NovelToon NovelToon
Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Sial! Aku Bereinkarnasi Jadi Penjinak Cacing Terlemah

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: By Magus

Mati karena kelelahan melayani 10 istri cantik? Itu adalah akhir paling konyol dalam hidup Arka. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua. Ia terlahir kembali sebagai Reno, seorang pemuda miskin di desa terpencil dunia Beast Tamer.
Di dunia di mana kekuatan ditentukan oleh hewan kontrak, Reno justru menjadi bahan tertawaan karena hanya mampu menjinakkan seekor cacing tanah kecil yang lemas. Semua orang menghinanya, menganggap masa depannya telah berakhir sebagai petani rendahan.
Tapi mereka tidak tahu... cacing itu bukanlah cacing biasa. Di dalam tubuh kecil itu, bersemayam jiwa Nidhogg, Naga Kuno legendaris yang pernah memusnahkan sebuah negara dalam satu malam!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Magus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerbang Akademi Elang Hijau

Episode 5

Perjalanan dari Desa Tanah Merah menuju Kota Hijau menggunakan gerobak komunal memakan waktu hampir setengah hari. Debu jalanan menempel di pakaian Reno yang sudah lusuh, dan bokongnya terasa panas karena terus menerus menghantam kayu gerobak yang keras setiap kali roda melindas batu. Di sekelilingnya, beberapa remaja desa lainnya tampak cemas, sesekali mengelus binatang kontrak mereka mulai dari ayam hutan hingga kucing liar.

Di depan gerobak mereka, kereta kuda mewah milik keluarga Bagas melaju dengan tenang. Kereta itu dilengkapi dengan pegas penahan guncangan, membuat penumpangnya tetap nyaman meski di jalanan rusak.

"Lihat itu," bisik salah satu teman sedesa Reno sambil menunjuk kereta Bagas. "Dunia ini memang tidak adil. Kita berdesakan seperti sarden, sementara dia duduk manis sambil makan anggur."

Reno hanya tersenyum tipis mendengarnya. Adil? Di dunianya yang dulu, ia adalah orang yang duduk di dalam mobil limusin sementara ribuan orang berdesakan di kereta bawah tanah untuk menuju perusahaannya. Ia tahu betul bahwa dunia tidak pernah adil. Perbedaannya, sekarang ia berada di sisi yang berdesakan.

"Kenapa kau tersenyum seperti orang bodoh, Reno?" Nidhogg menyela dari balik bajunya. "Jika kau mau, aku bisa melompat ke kuda itu dan menghisap sumsum tulangnya sekarang juga. Kereta itu akan terbalik dan si gendut itu akan mencium lumpur."

"Simpan amarahmu, Nidhogg," balas Reno dalam hati. "Kita di sini untuk belajar, bukan untuk membuat keributan di hari pertama. Lagipula, kuda itu tidak salah apa-apa."

Begitu gerobak sampai di depan gerbang utama Kota Hijau, suasana menjadi jauh lebih ramai. Hari ini adalah hari terakhir pendaftaran Akademi Elang Hijau, salah satu akademi penjinak binatang paling bergengsi di wilayah selatan kerajaan. Ribuan pemuda dari berbagai penjuru berkumpul, menciptakan pemandangan yang luar biasa.

Reno turun dari gerobak, merapikan bajunya sebisanya, lalu berjalan menuju kompleks akademi yang terletak di bagian utara kota. Bangunan akademi itu terlihat sangat megah dengan tembok putih tinggi dan patung burung elang raksasa yang terbuat dari perunggu di atas gerbang utamanya.

"Antrean pendaftaran ada di sana," gumam Reno melihat barisan panjang yang mengular hingga ke jalan raya.

Reno ikut mengantre di barisan paling belakang. Di sekitarnya, banyak pemuda bangsawan yang membawa binatang kontrak yang luar biasa. Ada yang membawa Serigala Salju, Elang Api, hingga ular raksasa dengan sisik yang berkilau seperti permata. Kehadiran Reno dengan pakaian penuh tambalan tentu saja menarik perhatian yang tidak diinginkan.

"Hoi, lihat! Apakah dia salah tempat?" celetuk seorang pemuda dengan pakaian biru sutra yang berdiri di antrean sebelah. "Ini pendaftaran penjinak binatang, bukan pendaftaran buruh panggul pasar."

Teman-teman di sekeliling pemuda itu tertawa kecil. Reno hanya diam, menatap lurus ke depan seolah tidak mendengar apa pun. Baginya, ejekan anak kecil seperti ini tidak ada apa apanya dibanding caci maki saingan bisnisnya dulu.

Namun, ketenangan Reno terusik ketika rombongan Bagas sampai di area pendaftaran. Karena status ayahnya sebagai Kepala Desa yang memiliki hubungan dengan orang kota, Bagas tidak perlu mengantre di belakang. Ia berjalan langsung ke depan lewat jalur khusus.

