sora. Kamu masih milikku."

​Sial. Sejak kapan CEO dingin ini jadi seobsesif ini?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Mulut Harimau

​"Ingat, senyum. Jangan bicara."

​Kairo membisikkan peringatan itu, mencengkeram pinggang Elena terlalu erat.

​Elena menepis tangan itu tegas. "Aku bukan anak kecil. Fokus pada angkanya. Jangan biarkan dia mencium bau darah dari lukamu."

​Pintu terbuka. Mr. Chen duduk di tengah ruangan merah emas, didampingi asisten berkacamata.

​"Ah, Pak Kairo," sapa Mr. Chen tanpa berdiri. Matanya langsung menyapu Elena dengan kilatan nafsu menjijikkan. "Siapa wanita cantik ini? Saya dengar istri Anda kurang suka keluar rumah?"

​"Ini istri saya, Sora," jawab Kairo kaku.

​Elena melangkah maju, membungkuk hormat. "Selamat malam, Tuan Chen. Kehormatan bertemu legenda bisnis seperti Anda."

​"Bagus. Baju Cheongsam hitam... unik," Mr. Chen terkekeh. "Istrimu punya kelas, Kairo. Hiasan meja yang cantik."

​Rahang Kairo mengeras. Hiasan meja. Tapi dia butuh uang orang tua ini.

​Makan malam dimulai. Mr. Chen terus memotong pembicaraan bisnis dengan obrolan golf dan cuaca. Taktik klasik mengulur waktu. Elena berperan sempurna sebagai istri penurut: menuang wine, tersenyum, mengangguk. Tapi matanya merekam segalanya.

​Satu jam berlalu.

​"Baiklah, Pak Kairo," Mr. Chen meletakkan serbet, wajah ramahnya lenyap. "Saya sudah baca proposal Cikarang. Saya kurang tertarik."

​"Kenapa? Proyek ini strategis," Kairo panik.

​"Izin lengkap tapi cash flow Anda berdarah," potong Mr. Chen, melempar map ke meja putar. "Saya dengar ada masalah internal. Uang bocor. Vendor tak dibayar."

​Kairo pucat. Darimana dia tahu?

​"Itu rumor. Keuangan kami stabil," elak Kairo.

​"Jangan bohong pada naga tua. Saya bisa mencium bangkai," Mr. Chen mendengus. "Oke, saya masuk. Lima ratus miliar."

​Mata Kairo berbinar. "Terima kasih!"

​"Tunggu dulu," Mr. Chen tersenyum licik. "Siapa bilang 50-50? Saya mau 70% saham. Dan hak veto direksi."

​"Tujuh puluh persen?! Itu akuisisi paksa!" seru Kairo. "Maksimal enam puluh."

​"Tujuh puluh. Atau besok pagi semua bank tahu Diwantara Group sekarat."

​Kairo terpojok. Dia menatap map itu. Tujuh puluh persen berarti kehilangan kendali. Tapi menolak berarti kolaps lusa. Egonya hancur lebur. Tangan Kairo gemetar meraih pulpen.

​Mr. Chen menoleh ke asistennya, bicara dalam Mandarin kasar.

​"Kan? Anak ini bodoh dan putus asa. Tekan terus. Setelah dia tanda tangan, kita singkirkan pelan-pelan."

​Liang tertawa. "Tuan Chen hebat. Dia tidak sadar kita menawar jauh di bawah harga pasar."

​"Kasihan," Mr. Chen melirik Elena. "Istri cantik tapi suami pecundang. Nanti istrinya kubawa ke Makau kalau suaminya jadi gembel."

​Gelak tawa kasar meledak di depan wajah Kairo. Kairo tidak mengerti bahasanya, tapi dia tahu itu hinaan. Wajahnya merah padam, tak berdaya.

​Pulpen Kairo menyentuh kertas.

​Tiba-tiba, tangan halus menahannya.

​"Jangan," bisik Elena.

​"Lepaskan, Sora. Kita tidak punya pilihan."

​Elena mengambil pulpen dari jari Kairo, meletakkannya kembali ke meja dengan bunyi klak tegas. Tatapannya berubah setajam pedang.

​"Maaf memotong tawa Anda, Tuan Chen," ucap Elena.

​Dalam bahasa Mandarin beraksen sempurna.

​Tawa Mr. Chen mati seketika. Liang menjatuhkan sendok. Kairo ternganga.

​Elena berdiri, menuang teh ke gelas Mr. Chen dengan aura Ratu menuang racun.

​"Anda bilang suami saya bodoh?" lanjut Elena dalam Mandarin fasih. "Menurut saya, yang bodoh adalah orang yang mengira bisa menipu mitra bisnis di kandang lawan."

