Di hari ulang tahun nyonya yang ke 35, kedatangan jenderal menjadi kabar yang sangat membahagiakan.
Siapa sangka, bukan hadiah yang dia dapatkan. Namun kedatangan seorang wanita muda seusia putra sulungnya. Dan bukan ucapan ulang tahun yang jenderal katakan pada nyonya, tapi keinginannya menjadikan wanita itu sebagai istri keduanya.
Tanpa jenderal sadari, nyonya yang selama ini menciptakan hal-hal luar biasa untuk membantunya naik pangkat dan disegani itu, sama sekali tidak berasal dari tempat ini. Dia datang dari masa depan, dan karena jenderal telah berkhianat, sesuai janji mereka ketika menikah dulu, nyonya akan pergi meninggalkan jenderal.
Nama besar yang diperoleh atas dukungan nyonya, tidak mungkin akan bertahan ketika sang nyonya meninggalkannya bukan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17. Panik
Begitu Lu Yansheng kembali dari istana, nyonya tua Wang segera mendekati anaknya. Dia berharap anaknya membawa kabar yang baik.
Padahal, sejak turun dari kereta kudanya. Jenderal melangkah saja sudah sangat lemas.
Di belakangnya kereta kuda kerajaan juga tiba.
"Yansheng, bagaimana? kamu sudah mengatakan kalau wanita itu bertingkah kan? apa kata yang mulia? dia mengabulkan pernikahan setara untukmu dan Meiren kan?"
Lu Yansheng masih diam, dia haya terus berjalan masuk dan mengambil cangkir di atas meja, menuang teh ke dalamnya, lalu meminumnya.
"Titah Kaisar tiba!" suara Kasim Han terdengar begitu nyaring.
Chuying yang mendengar jenderal sudah kembali, dan mendengar Kasim Han mengelukan titah Kaisar. Segera berlari ke arah kamar Shen Meiren untuk memanggil majikannya itu.
"Nona, nona..."
"Chuying, kenapa berlarian seperti itu?"
"Nona, jenderal sudah kembali. Membawa titah Kaisar!"
Wajah Shen Meiren terlihat begitu senang.
"Benarkah? ayo kita lihat"
Chuying yang tentu saja sudah tahu rencana majikannya menjadi sangat senang. Sambil berjalan ke ruang utama kediaman jenderal, Chuying terus memuji Shen Meiren.
"Selamat nona, ini semua sangat pantas untuk nona. Nona akan menjadi nyonya jenderal!"
"Chuying, jangan bicara begitu!" katanya malu-malu padahal sangat penuh harap.
Jenderal Lu yang mendengar Kasim Han menyampaikan titah Kaisar. Tentu saja segera maju dan berlutut. Nyonya tua Wang dan juga semua yang ada di kediaman jenderal juga ikut berlutut.
'Memangnya kenapa kalau dia putri Chenping? dia tetap seorang istri. Dia tetap Nyonya Jenderal. Anakku sudah berjasa di Medan perang. Dia punya prestasi militer yang bisa di tukar dengan apapun. Rasakan kamu Mei Huarin! kamu akan sangat malu, karena suamimu akan menikahi istri setara!' batin Nyonya tua Wang begitu yakin.
Shen Meiren juga sudah sampai, dia juga perlahan ikut berlutut di belakang jenderal.
"Dengan mandat surga, keputusan kaisar adalah kehendak surga. Jenderal Lu Yansheng telah meminta pertukaran untuk pernikahan setara dengan wanita bermarga Shen menggunakan prestasi militernya. Namun prestasi militer yang dimaksudkan itu sama sekali tidak ada. Jenderal Lu Yansheng terluka selama dua tahun lebih, tidak memimpin pasukan di barisan depan..."
Nyonya tua Wang mulai menoleh ke arah putranya. Saat itu dia baru sadar, kalau sejak tadi Lu Yansheng sebenarnya terlihat sangat gelisah dan kecewa.
"18 tahun yang lalu, jenderal Lu Yansheng meminta pernikahan dengan putri Chenping. Kaisar menjadi saksi, bahwa jenderal Lu Yansheng berjanji tidak akan memiliki nyonya lain. Jenderal Lu Yansheng telah ingkar pada putri Chenping dan Kaisar. Dengan ini, kaisar menurunkan pangkat jenderal Lu Yansheng dari Jenderal tingkat satu menjadi jenderal tingkat dua. Dan sudah tidak perlu berangkat ke Medan perang, karena segel tentara Jinxi telah dikembalikan pada yang mulia Kaisar. Mengenai pernikahan, karena wanita bermarga Shen telah hamil, maka pernikahan dikabulkan, mengangkat wanita bermarga Shen menjadi selir Jenderal Lu Yansheng..."
Shen Meiren yang mendengar hal itu sangat terkejut.
"Jenderal..."
Dia mencoba memanggil jenderal. Tapi Kasim Han bahkan belum selesai membacakan titah. Jenderal Lu Yansheng sama sekali tidak menoleh ke arahnya.
"Jenderal Lu Yansheng, juga dipersilahkan meninggalkan kediaman Jinxi bersama seluruh anggota keluarga lu yang lain. Kecuali orang yang dikehendaki oleh putri Chenping untuk tinggal. Demikian titah Kaisar!" Kasim Han mulai menutup titah itu.
