Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.
Bab 13
Disebuah supermarket seorang perempuan muda mendorong trolinya seorang diri.
Dia adalah bianca.
Sebelumnya ia sudah berbicara dengan jonathan bahwa ia akan membeli beberapa bahan makanan dan buah untuk di isi diapartemen jo.
Nyonya fara tau sekali anaknya suka masak,dan ia tidak ingin dianggap malas tidak menyajikan makanan untuk suaminya,jonathan.
"Pakai ini..kamu bebas berbelanja apapun.."
"Kalau ada keperluan lain sekalian aja beli.." ucapnya saat itu sembari memberikan kartu berwarna hitam.
Kartu yang tak banyak orang punya.
Bianca memutar-mutarkan kartu hitam milik jonathan diatas meja.
Cetek cetek cetek cetek begitu seterusnya.
Dentingan suara benturan dari kartu dan meja makan yang terbuat dari marmer.
"Ah boleh juga nih kalau aku belanja barang mewah.."
"Tas.."
"Baju.."
"Yuk kita hamburkan gaji wakil pemimpin yang baru saja menjabat itu.."
ucap bianca bergegas kekamarnya dan berdandan natural tapi keliatan cantik.
Beberapa saat kemudian bianca sudah berada di senci,mall kalangan atas,dimana banyak brand ternama di dunia di jual di sana.
"Nyonya..mungkin ini lebih cocok untukmu.." ucap seorang spg menawarkan setelan baju tidur berwarna hitam.
Bianca meraih dan memasangkan ke tubuhnya.
"Sepertinya kurang.." ucapnya sembari mengembalikan pakaian ke spg tersebut.
Cukup lama bianca memilih pakaian wanita di store tersebut.
Dikejauhan ia melihat seseorang pria sedang mengambil satu set lingerie dan memberikan kepada pasangannya.
"Ah harus kah aku membeli ini juga.." ucapnya meraih sebuah lingerie berwarna merah.
"Kalau ini cocok sekali untuk pengantin baru nyonya.."
"Akhir-akhir ini banyak sekali yang mencari model ini.."
"Benarkah..?" Bianca sedikit memicingkan matanya menatap spg yang langsung menganggukkan kepalanya.
"Yaudah boleh deh.."
"Sama yang ini..dan ini.."
"Bolehkah aku di ambilkan keranjang belanja.."
Sebelumnya bianca sudah membeli tas dan make up merk di*r,
Dengan keyakinan penuh ia menggunakan kartu milik jonathan.
"Total pembelanjaannya 2.399.000 nyonya.."
"Pakai kartu ini ya.." ucap bianca kembali menyerahkan kartu milik jonathan.
"Wahh sepertinya suamimu akan tersenyum-senyum sendiri melihat kartunya di pakai di store seperti ini.."
Ucap kasir yang kembali mengambalikan kartu karna pembayaran sudah berhasil.
"Apa maksud nya.." ucap bianca sedikit heran.
"Nanti struk nya dikirim via email nyonya.."
"Apa!!"
Kini bianca duduk seorang diri di sebuah resto,ia menyesap jus alpukat yang ia pesan.
"Duh kenapa aku ga mikir sampai kesitu.."
"Harusnya aku tadi pakai kartu sendiri.."
"Ngomong apa nanti aku..apa aku harus pura-pura ga tau.."
"Tapi pasti suatu saat ketauan.."
Gerutunya sembari mengacak-acak sedikit rambutnya.
Pov : jonathan
"Riana..tiket penerbangan saya di cancel aja gapapa.."
"Nanti saya pakai dana pribadi..saya akan berangkat hari minggu.."
"Bisa kok pak di rubah..nanti saya minta tanda tangan bu bianca terlebih dahulu.."
"Bapak mau ambil penerbangan malam juga seperti tiket sebelumnya??.."
"Oh tidak tidak..saya pakai ini saja.." ucap jonathan sembari merogoh dompet lalu menyerahkan kartu kredit miliknya yang lain.
"Sepertinya tadi banyak notif email pembayaran berhasil.." bathin jonathan.
"Saya keruangan dulu..kalau ada yang diperlukan panggil saya ya ri.." ucap jonathan bergegas masuk keruangan dan mencari ponselnya.
"Sepertinya dia benar-benar mau menguras uangku.." ucap jonathan dengan sedikit senyum-senyum.
"Belanja apa dia,kenapa banyak sekali notifnya.."
"Victoria's secret?.." ucap jonathan sembari mengernyitkan dahinya.
"Bukankah itu toko pakaian dalam.."
"Hahahaha.." kini tawa jonathan keluar,ia tidak mengira bisa mengetahui apa saja yang di beli wanitanya itu.
Termasuk pakaian seperti ini.
Tok tok tok
"Pak jo..sudah sangat larut belum mau pulang.." tegur reno yang nyelonong menongolkan kepala di pintu ruangan jonathan.
"Nanggung,dikit lagi.."
"Sudah mau pulang??.." tanya jonathan.
"Kalau pak jo sudah berkeluarga,pulang larut begini pasti di marahin istrinya.."
"Pantes pak jo ga pulang-pulang.."
"Makanya nikah pak.." ledek reno.
"Reno!!!.."
Ucap jonathan sembari melemparkan pulpen ke arah reno.