karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Tuan Haris tidak bisa tidur nyenyak. Bayangan gadis kecil bernama Maudi yang menghitung rumus fisika di atas tanah terus menghantuinya. Pagi itu, ia berniat menemui Doni secara pribadi untuk menanyakan status hukum anak tersebut dan mengapa wajahnya tampak seperti sengaja tidak dirawat. Sebelum kemansion putrinya, ia menghubungi Doni terlebih dahulu,takut kalau Doni sudah berangkat ke perusahaan.
Baru saja Tuan Harison akan menelpon Doni...ponselnya lebih dulu bergetar hebat. Sebuah panggilan internasional dari Dubai. Wajah Tuan Haris mendadak pucat.
"Apa? Serangan jantung?" suara Tuan Haris bergetar. Istrinya, Nyonya Salamah, yang selama ini memang tinggal di Dubai untuk mengelola aset keluarga di sana, dikabarkan kritis.
Setelah panggilannya terputus... Tuan Harison segera menghubungi menantunya..."Doni, aku harus berangkat ke Dubai sekarang juga. Siapkan jet pribadi. Istriku... keadaannya memburuk," ucap Tuan Harison panik.
Doni segera membantu mertuanya itu. Di tengah kekacauan keberangkatan Tuan Haris, Seina yang menguping dari balik pintu menghela napas lega yang luar biasa. "Tuhan masih berpihak padaku," batinnya licik.
___
Beberapa tahun berlalu, Tuan Harison masih sibuk mengurusi istrinya, Ia tidak sempat kembali ke Indonesia untuk menemui cucu kesayangannya , namun ia selalu menghubungi Cucunya untuk memberikan kabar, bahkan Doni serta keluarga kecilnya pernah Satu kali menjenguk mantan mertuanya di Dubai.
***
Tahun ajaran baru tiba. Ini adalah hari pertama Eliza dan Maudi memasuki Sekolah Dasar. Namun, dunia mereka bagaikan bumi dan langit.
Eliza Daneswara berangkat menggunakan mobil mewah dengan sopir pribadi, Ia mengenakan seragam dari bahan impor terbaik menuju Global Elite International School. Seina mengantar Eliza dengan bangga, menciumi pipi putrinya berkali-kali. "Belajarlah jadi ratu di sana, sayang,, jangan takut pada siapapun, ayah dan kakekmu adalah orang-orang yang berkuasa" bisik Seina.... Seina meminta para bodyguard nya untuk selalu menjaga Eliza di saat dirinya tidak ada.
Sementara itu, Maudi hanya diberikan seragam yang dibeli Seina dari pasar loak, seragam yang warnanya sudah sedikit menguning. Seina juga tidak mau mengantarnya.
"Jalan kaki ke depan gang! Naik angkot merah, turun di depan SD Negeri Kampung. Jangan sekali-kali kamu bilang ke orang-orang kalau kamu tinggal di mansion ini. Bilang saja kamu anak pembantu di sini!" bentak Seina sambil mengoleskan obat rutinnya, fondasion gelap dan kedaluwarsa ke wajah Maudi hingga kulit gadis itu kembali memerah dan meradang. Maudi hanya diam,tak pernah menolak pemberian ibunya, karena ia sangat menyayangi ibunya itu meski Ibunya selalu menyiksa, Maudi selalu sadar diri,kalau ibunya membenci dirinya karena fisiknya yang sangat jelek, tidak seperti Eliza yang sangat sempurna.
Seina hanya memberi uang saku 5rb untuk Maudi, tidak ada bekal apapun selain air putih.
Maudi berjalan sendirian menyusuri trotoar, tas kainnya terasa berat, namun matanya menatap tajam ke depan. Ia keluar dari kawasan elit menuju perkampungan yang tidak begitu jauh kalau menggunakan kendaraan,namun dengan uang 5 RB, Maudi lebih memilih untuk berjalan kaki.
Di SD Negeri yang fasilitasnya sangat terbatas, Maudi justru menjadi pusat perhatian, bukan karena wajahnya yang buruk, tapi karena otaknya. Di hari pertama, saat guru memberikan soal matematika sederhana, Maudi menyelesaikannya dalam hitungan detik.
Namun, setiap kali pulang sekolah, penderitaannya berlanjut. Eliza akan memamerkan buku-buku berbahasa Inggris dan menceritakan betapa mewahnya kelasnya.