Nyonya tua Wang masih sangat terkejut. Bukankah artinya dia juga harus meninggal kediaman Jinxi. Kembali ke kediaman jenderal yang kecil itu lagi, seperti dulu sebelum Lu Yansheng menikahi Mei Huarin.
"Jenderal Lu Yansheng, terima titah!" perintah Kasim Han.
Lu Yansheng dengan wajah pucat, mendekat dan menerima titah itu.
"Lu Yansheng menerima titah Kaisar!"
Kasim Han tersenyum.
"Kaisar juga telah membawa beberapa orang. Kalian bisa langsung pindah ke kediaman jenderal, nyonya tua Wang. Para pelayan istana akan membantu membawa barang-barang kalian. Hanya barang-barang pribadi kalian. Jangan harap bisa membawa barang-barang pribadi dari kediaman Jinxi!"
Sindiran yang langsung membuat nyonya tua Wang diam, dikatakan oleh Kasim Han dengan sangat santai. Dan Kasim Han juga segera meninggalkan tempat itu.
Nyonya tua Wang segera mendekat ke arah putranya.
"Yansheng, katakan! bagaimana mungkin bisa seperti ini? bagaimana bisa kamu sakit selama dua tahun di perbatasan kamu tidak memberi kami kabar?" tanya nyonya tua Wang.
Lu Yansheng saling pandang dengan Shen Meiren. Karena sebenarnya itu memang ulah mereka berdua. Lu Yansheng dibujuk Shen Meiren, lagipula dia adalah jenderal pemimpin pasukan. Tidak akan ada yang melaporkannya pada kaisar. Dia pikir semua berjalan mulus. Ternyata kaisar sendiri yang mencari tahu.
Dan sebenarnya sakitnya juga tidak dua tahun. Dia memang hanya ingin bersenang-senang dan bersantai saja dengan Shen Meiren.
"Ibu, aku tidak mau ibu khawatir..."
"Tidak khawatir bagaimana? lihat sekarang! kamu bahkan diturunkan pangkat. Ibu juga disuruh pindah dari kediaman Jinxi, sekarang bagaimana? wanita ini dia juga hanya boleh menikah sebagai selir. Semuanya kenapa jadi berantakan seperti ini. Ibu tidak mau tinggal di sini, ibu mau tinggal di kediaman Jinxi. Lantas kalau keluarga Lu dan kediaman Jinxi berpisah seperti ini, bagaimana dengan kehidupan kita, siapa yang menanggung semua kebutuhan hidup kita?" nyonya tua Wang menjadi panik.
Selama ini dia pakai pakaian bagus, perhiasan dan makan enak juga mewah semua itu dari kediaman Jinxi. Gaji jenderal itu tidak banyak.
"Nyonya tua, jangan khawatir. Aku datang dengan empat peti emas mahar...!"
"Empat peti itu memangnya bisa bertahan berapa tahun?untuk gaji pelayan saja, kita butuh 20 keping emas satu tahunnya!"
"Ibu, kenapa ibu terus membicarakan uang?" tanya Lu Yansheng yang sudah mulai sakit kepala.
"Kalau ibu tidak bicara uang lalu harus bicara apa? kalian berdua ini benar-benar... Bagaimana dengan derma ibu tiap tahunnya kalau begini? belum lagi nasib Chen'er kalau semua pejabat tahu ayahnya di turunkan pangkat!"
Shen Meiren sangat tidak senang. Nyonya tua Wang terkesan menyalahkan dia dan jenderal Lu.
"Nyonya tua, semua ini bukan salah jenderal. Nyonya jenderal mungkin telah mengadu pada Kaisar. Pasti seperti itu, dia pasti mengatakan yang tidak-tidak tentang nyonya tua pada Kaisar. Jika tidak, bagaimana bisa nyonya tua di usir dari kediaman Jinxi oleh kaisar. Ini pasti ulahnya nyonya tua. Nyonya tua adalah ibu mertua nyonya, ibu mertua punya kedudukan yang sama seperti ibu. Nyonya tua berhak memarahi dan minta pada nyonya jenderal untuk tetap tinggal di kediaman Jinxi. Bagaikan pun Nyonya tua adalah ibu mertua, dan nenek dari anak-anak nyonya jenderal!" kaya Shen Meiren menghasut Nyonya tua Wang.
***
Bersambung...
nanti aku pula lama naik tensi🤦🏻♀️🤦🏻♀️
kayaknya dia pengen mepet sawah terus🤭
Siapa yang mau di paksa..?
Mei Huarin yg bersujud pada kalian semua..?
Yang benar saja.. 🤭
Meski kalian yg bersujud pada nya, Mei Huarin tak kan luluh dengan air mata buaya.. 😏
Karena Mei Huarin sangat tau, kalian adalah orang² yg bermuka dua..
Jadi, buang jauh² mimpi mu Nyonya Tua.. 😝😏
Apalagi kalian memanjakan nya dgn manja² gak menentu, gak terdidik adab & akhlak nya.. habislah.. 🤣🤣
Karena apa yg kau tanamkan sejak dini, seperti itulah kelak anak² akan mencontoh perilaku orang tua nya..
Dan kau lu Yansheng, ortu mu itu ada kurang²nya kalau kulihat.. Seperti orang gila harta, makanya anak lelaki mu punya prinsip yang sama dengan nyonya tua.. 🤦🏻♀️