NovelToon NovelToon
Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Suami Ku Musuh Bebuyutan Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: mahealza

papanya elvaro dan zavira pernah sahabatan di waktu SD ,Namun nasib membedakan mereka , papanya elvaro sudah sukses sekarang. sedangkan papanya zavira hanya mempunyai toko bengkel.

keduanya bertemu setelah beberapa tahun menghilang,tapi masih dengan persahabatan yang hangat, terukir janji mereka yang dulu akan menjodohkan anak mereka. mamanya elvaro sangat keberatan menerima nya ,Karna menurutnya tidak setara. begitu juga dengan zavira menolak keras perjodohan ini Karna elvaro adalah musuh bebuyutan nya di sekolah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mahealza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

dibalik sifat kasar elvaro

suasana malam ini sedikit berintik ,bulan pun hampir tidak terlihat ,angin malam menerpa tubuh ,tapi tidak menghalangi ramainya aktivitas kota Jakarta.

     Suasana di markas Geng Wolf mencekam. Bara, Gio, dan Ednan sedang serius membahas strategi, tapi Youjin justru asyik sendiri dengan HP-nya. Jari-jarinya mengetik cepat, wajahnya sesekali menyunggingkan senyum malu-malu yang sangat mengganggu pandangan Elvaro.

Elvaro yang sudah menahan amarah sejak tadi akhirnya meledak.

"YOUJIN!" bentak Elvaro keras. "SINI DONG! KITA LAGI RAPAT BAHAS HIDUP MATI, LO MALAH ASIK CHAT-CHATAN SAMA CEWEK! LO PIKIR INI APA? MAIN-MAIN?!"

Youjin kaget, dia buru-buru menyembunyikan HP-nya di saku. Wajahnya ikut memerah karena emosi.

 awalnya youjin tidak mau memperluas masalah ,tapi Karna bentakan elvaro , membuat nya seperti seorang babu yang tidak tuntas dengan pekerjaan nya ia merasa sangat tertekan ."Kenapa sih?! gue juga punya hak, punya privasi! Jangan teriak-teriak dong!" jawab Youjin membela diri, bahasanya mulai terbata-bata karena kesal. "Kalian itu egois! Cuma butuh gue pas butuh ide doang!"

"HAK? PRIVASI?!" Elvaro berdiri mendelik, matanya melotot penuh amarah. "Selama ini siapa yang jagain lo? Siapa yang anggep lo saudara? Eh, sekarang gara-gara satu cewek, otak lo jadi buta semua ya?! LO ITU CUMA BISA BIKIN MASALAH DOANG SEKARANG!"

"JANGAN NYALAHIN GUE TERUS! ELVARO, LO ITU SOMBONG DAN KEJAM!" balas Youjin tak mau kalah, dia ikut berdiri dan mendorong dada Elvaro dengan kuat.

BRUK!

Elvaro terhuyung mundur selangkah. Itu dorongan terakhir yang memecah kesabarannya.

"OOH JADI BEGINI YA SIKAP LO?!"

Tanpa aba-aba, Elvaro melesat maju dan mendaratkan pukulan keras tepat ke rahang Youjin!

DOR!

"AGHHH!" Youjin tersentak, kepalanya terlempar ke samping. darah mengalir sedikit di sudut bibirnya.

Tapi Youjin bukan orang biasa. Dengan mata membelalak marah, dia langsung membalas kembali! Dia menangkis tangan Elvaro lalu melayangkan tinjunya ke perut Elvaro!

BUK!

"ARGH!"

Mereka akhirnya berkelahi habis-habisan! Bukan cuma dorong-dorongan, tapi saling pukul, saling cekik leher, dan saling jambak rambut!

"LEPASIN LO GILA YA?!" teriak Elvaro sambil mencengkeram kerah baju Youjin, lalu membanting tubuh pemuda Korea itu ke dinding! .

DUG!

"SALAH SENDIRI KALO NGOMONG KASAR! GUE BENCI LO ELVARO!" teriak Youjin histeris, dia menendang lutut Elvaro lalu membalikkan posisi, kini giliran Elvaro yang terhimpit!

