Di tahun 2030, hujan darah mengubah dunia menjadi neraka penuh monster.
Yara mati tragis… namun terbangun kembali lima bulan sebelum kiamat di tubuh seorang wanita gemuk bernama Elara Quizel, istri presedir yang tak dicintai.
Dengan bantuan Sistem NOX, ia diberi kesempatan kedua untuk mengubah takdirnya.
Dari wanita yang diremehkan, Elara perlahan bangkit menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh.
Kali ini, ia tak hanya ingin bertahan hidup tetapi menguasai dunia yang akan hancur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blumoon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 : Berakhir nya sang mantan
Suara dentuman keras "BUM" menggetarkan aspal saat dua bayangan hitam melesat dari ketinggian lantai sepuluh gedung perkantoran, mendarat dengan posisi predator yang siap menerkam. Debu dan serpihan beton berterbangan saat zombi tipe Stalker itu muncul satu tepat di depan Rachel yang bersimbah darah, dan satu lagi berdiri menghalangi jalan Elara.
"T-tidak... tidak! Aku belum mau mati! Elara, tolong! Leo... Leonard, tolong aku!" teriak Rachel histeris. Suaranya melengking tinggi, penuh ketakutan yang murni. Matanya yang sembab menatap nanar ke arah Leonard, namun pria itu bahkan tidak berkedip.
"Menjauh! Mati kau, dasar monster!" Rachel menembakkan anak panah energinya secara membabi buta. Wusss! Wusss! Wusss! Cahaya kuning berpendar liar, namun karena tenaganya yang terkuras habis akibat dihajar Elara tadi, anak panah itu tidak lagi memiliki daya hancur yang besar.
CRASH!
"AKKKHHHH!!" Rachel menjerit memilukan saat kuku panjang zombi Stalker itu menembus betisnya hingga tembus ke tulang.
Grrrrr.... Zombi itu meraung, tubuhnya sedikit mengepulkan asap saat bersentuhan dengan sinar matahari yang mulai mengintip dari balik awan. Tampaknya, sinar ultraviolet masih memberikan efek perih pada sel-sel mutan mereka. Namun, aroma darah Rachel yang begitu manis dan segar seolah menjadi candu yang tak tertahankan.
"Tampaknya rasa lapar mengalahkan rasa sakit dari sinar matahari," gumam Elara pelan. Ia berdiri kokoh dengan kaki yang sedikit merendah, tangan kanannya sudah berada di hulu belati tempurnya.
Grrrrrr! Zombi itu kembali meraung lapar. Tanpa ampun, ia mencengkeram kedua kaki Rachel yang sudah tak berdaya.
SREEEET... CRASH!
"AKKKHHHH!!" Jeritan Rachel memecah kesunyian distrik selatan. Kedua kakinya diputus paksa oleh kekuatan rahang dan kuku sang monster. Darah menyembur ke aspal, mewarnai genangan air hujan yang mulai mengering. Di sisa kesadarannya yang mulai memudar akibat syok traumatis, Rachel menatap Elara dengan tatapan penuh kutukan.
"Elara... aku akan... mencarimu di kehidupan selanjutnya... akan kupastikan kau mati mengenaskan..." desis Rachel dengan napas yang terputus-putus.
Wusss—BOOM!
Sebuah anak panah melesat secepat kilat, memotong kalimat Rachel dan langsung bersarang di tengah dahi zombi yang tengah asyik mengunyah daging paha Rachel. Anak panah itu bukan sembarang panah itu adalah mahakarya Bara dan Herra yang dilengkapi dengan sensor tekanan pada ujungnya. Begitu menancap, mekanisme internalnya memicu ledakan kecil namun terfokus.
"Tepat sasaran," gumam Elara dingin.
BRUK! Tubuh zombi itu tumbang seketika dengan kepala yang hancur berantakan.
"Sayang, masih kuat kan?" tanya Elara tanpa menoleh pada Leonard.
BOM! Suara ledakan lain terdengar di sampingnya. Leonard baru saja melempar seekor zombi mutan ke arah mobil van hingga meledak. Leonard menyeka keringat di dahinya, napasnya sedikit memburu. "Masih sayang. Tapi hanya 10 menit.
Mendengar itu, Elara tidak membuang waktu. Ia berlari ke arah bangkai zombi yang kepalanya baru saja diledakkan. Dengan gerakan terampil, ia membedah bagian dada zombi tersebut menggunakan belati militernya.
"Ketemu! Kristal zombi Stalker. Ini tipe kecepatan," seru Elara saat menarik keluar sebuah batu kristal berwarna biru langit yang berlumuran cairan hitam.
┌───────────────────────┐
│ TING!
│ KRISTAL ZOMBIE TINGKAT RENDAH DIPEROLEH.