​Elena mengambil map kontrak, menunjuk satu pasal dengan kuku merah marunnya.

​"Pasal 3 Ayat 2. Valuasi Aset," baca Elena. "Anda menawarkan harga likuidasi, bukan harga pasar wajar. Itu melanggar prinsip 'Good Faith' hukum investasi internasional."

​Wajah Mr. Chen merah padam. "Kau... kau mengerti?"

​"Saya mengerti lebih dari sekadar bahasa," Elena tersenyum miring. "Saya juga mengerti perusahaan Anda baru ditolak pemerintah Malaysia karena masalah pendanaan. Anda butuh proyek Cikarang untuk memperbaiki portofolio. Anda butuh kami sama besarnya dengan kami butuh Anda."

​Skakmat.

​Kairo melihat Mr. Chen menciut.

​Elena mencondongkan tubuh, mengintimidasi.

​"Jadi, berhenti bermain drama. Lima puluh-lima puluh. Hak suara seimbang. Dana cair besok pagi. Atau..." Elena melirik jam. "...saya telepon Tuan Li dari Dippo Group. Dia sangat tertarik masuk Cikarang."

​Keheningan melanda satu menit penuh.

​Perlahan, senyum kekaguman merekah di wajah Mr. Chen. Senyum sesama predator.

​"Hahahaha!" tawa Mr. Chen meledak, menepuk meja keras. "Bagus! Bagus sekali!"

​Dia menunjuk Kairo. "Kairo! Kau bajingan licik! Kau bawa senjata rahasia tapi diam saja! Istrimu hiasan meja? Hah! Matamu buta!"

​Mr. Chen menatap Elena hormat. "Dia Naga, Kairo! Naga berwajah kelinci! Saya suka!"

​Mr. Chen mencoret angka '70%' di kontrak, menulis '50%', dan menandatanganinya.

​"Deal! Uang cair besok. Syaratnya: Nyonya Sora jadi komisaris pengawas. Saya tidak percaya padamu, tapi saya percaya istrimu."

​Kairo menerima kontrak itu dengan tangan kaku. Perusahaannya selamat.

​"Terima kasih, Mr. Chen."

​"Cium kaki istrimu sana," canda Mr. Chen kasar, lalu pergi tertawa-tawa.

​Ruangan sunyi. Elena menghembuskan napas panjang, kakinya lemas. Dia menuang air putih, meminumnya habis.

​"Haus," gumamnya.

​Dia menoleh, berharap ucapan terima kasih. Tapi Kairo berdiri mematung, menatapnya dengan intensitas yang membuat merinding. Tatapan interogasi.

​Kairo melangkah mendekat, mengurung Elena di kursinya.

​"Sora," suaranya rendah berbahaya.

​"Apa? Kita sudah deal, kan? Mana kuncinya?"

​"Persetan dengan kunci."

​Kairo menyentuh dagu Elena, memaksanya mendongak.

​"Sejak kapan? Sejak kapan kau bisa Mandarin? Sejak kapan paham hukum investasi? Sejak kapan tahu saingan Mr. Chen?"

​"Aku... belajar dari drama China."

​"Jangan bohong!" bentak Kairo putus asa. "Aksenmu itu aksen bisnis Beijing. Istilah itu tingkat tinggi. Tidak ada di drama percintaan!"

​Kairo menatap bibir Elena, lalu matanya.

​"Dari awal aku curiga. Kau siapa? Di mana istriku yang bodoh? Siapa yang duduk di depanku ini?"

​Elena terdiam, tidak bisa lari.

​"Apakah penting siapa aku?" tanyanya pelan. "Yang penting aku menyelamatkan perusahaanmu, kan?"

​"Penting," bisik Kairo, jarak wajah mereka satu sentimeter. "Karena aku perlu tahu... siapa nama wanita yang baru saja membuatku bertekuk lutut ini."

