NovelToon NovelToon
Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Sistem Petani: Mengubah Sampah Menjadi Cairan Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Bertani
Popularitas:15.8k
Nilai: 5
Nama Author: R.A Wibowo

Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.

Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.

Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.

Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:

[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]

[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]

[Hadiah : alat penyulingan esensi Cairan dewa]

[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]

Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.

. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa, dengan cairan ini dia menjadi petani sultan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16--Pemandangan Cantik Si Kembang Desa

Aris menelan ludah.

Matanya terus bergerak membaca deretan item di toko sistem yang terasa seperti katalog barang dewa.

“Gila... ini benih apa cheat hidup? Harganya memang lebih mahal dari harga normal sih, tapi dilihat dari segi kualitas mah untung besar.”

Ia menggeser layar hologram itu lagi. Masih banyak daftar lain di bawahnya.

[Benih Padi ] 

[Rp250.000 (250.000 Poin sistem) / biji. Hasil panen 15x lebih banyak dari padi biasa. Nasi yang dihasilkan meningkatkan stamina tubuh.]

[Benih Semangka] 

[Rp100.000 (100.000 Poin sistem) / biji. Buah transparan dengan kadar gula alami sangat tinggi. Efek tambahan: mempercepat pemulihan tubuh.]

[Benih Kentang raksasa] 

[Rp75.000 (75.000 Poin sistem) / biji. Ukuran hasil panen 3x lebih besar.]

“Buset...”

Aris sampai berhenti mendorong gerobaknya. Kalau semua benih ini benar-benar nyata… Berarti sistem dia bukan cuma guna buat ubah sampah jadi cairan dewa, dan bertani biasa melainkan mesin pencetak uang. Lebih tepatnya mesin pembangun kerajaan petaniaan.

“Pantesan namanya Sistem Petani Sultan...” gumam Aris pelan.

Cahaya hologram biru itu memantul di pupil matanya yang membesar penuh ambisi. Untuk pertama kalinya sejak pulang ke Desa Sukacita, Aris benar-benar merasa masa depannya terbuka lebar. Bukan cuma soal bertahan hidup atau membalas dendam atas tanah kakeknya yang dirusak Malik. Ini jauh lebih besar. Sistem itu seperti memberi jalan menuju sesuatu yang mustahil—membangun kerajaan pertanian dari nol.

Angin malam berhembus pelan melewati jalan desa yang mulai sepi. Suara jangkrik bersahut-sahutan dari area sawah, berpadu dengan derit roda gerobak sampah yang Aris dorong perlahan. Bau tanah basah, sisa sayuran busuk, dan aroma dedaunan liar bercampur menjadi satu. Anehya, sekarang aroma itu tidak lagi terasa menjijikkan bagi Aris. Justru baginya itu aroma uang. Aroma kesuksesan.

Hari sudah semakin malam, semua warga desa sudah ia ambil sampahnya. Total 150 kg di gerobak, sudah lebih dari cukup.

Sekarang tubuh dia berkeringat. Lengket, dan dia sedikit gerah. Ia menaruh gerobak sampah itu dekat ke kediamannya, untuk urusan penyulingan cairan emas biarlah nanti. Sekarang dia mau mandi.

Kamar mandi Aris ternyata masih tahap perbaikan akibat dari melawan, Malik dan antek-anteknya merusak fasilitas rumahnya. Oleh sebab itu sekarang dia pergi ke pusat kamar mandi umum desa.

Disana dipakai oleh beberapa orag yang membutuhkan, antrian lumayan. Aris dapat merasakan tubuhnya yang gatal-gatal dan bau itu.

Lampu bohlam kuning di area kamar mandi umum berkedip redup dimakan usia. Dinding semen yang lembap dipenuhi bercak lumut hijau di beberapa sudut. Ember-ember plastik warna-warni berjajar di depan pintu, sementara suara guyuran air dan obrolan warga terdengar samar dari dalam bilik mandi.

Aris menghembuskan napas panjang sambil menggaruk tengkuknya yang gatal. Kaosnya sudah basah kuyup oleh keringat sejak sore tadi. Bau sampah organik yang menempel di tubuhnya bahkan mulai membuat dirinya sendiri pusing.

“Anjir... gue bau banget,” gumamnya pelan sambil mengendus bahunya sendiri.

Beberapa anak kecil yang lewat sampai menutup hidung sambil cekikikan melihat Aris membawa aroma “medan perang sampah”.

Namun Aris terlalu lelah untuk peduli. Yang ada di pikirannya sekarang cuma air dingin dan kasur tipis miliknya.

Pintu kamar mandi akhirnya terbuka setelah penantian lama, yang muncul di sana bukanlah sosok bapak-bapak melainkan seorang gadis bening kemayu. Gadis kembang desa yang begitu dia kenal.

Sari.tubuhnya yang molek terbungkus rapi oleh kaos oblong warna putih itu, handuk bergantung di lehernya, rambut dia masih basah aroma wangi gila menyerbu penciuman Aris. Gila cantiknya minta ampun.

“Oh, silahkan kak, dipakai sudah selesai kok …” ia berhenti berbicara dan terkejut.