│ TUAN RUMAH BISA MENGGUNAKANNYA SENDIRI ATAU
│ BERIKAN KEPADA REKAN TIPE KECEPATAN.
└───────────────────────┘
"Leo!" panggil Elara. Leonard langsung mengerti isyarat itu. Saat zombi Stalker kedua menerjang ke arah Elara, Leonard melesat maju, menangkap kedua lengan monster itu dan menahannya dengan kekuatan penuh.
"Oke sayang! Sekarang!" teriak Leonard.
Elara sudah bersiap. Ia menarik busurnya hingga melengkung maksimal. Syuuuutttt! CRASH! Anak panah itu menancap tepat di rongga mata zombi tersebut. Leonard secepat kilat melepaskan cengkeramannya dan melompat mundur sejauh lima meter.
BOOM! Kepala monster itu meledak, menyisakan tubuh tak berkepala yang limbung ke depan. Elara bergegas menghampiri jasad itu, mengaduk-aduk bagian dadanya dan menarik keluar kristal kedua.
┌────────────────────────┐
│ TING! KRISTAL ZOMBIE TINGKAT RENDAH DIPEROLEH.
│ MISI SELESAI!
│ TING! SELAMAT TUAN RUMAH ANDA NAIK LEVEL!
│ DATA TERBARU:
│ LV TUAN RUMAH: 10
│ LV PENYIMPANAN: INFINITY (MAKSIMAL)
│ (Kapasitas tak terbatas. Manusia hanya bertahan
│ 1 jam, kecuali Tuan Rumah).
│ KEMAMPUAN KHUSUS BARU:
│ "STEALTH PHANTOM" (TUBUH TAK TERLIHAT)
│ DURASI: 1 JAM | COOLDOWN: 6 JAM.
└───────────────────────┘
"Wah, keren!" gumam Elara pelan. Ia merasa tubuhnya jauh lebih ringan dan indranya semakin tajam. Evolusi sistem ini benar-benar membuatnya menjadi predator puncak di dunia yang hancur ini.
Ia melirik ke arah Rachel. Wanita itu sudah tidak bernapas lagi. Tubuhnya kini hanya menjadi onggokan daging yang akan segera dikerumuni oleh zombi-zombi tingkat rendah yang mulai berdatangan karena suara ledakan. Elara tidak merasakan penyesalan sedikit pun. Di dunia ini, belas kasihan pada pengkhianat adalah tiket menuju kematian.
"Leo, ayo pulang! Kita tidak boleh lama-lama di sini. Bau darah ini akan memancing lebih banyak monster dalam hitungan menit," ajak Elara tegas.
Leonard mengangguk, ia memeluk pinggang Elara dan menariknya mendekat. "Ayo. Aku juga butuh masakan Mira untuk memulihkan staminaku."
Elara menyentuh bahu Leonard, dan dalam sekejap, cahaya biru menyelimuti mereka. Menggunakan koordinat yang sudah diatur, mereka menghilang dari jalanan berdarah itu, meninggalkan sisa-sisa kehancuran keluarga Wijaya yang kini benar-benar telah terkubur oleh zaman.
Mansion Quizel - 30 Menit Kemudian
Begitu sampai di aula, Elara disambut oleh Arkan yang langsung memberikan laporan. Sementara itu, Tobi dan Herra tampak baru saja sampai dengan membawa Lora si wanita pengguna api.
Elara menatap Lora dengan matanya yang kini memiliki kemampuan "Tembus Pandang" (bukan hanya fisik, tapi ketajaman insting). Ia melihat ada sesuatu yang disembunyikan oleh wanita itu di balik senyum ramahnya.
"Selamat datang di bentengku," ujar Elara tenang, namun suaranya mengandung ancaman yang tak terlihat. "Tobi ambil ini, Gunakan untuk memperkuat kecepatanmu."
Tobi menerima kristal itu dengan mata berbinar. Sementara Lora, yang melihat kemewahan dan kekuatan di mansion itu, mulai menyusun rencana dalam hatinya. Namun, ia tidak tahu bahwa Elara sudah membaca setiap gerak-geriknya.
"Satu hal yang harus kau tahu, Lora," Elara mendekat, membisikkan sesuatu di telinga wanita itu. "Di sini, pengkhianat tidak hanya mati. Mereka akan memohon untuk tidak pernah dilahirkan."
Wajah Lora memucat seketika. Elara hanya tersenyum manis, lalu berjalan pergi menuju kamarnya bersama Leonard.
Bersambung 🧟♀️ 🧟♀️ 🧟♀️
Bagaimana nasib Lora selanjutnya di bawah pengawasan ketat Elara? Tunggu kelanjutannya di bab berikutnya
nabung chapter dulu untuk yang next 🥰🙏🏻
menarik thorr, lanjutkan 😈🔥