1
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒆𝒏𝒕𝒂𝒍 𝒉𝒓𝒔 𝒌𝒖𝒂𝒕 𝒌𝒍 𝒎𝒂𝒖 𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒌𝒂𝒍𝒂𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒕𝒆𝒓𝒑𝒂𝒏𝒄𝒊𝒏𝒈 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒉𝒓𝒔 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒈𝒆𝒈𝒂𝒃𝒂𝒉
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒏𝒈𝒆𝒉 𝒌𝒍 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒔𝒆𝒑𝒆𝒓𝒕𝒊 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒃𝒍𝒎 𝒕𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒔𝒌𝒓𝒏𝒈 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒍𝒃𝒉 𝒌𝒖𝒂𝒕 𝒅𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒖𝒍𝒖
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒎𝒂𝒓𝒂𝒉" 𝒎𝒖𝒍𝒖 𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒅𝒂𝒉 𝒃𝒊𝒍𝒂𝒏𝒈 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒆𝒎𝒐𝒔𝒊 𝒎𝒂𝒉 𝒂𝒋𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒏𝒈𝒆𝒚𝒆𝒍 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒌𝒆𝒔𝒆𝒍 𝒂𝒋𝒂 𝒋𝒅 𝒏𝒚𝒂 😏😏😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓 𝒎𝒊𝒕𝒂 𝒅𝒊 𝒉𝒂𝒋𝒂𝒓 😠😠
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒅𝒓 𝒃𝒂𝒚𝒊 𝒅𝒂𝒉 𝒅𝒊𝒌𝒆𝒏𝒂𝒍𝒌𝒂𝒏 𝒃𝒊𝒔𝒏𝒊𝒔 𝒏𝒂𝒏𝒕𝒊 𝒌𝒂𝒚𝒂𝒌 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒎𝒂𝒎𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒑𝒊𝒏𝒕𝒂𝒓 𝒃𝒊𝒔𝒏𝒊𝒔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒎𝒂𝒖 𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒖𝒏𝒕𝒖𝒌 𝒌𝒆 𝒅𝒖𝒂 𝒌𝒂𝒍𝒊𝒏𝒚𝒂 𝒐𝒍𝒆𝒉 𝑽𝒊𝒄𝒕𝒐𝒓
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒖𝒏𝒕𝒖𝒏𝒈 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒑𝒖𝒏𝒚𝒂 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒌𝒍 𝒆𝒏𝒈𝒈𝒂𝒌 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒋𝒂𝒕𝒖𝒉 𝒎𝒊𝒔𝒌𝒊𝒏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒌𝒊𝒏 𝒔𝒆𝒓𝒖 𝒏𝒊𝒉 𝒎𝒖𝒔𝒖𝒉 𝒍𝒂𝒎𝒂 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒅𝒂𝒕𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒂𝒑𝒂 𝑽𝒊𝒐𝒏𝒂 𝒃𝒆𝒓𝒖𝒍𝒂𝒉 𝒍𝒈 😏😏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒋𝒈 𝒉𝒆𝒃𝒂𝒕 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒌𝒂𝒓𝒏𝒂 𝒌𝒂𝒎𝒖 𝒎𝒆𝒏𝒈𝒂𝒌𝒖𝒊 𝒌𝒍 𝒊𝒔𝒕𝒓𝒊𝒎𝒖 𝒃𝒊𝒔𝒂 𝒔𝒆𝒈𝒂𝒍𝒂𝒏𝒚𝒂 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 𝒈𝒆𝒏𝒈𝒔𝒊 😄😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑬𝒍𝒗𝒂𝒏𝒐 𝒃𝒊𝒌𝒊𝒏 𝒂𝒚𝒂𝒉𝒎𝒖 𝒎𝒂𝒕𝒊 𝒌𝒖𝒕𝒖 😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒌𝒆𝒏𝒂𝒑𝒂 𝑬𝒍𝒆𝒏𝒂 𝒈𝒂𝒌 𝒃𝒂𝒘𝒂 𝒔𝒆𝒌𝒂𝒍𝒊𝒂𝒏 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒏𝒚𝒂
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒔𝒘𝒆𝒆𝒕 𝒃𝒂𝒏𝒈𝒆𝒕 𝒔𝒂𝒎𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 😘😘
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒎𝒂𝒖 𝒌𝒂𝒔𝒊𝒉 𝒉𝒂𝒅𝒊𝒂𝒉 𝒂𝒑𝒂 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒏𝒊𝒉 😄😄
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒈𝒊𝒎𝒂𝒏𝒂 𝑽𝒊𝒐𝒏𝒂 𝒉𝒂𝒅𝒊𝒂𝒉 𝒚𝒈 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒌𝒊𝒓𝒊𝒎 𝒃𝒖𝒂𝒕 𝒎𝒖 𝒂𝒑𝒂 𝒎𝒔𝒉 𝒌𝒖𝒓𝒂𝒏𝒈 😏😏😅
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒑𝒆𝒓𝒂𝒏𝒈 𝒔𝒅𝒏𝒈 𝒅𝒊𝒎𝒖𝒍𝒂𝒊
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒌𝒂𝒏𝒚𝒂 𝑲𝒂𝒊𝒓𝒐 𝒋𝒏𝒈𝒏 𝒎𝒂𝒊𝒏 𝒎𝒂𝒓𝒂𝒉" 𝒂𝒋𝒂 😏😏 𝒕𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈 𝒂𝒅𝒂 𝑺𝒐𝒓𝒂 𝒚𝒈 𝒑𝒂𝒔𝒕𝒊 𝒎𝒆𝒏𝒂𝒏𝒈
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝒎𝒂𝒏𝒕𝒂𝒑 𝑺𝒐𝒓𝒂 👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!