"WOY BERHENTI SUMPAH! GUE BILANG BERHENTI!!" teriak Bara panik setengah mati.

Gio dan Ednan langsung menerjang masuk. Mereka berusaha memisahkan keduanya dengan susah payah. Napas mereka memburu, keringat bercucuran, wajah mereka merah padam, dan tatapan mereka penuh kebencian yang luar biasa.

"LEPASIN! GUE MAU HABISIN DIA DULU!" ronta Elvaro, matanya melotot liar.

"GUEJUGA! DIA ITU RAJA EGOIS! BERKATA SEMAUNYA SAJA ." teriak Youjin masih berusaha melepaskan diri dari cekalan Gio dan Ednan.

Setelah perjuangan keras, akhirnya mereka terpisah. Tapi api kemarahan Elvaro belum padam sama sekali. Dia merapikan rambutnya yang berantakan, napasnya masih memburu kasar, lalu melangkah perlahan mendekati wajah Youjin yang sudah babak sedikit.

Suasana hening total, hanya terdengar suara napas mereka yang berat.

Elvaro menatap Youjin tajam, lalu berkata dengan nada rendah, dingin, dan sangat menusuk hati.

"Dengerin baik-baik ya, Jin..." bisik Elvaro penuh ancaman.

"Lo pikir dengan lo jadi manis sama cewek, lo jadi hebat? Salah besar. Kelengahan lo akhir-akhir ini bener-bener bikin muka gue panas. Jangan gara-gara urusan ranjang atau gara-gara cinta buta, lo bawa-bawa nama geng ini dan bikin kita semua celaka!"

Elvaro mendengus kasar, lalu menunjuk wajah Youjin.

"Lo inget ya! Selama lo masih di bawah naungan Geng Wolf, perintah gue adalah hukum! Kalau lo masih mau bertingkah laku kayak orang bodoh yang kebanyakan cinta, mending lo cabut sekarang juga! Gue nggak butuh anggota yang otaknya cuma ada di celana atau di HP doang!"

"Dan inget satu hal lagi..." Elvaro mendekatkan wajahnya, "Jangan pernah main api sama hal yang bukan hak lo. Nanti yang ada lo sendiri yang kebakar hidup-hidup!"

Setelah melontarkan kalimat pedas itu, Elvaro mendorong bahu Youjin dengan kasar saat berjalan melewatinya, lalu keluar dari markas dengan langkah lebar dan penuh amarah, meninggalkan Youjin yang terpaku memegang dadanya yang sesak, dan teman-temannya yang hanya bisa terdiam canggung.mereka menghampiri yooujin yang masih berdiri kaku, menepuk bahunya , sebagai pertanda jika youjin harus kuat ,jangan memperluas kan masalah ini.

ia mendengus kasar , berbalik badan ,lalu pergi meraih jaket dan kunci motor nya . ia bergegas keluar markas sebelum pergi ia sempat berisyarat kepada temannya agar tidak mengikuti nya .

***

 

Angin malam berhembus kencang menerpa wajahnya. Elvaro memacu motor besarnya dengan kecepatan tinggi, membiarkan angin meneriaki wajahnya yang masih panas karena emosi.

Di dadanya terasa sesak sekali. Campuran rasa kesal pada Youjin, kecewa karena sahabatnya berubah, dan rasa cemburu yang menggerogoti hati perlahan membuatnya lelah. Dia butuh pulang, butuh istirahat.

Namun, harapannya untuk mendapatkan ketenangan di rumah pupus seketika saat dia baru saja melangkah masuk ke ruang tengah.

Suara teriakan keras sudah terdengar dari ruang keluarga.

"SUDAH CUKUP Pi! AKU TIDAK TAHAN LAGI DENGAN SIKAP PAPI!" teriak Ibunya dengan suara bergetar menahan tangis.

"KALAU MAMI TIDAK SUKA, PERGI SAJA! AKU TIDAK PERNAH MEMINTA MAMI TINGGAL DI SINI!" balas Papinya dengan nada tinggi dan dingin.