Saat melewati Reno, Bagas sengaja berhenti.

"Oh, Reno! Masih bertahan dengan cacing mu?" tanya Bagas dengan suara keras, sengaja agar orang-orang di sekitar mendengar. "Aku kasihan padamu. Daripada membuang lima keping perak untuk pendaftaran yang pasti gagal, lebih baik kau gunakan uang itu untuk beli nasi padang satu bulan. Oh, aku lupa, kau kan miskin, mungkin lima keping perak itu hasil pinjam sana sini ya?"

Reno menatap Bagas dengan tenang. Matanya yang tajam membuat Bagas sedikit tersentak, meski hanya sedetik. "Bagas, mulutmu lebih berisik daripada serigala mu. Jika kau punya waktu untuk mengejekku, lebih baik kau pastikan serigala mu itu tidak buang air di lantai pendaftaran. Itu akan sangat memalukan bagi anak seorang Kepala Desa."

Beberapa orang di sekitar menahan tawa. Wajah Bagas memerah padam. "Kau... kita lihat saja nanti saat tes bakat! Aku akan memastikan kau merangkak pulang ke desa!"

Bagas menghentakkan kakinya dan berjalan pergi.

"Boleh aku menggigit pantatnya sekarang? Tolonglah, satu kali saja!" Nidhogg memohon dengan nada sangat gemas.

"Sabar... sebentar lagi giliran kita," bisik Reno.

Setelah mengantre selama tiga jam di bawah terik matahari, Reno akhirnya sampai di depan meja pendaftaran. Di sana duduk seorang pria paruh baya dengan wajah bosan dan kumis tebal. Di sampingnya, sebuah bola kristal besar diletakkan di atas meja.

"Nama?" tanya pria itu tanpa menengadah.

"Reno."

"Asal?"

"Desa Tanah Merah."

Pria itu mencatat di sebuah lembaran perkamen besar. "Biaya pendaftaran lima keping perak. Tunjukkan binatang kontrakmu dan letakkan tanganmu di bola kristal untuk tes energi dasar."

Reno mengeluarkan lima keping koin perak yang masih bersih, hasil penjualannya di toko kemarin. Pria itu sedikit terkejut melihat pemuda desa memiliki uang perak, namun ia tetap melanjutkan tugasnya.

Reno kemudian merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan Nidhogg. Ia meletakkan cacing merah kecil itu di atas meja.

Suasana di sekitar meja pendaftaran mendadak sunyi, sebelum akhirnya tawa pecah dari orang-orang yang mengantre di belakang Reno.

"Cacing? Dia serius mendaftar dengan cacing?"

"Mungkin dia mau ikut kompetisi memancing, bukan menjinakkan binatang!"

Petugas pendaftaran itu berhenti menulis. Ia menatap Nidhogg dengan dahi berkerut, lalu menatap Reno dengan tatapan kasihan. "Nak, kau yakin? Akademi ini melatih penjinak untuk menjadi ksatria pelindung atau pemburu binatang buas. Seekor cacing tanah... apa yang bisa dia lakukan? Membuat tanah subur?"

"Dia memiliki potensi, Tuan," jawab Reno dengan nada mantap yang tidak tergoyahkan.

Pria itu menghela napas. "Terserah kau saja. Letakkan tanganmu di bola kristal."

Reno menyentuh bola kristal tersebut. Ia merasa sebuah tarikan energi kecil menyedot keluar dari telapak tangannya. Bola itu awalnya redup, namun tiba-tiba memancarkan cahaya putih yang sangat terang selama beberapa detik sebelum kembali normal.

Petugas itu terbelalak. Ia mengucek matanya. "Kapasitas energi mental... Tingkat Menengah? Bagaimana mungkin seorang anak petani memiliki cadangan energi sebesar ini?"

Reno tersenyum dalam hati. Cadangan energi mental ini adalah hasil dari pelatihan tanpa henti di kehidupan sebelumnya saat melayani sepuluh istrinya, ditambah dengan energi naga yang dialirkan Nidhogg semalam. Meskipun fisiknya terlihat biasa, jiwanya memiliki daya tahan luar biasa.

"Apakah saya lulus pendaftaran?" tanya Reno.

"E..eh, iya. Energi mentalmu masuk kualifikasi, meskipun binatang mu..." Petugas itu menggelengkan kepala, lalu memberikan sebuah lencana kayu dengan angka 742 kepada Reno. "Besok datanglah ke lapangan utama pukul delapan pagi untuk tes bakat tempur. Jika binatang mu tidak bisa menunjukkan kegunaannya dalam pertarungan, kau akan tetap didiskualifikasi."

"Terima kasih, Tuan."

Reno mengambil kembali Nidhogg dan berjalan keluar dari kerumunan. Ia mengabaikan tatapan heran dan ejekan yang masih tersisa.