Sari tersentak pelan saat melihat Aris berdiri tepat di depan pintu kamar mandi. Uap hangat yang membawa aroma sabun mawar dari dalam ruangan seolah membungkus mereka berdua dalam keheningan sejenak.

​Kaos putih yang dikenakan Sari tampak sedikit lembap di bagian bahu karena rambut basahnya, membuat kain tipis itu menempel pas di lekuk tubuhnya yang sintal. Tetesan air jatuh dari ujung rambutnya, mengalir melewati leher jenjang yang putih bersih, lalu menghilang di balik kerah kaosnya.

​"Eh, Aris..." Sari bergumam pelan, suaranya terdengar sedikit serak namun lembut.

​Mata Sari yang jernih menatap Aris dari atas ke bawah. Melihat Aris yang bertelanjang dada dengan peluh yang mengkilap di bawah lampu neon temaram, serta bau maskulin bercampur aroma tanah, membuat pipi Sari mendadak merona merah. Ada getaran aneh yang membuat Sari tidak segera melangkah pergi, melainkan terpaku menatap otot-otot lengan Aris yang tampak lebih padat dari biasanya.

​"Baru... baru selesai kerja ya, Ris?" tanya Sari sambil meremas ujung handuknya, memberikan senyum malu-malu yang sangat manis.

​ Tepat saat Aris hendak menjawab, sebuah cahaya biru terang meledak di sudut matanya. Sistem mendadak memberikan notifikasi darurat yang membuat konsentrasi Aris buyar seketika.

[Ding!]

[Analisis target]

[Sari]

[Mendeteksi ukuran aset target : 32A]

Aris tersentak, sialan ini data macam apaan pula. Namun sebagai naluri pemuda normal dia tanpa sadar cari-cari celah, berkat seragam kaos polos yang sedikit basah lekukan aset itu memang terlihat menggemaskan. Tidak besar banget juga, namun cukup lumayan.

Aris segera membuang muka, berusaha keras meredam gejolak di dadanya yang mendadak berdegup kencang. Sistem kurang ajar! batinnya mengumpat. Bagaimana bisa teknologi tingkat tinggi begini malah memberikan analisis anatomi di saat-saat canggung seperti ini?

Juga bukankah ini sistem petani? kenapa malah muncul aset gunung kembar milik Sari? Ini jelas tindakan pelecehan umum!

Aris segera membuang muka, berusaha keras meredam gejolak di dadanya yang mendadak berdegup kencang. Sistem kurang ajar! batinnya mengumpat. Bagaimana bisa teknologi tingkat tinggi begini malah memberikan analisis anatomi di saat-saat canggung seperti ini?

“Kenapa?” tanya gadis itu pelan sambil memiringkan kepala. Rambut basahnya bergoyang lembut, membuat aroma sabun makin terasa.

Gerakan polos itu bahaya, kendati dia teman masa ciliknya itu malah memberikan efek manis tersendiri.

“Gak, manis banget sih neng.”

“eh?” Sari tersentak kaget, tersipu malu akan pujian tiba-tiba.

“G-gak apa-apa,” jawab Aris cepat. “Lupain aja. Aku pakai kamar mandinya ya.”

Ucap aris dia pun langsung masuk di kamar mandi. Di dalam dia sudah meronta dan membasuh dirinya seperti orang gila! Pertama karena kelelahan, bau, kotornya tubuh dia selepas berkebun, kedua karena kemanisan si Sari dan rasa panas di area bawah milik dia.

“Sistem sialan, jangan latih gue jadi orang mesum!”

Semetnara di luar Sari masih mematung di depan pintu kayu yang tertutup rapat itu. Suara guyuran air di dalam terdengar sangat kontras dengan kesunyian malam—begitu bertenaga, seolah-olah Aris sedang mencoba memadamkan api yang membakar seluruh tubuhnya.

​"Kenapa ya Aris? Kok mandi kayak orang lagi tawuran," gumam Sari pelan.

1
Mamat Stone
tetap semangat dan Jaga kesehatan /Good/
Manusia Biasa: amin walau otaknya udah agak eror

terimakasih sudah membaca kak🤣
total 1 replies
Mamat Stone
sehat selalu Thor /Ok/
Hajir Pemburu
di tunggu kelanjutanya thor.
Manusia Biasa: baik tunggu besok ya ka. kemungkinan up 4-5 bab
total 1 replies
ラマSkuy
wah Thor masih banyak typo ya dan kadang ada juga penamaan karakter yang kebalik contohnya di bab ini di akhir
Manusia Biasa: waduh baik tak koreksi kak. garap dua novel sekaligus emang resikonya gini/Sob/🙏
total 1 replies
Mamat Stone
Jagoan Neon /Casual/💥💥
Mamat Stone
Pejantan Tangguh /CoolGuy/💥💥
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
sang Dermawan 🤩
Mamat Stone
berbagi itu indah 😍
ラマSkuy
kembali jadi warga biasa, kaya pria so.....
ラマSkuy: maaf gak dilanjut kata katanya, ada tukang bakso bawa HT jadi ngeri 🤣🤣🤣
total 2 replies
Mamat Stone
/Chuckle/
Mamat Stone
/Smirk/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Smile/
Mamat Stone
/Sneer/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
👻🤣👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!