"Maudi, lihat! Ini tab baruku dari Papa. Kamu pasti cuma pakai kapur tulis ya di sekolah kampungmu?" ejek Eliza sambil tertawa.
Seina selalu ikut memojokkan Maudi. "Makanya, Maudi. Kamu itu memang levelnya di sana. Jangan mimpi bisa seperti Eliza."
Maudi hanya menunduk,ia membuka buku tulisnya yang isinya Corat coret saja bagi Seina dan Eliza yang memiliki otak pas-pasan, namun kalau seorang guru yang melihatnya pasti tahu, Corat-coret itu adalah sebuah rumus.
"yang penting Maudi boleh sekolah Bu,itu sudah cukup bagi Maudi " sahut Maudi menunduk takut lalu ,ia berjalan menuju paviliun .
___
Suatu malam, Seina melihat Maudi sedang membaca buku cetak milik Eliza yang diambil dari tempat sampah. Maudi tampak sedang mengoreksi jawaban PR Eliza yang hampir semuanya salah. Seina menyadari bahwa Maudi terlalu pintar untuk dibiarkan berada di dekat Doni.
Apalagi, Tuan Harison mengirim pesan bahwa kondisi istrinya mulai stabil.
"Gawat... kalau kakek Haris kembali dan melihat Maudi makin pintar, dia pasti akan menyelidiki Maudi," gumam Seina panik.
Seina pun menjalankan rencana terakhirnya. Ia memfitnah Maudi di depan Doni. Ia sengaja membanting tablet Eliza yang di berikan Doni saat ulang tahun yang ke 7 ...saat berada di taman belakang, membuat Eliza menangis histeris lalu menuduh Maudi yang melakukannya karena iri.
"Don, aku tidak sanggup lagi. Maudi sudah mulai kasar pada Eliza. Dia menghancurkan tablet milik Eliza, Maudi juga diam-diam mencuri buku-buku Eliza. Aku takut mental Eliza terganggu," tangis Seina dibuat-buat.
Doni, yang lelah dengan drama rumah tangga, akhirnya menyerah. "Lakukan apa yang menurutmu baik, Seina, Maudi putri kandung mu, jadi kau lebih tahu cara mendidik yang benar."
"Aku akan mengirim Maudi ke pesantren... bagaimana menurut mu ?" tanya Seina ragu-ragu.
Doni terdiam sesaat " Apa itu tidak terlalu cepat, Maudi masih terlalu kecil" ada sedikit rasa kasihan walaupun Seina sering mengadu kalau Maudi sering berbuat jahat pada Eliza karena iri.
" ini usia yang pas, kalau menunggu lulus SD, itu akan susah, karena Maudi sudah remaja, dia sudah bisa memilih jalan hidupnya sendiri, aku takut kalau Eliza semakin down, lihat saja, nilai-nilai Eliza semakin menurun,pasti itu karena mentalnya terganggu oleh perbuatan Maudi " tutur Seina mengada-ada.
"Baiklah, kalau itu yang terbaik untuk Maudi, lakukan,tapi kalau Maudi tidak mau, jangan paksakan, seiring berjalannya waktu, Maudi pasti akan berubah " balas Doni dengan bijak.
____
Subuh itu, tanpa ada kesempatan untuk berpamitan pada teman-teman SD-nya atau pada Doni, Maudi diseret ke dalam mobil.
"Ke mana, Bu?" tanya Maudi pelan, suaranya serak.
"Ke tempat di mana wajah burukmu tidak akan merusak pemandangan di rumah ini lagi. Kamu akan masuk pesantren di pelosok Jawa Timur. Jangan pernah berharap untuk kembali!"
Maudi hanya menunduk pasrah,dan berharap kehidupan selanjutnya akan membawa perubahan. Ia menaiki mobil yang di sewa oleh Seina untuk menuju ke Jawa Timur.
Mobil itu meluncur membelah kegelapan fajar Jakarta. Maudi menoleh ke arah mansion Daneswara yang semakin menjauh. Ia tidak menangis. Di usianya yang masih sangat kecil, ia sudah mengerti bahwa dunia ini tidak adil, dan satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menjadi kuat.
"Suatu hari nanti..." bisik Maudi pada dirinya sendiri, "aku yang akan membuka gerbang rumah itu dengan tanganku sendiri."
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.