Febian memiliki tetangga baru seorang wanita, awalnya Febian tidak tertarik sedikitpun kepada wanita itu hingga akhirnya semuanya pun berubah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Dengan motor miliknya Fabian melaju membelah jalan, hawa dingin tak menjadi halangan bagi Fabian.
Tepat 30 menit Fabian tiba di sebuah tempat club malam, disana sudah ada berbagai temannya yang sudah datang lebih dulu.
" Gimana ? " tanya Fabian sambil melepas helmnya
" Aman, target udah ketemu "
" Oke "
Segera Fabian dan teman-temannya itu masuk kedalam.
Begitu Fabian masuk, Fabian langsung tertuju kepada salah satu orang yang tengah bersama dengan seorang wanita.
BRUKK..
Fabian memukul dengan sekencang mungkin.
" Ngapain lo disini ? " tanya Ernest sambil memegangi wajahnya
" Lo ini emang mau mati ya ? Berapa kali gue bilang, jauhin Nadila..!!! " Fabian mulai meninggi
" Lo siapa sih hah ? Lo bukan pacar nya kan ? Jadi stop buat ngatur apapun. Apasih yang Nadila udah kasih ke lo ? hah ? Dikasih apa lo sama tuh cewe ? Dikasih susu ? "
Fabian yang merasa kesal pun kembali memukul wajah Ernest.
" Sekali lagi gue liat lo masih ganggu Nadila, gue ga akan segan segan buat bunuh lo bangsat "
" Silahkan kalau bisa, tapi gue pastiin juga Nadila bakal balikan sama gue "
Beberapa security menghampiri Fabian dan teman-temannya, mereka menyuruh Fabian agar keluar.
Akhirnya Fabian pun setuju untuk keluar dari sana, namun begitu Fabian dan teman-temannya keluar disana sudah ada beberapa orang yang menunggu Fabian.
" Hajar " ucap orang yang tak Fabian kenali itu
Perkelahian pun tak bisa di hindari, malam itu untuk pertama kalinya Fabian berkelahi karena seorang perempuan.
Fabian tak memikirkan luka pada wajah atau tubuhnya, yang ada dipikirannya hanya Nadila.
Disaat panasnya perkelahian, terdengar suara sirene mobil milik polisi.
Segera mereka pun bubar dan pergi dari sana, secepatnya Fabian pun pergi menuju apartemennya.
....
Pagi hari saat Nadila bangun dari tidur, Nadila tak melihat keberadaan Fabian disana.
Nadila pun keluar dari kamarnya, dan ia masih belum menemukan Fabian.
Nadila pun akhirnya memutuskan untuk mencari Fabian di tempatnya.
" Bian.. " panggil Nadila begitu masuk kedalam unit milik Fabian
Tak ada jawaban dari Fabian, Nadila hanya melihat jaket milik Fabian yang tergeletak di sofa.
Nadila berjalan menuju kamar Fabian, dan benar saja laki-laki itu masih tertidur.
Begitu Nadila sudah didekat Fabian, Nadila melihat memar diwajah Fabian.
" Luka apa ini " ucapnya khawatir
" Bian.. Bian.. Bangun Bian " Nadila menggoyangkan tubuh Fabian pelan
" Nadila " Fabian perlahan membuka matanya
Fabian pun mencoba untuk duduk, ia pun tersenyum sambil menatap Nadila.
" Ini kenapa ? semalem ga ada loh Bian "
" Ohh ya ini, biasa urusan laki-laki "
" Urusan apa Bian ? lo ketemu sama Ernest ya ? "
" Gue cuma ngasih dia peringatan biar ga ganggu lo lagi Nadila, tapi ya ternyata diluar dugaan gue. "
" Bian.. Gue ga apa apa Bian "
" Ga apa apa gimana sih Dil ? Dia itu ngerendahin lo Nadila, dan gue ga terima soal itu "
" Iyah tapi ga harus berantem Bian "
" Dil, bisa ga sih sekali aja lo makasih ke gue karena usaha gue. Gue cuma mau lindungin lo Dil, gue ga mau orang yang gue sayang diperlukan ga baik Nadila "
Nadila memeluk erat tubuh Fabian, ini kali pertama Nadila merasakan ada seseorang yang membela dirinya.
