NovelToon NovelToon
Davina (Bukan Gadis Biasa)

Davina (Bukan Gadis Biasa)

Status: tamat
Genre:Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:3.7M
Nilai: 5
Nama Author: El Viena2106

Lahir dari keluarga kaya, Davina menyamar menjadi seorang gadis biasa, Dia merasa lelah karena sering di manfaatkan. Dalam kesederhanaan nya, Davina menjalin hubungan dengan Gio. Seorang pria yang Davina tahu adalah pria yang lahir dari keluarga sederhana.

Davina kira, Menjalin hubungan dengan orang sederhana itu akan selalu setia. Ternyata, Tidak semua orang sama.

Bukan karena di selingkuhi namun sejak hadirnya sahabat Gio yang bernama Caca, Pria yang menjadi kekasihnya itu berubah. Di setiap waktu atau kondisi apapun selalu sahabatnya lah yang di utamakan.

Davina muak! Hingga akhirnya Davina menunjukkan bahwa sebenarnya dia bukanlah gadis biasa. Membuang pria sederhana itu lalu menjalin hubungan baru dengan pria yang setara dengannya. Bagaimana reaksi Gio setelah tahu bahwa Davina ternyata adalah gadis kaya?
••••••
"Jika Daddy bisa mendapatkan wanita sederhana yang setia. Maka aku, Aku akan mencari pria yang setara dan setia." Davina Anggraini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Macam-macam

Davina baru saja selesai membuang air di kamar mandi. Kini giliran gadis dua puluh tahun itu membasuh tangannya. Saat sedang fokus membasuh tangan, Seorang gadis masuk.

Davina menghela nafas panjang. Caca dengan senyumnya yang manis masuk dan ikut membasuh tangan.

Tapi jangan kira Davina tidak tahu tentang senyum itu. Senyum itu adalah senyum penuh ejekan untuk Davina.

"Aku dengar, Hubungan mu dengan Gio berjalan hampir dua tahun, Benar? Dan aku juga tahu kalau selama itu Bibi Ambar belum memberikan restunya untuk kalian.." Davina tak mendengarkan apa yang di katakan oleh Caca. Terserah lah mau bicara apa bagi Davina, Pantang mendengarkan kata kata yang tak penting sama sekali.

"Kau dengar aku tidak? " Davina yang hendak keluar itu menghentikan langkahnya.

"Sorry, Aku budek jadi aku tidak dengar ucapanmu yang tidak penting itu.." Davina keluar dari kamar mandi tersebut tanpa menghiraukan Caca. Tapi Caca tak mau tinggal diam, Gadis yang katanya sahabat kecil Gio itu mengejar Davina.

"Heh.." Caca meraih kasar tangan Davina hingga putri dari Daddy Nalendra itu memutar tubuhnya.

"Apa sih!?" Davina menyentak tangan Caca membuat gadis itu terhuyung. Kekuatan Davina nyatanya tak pernah main-main.

"Kau!"

"Apa? Apalagi yang ingin kau lakukan?" Tanpa ada takut-takutnya Davina menantang Caca. Dia bukan gadis yang lemah yang gampang di tindas. Kalau ada yang melapor, Silahkan..! Tak akan ada yang berani padanya. Semua dosen yang mengajar di kampus ini sudah tahu siapa Davina sebenarnya. Hanya saja Davina berpesan agar tidak membuka identitasnya.

"Dasar gadis udik, Gadis miskin.. Pantas saja Bibi Ambar gak setuju hubungan kamu sama Gio.. Karena kamu itu cuma gadis yang gak punya apa-apa. Kamu cuma tinggal di kost-an. Orang tua mu aja gak jelas.." Davina tersenyum sinis. Dia melipat kedua tangannya di dada.

"Kau pandai sekali ya, Menghinaku.. Aku jadi ingin tahu seperti apa hidupmu di luaran sana.." Caca terkekeh. Dia tertawa keras di lorong jalan ke arah kamar mandi itu.

"Jelas yang pasti, Ayahku bekerja di perusahaan paling besar di kota ini. Dia jadi HRD.. Dan tentu saja gajinya besar.. Kau lihat aku? Pakaian yang aku pakai ini adalah pakaian yang berkelas.. Aku anak orang berada, Jelas akulah yang lebih pantas bersanding dengan Gio.. Makanya aku ingin kau segera mundur dari hubungan ini.." Davina maju satu langkah, Dia menatap tajam Caca yang langkahnya semakin mundur.