Malam itu, Reno menyewa sebuah kamar di penginapan paling murah di pinggiran kota. Kamarnya sangat sempit, hanya ada satu kasur jerami dan sebuah jendela kecil yang menghadap ke arah gang gelap.

Reno meletakkan Nidhogg di atas kasur. "Besok adalah penentuan, Nidhogg. Mereka ingin melihat kemampuan tempur. Jika kau hanya diam seperti cacing biasa, kita akan diusir."

"Kemampuan tempur? Itu mudah," Nidhogg menggeliat sombong. "Aku bisa mengeluarkan aura kematian yang akan membuat semua binatang di lapangan itu pingsan seketika."

"Tidak! Jangan lakukan itu!" potong Reno cepat. "Kalau kau melakukan itu, para guru dan ksatria tingkat tinggi akan menyadari ada yang salah denganku. Kita harus tampil sedikit kuat, tapi tidak terlalu mencolok."

"Kau ini rumit sekali," gerutu Nidhogg. "Lalu aku harus bagaimana?"

"Gunakan teknik pengerasan tubuhmu. Jika mereka menyerang, kau hanya perlu menjadi sekeras baja. Biarkan mereka menganggap kau adalah mutasi langka Cacing Besi. Itu jauh lebih aman daripada menunjukkan identitasmu sebagai Naga Pemusnah."

Nidhogg terdiam sebentar. "Cacing Besi? Hina sekali... Tapi baiklah, demi rencana panjangmu, aku akan berpura-pura menjadi cacing keras kepala besok."

Reno tersenyum puas. Ia kemudian mengeluarkan sisa daging sapi yang ia simpan di tasnya untuk memberi makan Nidhogg. "Makanlah yang banyak. Besok kita akan mulai mengguncang akademi ini, sedikit demi sedikit."

Saat Reno sedang bersiap untuk tidur, tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintunya.

"Siapa?" tanya Reno waspada.

"Ini aku, Lani," suara lembut itu terdengar dari balik pintu.

Reno tertegun. Lani? Apa yang dia lakukan di sini malam-malam begini?

Ia membuka pintu dan melihat Lani berdiri dengan wajah cemas. Ia membawa sebuah bungkusan kecil di tangannya. "Aku... aku mencari penginapan di sekitar sini dan melihatmu masuk ke sini tadi. Ayahku sedang tidur di kamar sebelah, jadi aku menyelinap sebentar."

"Ada apa, Lani?"

"Aku hanya ingin memberikan ini," Lani menyodorkan bungkusan itu. "Ini adalah minyak esensial peningkat indra binatang. Ayahku membelikannya untuk binatang kontrakku, tapi aku ingin kau menggunakannya untuk cacing mu. Aku tidak ingin melihatmu dipermalukan besok."

Reno menatap minyak itu, lalu menatap wajah tulus Lani. Di kehidupan lamanya, ia sering diberi hadiah mahal oleh wanita, tapi semuanya punya maksud tersembunyi. Namun di mata Lani, ia hanya melihat kepedulian yang murni.

"Terima kasih, Lani. Tapi simpanlah untuk binatang mu sendiri. Aku punya cara sendiri untuk besok," ucap Reno sambil mengembalikan bungkusan itu dengan lembut.

"Tapi Reno"

"Percayalah padaku," Reno menatap mata Lani dengan yakin. "Besok, cacing ini akan membuat semua orang terkejut."

Lani terdiam melihat kepercayaan diri Reno yang begitu kuat. Ia akhirnya mengangguk pelan. "Baiklah. Sampai jumpa besok di lapangan, Reno. Hati-hati."

Setelah Lani pergi, Reno menutup pintu dan menghela napas panjang.

"Hoh... sepertinya pengagum rahasiamu bertambah satu," goda Nidhogg.

"Diam dan tidur, Naga Sialan!" seru Reno, meski wajahnya sedikit memerah.

Di bawah rembulan yang mengintip dari jendela kecil, Reno memejamkan matanya. Besok akan menjadi hari yang panjang. Hari di mana dunia akan mulai melihat bahwa cacing yang diinjak injak pun bisa memiliki taring yang mematikan.

1
Jack Strom
Tanggung dah... 😁
Jack Strom
Hmmm... 🤔
Jack Strom
Biasa, lawan berlapis... hehehe 😛
Jack Strom
Hajar!!! 😁
Jack Strom
Wow, alasan Raka sangat logis... Tapi, benarkah? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aneh... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Mantap.. 😁
Jack Strom
Waduh, Raka mulai mengancam... 🤔
Jack Strom
Sandiwara satu babak kah dengan Bagas? 🤔
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, bertarung... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Ayo, berpetualang... 😁
Jack Strom
Keren... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Aduh, sumber masalah jadi lolos... 😁
Jack Strom
Ayo rebut...😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!