Piring dan gelas terlihat berserakan, tanda baru saja terjadi lempar-lemparan barang. Suasana rumah yang megah itu terasa sangat mencekam dan menyakitkan. Elvaro hanya berdiri mematung di ambang pintu, memandangi pemandangan yang semakin sering terjadi belakangan ini.

Melihat Elvaro datang tengah malam dengan penampilan yang sedikit berantakan dan wajah yang murka, itu menjadi pemicu baru bagi kemarahan Papanya.

"ELVARO!!" teriak Papanya serak, matanya melotot ke arah anaknya. " TERNYATA KAMU GX ADA BERUBAH NYA SAMPAI SEKARANG ".

Elvaro hanya menunduk, tangannya mengepal kuat di samping badan.

"KAMU ITU ANAK YANG TIDAK TAU DIRI! SELALU AJA BIKIN MASALAH! KELUARGA INI SUDAH HANCUR KARENA KEBODOHAN KITA, DAN KAMU MALAH IKUTAN MERUSAK SEGALANYA!" hardik Papinya habis-habisan. Kata-katanya tajam, menusuk, dan sama sekali tidak ada kasih sayang baru kali ini papainya semarah itu .

maminya hanya menangis di sudut ruangan, tidak sanggup membela anaknya sendiri yang juga sedang menjadi korban amarah suaminya.

Elvaro tetap diam. Tidak ada satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Dia membiarkan semua makian dan hinaan itu menghujam hatinya sampai puas. Dia sudah terbiasa. Hati yang sudah keras membatu ini rasanya sudah tidak bisa sakit lagi.

Setelah merasa puas meluapkan kekesalannya pada anak sendiri, Papinya pun pergi meninggalkan ruangan dengan membanting pintu.

Elvaro menghela napas panjang, lalu berjalan lemas menuju tangga menuju kamarnya. Wajahnya datar, tapi matanya terlihat sangat kosong dan lelah.

Di lantai atas, bersembunyi di balik tiang penyangga, Zavira menyaksikan seluruh kejadian itu dari tadi Jantungnya terasa nyeri melihat apa yang baru saja terjadi.

ia melihat bagaimana Elvaro dimarahi habis-habisan tanpa bisa membela diri. melihat rumah tangga orang tuanya yang retak dan penuh pertengkaran.

"Jadi... beginikah kehidupan Elvaro selama ini?" batin Zavira bertanya-tanya.

Rasa kasihan tiba-tiba menyelinap di hati kecilnya. ia baru sadar, akhir-akhir ini rumah itu sering sekali terdengar keributan. Suasana yang dingin dan penuh tekanan itulah yang membentuk kepribadian Elvaro.

"Pantesan dia jadi orang yang sangat keras, dingin, dan galak ke semua orang..." gumam Zavira dalam hati. ''Karena dia nggak pernah dapet kasih sayang yang tulus dari orang tuanya. Dia cuma diajarin buat keras dan kuat, karena kalau nggak, dia yang bakal hancur.''

Zavira menatap punggung Elvaro yang semakin menjauh. Untuk pertama kalinya, dia tidak merasa benci. Dia justru mengerti. Di balik sikap menyebalkannya, Elvaro sebenarnya adalah anak yang kesepian dan haus akan perhatian.

"Ternyata... lo juga nggak sebahagia itu ya, El ," bisik Zavira pelan, merasa sedih sendiri melihat realita hidup suaminya.

*********

oke gaisy, jangan lupa di vote ya gaisyy.

buat penyemangat author dari kalian.👍🤗

1
Nesya
el g ingat kejadian semalam y wkwk🤭
Nesya
ngak mungkin elvaro pelaku pelecehan itu.. takut bgt el udah bucin parah tapi endingny vira pergi tingalin el
Nesya
huh 😥
Nesya
aura cemburu el kuat bgt 😂
Nesya
lemes kali mulutmu el ketos apa macam kau oon bgt
Nesya
kereeen vira 👍🏻👍🏻
Nesya
wkwkwk gengsi kali minta bantuan savira juga bodoh amat 😂
Nesya
wah penasaran ni siapa yg bakal bucin duluan 😂
Nesya
kocak pasturi yang satu ini 😂
Nesya
seruuuuu 🤭👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!