"Tentu saja aku akan mundur.. Tapi tidak sekarang.. Dan satu lagi, Kau boleh menghina ku sekarang.. Tapi setelah ini apakah kau masih bisa menghinaku? Kau itu hanya orang baru.. Tapi sok disini. Pesanku jangan macam-macam.. Atau kau tidak akan selamat bit-ch.. " Setelah mengatakan itu, Davina segera pergi.

Davina pasti akan membuka jati dirinya tapi bukan sekarang. Dia akan menunggu waktu yang tepat.

...****************...

"Kaulmu di gangguin lagi sama tuh si cicak.." Vania langsung memberikan pertanyaan pada Davina yang baru saja datang dan duduk bergabung bersama dua sahabatnya di kantin.

"Kalian tahu?

"Ya, Tau lah.. Kita itu dari tadi nunggu kamu disini lama banget. Jadi Valia pergi buat nyusul.." Ujar Vania lagi.

"Tapi syukurlah, Kamu gak jadi samperin aku. Kalo gak yang ada dia akan semakin merasa tersakiti.. Aku cuma gak mau aja kamu terlibat dalam masalahku.. Jadi biar aku yang hadapi sendiri.." Davina sudah tahu dan paham dengan sifat Caca. Cukup dia saja yang berurusan dengan Gio, Kedua temannya jangan sampai ada yang terlibat.

"Sekarang aku tanya? Apa kau masih kau melanjutkan hubunganmu sama Gio?" Davina terdiam, Dia tak langsung menjawab. Namun sedetik kemudian Davina menggelengkan kepalanya.

"Aku memang cinta sama dia.. Tapi aku bukan gadis bodoh yang mau-mau saja melakukan apapun demi cinta. Dia khianati aku ya buang lah.." Vania dan Valia mengangguk setuju dengan pemikiran Davina yang tegas.

"Yups.. Bener, Aku dukung kamu.. Cewek itu memang harus gitu.. Dan aku rasa Gio kayak emang gak peduli lagi sama kamu. Dia lebih mentingin di cicak itu..

"Hm, Mending buang aja cowok kayak gitu ke laut..

"Hahaha..

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku pulang bareng kalian ya?" Ucap Davina pada kedua saudara kembar itu. Waktu mata kuliah sudah selesai, Dan Davina kini sudah siap-siap hendak pulang.

Baru saja selesai memasukan buku pentingnya ke dalam tas. Gio segera berdiri dan menghadang langkah Davina.

"Ada apa?

"Ikut aku.." Gio menarik pergelangan tangan Davina. Vania dan Valia hanya saling pandang. Keduanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu apapun. Namun tatapan mereka beralih ke arah Caca yang diam. Mereka tahu pasti semua ini ada hubungannya dengan si Caca.

Gio membawa Davina ke lorong yang sepi. Gadis itu dapat merasakan aura tidak mengenakan dari kekasihnya ini.

"Ada apa? Kenapa kamu bawa aku kesini? Penting banget ya..??" Gio berbalik badan menatap sang kekasih yang menurutnya berubah akhir-akhir ini.

"Maksud kamu apa bilang ke Caca kalau dia seorang Bit-ch?" Davina memiringkan kepalanya, Senyum miring tersungging di bibirnya.

"Dia ngadu ke kamu? Bilang apa aja dia ke kamu? Dan kamu percaya?" Davina menggelengkan kepalanya, Tak habis pikir dengan Gio yang telah berubah sejak gadis yang katanya sahabat kecilnya itu datang. Semua ucapan dari Caca akan Gio percaya meski hanya sebuah kebohongan. Dan ucapannya akan pria itu anggap bohong walaupun sebenarnya jujur.

"Aku kenal Caca itu mulai dari dulu. Sejak kecil aku sama dia tuh udah bareng. Dia tuh gak pernah bohong sama aku.. Dia.

"Yaudah kalau kamu emang percaya sama dia.l urus aja dia.. Mulai sekarang aku udah gak peduli. Terserah!" Setelah mengatakan itu, Davina berbalik badan hendak pergi namun..

"Kamu berubah Vin.. Kamu bukan Davina yang aku kenal dulu.." Langkah Davina terhenti. Tanpa berbalik badan ia berkata..

"Bukan aku yang berubah Gio.. Tapi kamulah yang telah berubah. Sejak Caca datang sikap kamu ke aku berubah.. Kamu selalu ada waktu buat dia, Kamu lebih percaya dengan semua perkataannya. Sementara apa yang aku katakan kamu gak pernah percaya lagi.. Jadi jangan salahkan aku kalau aku bersikap begini.. Sikap ku yang seperti ini semua di mulai dari kamu. Aku hanya mengimbangi saja. Aku kecewa sama kamu.. Demi membela Caca kamu sampai seperti ini ke aku..