" Lo ada kotak obat ga ? " tanya Nadila setelah melepas pelukannya
" Buat apa ? "
" Ya buat luka lo ini lah Fabian pakai nanya lagi "
" Ga mempan Dil, kecuali obatnya lo "
" Bian, gue serius "
" Gue juga serius Nadila, gue cuma butuh lo aja nanti juga sembuh "
" Nih coba lo cium nanti juga sembuh, cepetan "
Nadila pun mencium pipi Fabian, namun saat Nadila hendak menjauh tangan Fabian lebih cepat menarik Nadila.
Fabian mencium bibir Nadila, sambil tetap berciuman Fabian menggendong Nadila agar naik keatas ranjangnya.
Nadila terlentang di ranjang milik Fabian, sedangkan Fabian kini berada diatas tubuh Nadila..
" Bian.. " ucap Nadila sambil mengatur nafasnya
" Ya .. "
Tangan Nadila melepas kancing piyama milik Fabian, kemudian ia melepaskan piyama itu dilantai
Nadila kembali mencium bibir Fabian, namun kali ini ciuman itu menuntut mereka untuk lebih jauh.
Ditengah-tengah pertempuran panas keduanya, terdengar bunyi dari ponsel milik Fabian.
" Angkat Bian " ucap Nadila
" Engga penting Dil "
" Angkat dulu Fabian, kalau penting gimana ? "
Dengan terpaksa Fabian pun turun dari ranjangnya, ia meraih ponsel yang ada di mejanya.
Terlihat sebuah panggilan masuk dari sang Papah, segera Fabian pun mengangkat panggilan itu.
" Ya Hallo Pah "
" Fabian, pulang kamu sekarang Papah mau bicara sama kamu "
" Iyah Pah "
" Sekarang, ga ada nanti nanti "
" Iyah Iyah Pah "
Panggilan pun berakhir, Fabian pun meletakkan ponselnya kembali.
" Ada apa Bian ? "
" Papah suruh pulang "
" Ohh yaudah, sana gih siap-siap "
" Hmm, gue ga lama ko Dil. Lo jangan kemana mana ya, kalau ada apa apa hubungin gue nanti "
" Iyah, lo hati-hati ya. Yaudah gue balik dulu "
Nadila pun pergi dari tempat Fabian, Fabian memijat keningnya yang sedikit pusing.
" Kenapasih Papah ganggu, Astaga.. "
Fabian pun segera bersiap-siap, pagi ini ia harus segera pergi menuju rumahnya
....
Fabian pulang dengan membawa makanan kesukaan kedua orangtuanya, martabak dengan topping coklat dan keju.
" Mah.. Pah.. " teriak Fabian begitu masuk kedalam rumah
" Fabiaan " sang Mamah langsung memeluk Fabian
" Kamu ini kebiasaan, harusnya itu salam dulu baru panggil " ucap sang Papah
" Iya iya, maaf " jawab Fabian dengan santai
" Yaudah ayo duduk, ada yang mau Mamah dan Papah bicarain ke kamu "
" Iyah "
Segera mereka pun pergi menuju ruang keluarga, Fabian sendiri tak tau apa yang akan kedua orangtuanya bahas saat ini.
" Papah ga mau basa basi Fabian, benar semalam kamu itu datang ke Club'? "
" Bener, Fabian kesana semalam "
" Astaga Fabian, ngapain kamu kesana hah ? Pasti kamu macem macem ya ? " ucap sang Mamah sambil memukuli Fabian
" Engga, Fabian cuma nemuin seseorang disana Pah Mah "
" Siapa ? Perempuan? " ucap sang Papah
" Bukan, laki laki lah Pah "
" Jelasin ke Papah, kenapa bisa kamu kesana "
" Yaa karena Fabian merasa kesal sama seseorang Pah Mah, dia itu mantan dari cewek yang Fabian suka. Dan Fabian ga terima dia ngeremehin gitu aja, jadi ya yaudah Fabian pukulin aja "
" Pacar kamu ? " tanya sang Mamah
" Belum jadi pacar Mah "
" Bagus kalau begitu, gausah pacaran kalian..!! " ucap sang Papah
lanjut ya thor👍😄