"Vin.. Aku..

"Dan ingat satu hal Gio.. Jangan pernah kamu macam-macam sama aku.. Karena kalau sampai itu terjadi dan semua itu demi sahabat kecilmu itu. Lihat saja, Kamu akan menyesal..." Davina pergi sana tanpa peduli lagi dengan Gio yang hanya mampu menatap nanar sang kekasih.

"Kenapa bisa jadi seperti ini.." Gumam Gio mengacak rambutnya kesal.

"Gio..." Caca berlari menghampiri Gio yang masih berdiri di tempat. " Gio kamu ngapain masih disini? Pulang yukk.." Caca menggandeng lengan Gio dengan manja..

"I..iya Ayo.." Gio menurut saja tanpa ada semangat sedikit pun.

Tbc

1
Tita Sibungsu Baping
kalau gio dulu tulus sama davina.mau gimana pun akan selalu menomor satukan Davina sebagai pacar.krna gio GK tulus jadi plin plan..tpi si gio GK sadar diri malah menyalahkan si cicak.padahal dia putus sama Davina mutlak kesalahan dia dan orang tuanya
Tamirah
Yah seru juga sih tapi hanya ada didunia halu saja.kalau di dunia nyata impossible.
Tamirah
Emak nya Samudra sadis banget pingin punya mantu kaya walau emak sdh kaya, pakai obat setan biar sama sama gak sadar lalu dikawinin paksa.
wes Angelllll Thor.
Tamirah
Gio Gio khayalan mu ketinggian.Apa yg bisa diharapkan darimu.Andai kata kamu bersikap apa adanya, mungkin Davina resfek padamu . Tapi nasi sdh jadi bubur gak mungkin jadi nasi goreng yg resiko tanggung penumpangnya.
Tamirah
Cerita nya sih suka yg gak suka visualnya, rata rata rata Novel yg ku baca visualnya selalu artis mancanegara jarang yg pakai artis lokal.Ada beberapa novel sebelah yg visualnya artis lokal gak kalah cantik dan ganteng.Mungki author nya penggemar Drakor/dracin.
Mama Bila😘❤️: Kak perlu diketahui knapa Author bnyak yg pakai artis luar untuk dijadikan visual. Itu karena mereka tidak akan baca novel kita. Dulu ada yg pakai artis lokal untuk dijadikan visual dan itu artisnya baca dia gak terima klo fotonya di jadikan peran tersebut alhasil dituntut dengan tuduhan hak cipta..
total 1 replies
Tamirah
Gak didunia halu didunia nyata emang banyak lelaki model Gio punya pekerjaan yg agak mentereng aja sudah sok kaya sok keren dan pastinya mendua.Beda dgn bayi procot yg keluar dr rahim ibunya tapi sudah kaya.,gak neko-neko.
🌶🥕🫑かぼちゃ
Davin cowok Davina cewek ya thor?
🌶🥕🫑かぼちゃ
Ok semua kok. Mirip chindo semua wkwk
🌶🥕🫑かぼちゃ
Yg ini juga aktor China ya kak?
🌶🥕🫑かぼちゃ
mirip Chindo, ternyata memang aktris China Lusi Zhao
Im Im
mampir yuk ke dalam cerita saya ada dua satu romansa sang istri dan satunya kumpulan cerita pendek 🙏🙏🙏🙏
Atoen Bumz Bums
🫰
Marina Tarigan
semoga tertolong kalau sempat dirusak bunuh diri saja
Marina Tarigan
semoga tdk terjadi kejahatan sm valia ataupun ada orang yg kenal keluaga bilia
Atoen Bumz Bums
kata caca dia mau tunangan Yang pertama lah emang dia mau berapa kali tunangan
Marina Tarigan
mknya baik laki maupun wanota pikir dulu berbuat sesuatu aku sendiri pun kalau diacuhkan laki2 sehitunya tanpa alasan tak satu negara lagi
Marina Tarigan
tak ada gunanya sm fiali tanpa bukti semoga perjodohan tdk sampai terjadi
Marina Tarigan
jgn sampai leo nikaj sm valia
Marina Tarigan
aduhai Gio kok kamu kok terus bermasallah sm gebetanmu ya sadar gio kantungmu yg tipis kesal sm Davina dan sekarang sama caca mantan tunangan cepat selessikan kuliahmu cari pekerjaan semedi kamu koreksi dirimu spya pintar fikit otakmu
Marina Tarigan
kok jilat ekormu pak nyesal ya katanya wakil bos besar tapi idiot
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!